Transcription

PLUS MINUS PENGGUNAAN APLIKASI-APLIKASIPEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMICOVID-19Diana Novita1, Addiestya Rosa Hutasuhut2Pendidikan Matematika Unimed Medane-mail : [email protected] ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya teknologi informasi dankomunikasi (Information and Communication Technology, ICT) demikian pesat. Kemajuan initentu saja berpengaruh terhadap berbagai bidang kehidupan, termasuk di dalamnya pendidikan.Keberhasilan pelaksanaan otonomi dan globalisasi pendidikan hanya mungkin dapat dicapaidengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pendidikan. Khususnya diera pandemi COVID-19 ini pemerintah meminta seluruh pelajar di Indonesia untuk belajar dirumah. Di kutip dari jurnal posmedia.com bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan(Mendikbud), Nadiem Makarim mendukung kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) untukmeliburkan sekolah. Hal tersebut menyusul penyebaran virus Corona (Covid-19) yang semakinmengkhawatirkan. Selain itu, Ia juga mengapresiasi langkah swasta dalam menerapkan kebijakanyang sama. Berbagai perguruan tinggi dan sekolah mulai menerapkan sistempembelajaran online. Seperti E-Learning, Google Classroom, Edmodo dan lain sebagainya. Sistemtersebut dinilai tepat karena pelajar tidak perlu khawatir ketinggalan materi. Dengan demikianpeneliti melakukan penelitian terkait dengan pembelajaran daring yaitu plus minus penggunaanaplikasi-aplikasi yang digunakan saat pembelajaran daring berlangsung selama pandemi covid-19 .Peneliti mengambil data melalui Google Form yaitu sebanyak 61 responden berasal dari jenjangpendidikan SMA/MA/SMK sederajat sebanyak 63,3%. Jenjang pendidikan perguruan tinggisebanyak 34,4% dan 6,6% adalah responden dari jenjang pendidikan SMP.Kata Kunci : IPTEK/TIK, Pembelajaran Daring, Aplikasi Pembelajaran Daring Selama PandemiCovid-19, Plus Minus Penggunaan Aplikasi Daring.PENDAHULUANPembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan. Kualitas pendidikanmenggambarkan kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas pendidikan dapat dilakukanmelalui peningkatan kualitas pembelajaran. Berbagai upaya telah dilakukan untukmeningkatkan kualitas pembelajaran. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK)menawarkan berbagai kemungkinan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. TIKdapat dimanfaatkan untuk peningkatan dan pengembangan kemampuan profesionaldosen/guru, sebagai sumber belajar dalam pembelajaran, sebagai alat bantu interaksi1

pembelajaran, dan sebagai wadah pembelajaran (Depdiknas, 2004). TIK dapatmempermudah serta membantu siswa dan guru dalam pembelajaran.TIK dapat digunakanuntuk berbagai kepentingan: mulai dari secara pasif untuk kepentingan presentasi, mencariinformasi, berinteraksi dan berkomunikasi, sampai kepada yang paling aktif, untukmenghasilkan suatu produk. Era disrupsi teknologi imformasi dan komukasi (TIK)memberi dampak dalam segala hal. Pada bidang pendidikan dampak dari disrupsi TIKyaitu adanya pembelajaran dalam jaringan atau daring. Pembelajaran daring merupakanpembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara dosen dan mahasiwa, tetapidilakukan melalui online. Pembelajaran dilakukan melalui video conference, elearning atau distance learning.Sistem Pembelajaran Daring atau SPADA adalah implementasi Pendidikan JarakJauh pada Pendidikan Tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan pemerataan aksesterhadap pembelajaran yang bermutu. Dengan sistem pembelajaran daring, SPADAIndonesia memberikan peluang bagi mahasiswa dari satu perguruan tinggi tertentu untukdapat mengikuti suatu mata kuliah bermutu tertentu dari perguruan tinggi lain dan hasilbelajarnya dapat diakui sama oleh perguruan tinggi dimana mahasiswa tersebut terdaftar.SPADA Indonesia menawarkan 3 (tiga) program yaitu:1. Materi Terbuka, yaitu menyediakan materi mata kuliah yang disajikan secara onlinedalam berbagai bentuk media agar dapat diakses oleh mahasiswa dan dosen kapan saja dandimana saja.2. Mata Kuliah Terbuka, yaitu sistem pembelajaran daring satu mata kuliah utuh yangmemungkinkan untuk dapat digunakan oleh dosen terkait sebagai mata kuliah daring untukdiselenggarakan dalam pembelajaran.3. Mata Kuliah Daring, yaitu mata kuliah dalam bentuk pembelajaran daring utuh, yangsiap ditawarkan oleh salah satu PT penyelenggara kepada PT lain (PT mitra) untuk dapatdiikuti oleh mahasiswa PT mitra sebagai wahana alih kredit (credit transfer) dan nilai yangdiperoleh mahasiswa dari PT penyelenggara dapat di transfer (credit transfer) di PT dimana mereka terdaftar.SPADA Indonesia telah bekerjasama dengan 51 Perguruan Tinggi, yang selanjutnya,SPADA Indonesia terbuka bagi seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia.2

Empat PersoalanTiga contoh di atas rasanya sudah cukup untuk melihat sisi gelap dan sisi terang daripembelajaran dengan sitem daring. Kalau ditelisik lebih jauh, ada sejumlah persoalan disamping kemudahan.Pertama, sistem daring memudahkan pembelajaran karena tidak terikat akan tempat danwaktu, tetapi perlu persiapan jauh hari semua perangkat dan bahan, termasukkurikulumnya. Sementara persiapan itu selama ini tidak pernah ada, bahkan pembelajarandaring hanya diperuntukkan pendidikan guru dalam jabatan, sehingga baik guru (termasukdosen) maupun masyarakat mengalami guncangan teknologi.Kedua, pembelajaran sistem daring yang memerlukan perangkat teknologi gadget menjadipersoalan jika satu keluarga memiliki sejumlah anak yang tersebar di semua jenjangpendidikan, sementara penghasilan keluarga terbatas. Maka itu, tentu sistem daring akansangat memberatkan. Subsidi melalui bebas kuota bagi keluarga seperti ini sangatmembantu mereka.Apalagi, bagi mahasiswa yang tidak mampu untuk membeli peranti teknologi, karenamereka masuk perguruan tinggi saja melalui jalur “bagi yang kurang beruntung dalambidang ekonomi”. Bahkan, ada mahasiswa yang harus ngenger kepada dosennya untuksekadar numpang hidup bisa mondok gratis, walau dibayar harus menjadi“pramuwisma” di rumah sang majikan. Jumlah mereka ini sepuluh persen di masingmasing program studi dan banyak dosen/guru menjadi “juru selamat” anak-anak bangsaseperti ini.Ketiga, kurikulum yang ada secara nasional disiapkan untuk sistem pembelajarankonvensional. Dengan diberlakukannya sistem daring secara mendadak, tentu banyakpersoalan yang menyertai keberlakuan sistem ini. Guru TIK, yang semula ada di sekolahdengan keberlakuan kurikulum 13, kini mapel ini ditiadakan.Dengan kasus corona, ternyata menghilangkan TIK di sekolah adalah kurang tepat. Justruguru TIK harus diberi beban membuat transformasi bahan dari disajikan secarakonvensional menjadi sistem daring, sehingga anak atau siswa yang berhalangan hadir kesekolah karena alasan tertentu, mereka masih dapat belajar dengan mengakses melaluiprogram daring. Termasuk jika terjadi kondisi darurat seperti sekarang, tidak perlu kitaharus pusing memikirkannya.Keempat, penguasaan teknologi yang belum merata. Ini harus kita akui secara jujur daritingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Belum semua mereka menguasai aplikasi3

program yang diperlukan untuk mengembangkan daring. Bisa jadi secara teknis merekamenguasai, tetapi jika mereka sebagai “tenaga kontrak” yang gajinya saja tidak cukupuntuk makan, mereka yang harus membeli kuota demi menyelamatkan kariernya adalahkurang manusiawi.Kebijakan pemerintah untuk membebaskan kuota pada provider guna belajar di rumah dandosen mengajar di rumah adalah harga sosial yang harus dibayar untuk bangsa ini danalhamdulillah di tengah tulisan ini dibuat berita pembebasan kuota sudah bisa direalisasi.Tinggal bagaimana memberikan kursus singkat tentang keterampilan menyajikan programpembelajaran melalui daring bagi tenaga yang memerlukan. Hal ini perlu dilakukanterobosan. Sebagai contoh, bisa saja mengerahkan program studi atau jurusan komputer disatu lembaga perguruan tinggi atau lembaga kursus untuk membuka kursus singkat gratisbagi yang memerlukan.Dikutip dari kompas.com, Sedikitnya ada 12 platform pembelajaran daring atauonline yang siap diakses oleh siswa di seluruh Indonesia. Hal ini demi membantu siswasaat mengikuti pembelajaran jarak jauh terkait kebijakan pemerintah karenapenyebaran virus corona. Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan danKebudayaan ( Kemendikbud) RI, bekerjasama berbagai platform yakni menyediakanaplikasi pembelajaran daring. Melansir laman resmi Kemendikbud RI, berikut ini ada 12platform atau aplikasi yang bisa diakses siswa untuk belajar di rumah. Aplikasi ini sebagaibentuk bersama hadapi corona.1. Rumah BelajarRumah Belajar merupakan aplikasi belajar daring yang dikembangkan oleh Kemendikbuddengan tujuan untuk menyediakan alternatif sumber belajar dengan pemanfaatanteknologi.Terdapat berbagai fitur seperti Sumber Belajar, Laboratorium Maya, KelasDigital, Bank Soal, Buku Sekolah Elektronik, Peta Budaya, Karya Bahasa dan Sastra, sertafitur lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa secara gratis.2. Meja KitaPenyajian materi dilakukan secara tematis dan dilengkapi forum diskusi yang bisadimanfaatkan untuk tanya jawab. Meja Kita menyediakan materi pembelajaran dari SDSMA yang gratis dan cukup lengkap, serta ribuan catatan yang sudah diunggah oleh muridmurid di komunitas pelajar di seluruh Indonesia.4

Meja Kita mendukung siswa yang harus belajar di rumah untuk tetap dapat berdiskusi PR,soal dan tugas, serta berbagi catatan dan materi pembelajaran lainnya.3. IcandoICANDO merupakan aplikasi pendidikan anak yang memiliki program pembelajaran yangsesuai dengan Kurikulum 2013 Revisi yang dikembangkan secara komprehensif denganratusan minigames yang akan meningkatkan motivasi belajar anak-anak di jenjang PAUD.4. IndonesiaXIndonesiaX telah berpengalaman dalam mendukung penyediaan akses belajar bagimasyarakat melalui kursus-kursus berkualitas yang dibawakan oleh para instruktur terbaikbangsa. Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2015, IndonesiaX berkomitmen meningkatkankecerdasan bangsa melalui penyediaan kursus daring gratis untuk mengurangi disparitasatau kesenjangan pendidikan di negeri ini.5. Google for EducationUntuk mendukung belajar daring terutama yang di terapkan oleh berbagai daerah pada isupandemi covid19, Google For Education menyediakan layanan menggunakanchromebooks dan G- Suite yang memungkinkan pembelajaran virtual walaupun dengankonektivitas internet yang rendah.7. Microsoft Office 365Microsoft menyediakan layanan Office 365 yang dapat digunakan oleh guru dan siswasecara gratis dan bukan versi percobaan.Office 365 dapat diakses dan diperbarui secararealtime termasuk Word, Excel, PowerPoint, OneNote, dan Microsoft Teams, serta fiturruang kelas lainnya. Guru dan siswa hanya perlu menyiapkan alamat email dengan domainsekolah.8. Quipper SchoolQuipper School menawarkan cara belajar inovatif untuk proses belajar mengajar. Platformini mudah mendukung guru untuk mengelola tugas dan pekerjaan rumah yang lebih efektif.5

Sehingga, guru dapat mengenali kekuatan dan kelemahan siswa lebih mudah.9. RuangguruRuangguru merupakan layanan belajar berbasis teknologi, termasuk layanan kelas virtual,platform ujian online, video belajar berlangganan, marketplace les privat, serta kontenkonten pendidikan lainnya yang bisa diakses melalui web dan aplikasiRuangguru.Ruangguru menyediakan Sekolah Online Gratis selama masa pandemi covid19.10. SekolahmuPada program Belajar Tanpa Batas, Sekolahmu menyediakan live streaming mata pelajarandengan jenjang yang telah disediakan. SekolahMu menumbuhkan kompetensi pada semuadan setiap anak di berbagi usia dan jenjang.SekolahMu menjadi simpul kolaborasi ratusansekolah dan organisasi yang telah dikurasi untuk berkarya, menyediakan program-programkurikulum yang sesuai dengan kebutuhan.11. ZeniusZenius memiliki program Belajar Mandiri di Rumah #BisaBareng dengan menyediakanpuluhan ribu video materi belajar lengkap untuk jenjang SD, SMP, SMA untuk kurikulumKTSP, Kurikulum 2013, Kurikulum 2013 Revisi.Selain itu siswa dapat mengakses materibelajar lengkap untuk persiapan UNBK, UTBK, SPMB STAN, SIMAK UI, dan UTULUGM.12. Cisco WebexGuru akan mengajar seperti biasa melalui Video termasuk berbagi konten presentasi danberinteraksi dengan papan tulis digital melalui layar komputer/smartphone.Selain itu,Cisco Webex juga menyediakan ruang kelas digital berbasis messaging, sehingga guru danmurid dapat tetap berdiskusi dan berbagi materi melalui fitur group chat di Cisco WebexTeams yang kami sediakan.Selain ke 12 aplikasi yang disebutkan di atas namun ada juga beberapa perguruantinggi yang menggunakan aplikasi lain seperti perguruan tinggi universitas negeri medanyang menggunakan Sibda sebagai pembelajaran daring. Aplikasi whatsapp, Edmodo, danGoogle Classroom juga digunakan sebagai sarana dalam pembelajaran daring. Penelitimelakukan penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan dari penggunaan aplikasi daring6

dengan membagikan kuisioner dari Google From yang di hadiri oleh 61 respondens terdiridari mahasiswa, tingkat SMA sederajat dan tingkat SMP. Berikut akan di bahas di hasildan pembahasan penelitian.METODE PENELITIANJenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan subyek yang dikaji sebagai sumber datadalam penelitian ini adalah Mahasiswa , Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA/MA/SMK) danSiswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan menggunakan Google Form yang terdiri dari 61respondens. Yang berisikan nama , asal daerah, jenjang pendidikan, jenis kelamin dan enampertanyaan yaitu :1. Apakah aplikasi yang Anda gunakan untuk pembelajaran daring selama pendemi covid-19?2. Apakah aplikasi tersebut dapat mempermudah Anda untuk belajar di kelas online ?3. Apa kendala yang terjadi saat Anda menggunakan aplikasi - aplikasi tersebut pada kelasonline ?4. Apa keuntungan yang Anda dapatkan dari penggunaan aplikasi - aplikasi tersebut sebagaisarana untuk belajar di kelas online ?5. Adakah kerugian yang Anda dapatkan dari penggunaan aplikasi - aplikasi tersebut? jikaAda, coba Anda sebutkan!6. Apakah aplikasi - aplikasi tersebut mudah untuk diakses ?HASIL DAN PEMBAHASANBerikut ini adalah data persentase hasil yang di dapatkan Berdasarkan Google Form yang sudahdiisi oleh 61 respondens adalah :Diagram Persentase Berdasarkan Jenjang PendidikanDari data diatas peneliti menyimpulkan bahwa responden paling banyak yaitu berasal dari jenjangpendidikan SMA/MA/SMK sederajat sebanyak 63,3%. Kemudian responden terbanyak keduaadalah jenjang pendidikan perguruan tinggi sebanyak 34,4% dan 6,6% adalah responden darijenjang pendidikan SMP.7

Diagram Persentase Berdasarkan Jenis KelaminBerdasarkan persentase diatas dari 61 responden, responden paling banyak adalah respondenberjenis kelamin perempuan sebanyak 75,4% dan responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak24,6%.Diagram Persentase Berdasarkan Pertanyaan Yang Diberikan Untuk RespondenBerdasarkan hasil dari persentase di atas , pertanyaan “ apakah aplikasi-aplikasi tersebut mudahuntuk diakses? “ yang menjawab setuju sebanyak 52,5%, netral 31,1%, sangat setuju 13,1%, tidaksetuju 2,5% dan sangat tidak setuju sebanyak 0%. Ini artinya aplikasi-aplikasi tersebut mudahuntuk diakses. Sedangkan untuk pertanyaan “ apakah aplikasi tersebut dapat mempermudah andauntuk belajar di kelas online?” dari 61 responden yang menjawab setuju sebanyak 34,4%, netral8

32,8%, sangat setuju 23%, tidak setuju 9,8% dan sangat tidak setuju sebanyak 0%. Dapatdisimpulkan bahwa aplikasi pembelajaran daring dapat mempermudah siswa dan mahasiswa untukbelajar dikelas online.Diagram Persentase Berdasarkan Survey PertanyaanBerdasarkan survei dari pertanyaan “ apa kendala yang terjadi saaat anda menggunakan aplikasiaplikasi tersebut pada kelas online?” sebagian besar kendala yang terjadi saat menggunakanaplikasi pembelajaran daring tersebut adalah masalah jaringan dan sulit memahami materi yang disampaikan oleh dosen atau guru. Kendala lainnya adalah biaya koata yang mahal dan ancaman darihacker pada aplikasi tersebut. Sedangkan survei untuk pertanyaan “apakah aplikasi yang andagunakan untuk pembelajaran daring selama pandemic covid-19?” dari 61 responden banyakmenggunakan Whatsapp, Google meet dan Google Classroom.Pembelajaran daring memang membutuhkan tanggungjawab, kemandirian danketekunan pribadi, karena tidak ada yang mengontrol selain dirinya sendiri. Merekaharus mendownload dan membaca materi, menjawab quiz/soal serta mensubmit tugassecara mandiri. Kapabilitas pembelajaran online akan memberikan kinerja mahasiswa yanglebih bagus dibanding dengan pembelajaran konvensional, karena selain berpengetahuanmereka juga melek teknologi.Pembelajaran daring memang memberikan media pembelajaran yang variatif sepertimedia video pembelajaran yang terhubung ke youtube, media video conference, mediajurnal ilmiah atau topik yang tersistem secara digital. Tetapi kemajuan teknologi9

pembelajaran harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, sepertimeratanya jaringan internet ke sekolah-sekolah yang ada di pedesaan.Pembelajaran daring akan berjalan dengan baik apabila akses internet bisamenjangkau ke seluruh daerah, sehingga pendidikan secara online betul-betul dapatdinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat. Pemerintah melalui Kemenristekdikti akanterus mendorong untuk diselenggarakannya perkuliahn online di berbagai perguruan tingginegeri maupun swasta, sebagai langkah awal menyambut revolusi industri 4.0.Menurut Menristekdikti, Mohammad Nasir ada 51 kampus, yaitu 32 kampusperguruan tinggi swasta (PTS) dan 16 perguruan tinggi negeri (PTN) yang siap untukmenyelenggarakan perkuliahan daring. Sudah ada 5 perguruan tinggi yang benar-benarsiap untuk melaksanakan pembelajaran daring yaitu Universitas Negeri Yogyakarat,Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Malang, Universitas NegeriSurabaya dan Universitas Padjajaran Bandung. Agar pembelajaran daring dapat berjalanbermutu dan efektif, Kemenristekdiktipun telah bermitra dengan 116 perguruan tinggilainnya untuk mendukung 51 kampus tersebut.Seluruh civitas akademika perlu segera beradaptasi dengan sistem pembelajarandaring ini, sehingga perlu segera mengidentifikasi sebaran mata kuliah yang dapatdiajarkan melaui sistem daring. Pemerintah juga perlu membuat kebijakan sertamenyiapkan infrastruktur langit, sehingga pembelajaran daring betul-betul dapatmeningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Pembelajaran daring ke depantentunya bukan hanya menjadi sistem pembelajaran di perguruan tinggi saja, tetapi jugadapat menjadi sistem pembelajaran di Sekolah sebagai tuntutan kemajuan pendidikanmodern.Perlu diingat juga bahwa sehebat apapun kemajuan teknologi pembelajaran tentumempunyai kelebihan dan kekurangan, sehingga pembelajaran konvensional tetapdibutuhkan. Bagaimanapun pembelajaran tatap muka merupakan pengalamanpembelajaran terbaik yang pernah ada dan tidak bisa secara total digantikan dengankemajuan teknologi apapun.KESIMPULANBerdasarkan hasil dan pembahasan penelitian plus minus penggunaan aplikasipembelajaran daring selama pandemi covid-19 dapat disimpulkan bahwa aplikasi tersebutmudah untuk diakses akan tetapi juga mempunyai kekurangan diantaranya yaitu sulitterhubung ke jaringan internet sehingga mahasiswa/siswa sulit untuk benar-benar tetapberada di kelas online membuat mereka menjadi sulit untuk memahami materi pelajaran,juga penggunaan koata internet yang relativ mahal menjadi kendala untuk masuk ke kelasonline dan kurangnya keamaanan pada aplikasi sehingga seseorang mudah menghackerdata-data yang penting.10

Perlu diingat juga bahwa sehebat apapun kemajuan teknologi pembelajaran tentumempunyai kelebihan dan kekurangan, sehingga pembelajaran konvensional tetapdibutuhkan. Bagaimanapun pembelajaran tatap muka merupakan pengalamanpembelajaran terbaik yang pernah ada dan tidak bisa secara total digantikan dengankemajuan teknologi apapun.DAFTAR PUSTAKA[1] Alvin S. Sicat, M.A. Ed. (2015). Enhancing College Students’ Proficiency in Business WritingVia Schoology. International Journal of Education and Research Vol. 3 No. 1 January 2015.[2] Kemmis, s. & McTaggart, R. (1983). The Action Research Planner. 3rd ed. Victoria, Australia:Deakin University.[3] Lobo, Fridarlin Magda Noni Wuri.(2016). Pemanfaatan Schoology Untuk MeningkatkanAktivitas Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (Studi Kasus: SmaNegeri 1 Tengaran). 4] ggi-dilaksanakan-2018[5] Jurnal Posmedia.com[6] Kompas.com11

Pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan. Kualitas pendidikan . sekolah dan organisasi yang telah dikurasi unt