Transcription

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANREPUBLIK INDONESIA2017Hakikat Pendidikan Agama Katolik adalah usaha yang dilakukan secara terencana danberkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik untukmemperteguh iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan ajaraniman Katolik, dengan tetap memerhatikan penghormatan terhadap agama lain dalamhubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkanpersatuan nasional. Tujuan pendidikan Agama Katolik di sekolah adalah untukmemampukan peserta didik berinteraksi (berkomunikasi), memahami, menggumuli, danmenghayati iman. Dengan kemampuan berinteraksi antara pemahaman iman,pergumulan iman dan penghayatan iman itu diharapkan iman peserta didik semakindiperteguh.Ruang lingkup pembelajaran dalam Pendidikan Agama Katolik di kelas IV Sekolah Dasarini mencakup empat aspek yaitu Pribadi Peserta didik, Yesus Kristus, Gereja danMasyarakat. Keempat aspek tersebut memiliki keterkaitan satu dengan yang lain.Keempat aspek ini dibahas sesuai tingkat kemampuan pemahaman peserta didik. Aspekpertama adalah Pribadi Peserta Didik; membahas tentang pemahaman diri sebagai priadan wanita yang memiliki kemampuan dan keterbatasan, berelasi dengan sesama sertalingkungan sekitarnya yang turut mempengaruhi perkembangan dirinya sebagaiperempuan atau laki-laki. Aspek yang kedua adalah Yesus Kristus; membahas tentangbagaimana meneladani pribadi Yesus Kristus yang mewartakan Allah Bapa dan KerajaanAllah, seperti yang terungkap dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.Aspek ketiga adalah Gereja; membahas tentang makna Gereja, bagaimana mewujudkankehidupan menggereja dalam realitas hidup sehari-hari. Aspek keempat adalahMasyarakat; membahas tentang hidup bersama dalam masyarakat sesuai firman/sabdaTuhan, ajaran Yesus dan ajaran Gereja.HETZONA 1Rp13,600ZONA 2Rp14,200ZONA 3Rp14,700ZONA 4Rp15,900ISBN:978-602-282-822-8 (jilid lengkap)978-602-282-826-6 (jilid 4)Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas IV SDPendidikan Agama Katolikdan Budi PekertiPendidikanAgama Katolikdan Budi PekertiZONA 5Rp20,400SDKELASIV

Hak Cipta 2017 pada Kementerian Pendidikan dan KebudayaanDilindungi Undang-UndangDisklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasiKurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi KementerianPendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013. Buku inimerupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dengandinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepadapenulis dan laman http://buku.kemdikbud.go.id atau melalui email [email protected] diharapkan dapatmeningkatkan kualitas buku ini.Katalog Dalam Terbitan (KDT)Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-Edisi Revisi Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017.vi, 154 hlm. : ilus. ; 29,7 cm.Untuk SD Kelas IVISBN 978-602-282-822-8 (Jilid Lengkap)ISBN 978-602-282-826-6 (Jilid 4)1. Katolik -- Studi dan PengajaranII. Kementerian Pendidikan dan KebudayaanI. Judul230PenulisNihil obstatImprimaturPenelaah::::Penyelia Penerbitan :Daniel Boli Kotan dan Marianus Didi Kasmudi.F.X. Adisusanto, SJ.,STL22 Februari 2013Mgr. John Liku Ada’27 Februari 2013Dr. Vincentius Darmin Mbula, Didi Sunardi,Matias Endar Suhendar, dan Anton Sumardi.Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.Cetakan Ke-1, 2013ISBN 978-979-1274-85-2 (jilid 4)Cetakan Ke-2, 2014 (Edisi Revisi)ISBN 978-602-282-214-1 (jilid 4)Cetakan Ke-3, 2016 (Edisi Revisi)ISBN 978-602-282-826-6 (Jilid 4)Cetakan Ke-4, 2017 (Edisi Revisi)Disusun dengan huruf Myriad Pro, 14 pt.

Kata PengantarPantaslah kita semua bersyukur kepada Allah yang Mahakuasa atas terbitnya buku PendidikanAgama Katolik dan Budi Pekerti yang telah direvisi dan diselaraskan sesuai perkembanganKurikulum 2013.Agama terutama bukanlah soal mengetahui mana yang benar atau yang salah. Tidak ada gunanyamengetahui tetapi tidak melakukannya, seperti dikatakan oleh SantoYakobus:“Sebab seperti tubuhtanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yakobus2:26). Demikianlah, belajar bukan sekadar untuk tahu, melainkan dengan belajar seseorangmenjadi tumbuh dan berubah. Tidak sekadar belajar lalu berubah, tetapi juga mengubah keadaan.Begitulah Kurikulum 2013 dirancang agar tahapan pembelajaran memungkinkan peserta didikberkembang dari proses menyerap pengetahuan dan mengembangkan keterampilan hinggamemekarkan sikap serta nilai-nilai luhur kemanusiaan.Pembelajaran agama diharapkan mampu menambah wawasan keagamaan, mengasahketerampilan beragama dan mewujudkan sikap beragama peserta didik yang utuh danberimbang yang mencakup hubungan manusia dengan Penciptanya, sesama manusia danmanusis dengan lingkungannya. Untuk itu pendidikan agama perlu diberi penekanan khususterkait dengan penanaman karakter dalam pembentukan budi pekerti yang luhur. Karakter yangingin kita tanamkan antara lain: kejujuran, kedisiplinan, cinta kebersihan, cinta kasih, semangatberbagi, optimisme, cinta tanah air, kepenasaran intelektual, dan kreativitas.Nilai-nilai karakter itu digali dan diserap dari pengetahuan agama yang dipelajari para peserta didikitu dan menjadi penggerak dalam pembentukan, pengembangan, peningkatan, pemeliharaan,dan perbaikan perilaku peserta didik agar mau dan mampu melaksanakan tugas-tugas hidupmereka secara selaras, serasi, seimbang antara lahir-batin, jasmani-rohani, material-spiritual,dan individu-sosial. Selaras dengan itu, pendidikan agama Katolik secara khusus bertujuanmembangun dan membimbing peserta didik agar tumbuh berkembang mencapai kepribadianutuh yang semakin mencerminkan diri mereka sebagai gambar Allah, sebab demikianlah“Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nyadia” (Kejadian 1:27). Sebagai makhluk yang diciptakan seturut gambar Allah, manusia perlumengembangkan sifat cinta kasih dan takut akan Allah, memiliki kecerdasan, keterampilan,pekerti luhur, memelihara lingkungan, serta ikut bertanggung jawab dalam pembangunanmasyarakat, bangsa dan negara. [Sigit DK: 2013]Buku pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti ini ditulis dengan semangat itu.Pembelajarannya dibagi-bagi dalam kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan peserta didikdalam usaha memahami pengetahuan agamanya. Akan tetapi pengetahuan agama bukanlahhasil akhir yang dituju. Pemahaman tersebut harus diaktualisasikan dalam tindakan nyata dansikap keseharian yang sesuai dengan tuntunan agamanya, baik dalam bentuk ibadah ritualmaupun ibadah sosial. Untuk itu, sebagai buku agama yang mengacu pada kurikulum berbasiskompetensi, rencana pembelajarannya dinyatakan dalam bentuk aktivitas-aktivitas. Di dalamnyadirancang urutan pembelajaran yang dinyatakan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yangharus dilakukan peserta didik. Dengan demikian, buku ini menuntun apa yang harus dilakukanpeserta didik bersama guru dan teman-teman sekelasnya untuk memahami dan menjalankanajaran iman katolik.Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekertiiii

Buku ini bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi peserta didik. Sesuai dengan pendekatanyang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, peserta didik didorong untuk mempelajari agamanyamelalui pengamatan terhadap sumber belajar yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya.Lebih-lebih untuk usia remaja perlu ditantang untuk kritis sekaligus peka dalam menyikapifenomena alam, sosial, dan seni budaya.Peran guru sangat penting untuk menyesuaikan daya serap peserta didik dengan ketersediankegiatan yang ada pada buku ini. Penyesuaian ini antara lain dengan membuka kesempatanluas bagi kreativitas guru untuk memperkayanya dengan kegiatan-kegiatan lain yang sesuai danrelevan dengan tempat di mana buku ini diajarkan, baik belajar melalui sumber tertulis maupunbelajar langsung dari sumber lingkungan sosial dan alam sekitar.Komisi Kateketik Konferensi Waligereja Indonesia sebagai lembaga yang bertanggungjawab atasajaran iman Katolik berterima kasih kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikandan Kebudayaan atas kerja sama yang baik selama ini mulai dari proses penyusunan kurikulumhingga penulisan buku teks pelajaran ini.Jakarta, Medio Februari 2016Koordinator Tim Penulis BukuKomisi Kateketik KWIivkelas IV SD

Daftar IsiKata Pengantar.Daftar isi .Pendahuluan .iiiv1Bab 1 Pribadi dan Lingkunganku.A. Aku Bangga Diciptakansebagai Perempuan atau Laki-Laki.B. Lingkungan Turut Mengembangkan Dirikusebagai Perempuan atau Laki-Laki.C. Bersyukur sebagai Perempuan atau Laki-Laki.D. Kemampuan dan Keterbatasanku.E. Mengembangkan Kemampuan Diri.F. Aku Membutuhkan Orang Lain.G. Mengembangkan Diri dengan Bekerja Sama.78131922273236Bab 2 Yesus Kristus. 40A. Allah Menyampaikan Sepuluh Firman-Nya sebagai PedomanHidup. 41B. Bangsa Israel Memasuki Tanah Terjanji. 48C. Allah Memberkati Para Pemimpin Israel :Samuel, Saul, dan Daud. 53D. Yesus : Pemenuhan Janji Allah. 66E. Yesus Mewartakan Kerajaan Allah melalui Perumpamaan. 74F. Mukjizat-mukjizat Yesus. 80Bab 3 Masyarakat.A. Hormat kepada Orang Tua.B. Cinta kepada Sesama.C. Menghormati Hidup.D. Menghormati Milik Orang Lain.878897103110Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekertiv

Bab 4 Gereja. 115A. Ungkapan Syukur Tokoh-Tokoh Perjanjian Lama. 116B. Doa Syukur Gereja. 122C. Doa Pribadi. 126D. Doa Bersama. 132E. Doa Spontan. 138Daftar Pustaka. 146Profil Penulis . 148Profil Penelaah . 150Profil Editor . 152vikelas IV SD

PendahuluanA. Latar BelakangDalam kehidupan anak, pendidikan memiliki tempat dan peran yang amat strategis. Melaluipendidikan, anak dibantu dan distimulir agar dirinya berkembang menjadi pribadi yangdewasa secara utuh. Begitu juga dalam kehidupan beragama dan beriman, pendidikan imanmempunyai peran dan tempat yang utama. Meski perkembangan hidup beriman pertama-tamamerupakan karya Allah sendiri yang menyapa dan membimbing anak menuju kesempurnaanhidup berimannya, namun manusia bisa membantu perkembangan hidup beriman anak denganmenciptakan situasi yang memudahkan semakin erat dan mesranya hubungan anak denganAllah. Dengan demikian, pendidikan iman tidak dimaksudkan untuk mencampuri secara langsungperkembangan hidup beriman anak yang merupakan suatu misteri, tetapi untuk menciptakansituasi dan iklim kehidupan yang membantu serta memudahkan perkembangan hidup berimananak. Pendidikan pada umumnya, merupakan hak dan kewajiban utama dan pertama orangtua. Demikian pula dengan pendidikan iman, orang tualah yang memiliki hak dan kewajibanpertama dan utama dalam memberikan pendidikan iman kepada anak-anaknya. Pendidikan imanpertama-tama harus dimulai dan dilaksanakan di lingkungan keluarga, tempat dan lingkungandi mana anak mulai mengenal dan mengembangkan iman. Pendidikan iman yang dimulai dikeluarga perlu diperkembangkan lebih lanjut dalam kebersamaan dengan jemaat yang lain.Perkembangan iman dilakukan pula dengan bantuan pastor, katekis dan guru agama. Negaramempunyai kewajiban untuk menjaga dan memfasilitasi agar pendidikan iman bisa terlaksanadengan baik sesuai dengan iman masing-masing. Salah satu bentuk dan pelaksanaan pendidikaniman adalah pendidikan iman yang dilaksanakan secara formal dalam konteks sekolah yangdisebut pelajaran agama. Dalam konteks Agama Katolik, pelajaran agama di sekolah dinamakanPendidikan Agama Katolik yang merupakan salah satu realisasi tugas dan perutusannya untukmenjadi pewarta dan saksi Kabar Gembira Yesus Kristus.Melalui Pendidikan Agama Katolik, peserta didik dibantu dan dibimbing agar semakin mampumemperteguh iman terhadap Tuhan sesuai ajaran agamanya, dengan tetap memperhatikan danmengusahakan penghormatan terhadap agama dan kepercayaan lain. Hal ini dimaksudkan untukmenciptakan hubungan antar umat beragama yang harmonis dalam masyarakat Indonesia yangberagam demi terwujudnya persatuan nasional. Dengan kata lain, pendidikan Agama Katolikbertujuan membangun hidup beriman kristiani peserta didik. Membangun hidup berimanKristiani berarti membangun kesetiaan pada Injil Yesus Kristus yang memiliki keprihatinan tunggalterwujudnya Kerajaan Allah dalam hidup manusia. Kerajaan Allah merupakan situasi dan peristiwapenyelamatan, yaitu situasi dan perjuangan untuk perdamaian dan keadilan, kebahagiaan dankesejahteraan, persaudaraan dan kesatuan, kelestarian lingkungan hidup yang dirindukan olehsetiap orang dari berbagai agama dan kepercayaan.Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti1

B. Hakikat Pendidikan Agama KatolikPendidikan Agama Katolik adalah usaha yang dilakukan secara terencana danberkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik untukmemperteguh iman dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama Katolik,dengan tetap memperhatikan penghormatan terhadap agama lain dalam hubungan kerukunanantar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional. Secara lebihtegas dapat dikatakan bahwa pendidikan Agama Katolik di sekolah merupakan salah satu usahauntuk memampukan peserta didik berinteraksi (berkomunikasi), memahami, menggumuli danmenghayati iman. Dengan kemampuan berinteraksi antara pemahaman iman, pergumulan imandan penghayatan iman itu diharapkan iman peserta didik semakin diperteguh.C. Tujuan Pendidikan Agama Katolik dan Budi PekertiPendidikan Agama Katolik pada dasarnya bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuanuntuk membangun hidup yang semakin beriman. Membangun hidup beriman Kristiani berartimembangun kesetiaan pada Injil Yesus Kristus, yang memiliki keprihatinan tunggal, yakniKerajaan Allah. Kerajaan Allah merupakan situasi dan peristiwa penyelamatan: Situasi danperjuangan untuk perdamaian dan keadilan, kebahagiaan dan kesejahteraan, persaudaraan dankesetiaan, kelestarian lingkungan hidup, yang dirindukan oleh setiap orang dari berbagai agamadan kepercayaan.D. Ruang Lingkup Pendidikan Agama KatolikRuang lingkup pembelajaran dalam Pendidikan Agama Katolik mencakup empat aspek yangmemiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Keempat aspek yang dibahas secara lebih mendalamsesuai tingkat kemampuan pemahaman peserta didik adalah:1. Pribadi peserta didikAspek ini membahas pemahaman diri sebagai pria dan wanita yang memiliki kemampuandan keterbatasan, kelebihan dan kekurangan dalam berrelasi dengan sesama serta lingkungansekitarnya.Aspek ini membahas bagaimana meneladani pribadi Yesus Kristus yang mewartakan AllahBapa dan Kerajaan Allah, seperti yang terungkap dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dan PerjanjianBaru.Ruang lingkup ini membahas makna Gereja, bagaimana mewujudkan kehidupan menggerejadalam realitas hidup sehari-hari.Ruang lingkup ini membahas secara mendalam hidup bersama dalam masyarakat sesuaifirman/sabda Tuhan, ajaran Yesus dan ajaran Gereja.2kelas IV SD

E. Pendekatan Pembelajaran Pendidikan Agama KatolikKurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik melalui proses 5 M yaitu, mengamati,menanya, mengeksplorasi, mengasosiasikan dan mengomunikasikan. Meski menjadi salah satu ciriKurikulum 2013, pendekatan ini bukanlah merupakan pendekatan satu-satunya. Dalam kegiatanpembelajaran, guru dapat menggunakan berbagai pendekatan dan pola pembelajaran yang lainsesuai dengan karakteristik mata pelajaran.Selain pendekatan saintifik, kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekertimenggunakan pendekatan kateketis sebagai ciri pembelajarannya.Pendekatan kateketis berorientasipada pengetahuan yang tidak lepas dari pengalaman, yakni pengetahuan yang menyentuhpengalaman hidup peserta didik. Pengetahuan diproses melalui refleksi pengalaman hidup,selanjutnya diinternalisasikan sebagai pembentuk karakter peserta didik. Pengetahuan iman tidakakan mengembangkan diri peserta didik, jika ia tidak mengambil keputusan terhadap pengetahuantersebut. Proses pengambilan keputusan itulah yang menjadi tahapan kritis sekaligus sentraldalam pembelajaran agama katolik. Tahapan proses pendekatan kateketis adalah 1) Menampilkanfakta dan pengalaman manusiawi yang membuka pemikiran atau yang dapat menjadi umpan, 2)Menggumuli fakta dan pengalaman manusiawi secara mendalam dan meluas dalam terang KitabSuci, 3) Merumuskan nilai-nilai baru yang ditemukan dalam proses refleksi sehingga terdorong untukmenerapkan dan mengintegrasikan dalam hidup.F. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pendidikan Agama KatolikKelas IVKompetensi Inti1. Menerima, menjalankan, dan menghargaiajaran agama yang dianutnyaKompetensi Dasar1.1. Bersyukur atas keunikan dirinya sebagaianugerah Allah1.2. Bersyukur atas kemampuan danketerbatasan diri sebagai anugerah Allah.1.3. Beriman kepada Allah yang setia padajanji-Nya yang telah memberikan SepuluhPerintah Allah sebagai pedoman hidup.1.4. Bersyukur atas Sepuluh Perintah Allahyang menjadi landasan dalam berelasidengan orang tua.1.5. Bersyukur atas Sepuluh Perintah Allahyang menjadi landasan dalam berelasidengan sesama.Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti3

1.6. Beriman kepada Yesus yangmewartakan karya keselamatan denganperumpamaan dan mukjizat1.7. Percaya akan aneka doa dalam Gerejasebagai ungkapan iman kepada Allah.1.8. Bersyukur atas kemampuanmengungkapkan doa spontan, doapribadi dan doa bersama sebagaiungkapan iman kepada Allah2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin,tanggungjawab, santun, peduli, danpercaya diri dalam berinteraksi dengankeluarga, teman, guru, dan tetangganya4kelas IV SD2.1. Bertanggung jawab terhadap keunikandiri sebagai anugerah Allah2.2. Bertanggung jawab dalammengembangkan kemampuan danmengatasi keterbatasan2.3. Peduli terhadap Sepuluh Perintah Allahsebagai pedoman hidup2.4. Bertanggungjawab dalam mewujudkanSepuluh Perintah Allah yang menjadilandasan berelasi dengan orang tua2.5. Percaya diri dalam mewujudkan SepuluhPerintah Allah yang menjadi landasanberelasi dengan sesama2.6 Peduli terhadap Yesus yangmewartakan karya keselamatan denganperumpamaan dan mukjizat2.7 Santun dalam mengucapkan aneka doadalam Gereja sebagai ungkapan imankepada Allah.2.8 Santun dalam mengucapkan doaspontan, doa pribadi, dan doa bersamasebagai ungkapan iman kepada Allah

3. Memahamipengetahuanfaktualdengan cara mengamati dan menanyaberdasarkan rasa ingin tahu tentangdirinya, makhluk ciptaanTuhan dankegiatannya, dan benda-benda yangdijumpainya di rumah, di sekolah dantempat bermain3.1. Memahami keunikan diri sebagaianugerah Allah yang patut disyukuri3.2. Memahami kemampuan danketerbatasan diri sebagai anugerah Allah.3.3. Memahami kesetiaan Allah pada janjiNyayang memberikan Sepuluh Firmansebagai pedoman hidup.3.4. Memahami Sepuluh Perintah Allah yangmenjadi landasan dalam berelasi denganorang tua.3.5. Memahami Sepuluh Perintah Allah yangmenjadi landasan dalam berelasi dengansesama.3.6. Memahami makna perumpamaanperumpamaan dan mukjizat-mukjizatYesus sebagai perwujudan karyakeselamatan Allah3.7. Memahami aneka doa dalam Gerejasebagai ungkapan iman kepada Allah.3.8. Memahami makna doa spontan, doapribadi dan doa bersama sebagaiungkapan iman kepada Allah4. Menyajikan pengetahuan faktual dalambahasa yang jelas, sistematis dan logis,dalam karya yang estetis, dalam gerakanyang mencerminkan anak sehat, dandalam tindakan yang mencerminkanperilaku anak beriman dan berakhlakmulia4.1. Melakukan aktivitas (misalnyamengucapkan doa/ menyanyikanlagu/ dan membuat puisi) yangmengungkapkan rasa syukur ataskeunikan diri sebagai anugerah Allah4.2. Melakukan aktivitas (misalnyamengucapkan doa/ menyanyikanlagu/ dan membuat puisi) yangmengungkapkan rasa syukur ataskemampuan dan keterbatasan dirisebagai anugerah Allah.4.3. Melakukan aktivitas (misalnyamenggambar/ mewarnai/ menghias/mengucap secara runtut) yang berkaitandengan Sepuluh Perintah AllahPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti5

4.4. Melakukan aktivitas (misalnya bernyanyi/membuat puisi/ menyusun doa) yangberkaitan dengan Sepuluh Perintah Allahyang menjadi landasan dalam berelasidengan orang tua4.5. Melakukan aktivitas (misalnya bernyanyi/membuat puisi/ menyusun doa) yangberkaitan dengan Sepuluh Perintah Allahyang menjadi landasan dalam berelasidengan sesama4.6. Melakukan aktivitas (misalnyabernyanyi/ membuat puisi/ bermainperan/ menceritakan kembali, dsb)yang mencerminkan penghayatanatas perumpamaan dan mujizat yangdilakukan Yesus sebagai pemenuhanjanji Allah4.7. Melakukan aktivitas (misalnya berdoa/bernyanyi/ membuat puisi/ bermainperan/ menceritakan kembali, dsb) yangmencerminkan penghayatan terhadapDoa.4.8. Mempraktikkan doa spontan, doa pribadidan doa bersama6kelas IV SD

Bab 1Pribadi dan LingkungankuPelajaran Agama Katolik Kelas IV Sekolah Dasar (SD) ini disusunberdasarkan empat aspek dalam Pendidikan Agama Katolik, yaituPribadi Peserta Didik, Yesus Kristus, Masyarakat, dan Gereja.Bab pertama “Pribadi dan Lingkunganku” ini dijabarkan lagi kedalam tujuh sub bab pelajaran, sebagai berikut.A. Aku Bangga Diciptakan sebagai Perempuan atau Laki-Laki.B. Lingkungan Turut Mengembangkan Diriku sebagaiPerempuan atau Laki-Laki.C. Mensyukuri Diri sebagai Perempuan atau Laki-Laki.D. Kemampuan dan Keterbatasanku.E. Mengembangkan Kemampuan Diri.F. Aku Butuh Orang Lain untuk Mengembangkan Diri.G. Mengembangkan Diri dengan Bekerja Sama.Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti7

A. Aku Bangga Diciptakan sebagaiPerempuan atau Laki-LakiPada hakikatnya manusia diciptakan Tuhan sebagai laki-laki danperempuan. Laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan ataukeunikannya masing-masing. Tetapi keduanya diciptakan Tuhansebagai citra Allah. Laki-laki dan perempuan diciptakan Tuhan untuksaling melengkapi.DoaAllah Bapa di surga, puji dan syukur kami haturkan kehadirat-Mu karena pada hari ini kami dapat berkumpul untukbelajar memahami tentang keunikan diri kami sebagai lakilaki dan perempuan ciptaan-Mu. Semoga melalui pelajaran inikami semakin bangga dengan diri kami masing-masing, baiksebagai laki-laki atau perempuan untuk kemuliaan-Mu. Amin.Mengenal Diri sebagai Laki-laki atau PerempuanCoba kamu perhatikan gambar/foto di bawah ini, kemudianlengkapi kalimat dengan jawaban yang benar!Mengamati Gambar Gambar 1.1 adalah gambar seorang anak. Gambar 1.2 adalah gambar seorang anak. Mengapa kamu berpendapat seperti itu? Beri alasan atasjawabanmu!Sumber: Dok. KemdikbudGambar 1.18kelas IV SDSumber: Dok. KemdikbudGambar 1.2

Menanya:Jika gurumu memberi kesempatan, berilah tanggapanatau ajukan pertanyaan-pertanyaanmu, untuk mendalamipengamatanmu.1. Menurut pengamatanmu siapa saja yang kamu lihat padagambar tersebut?2. Apa saja perbedaan antara gambar yang satu dengan gambaryang lain?3. Mengapa kamu berpendapat seperti itu?4. Berilah alasan atas jawaban nomor 3!Untuk DipahamiApabila kita mencermati kehidupan masyarakat Indonesiadari Sabang sampai Merauke, dengan beraneka ragam suku danbudaya, tradisi, agama, dan kepercayaan, kita dapat menemukanbanyak pandangan masyarakat tentang perempuan dan lakilaki. Ada orang yang berpendapat bahwa perempuan danlaki-laki itu sama saja tidak ada bedanya. Sebagian masyarakatmemandang bahwa laki-laki merupakan manusia sejati yangmemiliki derajat lebih tinggi dari perempuan. Pandangan inimelatarbelakangi sikap keliru terhadap diri sendiri dan oranglain yang berbeda jenis kelamin. Ada sebagian kecil masyarakatyang berpendapat bahwa perempuan merupakan manusianomor dua. Perempuan dipandang lebih rendah derajatnyadari laki-laki. Hal ini tentu membuat kaum perempuan kurangdihargai, bahkan cenderung dihina. Selain itu, sebagian besarmasyarakat memiliki pandangan bahwa laki-laki dan perempuanitu sama derajatnya, karena keduanya adalah ciptaan Tuhan,yang memiliki keistimewaan serta kedudukan yang lebih tinggiapabila dibandingkan dengan jenis makhluk ciptaan yanglain. Perempuan dan laki-laki memang berbeda, tetapi Tuhanmenghendaki agar perempuan dan laki-laki bisa bekerja samadan saling melengkapi.Apakah aku merasa bangga diciptakan Tuhan sebagai lakilaki atau perempuan?Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti9

Ciri-ciri Seorang Laki-laki dan PerempuanKita dapat membedakan laki-laki dan perempuan dari segi fisikdan segi psikis.Apa saja ciri-ciri fisik perempuan dan laki-laki? Tuliskan!Ciri-ciri Fisik PerempuanCiri-ciri Fisik Laki-laki.Apa saja ciri-ciri psikis perempuan dan laki-laki?Ciri-ciri Psikis PerempuanCiri-ciri Psikis Laki-laki.PeneguhanKita harus menyadari, bahwa kenyataan diri sebagaiperempuan dan laki-laki bukanlah kebetulan. Kita tercipta sebagaiperempuan atau laki-laki, karena kehendak dan rencana Tuhansendiri. Oleh karena itu, pantaslah kita bersyukur kepada Tuhan.Sikap syukur kepada Tuhan, dapat kita wujudkan dengan sikapmau berteman, bekerja sama, dan mengasihi semua teman,baik teman perempuan maupun teman laki-laki.Apakah aku telah bersikap hormat terhadap teman yangberbeda jenis kelamin denganku?10kelas IV SD

Menggali Pesan Kitab Suci tentang Laki-laki danPerempuanUntuk mengetahui rencana dan kehendak Tuhan menciptakandiri kita sebagai laki-laki atau perempuan, mari kita membacaSabda Tuhan berikut ini!Allah Menciptakan Manusia Pertama(Kej 1:26-31)Berfirmanlah Allah: “BaiklahKita menjadikan manusiamenurut gambar dan rupa Kita,supaya mereka berkuasa atasikan-ikan di laut dan burungburung di udara dan atas ternakdan atas seluruh bumi danatas segala binatang melatayang merayap di bumi.” MakaSumber: Dok. KemdikbudAllah menciptakan manusia ituGambar 1.3menurut gambar-Nya, menurutgambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuandiciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allahberfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan ber

C. Tujuan Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Pendidikan Agama Katolik pada dasarnya bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan untuk membangun hidup yang semakin beriman. Membangun hidup beriman Kristiani berarti membangun kesetiaan pada Injil Yesus Kristus,