Transcription

-LANGKAH TEKNISPENYUSUNANPROGRAM DANKEGIATAN-Modul 2

Kata PengantarDalam rangka penyusunan RPJMN 2010-2014 dan Renstra KL2010-2014, diharapkan sudah mengimplementasikan pokok-pokokreformasi perencanaan dan penganggaran seperti dituangkan dalamUU Nomor 25/2004 tentang Sistem Perencanaan PembangunanNasional (SPPN) dan paket perundang-undangan di bidangKeuangan Negara, terutama UU Nomor 17/2003 tentang KeuanganNegara. Pokok-pokok reformasi tersebut antara lain berkenaandengan pelaksanaan perencanaan dan penganggaran yang berbasiskinerja dengan perspektif jangka menengah.Sebagai langkah awal pelaksanaan amanat undang-undang tersebutdi atas, diperlukan upaya penyempurnaan struktur Program danKegiatanKementerian/Lembaga. Sebagai langkah teknispelaksanaannya, diperlukan kegiatan pelatihan dan sosialisasi empurnaan struktur Program dan Kegiatan tersebut. Sejauh initelah disusun pedoman Restukturisasi Program dan Kegiatan,namun untuk menunjang pelaksanaan sosialisasi dan luruhKementerian/Lembaga, masih dirasakan perlu untuk menyusunbeberapa panduan yaitu: Modul 1. Kerangka Pemikiran ReformasiPerencanaan dan Penganggaran, Modul 2. Langkah TeknisPenyusunan Program dan Kegiatan, serta Modul 3. TutorialSoftware Penyusunan Program dan Kegiatan.Modul 2. Langkah Teknis Penyusunan Program dan Kegiatan inidisusun untuk memberikan penjelasan secara rinci mengenailangkah-langkah penyusunan program dan kegiatan serta tata carapengisian formulir-formulir-nya.i

Walaupun penjelasan dalam buku ini telah dirasa memadai, apabilamasih terdapat permasalahan dalam tata cara dan proses pengisianformulir-formulirnya, kiranya dapat menghubungi:Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)Direktorat Alokasi Pendanaan PembangunanJl. Taman Suropati No. 2, Jakarta 10301Telepon (021) 3910201 Ext. 308, 568, 569, 570, 571 dan 472Fax (021) 3148553ii

Daftar IsiKata Pengantar .iDaftarIsi .iiiA. Tahapan Penyusunan Program Dan Kegiatan . 1B. Jenis Dan Kriteria Program. 4B.1. Program Teknis . 4B.2. Program Generik . 5C. Jenis Dan Kriteria Kegiatan . 6C.1. Kegiatan Teknis . 6C.2. Kegiatan Generik . 9D. Pendekatan Penyusunan Indikator Kinerja ProgramDan Kegiatan . 10D.1. Definisi Kinerja . 10D.2. Kriteria Penyusunan Indikator Kinerja. 12E. Langkah Teknis Penyusunan Program Dan Kegiatan . 13E.1. Langkah 1: Identifikasi Visi, Misi Dan SasaranStrategis K/L . 13E.2. Langkah 2: Identifikasi Kinerja K/L DanIndikator Kinerja K/L . 14E.3. Langkah 3: Penyusunan Outcome Dan IndikatorKinerja Program . 15F. Langkah 4: Penamaan Program . 21G. Langkah 5: Penyusunan Output Dan Indikator KinerjaKegiatan . 21G.1. Penyusunan Output Kegiatan . 21G.2. Penyusunan Indikator Kinerja Kegiatan . 22H. Langkah 6: Penamaan Kegiatan . 26I. Formulir Isian Dan Petunjuk Pengisian Formulir . 27I.1. Formulir 1 Lembar Kerja Penyusunan ProgramDan Kegiatan . 28I.2. Formulir 2. Rekapitulasi Penyusunan ProgramDan Kegiatan . 29I.3. Formulir 3a. Lembar Isian Informasi IndikatorKinerja Program . 30I.4. Formulir 3b. Lembar Isian Informasi IndikatorKinerja Kegiatan . 31I.5. Formulir 4. Pemetaan Usulan Kegiatan . 32J. Petunjuk dan Contoh Pengisian Formulir . 32iii

J.1. Petunjuk Pengisian Formulir 1 Lembar kerjaPenyusunan Program dan Kegiatan . 32J.2. Ilustrasi Pendekatan Penyusunan Indikator KinerjaProgram Dan Kegiatan . 46J.3. Petunjuk Pengisian Formulir 2 RekapitulasiPeyusunan Program dan Kegiatan . 47J.4. Petunjuk Pengisian Formulir 3A. Lembar IsianInformasi Indikator Kinerja Program . 52J.5. Petunjuk Pengisian Formulir 3B. Lembar IsianInformasi Indikator Kinerja Kegiatan . 57J.6. Petunjuk Pengisian Formulir 4 Pemetaan usulankegiatan . 61iv

A.1.1. Tahapan Penyusunan Program dan KegiatanPenyusunan program dan kegiatan pada pedoman ini ditujukanuntuk menyusun akuntabilitas kinerja organisasi K/L. Namun perludisadari juga bahwa program dan kegiatan merupakan bagian daripencapaian tujuan perencanaan kebijakan (policy planning) padatingkat Kabinet.Berdasarkan hal ini, kerangka pikir penyusunan program dankegiatan harus didasarkan dalam rangka pencapaian kinerja dampak(impact) dari tingkat perencanaan yang lebih tinggi, yaitu pencapaianprioritas pada tingkat Kabinet dan/atau dalam rangka pencapaianvisi, misi dan sasaran strategis K/L pada tingkat organisasi.Kerangka pikir penyusunan program dan kegiatan diturunkanberdasarkan Logic Model Theory. Pengembangan kerangka pikir akanmenjadi arah dalam penyusunan program dan kegiatan padamasing-masing K/L.Secara garis besar, penyusunan program dan kegiatan dalam rangkapenyusunan RPJMN 2010-2014 dilakukan melalui 3 (tiga) tahapansebagai berikut:1. Tahap Penyusunan Program;2. Tahap Penyusunan Kegiatan; dan3. Tahap Rekapitulasi Program dan Kegiatan1

Bagan Tahapan Penyusunan Program dan Kegiatan2

Bagan Alir Penyusunan Program dan Kegiatan3

B.JENIS DAN KRITERIA PROGRAMB.1. PROGRAM TEKNISProgram Teknis merupakan program-program yang menghasilkanpelayanan kepada kelompok sasaran/masyarakat (pelayananeksternal). Contoh: Program Pembangunan/Peningkatan Jalan danJembatan.Kriteria Program Teknis antara lain sebagai berikut:1. Program Teknis yang disusun harus dapat mencerminkan tugasdan fungsi unit organisasi Eselon 1A;2. Nomenklatur Program Teknis bersifat unique/khusus (tidakduplikatif) untuk masing-masing organisasi pelaksananya;3. Program Teknis harus dapat dievaluasi pencapaian kinerjanyaberdasarkan periode waktu tertentu; dan4. Program Teknis harus dapat dilaksanakan dalam periode waktujangka menengah, dengan perubahan hanya dapat dilakukansetelah melalui tahapan evaluasi.Jumlah Program Teknis disusun berdasarkan kelompok karakteristikK/L, yaitu:Kelompok K/LLembaga TinggiNegara Departemen Kementerian NegaraDan Kementerian Program TeknisProgram-Program Teknis disesuaikan denganlingkup kewenangan berdasarkan peraturanperundang-undangan yang terkait dengan fungsiLembaga Tinggi Negara.Jumlah Program Teknis ditentukan sesuai lingkupkewenangan Lembaga Tinggi Negara.1 unit Eselon 1A pelayanan eksternalmelaksanakan 1 Program teknisunit Eselon 1A dapat melaksanakan lebih dari 1Program Teknis dengan minimal menunjukkanjustifikasi; (i). Kompleksitas pelaksanaan kegiatankegiatannya, dan (ii) Besaran anggaran yangdikelolaDisarankan 1 Program Teknis digunakan seluruhEselon 1A (dengan catatan indikator kinerja masing4

Kelompok K/LKoordinator LPND dan Lembaga Non-Struktural.Program Teknismasing Eselon 1A muncul dalam indikator kinerjaprogram)Apabila dikehendaki melaksanakan lebih dari 1Program Teknis, minimal menunjukkan justifikasi;(i). Kompleksitas pelaksanaan kegiatankegiatannya, dan (ii) Besaran anggaran yangdikelola1 Program Teknis untuk LembaganyaB.2. PROGRAM GENERIKProgram Generik merupakan program-program yang digunakanoleh beberapa organisasi Eselon 1A yang memiliki karakteristiksejenis untuk mendukung pelayanan aparatur dan/atau administrasipemerintahan (pelayanan internal). Contoh: Program PeningkatanSarana dan Prasarana Aparatur Departemen Pekerjaan Umum.Kriteria Program Generik antara lain sebagai berikut:1. Program Generik dilaksanakan oleh 1 (satu) unit organisasi K/Lsetingkat Eselon 1A yang bersifat memberikan pelayananinternal;2. Nomenklatur Program Generik dijadikan unique denganditambahkan nama K/L dan/atau dengan membedakan kodeprogram;3. Program Generik ditujukan untuk menunjang pelaksanaanProgram Teknis, dan4. Program Generik untuk unit organisasi pelayanan internalditetapkan sebagaimana pada tabel berikut:Unit OrganisasiSekretariatJenderalUsulan Program Tahun 2010-20141. Program Dukungan Manajemen Dan PelaksanaanTugas Teknis Lainnya (ditambahkan nama K/Lbersangkutan) Menampung kegiatan yang berada dalam ProgramPenerapan Kepemerintahan yang Baik, ProgramPenataan Kelembagaan dan Ketatalaksanaan danProgram Peningkatan Pelayanan Publik5

Unit OrganisasiInspektoratJenderalBadan sejenisBadan Litbangdalam K/LBadan sejenisBadan DiklatSDM dalamK/LUsulan Program Tahun 2010-20142. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur(ditambahkan nama K/L bersangkutan) Menampung kegiatan yang bersifat fisik berupapembangunan/rehabilitasi/ peningkatan sarana danprasarana pelayanan internal sesuai dengan tupoksikesekretariatan jenderalProgram Pengawasan Dan Peningkatan AkuntabilitasAparatur (ditambahkan nama K/L bersangkutan) Menampung kegiatan-kegiatan berkaitan denganpelaksanaan pengawasan dan pemeriksaanakuntabilitas aparatur secara internalProgram Penelitan dan Pengembangan (ditambahkan namaK/L bersangkutan) Menampung kegiatan penelitian dan pengembanganProgram Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (ditambahkannama K/L bersangkutan) Menampung kegiatan-kegiatan pendidikan danpelatihan bagi SDM aparaturJumlah Program Generik disusunkarakteristik K/L, sebagai berikut yaituKelompok K/LLembaga Tinggi NegaraDepartemenKementerian Negara DanKementerian KoordinatorLPND dan Lembaga NonStruktural.C.berdasarkankelompokProgram GenerikJenis dan jumlah disesuaikan dengan unit Eselon1 pelayanan internal yang dimilikiJenis dan jumlah disesuaikan dengan unit Eselon1 pelayanan internal yang dimilikiJenis dan jumlah disesuaikan dengan unit Eselon1 pelayanan internal yang dimilikiJenis dan jumlah disesuaikan dengan unit Eselon1 pelayanan internal yang dimilikiJENIS DAN KRITERIA KEGIATANC.1. KEGIATAN TEKNISKegiatan Teknis, dibagi berdasarkan jenisnya, yaitu:1. Kegiatan prioritas nasional, yaitu kegiatan-kegiatan denganoutput spesifik dalam rangka pencapaian sasaran nasional.6

Kegiatan prioritas nasional harus memenuhi kriteria-kriteriapertimbangan antara lain:a. Memiliki pengaruh yang besar/signifikanpencapaian sasaran pembangunan nasional;terhadapb. Merupakan kegiatan yang mendesak dan penting untuksegera dilaksanakan;c. Merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah untukmelaksanakannya;d. Memiliki ukuran kinerja yang spesifik, tegas dan terukursehingga dapat secara langsung dipantau manfaatnyaterhadap masyarakat; dane. Realistis untuk dilaksanakan dan dapat diselesaikan sesuaidengan target jangka waktu yang telah ditetapkan.Rumusan kegiatan prioritas nasional akan ditambahkan kepadaunit organisasi Eselon 2 yang sesuai untuk melaksanakannya,dengan memperhatikan kontribusi keluaran (output) kegiatanprioritas nasional ini terhadap hasil (outcome) program padatingkat Eselon 1A-nya.Dalam rangka Perencanaan Kebijakan (yang terdiri dari prioritas,fokus prioritas, dan kegiatan prioritas), dapat terjadi bahwakegiatan teknis tidak dapat dicerminkan secara langsung padakegiatan Eselon 2 yang berdasarkan Tupoksi sesuai PendekatanAkuntabilitas Kinerja. Untuk kasus seperti ini, Eselon 2 yangbersangkutan dapat menggunakan lebih dari 1 (satu) kegiatan,yaitu; (i). Kegiatan yang berdasarkan pendekatan tupoksi, dan (ii).Kegiatan Prioritas Nasional yang ditambahkan.2. Kegiatan prioritas K/L, yaitu kegiatan-kegiatan dengan outputspesifik dalam rangka pencapaian Sasaran Strategis K/L.Kegiatan prioritas K/L memiliki target kinerja output yang lebihbesar daripada kegiatan teknis non-prioritas.Dalam pelaksanaannya, kegiatan prioritas K/L dapat berubahmenjadi kegiatan teknis non-prioritas sesuai dengan adanya7

perubahan kebijakan pada tingkat K/L. Dengan adanyaperubahan ini, target kinerja output kegiatan akan ditetapkanpada tingkat baseline-nya.3. Kegiatan teknis non-prioritas, merupakan kegiatan-kegiatandengan output spesifik dan mencerminkan pelaksanaan kegiatansesuai dengan Tupoksi Satuan Kerja (Satker) namun bukantermasuk dalam kategori prioritas. Target kinerja output kegiatanteknis non-prioritas ditetapkan pada baseline-nya, atau padatarget kinerja dasar/minimal yang dapat dihasilkan.Dalam pelaksanaannya, kegiatan teknis non-prioritas dapatberubah menjadi kegiatan prioritas K/L sesuai dengan adanyaperubahan kebijakan pada tingkat K/L. Dengan adanyaperubahan ini, target kinerja output kegiatan akan ditambahdisesuaikan dengan kebijakan yang mendasari perubahan ini.Kriteria Program Teknis (Kegiatan Prioritas Nasional, KegiatanPrioritas K/L dan Kegiatan Teknis Non-Prioritas) adalah sebagaiberikut:1. 1 unit Eselon 2 bersifat pelayanan eksternal akan menggunakan 1kegiatan teknis termasuk kegiatan yang dilaksanakan melaluimekanisme Dekonsentrasi/Tugas Pembantuan;2. Kegiatan Teknis yang disusun harus dapat mencerminkan tugasdan fungsi unit organisasi Eselon 2 terkait;3. Nomenklatur kegiatan teknis bersifat unique/khusus (tidakduplikatif) untuk masing-masing unit organisasi Eselon 2pelaksananya;4. Kegiatan teknis harus dapat dievaluasi pencapaian kinerjanyaberdasarkan periode waktu tertentu; dan5. Kegiatan teknis harus dapat dilaksanakan dalam periode waktujangka menengah, dengan perubahan hanya dapat dilakukansetelah melalui tahapan evaluasi.8

C.2. KEGIATAN GENERIKKegiatan generik, merupakan kegiatan yang digunakan olehbeberapa unit organisasi eselon 2 yang memiliki karakteristik sejenis.Sebagai contoh adalah kegiatan Dukungan Manajemen danDukungan Teknis Lainnya Sekretariat Direktorat Jenderal BinaMarga.Kriteria Program Generik adalah sebagai berikut:1. Kegiatan generik dilaksanakan oleh 1pelayanan internal;unit Eselon 2 bersifat2. Nomenklatur kegiatan generik dijadikan unique denganmenambahkan nama Eselon 2 dan/atau dengan membedakankode kegiatan sesuai dengan Tupoksinya.Khusus bagi unit organisasi vertikal K/L di daerah, rumusan kegiatannya akan ditetapkansebagai berikut:A. Unit vertikal K/L didaerah untuk melaksanakan 6 (enam) kewenangan pusat akanmemiliki rumusan kegiatan tersendiri, yaitu:1) Unit vertikal dibawah unit Eselon 1A teknis (pelayanan eksternal) dan bersifatpelayanan langsung akan memiliki 1 kegiatan teknis untuk seluruh unit organisasivertikal sejenis. Contoh: seluruh Kantor Pelayanan Pajak akan memiliki 1 (satu) kegiatantersendiri dibawah Dirjen Pajak.2) Unit vertikal dibawah unit Eselon 1A teknis (pelayanan eksternal) namun bersifatpembinaan kepada unit-unit pelayanan langsung dibawahnya (dibatasi hanya sampaipada organisasi di tingkat provinsi) akan memiliki 1 kegiatan teknis untuk seluruh unitvertikal sejenis. Contoh: seluruh Kanwil Pajak akan memiliki 1 (satu) kegiatan tersendiridibawah Dirjen Pajak.3) Unit vertikal bersifat perpanjangan pelaksanaan tupoksi organisasi K/L di daerah (mis:Kanwil Agama, Kantor Kejati, dll) akan memiliki 1 kegiatan untuk seluruh unitvertikalnya (dibatasi hanya sampai pada organisasi di tingkat provinsi) danditempatkan dibawah Sekjen organisasi terkait. Contoh: seluruh Kanwil Agama akanmemiliki 1 (satu) kegiatan tersendiri dibawah Sekjen DEPAG.4) Unit vertikal yang langsung berada dibawah K/L dan bersifat pelayanan langsungakan memiliki 1 kegiatan teknis untuk seluruh unit vertikal yang sejenis. Contoh: seluruhKandep Agama, KUA dan Pendidikan Keislaman (MAN, MIN, dan MTsN) masing-masingakan memiliki 1 (satu) kegiatan tersendiri dibawah Sekjen DEPAG.B. Unit vertikal K/L didaerah untuk melaksanakan selain 6 (enam) kewenangan pusat,bersifat pelayanan langsung dan berada dibawah unit Eselon 1A teknis (pelayananeksternal) akan memiliki 1 kegiatan teknis untuk seluruh unit vertikalnya. Contoh: seluruhUPT pengelolaan sungai-sungai besar akan memiliki 1 (satu) kegiatan teknis tersendiri di bawahDirjen Sumber Daya Air.9

D.PENDEKATAN PENYUSUNAN INDIKATORKINERJA PROGRAM DAN KEGIATAND.1. DEFINISI KINERJAKinerja dalam Arsitektur Program merupakan struktur yangmenghubungkan antara sumberdaya dengan hasil atau sasaranperencanaan, serta merupakan instrumen untuk merancang,memonitor dan melaporkan pelaksanaan anggaran.Kerangka penyusunannya dimulai dari “apa yang ingin diubah”(impact) yang memerlukan indikator “apa yang akan dicapai” (outcome)guna mewujudkan perubahan yang diinginkan. Selanjutnya, untukmencapai outcome diperlukan informasi tentang “apa yang dihasilkan”(output). Untuk menghasilkan output tersebut diperlukan “apa yangakan digunakan”.Secara konseptual, bagan informasi kinerja dapat dilihat padaDiagram II-2.Bagan Informasi KinerjaDAMPAK(IMPACT)Hasil pembangunan yang diperoleh daripencapaian outcomeApa yang ingin diubahHASIL(OUTCOME)Manfaat yang diperoleh dalam jangkamenengah untuk beneficieries tertentusebagai hasil dari outputApa yang ingin dicapaiKELUARAN(OUTPUT)Produk/barang/jasa akhir yang dihasilkanApa yang dihasilkan (barang)atau dilayani (jasa)KEGIATANProses/kegiatan menggunakan inputmenghasilkan output yang diinginkanApa yang dikerjakanINPUTSumberdaya yang memberikan kontribusidalam menghasilkan outputApa yang digunakan dalambekerjaDalam restrukturisasi program dan kegiatan, pendekatanmanajemen kinerja yang akan diterapkan terbagi menjadi dua bagian10

utama, yaitu: (i) Kinerja pada tingkat Kabinet dan (ii) Kinerja padatingkat K/L. Terkait dengan struktur informasi kinerja, tingkatkinerja yang akan disusun terdiri dari impact, outcome, dan output.Berdasarkan hal tersebut, Struktur Manajemen Kinerja akan terdiriatas:1. Akuntabilitas pada tingkat perencanaan kebijakan (tingkatKabinet/Pemerintah), memuat informasi kinerja yaitu: (i) Impact(sasaran pokok); (ii) Outcome (kinerja fokus prioritas), dan (iii)Output (kinerja kegiatan prioritas).Sasaran pokok (impact) merupakan kinerja dari prioritas, outcomefokus prioritas merupakan kinerja dari fokus prioritas dan outputkegiatan prioritas merupakan kinerja dari kegiatan prioritas.Outcome fokus prioritas merupakan kinerja hasil yang harusdicapai oleh satu atau beberapa K/L yang terkait denganpencapaian kinerja prioritas.2. Akuntabilitas pada tingkat organisasi K/L, memuat informasikinerja yaitu: (i) Impact (misi/sasaran K/L); (ii) Outcome (kinerjaprogram); dan (iii) Output (kinerja kegiatan).Misi/sasaran K/L merupakan kinerja yang ingin dicapai K/L,outcome program merupakan kinerja program yang secaraakuntabilitas berkaitan dengan unit organisasi K/L setingkatEselon 1A, dan output kegiatan merupakan kinerja kegiatan yangsecara akuntabilitas berkaitan dengan unit organisasi K/Lsetingkat Eselon 2.Pencapaian misi/sasaran K/L (impact) dipengaruhi olehpencapaian kinerja program-program (outcome) yang ada didalam K/L, dan pencapaian kinerja program (outcome)dipengaruhi oleh pencapaian dari kinerja kegiatan-kegiatannya(output).11

D.2. KRITERIA PENYUSUNAN INDIKATOR KINERJAIndikator merupakan alat untuk mengukur pencapaian kinerja(impact, outcome, dan output). Pengukuran kinerja memerlukanpenetapan indikator-indikator yang sesuai dan terkait denganinformasi kinerja (impact, outcome, dan output).Kriteria penyusunan indikator kinerja adalah:1. Relevant: indikator terkait secara logis dan langsung dengan tugasinstitusi, serta realisasi tujuan dan sasaran strategis institusi;2. Well-defined: definisi indikator jelas dan tidak bermakna gandasehingga mudah untuk dimengerti dan digunakan;3. Measurable : indikator yang digunakan diukur dengan skalapenilaian tertentu yang disepakati, dapat berupa pengukuransecara kuantitas, kualitas atau harga.a. Indikator Kuantitas diukur dengan satuan angka dan unitContoh Indikator Kuantitas : Jumlah penumpanginternasional yang masuk melalui pelabuhan udara danpelabuhan laut.b. Indikator Kualitas menggambarkan kondisi atau keadaantertentu yang ingin dicapai (melalui penambahan informasitentang skala/tingkat pelayanan yang dihasilkan)Contoh Indikator Kualitas : Proporsi kedatangan penumpanginternasional yang diproses melalui imigrasi dalam waktu 30menit.c. Indikator Harga mencerminkan kelayakan biaya yangdiperlukan untuk mencapai sasaran kinerja.Contoh Indikator Harga: Biaya pemrosesan imigrasi perpenumpang.4. Appropriate: pemilihan indikator yang sesuai dengan upayapeningkatan pelayanan/kinerja5. Reliable: indikator yang digunakan akurat dan dapat mengikutiperubahan tingkatan kinerja;12

6. Verifiable: memungkinkan proses validasi dalam sistem yangdigunakan untuk menghasilkan indikator;7. Cost-effective: kegunaanpengumpulan data.E.indikatorsebandingdenganbiayaLANGKAH TEKNIS PENYUSUNAN PROGRAMDAN KEGIATANLangkah Teknis Penyusunan Program dan KegiatanE.1. LANGKAH 1: IDENTIFIKASI VISI, MISI DANSASARAN STRATEGIS K/LIdentifikasi visi, misi dan sasaran strategis K/L merupakan langkahawal dalam melakukan pengukuran kinerja pemerintah.Identifikasi visi, misi dan sasaran strategis K/L bertujuan untukmenentukan kinerja dan/atau bentuk pelayanan apa yang akandicapai oleh K/L.Dalam rangka restrukturisasi program dan kegiatan, informasimengenai visi, misi dan sasaran strategis K/L dapat mengacukepada Dokumen Renstra K/L 2005-2009 atau dokumenperencanaan jangka menengah lainnya yang sesuai.13

E.2. LANGKAH 2: IDENTIFIKASI KINERJA K/L DANINDIKATOR KINERJA K/LE.2.1. Identifikasi Kinerja K/LKinerja K/L merupakan ukuran pencapaian visi, misi, dan sasaranstrategis K/L. Rumusan kinerja K/L diperoleh dari prosesidentifikasi visi, misi dan sasaran strategis K/L.Hasil identifikasi kinerja K/L, selanjutnya diisikan ke dalam Form 1(Formulir Penyusunan Program dan Kegiatan) pada kolom KinerjaK/L.Perlu diperhatikan bahwa Kinerja K/L yang dicantumkan dalamForm 1 adalah Kinerja K/L yang pencapaiannya sesuai denganTupoksi Eselon 1A yang sedang disusun Program danKegiatannya.E.2.2. Identifikasi Indikator Kinerja K/LIndikator kinerja K/L di dalam Kerangka Akuntabilitas Organisasimerupakan indikator dampak (impact) yang terkait denganpencapaian kinerja K/L.Indikator kinerja K/L harus dapat mendorong tercapainya visi, misidan sasaran strategis K/L.Hasil identifikasi indikator kinerja K/L, selanjutnya diisikan kedalam Form 1 (Formulir Penyusunan Program dan Kegiatan) padakolom indikator kinerja K/L.Perlu diperhatikan bahwa indikator kinerja K/L yangdicantumkan dalam Form 1 adalah indikator kinerja yangpencapaiannya sesuai dengan Tupoksi Eselon 1A yang sedangdisusun Program dan Kegiatannya.14

Penulisan Kinerja K/L dan Indikator Kinerjanya dalam Formulir 1FORMULIR 1.K/LUNIT ESELON 1VISIMISITUPOKSILEMBAR KERJA PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEGIATAN:Informasi Nama K/L, Eselon 1 yang akan disusun Program:dan Kegitannya, serta Visi dan Misi Unit Eselon 1.:Karakteristik Kelompok K/L dan Eselon 1 akan berpengaruh:pada program yang akan disusunKINERJA K/L(IMPACT)INDIKATOR KINERJAK/L(2)(3)(1)Tugas Pokok:Hasil IdentifikasiKinerja K/LFungsi :1.2.3.UNIT ESELON 2TUPOKSI(1)Tugas Pokok:Fungsi :1.2.3.INDIKATORKINERJA Indikator :1.Hasil Identifikasi2.Indikator KinerjaK/L3.:INDIKATOR KINERJA KEGIATAN(OUTPUT)(2)Output :“.”USULAN KEGIATAN(3)Indikator : (indikator dapat disusundalam bentuk kuantitas, kualitas atauharga)1.2.3.E.3. LANGKAH 3: PENYUSUNAN INDIKATOR KINERJAPROGRAM (OUTCOME)E.3.1. Outcome ProgramOutcome merupakan manfaat yang diperoleh dalam jangkamenengah untuk beneficiaries tertentu yang mencerminkanberfungsinya keluaran dari kegiatan-kegiatan dalam satu program.15

Outcome dalam Struktur Manajemen Kinerja terbagi menjadi 2bagian, yaitu outcome pada tingkat kinerja Kabinet dan outcomepada tingkat kinerja Kementerian/Lembaga.Pada tingkat Kabinet, outcome merupakan kinerja fokus prioritasyang harus dicapai oleh satu atau beberapa K/L yang terkaitdengan pencapaian kinerja prioritas, sedangkan pada tingkatKementerian/Lembaga, outcome merupakan kinerja program yangsecara akuntabilitas berkaitan dengan unit organisasi K/Lsetingkat Eselon 1A.Kriteria rumusan outcome program adalah sebagai berikut:1. Mencerminkan sasaran kinerja unit organisasi Eselon 1A sesuaidengan visi, misi dan tupoksinya;2. Outcome Program harus dapat mendukung pencapaian kinerjaK/L (visi, misi dan sasaran strategis K/L); dan3. Outcome Program harus dapat dievaluasi berdasarkan periodewaktu tertentu.E.3.2. Indikator Kinerja ProgramIndikator kinerja program merupakan ukuran pencapaianoutcome/kinerja program. Pendekatan penyusunan indikator kinerjaprogram dapat dibagi berdasarkan sumber ketersediaan danpengumpulan data. Lihat gambar berikut ini.(*) Data pengukuran keberhasilan indikator telah tersedia/dilakukan pengumpulan dan perhitungannyaoleh pihak instansi lain (mis: BPS).16

Lebih jelasnya, metode pemilihan indikator kinerja program dibagisebagai berikut, yaitu:1. Kelompok data/informasi tersediaIndikator kinerja program dapat disusun dengan menggunakanindikator yang sudah tersedia seperti contoh; (i) IPM (IndeksPembangunan Manusia), (ii) APK (Angka Partisipasi Kasar),(iii) APM (Angka Partisipasi Murni) dan (iv) IHSG (IndeksHarga Saham Gabungan) dimana data pengukuran pencapaiankinerjanya telah tersedia/dilakukan pengumpulan danpenghitungannnya oleh instansi lain sehingga K/L bersangkutandapat data ini secara langsung.Penggunaan indikator kinerja program model ini memberikankeuntungan antara lain dalam pertimbangan biaya pada prosespengumpulan dan penghitungan data pencapaian kinerjanya.2. Kelompok data/informasi dikumpulkan sendiri oleh K/LbersangkutanData pengukuran pencapaian kinerja program dikumpulkan dandilakukan penghitungannya secara mandiri oleh masing-masingK/L bersangkutan.Kelompok indikator ini dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu:a. Indikator kinerja program berasal dari indikator kinerjakegiatan terpenting. Indikator kinerja program merupakan17

satu/lebih indikator kinerja kegiatan terpentingdiangkat menjadi indikator kinerja program.yangb. Indikator kinerja program merupakan gabungan (secarakomposit) dari indikator-indikator kinerja kegiatannya.Perhitungan indeks komposit dapat diperoleh denganmembobot indikator-indikator kinerja kegiatan-nya.c. Indikator kinerja program merupakan indikator surveipenilaian pencapaian kinerja program. Berkaitan denganmetode ini, perlu diperhatikan bahwa indikator-indikatorkinerja kegiatan yang dipilih harus dapat menghasilkanoutput kegiatan yang mendorong tercapainya outcomeprogram, meskipun dalam penyusunannya output kegiatantidak terkait secara langsung dengan outcome program.18

Indikator kinerja program harus memenuhi Kriteria PenyusunanIndikator Kinerja.Hasil penyusunan indikator kinerja program selanjutnya diisikanke dalam Form 1 (Formulir Penyusunan Program dan Kegiatan) padakolom outcome dan indikator kinerja program.Dalam upaya penyusunan indikator kinerja program (outcome),perlu mempertimbangkan dan/atau menelaah Tupoksi Eselon 1Apelaksananya dan/atau dapat juga berfokus antara lain pada; (i).Efisiensi, (ii). Efektivitas, (iii). Hasil, (iv). Pelanggan, (v).Karyawan, dan (vi). Gabungan diantaranya.Penulisan Outcome Program dan Indikator Kinerja Program dalam Formulir 1FORMULIR 1. LEMBAR KERJA PENYUSUNAN PROGRAM DAN KEGIATANKEMENTERIAN/LEMBAGAUNIT ESELON 1 :VISI :MISI :TUPOKSI(1)Tugas Pokok::KINERJA K/L(IMPACT)INDIKATOR KINERJAK/L(2)(3)Letak informasi OutcomeProgramFungsi :1.2.3.Letak Indikator KinerjaProgramINDIKATORKINERJA Indikator :1.2.3.UNIT ESELON 2 :TUPOKSI(1)Tugas Pokok:Fungsi :1.2.3.INDIKATOR KINERJA KEGIATAN(OUTPUT)(2)Output :“.”USULAN KEGIATAN(3)Indikator : (indikator dapat disusundalam bentuk kuantitas, kualitas atauharga)1.2.19

Selanjutnya, setiap indikator kinerja program harus dilengkapidengan detail informasi kinerja. Lembar Isian Informasi KinerjaProgram dapat dilihat pada Form 3A.Penulisan Informasi Indikator Kinerja Program dalam Formulir 1FORMULIR 3.A.INFORMASI INDIKATOR KINERJA PROGRAM (OUTCOME)INFORMASI INDIKATOR KINERJA1.2.3.4.5.6.7.8.9.10.11.12.13.(1)NAMA INDIKATORMengidentifikasi nama dan kategori indikator (jika outcome jugamerupakan indikator mainstreaming diberi tanda/keterangan)TUJUAN / KEPENTINGANMenjelaskan apa yang ingin dicerminkan dari sebuah indikator danmengapa itu pentingMETODE PENGHITUNGANMenggambarkan cara penghitungan indikator (jika indikator yangdigunakan merupakan hasil perhitungan dari data/informasi yangdikumpulkan)TIPE PENGHITUNGANMengidentifikasi sifat indikator kinerja (bersifat kumulatif atau non‐kumulatif)INDIKATOR BARUMengidentifikasi indikator baru atau indikator lama yang berubah sasarankinerjanya dibanding tahun sebelumnyaKINERJA YANG DIHARAPKANMengidentifikasikan tingkat dan arah kinerja yang diharapkanSTANDAR INDIKATORMengidentifikasi standar kinerja yang dapat diterima (benchmark)PENANGGUNGJAWAB INDIKATORMengidentifikasi unit organisasi penanggungjawab dalam pendefinisian,analisis data, interpretasi dan pelaporan indikatorPENGELOLA DATA INDIKATORMengidentifikasi unit organisasi penanggungjawab dalam memastikandata indikator telah terkumpul dan tersedia sesuai jadwalWAKTU PELAKSANAAN PENGUMPULAN DATA INDIKATORTanggal yang ditetapkan untuk memulai pengumpulan data indikatorJADWAL PELAPORANMengidentifikasi apakah indikator dilaporkan per‐tigabulan, persemesteratau pertahu

Contoh: seluruh Kanwil Pajak akan memiliki 1 (satu) kegiatan tersendiri dibawah Dirjen Pajak. 3) Unit vertikal bersifat perpanjangan pelaksanaan tupoksi organisasi K/L di daerah (mis: Kanwil Agama, Kantor Kejati, dll) akan memiliki 1 kegiatan untuk seluruh unit vertikalnya (dibatasi hanya sampai pada organisasi di tingkat provinsi) dan