Transcription

DETEKTOR RADIASI INTISulistyani, M.Si.Email: [email protected]

Konsep DasarAlat deteksi sinar radioaktif atau sistem pencacah radiasi dinamakan detektor radiasi.Prinsip: Mengubah radiasi menjadi pulsa listrikKomponen-komponen dasar:1. Sumber listrik, berasal dari baterai atau pemasok arus DC2. Amplifier, penguat pulsa listrik3. Pencatat Waktu, menunjukkan waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan sejumlahpencacahan yang diinginkan.4. Diskriminator, penyeleksi pulsa5. Penganalisis salur tunggal (SCA), menerima pulsa-pulsa yang terletak pada suatu intervaltertentu, kemudian interval divariasikan untuk mencacah jumla tinggi pulsa yang berbeda.6. Penganalisis salur ganda (MCA), sistem kerjanya sama dengan SCA namun waktupencacahan lebih cepat dan dapat memunculkan pulsa-pulsa dalam bentuk puncakpuncak yang banyak.7. Alat pencatat atau skaler, untuk menampilkan hasil pencacahan.

Jenis-Jenis DetektorDetektor isi gasDetektor sintilasiDetektor zat padat

Detektor Isi Gas (Gas Filled Detector) KonsepDetektor terdiri dari sebuah tabung berdindinglogam sebagai katode yang diisi gas danmempunyai kawat di tengahnya sebagai anode.Silinder metalSkemakawatJendelatipisgasisolasiMenuju amplifier

Skema kerja detektor ionisasi gasAliran anionRadiasi 1 Aliran kation Katode (-)Anode ( )

Jumlah pasangan ion yang terbentuk bergantung padajenis dan energi radiasinya.Radiasi alfa dengan energi 3 MeV misalnya,mempunyai jangkauan (pada tekanan dan suhustandar) sejauh 2,8 cm dapat menghasilkan 4.000pasangan ion per mm lintasannya.Radiasi beta dengan energi kinetik 3 MeV mempunyaijangkauan dalam udara (pada tekanan dan suhustandar) sejauh 1.000 cm dan menghasilkan pasanganion sebanyak 4 pasang tiap mm lntasannya.

Dengan memanfaatkan tingkah laku ion-ion gas dalammedan listrik, telah berhasil dikembangkan tiga jenisalat pantau radiasi yang menggunakan gas sebagaidetektornya, yaitu: alat pantau kamar ionisasi, alat pantau proporsional, dan alat pantau Geiger-Muller (GM).Ketiganya mempunyai bentuk dasar dan prinsip kerjayang sama. Perbedaanya terletak pada teganganoperasi masing-masing.

Detektor Kamar Ionisasi Detektor kamar ionisasi beroperasi pada tegangan paling rendah.Jumlah elektron yang terkumpul di anoda sama dengan jumlah yangdihasilkan oleh ionisasi primer. Dalam kamar ionisasi ini tidak terjadipelipat-gandaan (multiplikasi) jumlah ion oleh ionisasi sekunder.Dalam daerah ini dimungkinkan untuk membedakan antara radiasiyang berbeda ionisasi spesifikasinya, misalnya antara partikel alfa,beta dan gamma.Kelemahan:- Arus yang timbul sangat kecil, kira-kira 10-12 A sehinggamemerlukan penguat arus sangat besar dan sensitivitas alat bacayang tinggi.

Detektor Proporsional Alat pantau proporsionalberoperasi pada teganganyang lebih tinggi daripadakamar ionisasi. Daerah iniditandai dengan mulaiterjadinya multiplikasi gasyang besarnya bergantungpada jumlah elektron mulamula dan tegangan yangdigunakan. Karena terjadimultiplikasi maka ukuranpulsa yang dihasilkan sangatbesar.Multiplikasi terjadi karena elektron-elektron yangdihasilkan oleh ionisasi primer dipercepat olehtegangan yang digunakan sehingga elektrontersebut memiliki energi yang cukup untukmelakukan ionisasi berikutnya (ionisasi sekunder).

Keuntungan dari alat pantau proporsional adalahbahwa alat ini mampu mendeteksi radiasi denganintensitas cukup rendah. Namun, memerlukansumber tegangan yang super stabil, karenapengaruh tegangan pada daerah ini sangat besarterhadap tingkat multiplikasi gas dan jugaterhadap tinggi pulsa out put.

Detektor Geiger-Muller tegangan akan mengakibatkan proses ionisasi yang terjadidalam detektor menjadi jenuh. Pulsa yang dihasilkan tidak lagibergantung pada ionisasi mula-mula maupun jenis radiasi.Jadi, radiasi jenis apapun akan menghasilkan keluaran sama.Detektor GM hanya dipakai untuk mengetahui ada tidaknyaradiasi.Keuntungan dalam pengoprasian GM ini adalah denyut output sangat tinggi, sehingga tidak diperlukan penguat (amplifier)atau cukup digunakan penguat yang biasa saja.

Potensial kerja pada G-M ditentukan denganmencatat aktivitas (cpm) pada setiap perubahantegangan. Kemudian dibuat grafik.cpmVk V1 ((V2-V1)/3)Kemiringan plateau ditentukan dengan caramengambil 50 volt ke kiri dan 50 volt ke kananC2C1V1V2voltKemiringan (cpm1 – cpm2) / cpm1

Dead Time dan Resolving Time pada GMRadiasi 1 Radiasi 2 Anode ( ) Katode (-)Waktu mati (dead time) adalah waktu saat detektor tidak dapat mencatat karena radiasiterhambat oleh ion-ion yang terbentuk pada radiasi pertama.Waktu pemulihan (recovery time) adalah selang waktu antara waktu mati dan pulih kembali.Waktu pisah (resolving time) adalah waktu minimum yang diperlukan agar partikel pengionberikutnya dapat dicatat setelah pencacahan atas partikel pengion sebelumnya

DETEKTOR SINTILASI Detektor jenis ini menggunakan dasar efek sintilasi(kelipan/intensitas sinar yang menumbuk fosfor)apabila bahan sintilator dikenai suatu radiasi nuklir.Proses ini terutama disebabkan oleh proses eksitasiyang diikuti oleh deeksitasi.Untuk radiasi α biasa dipakai bahan ZnS(Ag),CsI(Tr). Untuk radiasi β adalah jenis plastik, organik(antrasin). Sedang untuk γ sering dipakai NaI(Tl)juga plastik.

Detektor NaI(Tl) Detektor NaI(Tl) merupakan detektor jenis sintilasi.Bahan sintilator berupa kristal tunggal Natrium Iodidayang didopping dengan sedikit Tallium.Sinar gamma yang terdeteksi berinteraksi denganatom-atom bahan sintilator berupa interaksi efekfotolistrik, hamburan Compton, dan efek pembentukanpasangan.Elektron bebas hasil interaksi selanjutnya akanmengalami proses ionisasi dan penetralan (excitasi).

Detektor NaI(Tl)

Kelebihan Detektor Sintilasi Bekerja sangat cepat; yaitu dapat memberikanpulsa listrik dan kembali ke tahanan semula,kemudian siap digunakan lagi dalam waktu yangsangat pendek (10-8 s).Dapat dirancang untuk memberikan ukuran pulsayang berbanding lurus dengan kehilangan energiradiasi di dalam sintilator.Mempunyai efisiensi pendeteksian terhadap sinargamma lebih tinggi dibandingkan pencacah isi gas.

Detektor Zat Padat Berdasarkan daya hantarnya, bahan dibagimenjadi: konduktor, semikonduktor, dan isolator.Pada kristal, elektron berada pada tingkat-tingkatenergi yang sangat berdekatan hingga menyerupaipita energi.Pita penghantarPita valensi(a)E 1 eV(b)E 1 eV(c)Pita tenaga: konduktor (a), semikonduktor (b), da isolator (c)

Penjelasan Bahan semikonduktor murni ideal disebabkan olehgerakan elektron dan lubang akibat pemutusanikatan kovalen.Unsur-unsur semikonduktor umumnya dimiliki olehunsur-unsur yang berada pada golongan IV padatabel periodik unsur (C, S, Si, Ge, Sn, Po).Sifat konduktivitas unsur-unsur semikonduktor dapatditingkatkan dengan menambahkan zat pengotor.Misalnya unsur semikonduktor Ge dan Si dapatditambahkan unsur Sb, As, Ga, In.

intrinsikBerasal dari dirinya sendiriKehantaranlubangDaya hantar listrik yangdisebabkan olehgerakan lubang(kekosongan elektron)ekstrinsikDiberikan zat pengotorEx: Ge dan Si diberipengotor As, Sb, Ga, dan In.Semikonduktor tipe-nGeSemikonduktor tipe-pGeGeGeGeGeGePGeGeGeGaGeGeGe

Prinsip Kerja Detektor Zat Padat Pada detektor zat padat, satu pasang elektron danlubang terbentuk oleh 3,5 eV energi yang terserap(10x dari pasangan ion pada detektor ionisasi gas)Sambungan p-n pada detektor zat padat VLapisan tipis emas(-) ( )Ge dan Si termasuk bahansemikonduktor tipe-p dan Li seringdigunakan sebagai atom donorTipe-nTipe-pDepletion region dapatdihilangkan dengan cara ReverseDepletion regionRadiasi yang masuk tidak terdeteksi, Bias Electric Field (RBEF).

Skema detektor Ge-Li (p-i-n)Daerah intrinsik Lapisan-n( )Lapisan-p(-)

Resolusi Detektor

Alat deteksi sinar radioaktif atau sistem pencacah radiasi dinamakan detektor radiasi. Prinsip: Mengubah radiasi menjadi pulsa listrik Komponen-komponen dasar: 1. Sumber listrik, berasal dari baterai atau pemasok arus DC 2. Amplifier, penguat pulsa listrik 3. Pencatat Waktu, menunjukkan waktuyang diperlukan untuk mengumpulkan sejumlah