Transcription

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGIREPUBLIK INDONESIA2021KEMENTERIAN AGAMAREPUBLIK INDONESIA2021Buku Panduan GuruPendidikan Agama Kristendan Budi PekertiJanse Belandina Non-SerranoSMP KELAS VII

Hak Cipta pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.Dilindungi Undang-Undang.Disclaimer: Buku ini disiapkan oleh Pemerintah dalam rangka pemenuhan kebutuhan bukupendidikan yang bermutu, murah, dan merata sesuai dengan amanat dalam UU No. 3 Tahun2017. Buku ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi KementerianPendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Agama. Buku ini merupakandokumen hidup yang senaniasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengandinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkankepada penulis atau melalui alamat surel [email protected].id diharapkan dapat meningkatkankualitas buku ini.Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekertiuntuk SMP Kelas VIIPenulisJanse Belandina Non-SerranoPenelaahPontus SitorusVictor Sumua SangaPenyeliaPusat Kurikulum dan PerbukuanIlustratorM. IsnaeniPenyuntingIngrid VeronicaPenata Letak (Desainer)Yon AidilPenerbitPusat Kurikulum dan PerbukuanBadan Penelitian dan Pengembangan dan PerbukuanKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan TeknologiJalan Gunung Sahari Raya No. 4 Jakarta PusatCetakan pertama, 2021ISBN 978-602-244-458-9 (no.jil.lengkap)978-602-244-459-6 (jil.1 )Isi buku ini menggunakan huruf Linux Libertinus 12/18 pt. SIL Open Font License.x, 270 hlm.: 17,6 25 cm.

Kata PengantarPusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan danPerbukuan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologimempunyai tugas penyiapan kebijakan teknis, pelaksanaan, pemantauan,evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kurikulum sertapengembangan, pembinaan, dan pengawasan sistem perbukuan. Pada tahun2020, Pusat Kurikulum dan Perbukuan mengembangkan kurikulum besertabuku teks pelajaran (buku teks utama) yang mengusung semangat merdekabelajar. Adapun kebijakan pengembangan kurikulum ini tertuang dalamKeputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor958/P/2020 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini,Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.Kurikulum ini memberikan keleluasan bagi satuan pendidikan dan guruuntuk mengembangkan potensinya serta keleluasan bagi siswa untuk belajarsesuai dengan kemampuan dan perkembangannya. Untuk mendukungpelaksanaan kurikulum tersebut, diperlukan penyediaan buku teks pelajaranyang sesuai dengan kurikulum tersebut. Buku teks pelajaran ini merupakansalah satu bahan pembelajaran bagi siswa dan guru.Pada tahun 2021, kurikulum dan buku akan diimplementasikan secaraterbatas di Sekolah Penggerak. Hal ini sesuai dengan Keputusan MenteriPendidikan dan Kebudayaan Nomor 1177 Tahun 2020 tentang ProgramSekolah Penggerak. Tentunya umpan balik dari guru dan siswa, orang tua, danmasyarakat di Sekolah Penggerak sangat dibutuhkan untuk penyempurnaankurikulum dan buku teks pelajaran ini.Selanjutnya, Pusat Kurikulum dan Perbukuan mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan buku ini mulaidari penulis, penelaah, reviewer, supervisor, editor, ilustrator, desainer, danpihak terkait lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Semogabuku ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan mutu pembelajaran.Jakarta, Juni 2021Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan,Maman Fathurrohman, S.Pd.Si., M.Si., Ph.D.NIP 19820925 200604 1 001iii

Kata PengantarPuji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, berkat pertolongan dan kasihkaruniaNya, penyusunan Buku Teks Utama Mata Pelajaran PendidikanAgama Kristen dan Budi Pekerti pegangan siswa dan guru kelas 1 s.d 12 padasatuan pendidikan dasar dan menengah ini dapat diselesaikan.Kemajuan dan kesejahteraan lahir bathin seseorang termasuk suatubangsa, salah satunya ditentukan sejauhmana kualitas pendidikannya. Untukitulah Pemerintah Republik Indonesia bersama berbagai elemen masyarakatdan elemen pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama bersama PusatKurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan danPerbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (sesuai tugas, fungsi,dan kewenangannya) menyelenggarakan kerja sama mengembangkan danmenyederhanakan capaian pembelajaran kurikulum serta menyusun bukuteks utama Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekertipegangan siswa dan guru kelas 1 s.d 12 pada satuan pendidikan dasar danmenengah, yang tertuang dalam Perjanjian Kerja Sama Nomor: 58/IX/PKS/2020 dan Nomor: B-385/DJ.IV/PP.00.11/09/2020 tentang PenyusunanBuku Teks Utama Pendidikan Agama Kristen.Pada tahun 2021 ini kurikulum dan teks utama sebagaimana dimaksuddi atas akan segera diujicobakan/diimplementasikan secara terbatas diSekolah Penggerak. Untuk itulah Direktorat Jenderal Bimbingan MasyarakatKristen Kementerian Agama selaku pembina Pendidikan Agama Kristenmengharapkan masukan konstruktif dan edukatif serta umpan balik dari guru,siswa, orang tua, dan berbagai pihak serta masyarakat luas sangat dibutuhkanguna penyempurnaan kurikulum dan buku teks pelajaran Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti ini. Dan juga mengucapkanterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan buku inimulai dari penulis, penelaah, reviewer, supervisor, editor, ilustrator, desainer,dan pihak terkait lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu.Jakarta, Maret 2021Direktur Pendidikan KristenDitjen Bimas Kristen Kem. Agama RI,Dr. Pontus Sitorus, M.Si.iv

PrakataBelajar adalah proses dimana peserta didik mengembangkan segala potensiyang ada dalam dirinya. Pembelajaran yang dilakukan diharapkan mampumembawa pencerahan bagi peserta didik terutama dalam menghadapikehidupan sehari-hari. Tantangan yang dihadapi oleh remaja SMP masakini amat kompleks, terutama berkaitan dengan pembentukan jati dirinyasebagai anak Indonesia. Pembelajaran Pendidikan Agama hendaknyamampu memperkuat peserta didik dalam membentuk jati dirinya sekaligusmempengaruhi pola berpikir, berkata dan bertindak. Untuk itu, isipembelajaran harus, menyentuh realitas kehidupan sehari-hari dan tidakbersifat indoktrinatif.Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di semua jenjang bergerakdari tema-tema kehidupan yang aktual dengan demikian peserta didik tidakmengalami keterasingan dalam mempelajari materi pelajaran sebaliknyamereka mampu membangun kepedulian terhadap berbagai problematikayang dihadapi pada masa kini. Melalui pendekatan itu peserta didik mampuMengembangkan diri sebagai pribadi yang tangguh, yang mampu memahamisiapa dirinya, mengenali potensi diri serta mampu mengembangkan citradiri secara positif. Peduli dan peka merespon kebutuhan sesama danlingkungan berdasarkan iman yang diyakininya. Tidak bersikap fanatiksempit, sebaliknya dengan kasih dan kebenaran membangun solidaritasdan toleransi dalam pergaulan sehari-hari tanpa kehilangan identitas dirisebagai manusia beragama. Melalui pembelajaran Pendidikan Agama, siswamemiliki kesadaran untuk turut serta memelihara serta menjaga kelestarianalam ciptaan Allah sebagai bentuk ketaatan kepada Tuhan yang diimani.Memelihara hubungan yang harmonis dengan sesama tanpa memandangperbedaan latar belakang suku, budaya, agama, kebangsaan maupun kelasv

sosial sebagai wujud hidup beriman. Pemahaman terhadap ibadah dikaitkandengan praktik kehidupan secara holistic. Ibadah tidak hanya dipahamisebagai ritual namun lebih dalam dari itu ibadah berkaitan dengan praktikkehidupan.Belajar Pendidikan Agama Kristen akan memperkuat jati diri pesertadidik sebagai anak-anak Indonesia yang beriman, Pancasilais dan mencintaibangsa dan negara Indonesia. Dalam rangka menuju Indonesia emas2045, maka anak-anak Indonesia harus dipersiapkan menjadi manusiaunggul yang kritis, rasional, kreatif dan inovatif serta memiliki integritas.Pembelajaran agama bertumpu pada dua hal penting: penalaran konsep danpraktik kehidupan. Penalaran konsep yang benar akan melahirkan praktikkehidupan yang baik dan benar.Buku ini membantu anak-anak Kristen Indonesia supaya memilikikonsep yang benar mengenai ajaran imannya sehingga mereka mampumewujudkan ajaran iman dalam praktik kehidupan.Jakarta, Maret 2021Penulisvi

Datar IsiKata Pengantar .Kata Pengantar .Prakata .Daftar Isi .Daftar Gambar .iiiivvviixiPanduan UmumBab I PendahuluanA. Latar Belakang . 3B. Tujuan . 5C. Ruang Lingkup . 6Bab II Penyederhanaan dan Pengembangan KurikulumA. Prinsip Pengembangan Kurikulum .B. Penyederhanaan Kurikulum .C. Pendekatan Pembelajaran .D. Penilaian. .E. Profil Pelajar Pancasila .911182122Bab III Hakikat dan Tujuan Pendidikan Agama Kristen (PAK)A. Hakikat Pendidikan Agama Kristen .B. Fungsi Dan Tujuan Pendidikan Agama Kristen .C. Landasan Teologis. .D. Tujuan Pembelajaran PAK di Sekolah.27272829Bab IV Pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian Pendidikan AgamaKristen (PAK)A. Pembelajaran PAK . 33B. Penilaian PAK . 36C. Lingkup Capaian Fase Umum, Fase D Dan Fase Tahunan Kelas VII 40D. Contoh-contoh RPP . 50vii

Panduan KhususBab V Pembelajaran Tiap BabA. Pembelajaran Bab I: Allah Memelihara Hidup Manusia(Ketika Hidup Tidak Berjalan Menurut Impian Saya) . 61B. Pembelajaran Bab II: Hidup Manusia Dalam Pemeliharaan Allah 77C. Pembelajaran Bab III: Meneladani Yesus Dalam MengampuniSesama . 89D. Pembelajaran Bab IV: Roh Kudus Memeperbarui Hidup OrangBeriman . 101E. Pembelajaran Bab V: Setia Berdoa, Membaca Alkitab danBeribadah Sesama . 115F. Pembelajaran Bab VI: Alkitab Penuntun Hidup Ku . 133G. Pembelajaran Bab VII: Nilai-nilai Kristiani Menjadi PeganganHidupku. 151H. Pembelajaran Bab VIII: Disiplin di Rumah dan di Sekolah . 169I. Pembelajaran Bab IX: Makna Gereja Bagi Ku . 189J. Pembelajaran Bab X: Hidup Bersama dalam Masyarakat Majemuk 211K. Pembelajaran Bab XI: Relasi Manusia dengan Alam . 229L. Pembelajaran Bab XII: Tanggung jawab Manusia Memelihara Alam 245Indeks .Glosarium .Daftar Pustaka .Profil Penulis .Profil Penelaah .Profil Editor .Profil Ilustrator .Profil Desainer .viii259260261263265267269270

Datar GambarGambar 2.1 Suasana Kelas .Gambar 2.2 Profil Pelajar Pancasila.Gambar 5.1 Alkitab.Gambar 5.2 Simbolisme dalam Alkitab.Gambar 5.3 Kegiatan Sehari-hari .1924135148173ix

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGIREPUBLIK INDONESIA, 2021Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekertiuntuk SMP Kelas VIIPenulis: Janse Belandina Non-SerranoISBN:978-602-244-459-6 (jil.1 )PANDUAN UMUM

Bab I Pendahuluan

A. Latar BelakangUndang-undang Dasar 1945 Pasal 29 ayat (1) dan (2) mengamanatkan bahwapendidikan memiliki kontribusi yang sangat penting dalam membangunkebhinekaan dan karakter bangsa Indonesia. Hal itu diperkuat oleh tujuanpendidikan nasional yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 20Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, terutama pada Pasal 37Ayat (1) menegaskan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengahwajib memuat, huruf a pendidikan agama. Kemudian dalam penjelasannyamenyebutkan bahwa pendidikan agama dimaksudkan untuk membentuksiswa menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YangMaha Esa serta berakhlak mulia. Dengan demikian, pendidikan agama dapatmenjadi perekat bangsa dan memberikan anugerah yang sebesar-sebesarnyabagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.Pendidikan agama yang memberikan penekanan pada pembentukaniman, takwa dan akhlak mulia menyiratkan bahwa pendidikan agamabukan hanya bertujuan mengasah kecerdasan spiritual dan iman juga aspekketaatan pada ajaran agama. Namun lebih dari itu, pendidikan agama harusmampu membentuk manusia yang manusiawi. Jadi, mengukur keberimanansiswa tidak hanya dilihat dari ketakwaan dan ketaatan pada ajaran agamaserta pengetahuan secara kognitif melainkan apakah siswa telah menjadimanusia yang manusiawi. Keberadaan Indonesia sebagai negara danbangsa yang didirikan di atas keberagaman membutuhkan topangan darirakyatnya yang menyadari adanya keberagaman itu, mampu menerima danmenghargai keberagaman yang ada dan itu harus dibuktikan melalui sikapyang manusiawi yang terukur dalam tindakan hidup.Pengembangan pendidikan diarahkan bagi pembinaan kehidupanbermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Agama diyakini sebagai acuanpembentukan sikap, moral, karakter, spiritualitas, berpikir dan bertindaksesuai keyakinan imannya. Berbagai harapan tersebut dapat dicapaimelalui proses internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan pribadi,keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia. Nilai moderasi beragamadiimplementasikan dalam sikap keterbukaan, kebebasan berpikir, sadar akanBab I Pendahuluan 3

keterbatasan, kerendahhatian, dan berpikir untuk kemanusiaan. Ajaraniman Kristen dalam nuansa moderasi beragama sangat dibutuhkan untukmenginternalisasikan karakter kekristenan yang toleran, terbuka, humanis,penuh kasih dan damai yang sejati. Keadaan ini bersandingan dengantujuan pendidikan nasional yang diarahkan pada berkembangnya potensisiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada TuhanYang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.Disamping itu, implementasi kurikulum dalam bentuk pembelajaran jugaharus mempertimbangkan perkembangan masyarakat, khususnya dibidangilmu pengetahuan dan teknologi.Umat manusia dihadapkan pada hal hal baru yang muncul begitu cepatsebagai tantangan zaman yang harus dihadapi. Perubahan budaya, sosial,kemasyarakatan, gaya politik, arah hidup dan lainnya merupakan implikasidari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dunia ini tengahmenghadapi wabah Covid-19 yang mempengaruhi berbagai bidang kehidupantermasuk pendidikan. Masyarakat didunia “dipaksa” untuk menyesuaikan diridan beradaptasi dengan perubahan ini. Model pembelajaran konvensionalyang dibatasi oleh ruang kelas tidak lagi dapat dipertahankan. Duniapendidikan dituntut untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada.Pemanfaatan teknologi bagi peningkatan mutu pembelajaran perlu semakinditingkatkan. Sejalan dengan itu desain kurikulum dan pembelajaran harusmampu menjawab tantangan perubahan yang ada. Hal itu biasanya ,menjadipertimbangan penting dalam perubahan kurikulum.Mengacu pada latar belakang tersebut, maka dipandang perlumelakukan penyederhanaan Kurikulum 2013 yang dapat dipergunakandalam berbagai kondisi serta dalam menghadapi berbagai perubahan dandinamika masyarakat. Pertimbangan lainnya adalah gerak perubahan yangterjadi secara cepat serta berbagai ragam bencana yang mungkin dapatmenimpa bangsa Indonesia maka dibutuhkan sebuah desain kurikulum danpembelajaran yang adaptif dan survival.4 Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII

Pada penyederhanaan kurikulum ini telah disiapkan buku siswauntuk mendukung proses pembelajaran dan penilaian. Selanjutnya gurudipermudah dengan adanya buku pedoman dan panduan guru dalampembelajaran. Di dalamnya terdapat materi yang akan dipelajari, metodedan proses pembelajaran yang disarankan, sistem penilaian yang dianjurkan,dan sejenisnya. Kami menyadari bahwa peran guru sangat penting sebagaipelaksana kurikulum, yaitu berhasil tidaknya pelaksanaan kurikulumditentukan oleh peran guru. Hendaknya guru: (1) memenuhi kompetensiprofesi, pedagogi, sosial, dan kepribadian yang baik; dan (2) dapat berperansebagai fasilitator atau pendamping belajar anak didik yang baik, mampumemotivasi anak didik dan mampu menjadi panutan yang dapat diteladanioleh peserta didik. (3) Guru harus mampu meramu isi pembelajaran dariberbagai sumber. Materi yang disajikan dalam buku pelajaran PAK dapatdikembangan sesuai dengan kebutuhaan di sekolah masing-masing asalkantidak melenceng dari capaian fase umum dan capaian tahunan.B. TujuanBuku panduan ini digunakan guru sebagai acuan dalam penyelenggaraanproses pembelajaran dan penilaian Pendidikan Agama Kristen (PAK) dikelas, secara khusus untuk:1. Membantu guru mengembangkan kegiatan pembelajaran dan penilaianPendidikan Agama Kristen di tingkat Pendidikan Dasar dan disesusaikandengan kebutuhan pada kelas dan jenjang.2. Memberikan gagasan dalam rangka mengembangkan pemahaman,keterampilan, dan sikap serta perilaku dalam berbagai kegiatan belajar –mengajar PAK dalam lingkup elemen dan sub elemen dalam kurikulumPAK;3. Memberikan gagasan contoh pembelajaran PAK yang mengaktikanpeserta didik melalui berbagai ragam metode dan pendekatanpembelajaran dan penilaian;Bab I Pendahuluan 5

4. Mengembangkan metode yang dapat memotivasi peserta didik untukselalu menerapkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-haripeserta didik.C. Ruang LingkupBuku panduan ini diharapkan dapat digunakan oleh guru dalam melaksanakanproses pembelajaran yang mengacu pada buku siswa SMP kelas VII. Selainitu buku panduan ini dapat memberi wawasan bagi guru tentang prinsippengembangan kurikulum, penyederhanaan kurikulum, fungsi dan tujuanPendidikan Agama Kristen, cara pembelajaran dan penilaian PAK sertapenjelasan kegiatan Guru pada setiap bab yang ada pada buku siswa.6 Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGIREPUBLIK INDONESIA, 2021Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekertiuntuk SMP Kelas VIIPenulis: Janse Belandina Non-SerranoISBN:978-602-244-459-6 (jil.1 )Bab II Penyederhanaandan PengembanganKurikulumBab I Pendahuluan 7

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada Kumengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahteradan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yangpenuh harapan”.Kitab Yeremia 29:118 Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII

A. Prinsip Pengembangan KurikulumKurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semuapengalaman belajar yang disediakan bagi peserta didik di sekolah. Dalamkurikulum ini terintegrasi ilsafat, nilai-nilai, pengetahuan, dan sikap hidup.Kurikulum disusun oleh para ahli pendidikan/ahli kurikulum, ahli bidangilmu, pendidik, pejabat pendidikan, pengusaha serta unsur-unsur masyarakatlainnya. Khusus kurikulum Pendidikan Agama Kristen disusun oleh akademisidan guru yang memiliki latar belakang pendidikan teologi dan PAK, berasaldari berbagai denominasi gereja dan dikordinir oleh Bimas Kristen KementrianAgama RI. Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepadapara pelaksana pendidikan, khususnya guru dalam mengimplementasikankurikulum dalam bentuk pembelajaran di kelas. Kelas merupakan tempatuntuk melaksanakan dan menguji kurikulum. Di dalamnya semua konsep,prinsip, nilai, pengetahuan, metode, alat, dan kemampuan guru diuji. Adapepatah mengatakan “Guru adalah kurikulum yang hidup”, dengan demikian,ditangan gurulah implementasi kurikulum berhasil atau gagal. Kurikulumadalah “jantungnya pendidikan”, sebagian besar tujuan pendidikan dapattercapai jika implementasi kurikulum berhasil dengan baik. Guru adalahperencana, pelaksana, penilai, dan pengembang kurikulum sesungguhnya.Suatu kurikulum diharapkan memberikan landasan, isi, dan, menjadi pedomanbagi pengembangan kemampuan peserta didik secara optimal sesuai dengantuntutan dan tantangan perkembangan masyarakat.Prinsip-prinsip umumAda beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum. Pertama,prinsip relevansi. Ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum,yaitu relevansi ke luar dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri.Relevansi ke luar maksudnya tujuan, isi, dan proses belajar yang tercakupdalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan, kebutuhan, danperkembangan masyarakat. Kurikulum juga harus memiliki relevansi didalam, yaitu ada kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponenkurikulum, yakni antara tujuan, isi, proses penyampaian, dan penilaian.Relevansi internal ini menunjukkan suatu keterpaduan kurikulum.Bab II Penyederhanaan dan Pengembangan Kurikulum 9

Prinsip kedua adalah leksibilitas. Kurikulum hendaknya memiliki sifatlentur atau leksibel. Kurikulum mempersiapkan anak untuk kehidupansekarang dan yang akan datang, di sini dan di tempat lain, bagi anak yangmemiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. Suatu kurikulumyang baik adalah kurikulum yang berisi hal-hal yang solid, tetapi dalampelaksanaannya memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaianberdasarkan kondisi daerah waktu maupun kemampuan, dan latar belakanganak.Prinsip ketiga adalah kesinambungan. Perkembangan dan proses belajaranak berlangsung secara berkesinambungan, tidak terputus-putus. Olehkarena itu, pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulumjuga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas dengan kelaslainnya, antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang lainnya, juga antarajenjang pendidikan dengan pekerjaan. Pengembangan kurikulum perludilakukan bersama-sama, dan selalu diperlukan komunikasi dan kerjasama antara para pengembang kurikulum SD dengan SMP, SMA/SMK, danPerguruan Tinggi.Prinsip keempat adalah praktis, mudah dilaksanakan, menggunakanalat-alat sederhana dan biayanya juga murah. Prinsip ini juga disebutprinsip eisiensi. Betapapun bagus dan idealnya suatu kurikulum, kalaupenggunaannya menuntut keahlian-keahlian dan peralatan yang sangatkhusus dan mahal pula biayanya, maka kurikulum tersebut tidak praktis dansukar dilaksanakan. Kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalamketerbatasan-keterbatasan, baik keterbatasan waktu, biaya, alat, maupunpersonalia. Kurikulum bukan hanya harus ideal tetapi juga praktis.Prinsip kelima adalah efektivitas. Walaupun kurikulum tersebut harussederhana dan murah tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan.Keberhasilan pelaksanaan kurikulum yang dimaksud baik secara kuantitasmaupun kualitas. Pengembangan suatu kurikulum tidak dapat dilepaskandan merupakan penjabaran dari perencanaan pendidikan. Perencanaan dibidang pendidikan juga merupakan bagian yang dijabarkan dari kebijakankebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Keberhasilan kurikulum10 Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII

akan mempengaruhi keberhasilan pendidikan. Kurikulum pada dasarnyaberintikan empat aspek utama, yaitu: tujuan-tujuan pendidikan, isipendidikan, pengalaman belajar, dan penilaian. Interelasi antara keempataspek tersebut serta antara aspek-aspek tersebut dengan kebijaksanaanpendidikan perlu selalu mendapat perhatian dalam pengembangan kurikulum.Muara dari semua proses pembelajaran dalam penyelenggaraan pendidikanadalah peningkatan kualitas hidup anak didik, yakni peningkatan pengetahuan,keterampilan, dan sikap (aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik) yang baikdan tepat di sekolah. Dengan demikian mereka diharapkan dapat berperandalam membangun tatanan sosial dan peradaban yang lebih baik. Jadi, arahpenyelenggaraan pendidikan tidak sekadar meningkatkan kualitas diri, tetapijuga untuk kepentingan yang lebih luas, yaitu membangun kualitas kehidupanmasyarakat, bangsa, dan negara yang lebih baik. Dengan demikian terdapatdimensi peningkatan kualitas personal anak didik, dan di sisi lain terdapatdimensi peningkatan kualitas kehidupan sosial.B. Penyederhanaan KurikulumKurikulum ini disebut kurikulum yang disederhanakan karena bukanmerupakan kurikulum baru. Ide-ide kurikulum ini diambil dari kurikulum2013, untuk Pendidikan Agama Kristen, konten kurikulum ini kebanyakandiambil dari kurikulum 2013. Tetapi dalam penyusunannya, KI dan KDdihilangkan namun diganti dengan capaian pembelajaran dan tujuanpembelajaran. Capaian pembelajaran sama dengan kompetensi hanya padarumusan capaian pembelajaran kemampuan siswa dirumuskandalam bentuk naratif mencakup seluruh ranah pembelajaran(taksonomi tujuan pembelajaran). Sebagaimana diketahui bahwa kitakini beralih pada “outcome base education” ( Pendidikan berbasis hasilpembelajan) yang menuntut diberlakukannya “outcome base curriculum”(kurikulum berbasis hasil belajar). Dampaknya adalah dalam proses belajarmengajar, hasil akhir yang dijadikan ukuran berhasil tidaknya proses belajarmengajar adalah “hasil belajar” siswa yang terukur.Bab II Penyederhanaan dan Pengembangan Kurikulum 11

Penyusunan capaian pembelajaran mata pelajaran Pendidikan AgamaKristen dan Budi Pekerti didasarkan pada Kurikulum 2013 yang terdiriatas dua elemen, yaitu: Allah Tritunggal dan Nilai-nilai Kristiani. Untukmemudahkan pemahaman siswa dan guru, dua elemen tersebut dijabarkanmenjadi empat elemen dengan sub elemennya masing-masing. Elemen-elemenpembelajaran sebagai pilar dalam pengembangan materi pembelajaran,yaitu: 1, Allah berkarya; 2, Manusia dan Nilai-nilai Kristiani; 3, Gereja danMasyarakat Majemuk; dan, 4. Alam dan Lingkungan Hidup. Penyusun capaianpembelajaran berdasarkan elemen dan sub elemen pembelajaran, menjadikomponen dasar bagi penyederhanaan kurikulum mata pelajaran PendidikanAgama Kristen dan Budi Pekerti. Benang merah capaian pembelajaran dankonten materi dirajut secara berkelanjutan dan berjenjang dari kelas 1 sampaikelas 12. Mengapa memilih empat buah elemen tersebut? Pemilihan tersebutbukan sekadar demi memenuhi pragmatisme (demi kemudahan pemahaman)namun lebih dalam dari itu, memiliki alasan teologis yang mendasar. Kurikulumdan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen pada semua konteks harusdidasarkan pada landasan teologis dan biblis yang kuat. Anak-anak kristen disekolah harus mengenal, memahami dan bergaul dengan Allah yang adalahpencipta, pemelihara, penyelamat dan pembaharu. Itu adalah landasan utamabagi pembelajaran PAK. Allah adalah Allah yang menciptakan manusia, alamsemesta dan ciptaan lainnya dan manusia diciptakan untuk menjadi wakilAllah dalam memelihara seluruh ciptaan. Allah tidak meninggalkan manusiaberjuang dalam kehidupannya sendiri, Ia mencari, menemukan dan mengikatperjanjian dengan manusia, yaitu janji keselamatan yang diwujudkan dalamdiri Yesus Kristus. Keselamatan yang diberikan oleh-Nya tidak hanya bagimanusia tapi bagi seluruh ciptaan dan bukan hanya keselamatan tetapi jugapembaharuan hidup. Dalam pengharapan akan keselamatan dan hidup baru,manusia membangun kehidupannya dalam konteks gereja dan masyarakat,mewujudkan nilai-nilai kristiani dalam hidupnya dan mewakili Allah dalammenjaga, memelihara serta melestarikan alam ciptaan Allah dengan segalahabitat yang ada didalamnya. Kurikulum dan pembelajaran pendidikan Agama12 Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII

Kristen juga diimplementasikan dalam rangka keberlanjutan kehidupanmanusia dan alam dari generasi ke generasi di bumi ini. Apa yang disebutoleh m

Agama Kristen dan Budi Pekerti pegangan siswa dan guru kelas 1 s .d 12 pada satuan pendidikan dasar dan menengah ini dapat diselesaikan. Kemajuan dan kesejahteraan lahir bathin seseorang termasuk suatu bangsa, salah satunya ditentukan sejauhmana kualitas pendidikanny a. Untuk itulah Pemerin