Transcription

View metadata, citation and similar papers at core.ac.ukbrought to you byCOREprovided by Lumbung Pustaka UNY (UNY Repository)KONFLIK SOSIAL DALAM ANTOLOGI CERKAK AJURKARYA AKHIR LUSO NO(SUATU KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)SKRIPSIDiajukan kepada Fakultas Bahasa dan SeniUniversitas Negeri Yogyakartauntuk Memenuhi Sebagian Persyaratanguna Memperoleh GelarSarjana PendidikanOlehHenri SeftiawanNIM 07205244021PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA JAWAJURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAERAHFAKULTAS BAHASA DAN SENIUNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA2014i

PENGESAHANSkripsi yang berjudul Konflik Sosial Dalam Antologi Cerkak AjurKarya Akhir Luso No (Suatu Kajian Sosiologi Sastra) ini telah dipertahankan didepan Dewan Penguji pada tanggal 27 Juni 2014 dan dinyatakan lulus.DEWAN PENGUJINamaJabatanTanda tanganTanggalDrs. Hardiyanto, M. Hum.Ketua Penguji.Dr. Afendy Widayat, M. Phil.Sekretaris Penguji.Dr. Purwadi, M. Hum.Penguji I.Dr. Suwardi, M. Hum.Penguji II.Yogyakarta, Juni 2014Fakultas Bahasa dan SeniUniversitas Negeri YogyakartaDekan,Prof. Dr. Zamzani, M. Pd.NIP. 19550505 198011 1 001ii

PERNYATAANiii

PERNYATAANYang bertanda tangan di bawah ini, penulis:Nama: Henri SeftiawanNIM: 07205244021Program Studi: Pendidikan Bahasa JawaFakultas: Bahasa dan Seni Universitas Negeri YogyakartaMenyatakan bahwa karya ilmiah ini adalah hasil pekerjaan saya sendiri.Sepanjang pengetahuan saya, karya ilmiah ini tidak berisi materi yang ditulis olehorang lain, kecuali bagian-bagian tertentu yang saya ambil sebagai acuan denganmengikuti tata cara dan etika penulisan ilmiah yang lazim.Apabila ternyata terbukti bahwa pernyataan ini tidak benar, sepenuhnya menjaditanggung jawab saya.Yogyakarta, 5 Juni 2014PenulisHenri Seftiawaniv

MOTTOJanganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalamsegala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapansyukur (Filipi 4: 6)Rame ing gawe, sepi ing pamrih, memayu hayuning bawana(Pepatah Jawa)v

PERSEMBAHANSkripsi ini penulis persembahkan untuk kedua orang tua penulis. Bapak Kasinodan Ibu Pariem yang telah memberikan do’a, kasih sayang, dan motivasi sehinggapenulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis tidak dapat membalas semua yangtelah orang tua penulis berikan.vi

KATA PENGANTARPuji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Esa, yang telahmelimpahkan kasih dan rahmatnya, sehingga akhirnya saya dapat menyelesaikanskripsi ini untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar sarjana.Penulisan skripsi ini dapat terselesaikan karena do’a, bantuan, dan dorongan dariberbagai pihak. Untuk itu saya menyampaikan rasa terimakasih secara tulus kepada :1. Prof. Dr. Rochmat Wahab, M. Pd. M. A. selaku Rektor Universitas NegeriYogyakarta yang telah memberi kemudahan kepada penulis.2.Prof. Dr. Zamzani, M. Pd. selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UniversitasNegeri Yogyakarta yang telah memberi kemudahan kepada penulis.3.Dr. Suwardi, M. Hum. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah yangtelah memberi kemudahan kepada penulis.4.Dr. Suwardi, M. Hum. sebagai pembimbing I dan Drs. Afendy Widayat, M.Phil. sebagai pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan danmasukan kepada penulis.5.Prof. Dr. Endang Nurhayati, M,Hum. selaku penasehat akademik serta yangtelah memberikan motivasi kepada penulisan dalam menyelesaikan skripsi ini.6.Seluruh Dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah yang telah memberikan ilmu,dorongan, dan kemudahan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.7.Staf administrasi Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah dan semua staf sertakaryawan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta yang telahmembantu dan memberi kemudahan kepada penulis.8.Bapak dan Ibu yang telah merawat, mendidik, dan mencurahkan kasih sayang,senantiasa mendoakan, dam memberi motivasi kepada penulis sehingga dapatterselesaikan skripsi ini.9.Kedua kakak penulis yang senantiasa memberikan motivasi dan do’a.vii

viii10. Teman-teman Pendidikan Bahasa Daerah khususnya angkatan 2007 yangtelah memberi dukungan kepada penulis.11. Teman sepermainan yang telah mendukung dan menghibur penulis, sehinggapenulis dapat menyalesaikan skripsi ini.12. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.Penulis menyadari bahwa Skripsi ini jauh dari kata sempurna. Akhirnya sayaberharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya serta bermanfaatbagi pembaca pada umumnya.Yogyakarta, 5 Juni 2014PenulisHenri Seftiawan

DAFTAR ISIHalamanHALAMAN SAMPUL .iHALAMAN PERSETUJUAN .iiHALAMAN PENGESAHAN.iiiHALAMAN PERNYATAAN .ivHALAMAN MOTTO .vHALAMAN PERSEMBAHAN .viKATA PENGANTAR .viiDAFTAR ISI .ixDAFTAR TABEL .xiiABSTRAK .xiiiBAB I PENDAHULUAN .1A. Latar Belakang Masalah .1B. Identifikasi Masalah .4C. Batasan Masalah .4D. Rumusan Masalah .5E. Tujuan Penelitian .5F. Manfaat Penelitian .6BAB II KAJIAN TEORI.7A. Pengertian Sastra.71.Sosiologi Sastra .112.Konflik Sosial dalam Kajian Sastra .163.Cerita Pendek (cerkak) Jawa .20B. Kontek Sosial Pengarang .21C. Sastra Sebagai Cerminan Masyarakat.22D. Fungsi Sastra .22E. Penelitian yang Relevan.23F. Kerangka Pikir .23BAB III METODOLOGI PENELITIAN.25A. Metode Penelitian .25ix

xB. Sumber Data Penelitian .25C. Teknik Pengumpulan Data.25D. Instrumen Penelitian .26E. Teknik Analisis Data .27F. Validitas dan Reliabilitas Data .28BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .29A. Hasil Penelitian .291.Wujud Konflik Sosial dan Faktor Penyebab .292.Cara Menyelesaikan Konflik Sosial .34B. Pembahasan .371.Wujud Konflik Sosial .37a.Konflik Batin : Ditipu dan Dikhianati (555) .37b.Konflik Fisik : Berkelahi (Ahh !) .39c.Konflik Batin : Perbedaan Pendapat (Apel) .41d.Konflik Sosial : Kelompok dengan Kelompok(Brewu Nguntal Tengu) .43e.Konflik Batin : Perbedaan Pendapat (Jaring) .44f.Konflik Batin : Tidak Tahu Kalau Uangnya Palsu(Jebul) .46g.Konflik Batin : Tidak Punya Uang (Judeg) .48h.Konflik Batin : Ketakutan (Mulur) .50i.Konflik Batin : Asusila (Ning) .52j.Konflik Batin : Percintaan (Oooo ).54k.Konflik Batin : Salah Paham (Peteng) .56l.Konflik Batin : Kecewa Karena Dikhianati(Reformasi) .58m. Konflik Batin : Keserakahan (Selingkuh) .60n.Konflik Batin : Asusila (Tongkat Melengkung) .61o.Konflik Batin : Percintaan (Suwung) .63p.Konflik Batin : Percintaan (Whueeeng.!) .65q.Konflik Batin : Tidak Punya Uang (Ajur) .66

xir.Konflik Batin : Khawatir (Oalah Pakne Pakne ) .68BAB V PENUTUP .71A. Simpulan .71B. Saran .72DAFTAR PUSTAKA .73LAMPIRAN .74

DAFTAR TABELHalamanTabel 1 : Kartu Data Wujud dan Penyebab Konflik Sosial .27Tabel 2 : Kartu Data Cara Tokoh dalam Menyelesaikan Masalah .27Tabel 3 : Wujud dan Penyebab Konfllik Sosial .30Tabel 4 : Cara Para Tokoh Menyelesaikan Konflik Sosial .34xii

KONFLIK SOSIAL DALAM ANTOLOGI CERKAK AJURKARYA AKHIR LUSO NO(SUATU KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA)Oleh Henri SeftiawanNIM. 07205244021ABSTRAKPenelitian ini membahas konflik sosial dalam antologi cerkak ajur karyaakhir Luso No. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) wujud konfliksosial yang di alami para tokoh dalam cerkak “Ajur” (2) menjabarkan cara paratokoh dalam menyelesaikan konflik sosial dalam antologi cerkak “Ajur”.Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Sumber databerupa antologi cerkak “Ajur” karya Akhir Luso No. Fokus pada penelitian iniadalah konflik sosial yang di alami para tokoh dan cara para tokoh dalammenyelesaikan konflik sosial dalam antologi cerkak “Ajur”. Teknik pengumpulandata pengelompokan,serta penginterpretasian. Analisis data pada antologi cerkak“Ajur” ini adalah analisis deskriptif. Keabsahan data menggunakan validitassemantik. Sedangkan reliabilitas yang digunakan adalah intrarater dan interrater.Teknik analisis data dalam penelitian ini berupa teknik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karya sastra Akhir Luso No berupacerkak “Ajur”menyajikan konflik sosial dalam kehidupan sehari-hari berupaperbedaan pendapat dan juga perbedaan jalan pikiran. Dari hal-hal yang sederhanaseperti itupun permasalahan dapat terbentuk yang dapat menyebabkan konflikbatin ataupun konflik fisik. Hidup manusia sangat ditentukan oleh banyak hal.Pengaruh lingkungan dan pengaruh masyarakat memiliki pengaruh yang besardalam hidup seseorang. Dengan berusaha untuk mawas diri, bersikap dewasasetiap menghadapi sebuah permasalahan, kita dapat mencari solusi di setiappermasalahan dan mencari jalan keluar yang terbaik. Konflik menjadikanseseorang menjadi lebih dewasa, lebih tabah menjalani kehidupan, dan lebihbijaksana di dalam mengambil keputusan dalam kehidupan.xii

BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahKarya sastra merupakan cerminan kehidupan masyarakat. Pada kehidupanmasyarakat tentu banyak permasalah-permasalahan sosial yang bergejolak.Permasalahan hidup tersebut dapat tertuang dalam suatu karya sastra. Selanjutnya,karya sastra tersebut dapat dikaji dalam beberapa pendekatan. Pendekatan karyasastra terdiri dari 4 (empat) pendekatan utama, yaitu mimetik, ekspresif,pragmatik, dan obyektif. Keempat pendekatan itu seiring waktu endekatan,sepertipendekatan struktural, semiotik, sosiologi sastra, psikologi sastra, dan moral.Sosiologi sastra merupakan disiplin ilmu baru dalam bidang sastra yangkajiannya menggunakan pendekatan sosiologi. Hal tersebut didasarkan peranmasyarakat atau sosial yang tidak lepas dari penciptaan dan penikmat sastra. Didalam sastra sendiri terdapat masyarakat berupa citraan narasi yang dikarang olehpenulis karya sastra.Sosiologi sastra merupakan studi yang ilmiah dan objektif mengenai manusiadalam masyarakat yang ada dalam karya sastra. Maka dari itu, sosiologi sastramerupakan aspek sosial yang ada pada karya sastra. Aspek sosial tersebut meliputikompleksitas dalam hubungannya dengan kemasyarakatan baik dari segipengarang, pembaca, atau pun karya sastra itu sendiri. Sosiologi sastra mengarahpada hubungan timbal balik, artinya keduanya akan saling mempengaruhi dalamhal-hal tertentu antara sosiologi dan sastra.1

2Salah satu hal yang merupakan bagian dari kehidupan manusia bahkankadang menjadi penentu alur karya sastra adalah konflik. Konflik sendiri sangatluas cakupannya. Secara umum konflik dalam karya sastra bisa digolongkanmenjadi dua, yakni konflik internal dan konflik eksternal. Konflik internal adalahpermasalahan yang terjadi dalam diri seorang tokoh dan mengalami pergulatandalam dirinya tanpa disebabkan atau mempengaruhi orang lain di sekitarnya,sedangkan konflik eksternal adalah masalah yang terjadi dengan faktor lain di luardiri.Konflik adalah sesuatu yang menjadikan hidup yang kita jalani menjadi lebihsempurna dengan segala lika-liku problematika yang bisa ditimbulkannya.Konflik menjadikan hidup lebih berwarna. Seseorang pasti akan merasa hampajika selama hidupnya hanya merasakan kebahagiaan. Begitu pun sebaliknya,seseorang lainnya pun akan merasa bosan jika terus menerus menderita.Sebelum tercipta sebuah karya sastra, terlebih dahulu ide tertampung di dalamkepala penulis dan kemudian tercurah dalam bentuk yang berbeda. Ide tersebutbiasanya berangkat dari pengalaman, baik itu yang dialami langsung oleh penulissendiri maupun yang berasal dari orang di sekitarnya dalam menghadapipermsalahan hidup yang dialami. Dan semua karya sastra harus melewati prosespenciptaan ide.Sama halnya posisi konflik dalam kehidupan, di dalam karya sastra punkonflik menjadi nyawa yang menentukan hidup matinya sebuah karya sastra.Semakin baik konflik yang terkandung dalam karya sastra semakin bagus pulaapresiasi terhadap karya tersebut. Oleh karena itu, kembali harus kita ingat bahwa

3konflik dalam sebuah karya sastra berangkat dari kehidupan nyata. Karena karyasastra adalah bentuk refleksi dari kehidupan, maka masih diperlukan penelitianuntuk mengkaji hubungan sosial yang berupa konflik untuk mengetahui sejauhmana hubungan timbal balik antara sebuah karya sastra dengan sebuah komunitasmasyarakat.Karya sastra Akhir Luso No dalam antologi cerita pendek (cerkak) Jawaberjudul Ajur merupakan bentuk prosa yang menggunakan bahasa Jawa seharihari. Pada cerkak tersebut banyak menampilkan unsur-unsur sosial denganmenyajikan masalah-masalah sosial dalam kehidupan sehari-hari. Permasalaankehidupan dalam masyarakat yang tertuang dalam karya sastra tersebut cocokdikaji dengan pendekatan sosiologi sastra. Selanjutnya, untuk memahamimemerlukan pemahaman mendalam tentang sosiologi sastra.Peneliti memilih cerkak karya Akhir Luso No karena menyajikan banyakmasalah sosial dalam karyanya, selain itu, belum banyak yang meneliti. Antologicerkak Ajur tergolong tahun terbitan baru, menampilkan permasalahan sosial diantara para tokoh. Cerkak karya Akhir Luso No ini menarik untuk dikaji secarasosiologi sastra karena bila ditinjau dari permasalahan-permasalahan yangterdapat dalam cerkak tersebut tampak bahwa seluruh ceritanya mengungkapkonflik sosial seperti asmara, anak alim pengedar narkoba, permasalahankeluarga, perselingkuhan, pencurian, dan derita rakyat kecil. Dari permasalahantersebut, penulis timbul rasa penasaran untuk mendeskripsikan konflik sosial yangterdapat dalam Antologi cerkak Ajur.

4Pengkajian cerkak-cerkak karya Akhir Luso No digunakan pendekatansosiologi sastra karena cerkak-cerkak kaya Akhir Luso No banyak menampilkanpermasalahan yang cocok dikaji menggunakan pendekatan sosiologi sastra.sosiologi sastra merupakan ilmu baru di bidang satra, sehingga peneliti tertarikuntuk menggunakan dan mengembangkannya melalui penelitian terhadap cerkakcerkak karya Akhir Luso No.B. Identifikasi MasalahIdentifikasi masalah didasari uraian dalam latar belakang masalah. Adapunidentifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :1.Wujud konflik sosial yang dialami para tokoh dalam antologi cerkak “Ajur”.2.Cara para tokoh dalam menyelesaikan konflik sosial antologi cerkak “Ajur”.3.Relevansi sosiologi sastra dalam antologi cerkak “Ajur” di era globalisasi.4.Ajaran moral dalam antologi cerkak “Ajur”.5.Kajian struktural dalam antologi cerkak “Ajur”.6.Sosiologi sastra dalam antologi cerkak “Ajur”.7.Resepsi sastra dalam antologi cerkak “Ajur”.8.Gaya bahasa dalam antologi cerkak “Ajur”.C. Batasan MasalahBerdasarkan identifikasi masalah di atas, permasalahan yang ada tidak ditelitisemuanya sehingga diperlukan batasan masalah. Hal tersebut dimaksudkan agar

5penelitian dapat dilakukan secara terfokus. Oleh karena itu, penelitian inimembatasi masalahnya, yaitu sebagai berikut :1.Wujud konflik sosial yang dialami para tokoh dalam antologi cerkak “Ajur”.2.Penyebab konflik yang dialami oleh para tokoh dalam antologi cerkak “Ajur”.3.Cara para tokoh dalam menyelesaikan konflik sosial antologi cerkak “Ajur”.D. Rumusan MasalahPenelitian yang dilakukan ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baiksecara teoritis maupun secara praktis. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut :1.Bagaimana wujud dan penyebab konflik sosial yang dialami para tokohdalam antologi cerkak “Ajur?”2.Bagaimana cara para tokoh dalam menyelesaikan konflik sosial antologicerkak “Ajur?”E. Tujuan PenelitianBerdasarkan batasan masalah serta rumusan masalah di atas, didapat beberapatujuan penelitian sebagai berikut.1.Menjabarkan wujud konflik sosial yang dialami para tokoh dalam antologicerkak “Ajur”.2.Menjabarkan cara para tokoh dalam menyelesaikan konflik sosial antologicerkak “Ajur”.

6F. Manfaat PenelitianPenelitian terhadap antologi cerkak “Ajur” memiliki beberapa manfaat.Manfaat penelitian tersebut meliputi:1.Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat mengembangkan penelitian di bidangsastra, telaah sastra, khususnya masalah sosial tokoh-tokoh yang terdapatdalam suatu karya sastra, khususnya penelitian tentang wujud masalah sosialdan cara para tokoh dalam menyelesaikan masalah sosial.2.Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk membantupemahaman pembaca khususnya yang dikaji secara sosiologi sastra dalamkarya sastra Jawa cerkak.

BAB IIKAJIAN TEORIA. Pengertian SastraSastra memiliki sejumlah pengertian yang terus berkembang hingga zamansekarang. Definisi sastra menurut luxemburg, dkk (1989: 5) yang hingga kinimasih dipakai (Widayat, 2011: 8) ialah sebagai berikut.a.Sastra merupakan sebuah ciptaan, sebuah kreasi, bukan semata-mata sebuahimitasi. Pengarang dapat menciptakan dunia baru di dalam karya sastra.b.Sastra bersifat otonom, tidak mengacu pada sesuatu yang lain. Sastra tidakbersifat komunikatif. Sang penyair dalam penciptaan karya sastra mencarikeselarasan di dalam karyanya sendiri.c.Sastra mengungkapkan hal yang tidak terungkap. Pada karya sastraditimbulkan asosiasi dan konotasi, serta terdapat arti yang tidak diungkapkandalam bahasa sehari-hari.Lebih jauh lagi sastra diidentikkan dengan fiksi melalui beberapa pendapatpara ahli. Sastra menurut Wellek dan Warren (1990: 12) ialah sebagai karyaimajinatif berbentuk tulisan yang indah dan sopan. Sejalan dengan pendapat diatas, karya sastra merupakan karya kreatif manusia yang mengandung emosi,imajinasi, dan budi pekerti. Sastra merupakan dokumen perkembangan daya pikirdengan imajinasi sebagai wilayahnya dan apa yang senantiasa terus bergerak. Iatidak semata-mata fiksi, tetapi juga bukan fakta. Ia merangkul keduanya, sehinggamemiliki wilayah jelajah yang tidak terbatas.7

8Sebagai hasil imajinatif, selain sebagai hiburan yang menyenangkan, karyasastra juga berguna untuk menambah pengalaman batin bagi pembacanya. Hal inisejalan dengan adanya sifat sastra sebagai cerminan masyarakat yang dianggapmewakili seluruh masyarakat. Dengan demikian, sebuah karya sastra yang baikadalah karya sastra yang tidak hanya dilihat dari berhasulnya merangkai kata-katasaja, melainkan juga ditentukan oleh makna yang terkandung di dalamnya.Pendapat ahli lain yang mendefinisikan pengertian karya sastra dapat kitalihat sebagai berukut :Fananie (2002 :6) mengatakan :“Bahwa sastra adalah karya fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkanluapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan kemampuan aspekkeindahan yang baik yang berdasarkan aspek kebahasaan maupun aspek makna”.Teeuw (1983 : 23) mengatakan :“ Kata sastra dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta akar kataSas-, dalam kata kerja turunan berarti mengarahkan, mengajar, member petunjukatau instruksi. Akhiran kata tra- biasanya menunjuk alat, suasana. Maka darisastra dapat berarti, alat untuk mengajar, buku petunjuk, buku instruksi danpengajaran; misalnya silpasastra, buku arsitektur, kemasastraan, buku petunjukmengenai seni cerita. Awalan su- berarti baik, indah sehingga susastra dapatdibandingkan dengan karya yang sangat baik dan indah”.Kutipan di atas menyatakan, sastra diartikan sebagai alat untuk mengajar,member instruksi dan petunjuk kepada pembaca. Wellek dan Warren (1990 : 3)mengatakan bahwa sastra adalah suatu kajian kreaf, sebuah karya seni. Damono( 1978 :10) mengatakan bahwa lembaga social yang menggunakan bahasa sbagaimedium : bahasa itu sendiri merupakan ciptaan social. Sastra menampilkangambaran kehidupan dan kehidupan itu adalah merupakan suatu kenyataan social.

9Fananie (2002 : 132) melanjutkan bahwa sastra asalah karya seni yangmerupakan ekspresi kehidupan manusia. Dari keseluruhan definisi sastra di atas,adalah berdasarkan persepsi masing-masing pribadi dan sifatnya deskriptifpendapat itu berbeda satu sama lain. Masing-masing ahli mengemukakan aspekaspek tertentu, namun yang jelas definisi tersebut dikemukakan dengan prinsipyang sama yaitu manusia dan lingkungan. Manusia menggunakan seni sebagaipengungkapan segi-segi kehidupan. Ini suatu kreatifitas manusia yang mampumenyajikan pemikiran dan pengalaman hidup dengan bentuk seni sastra.Selanjutnya, William Henry Hudson (dalam Widayat, 2011: 9) menyatakansastra merupakan pengungkapan baku dari apa yang telah disaksikan orang dalamkehidupan, apa yang telah dialami orang tentang kehidupan, apa yang telahdiperenungkan, dan dirasakan orang mengenai segi-segi kehidupan yang palingmenarik minat secara langsung dan kuat. Ia mengembangkan budaya interpretasi,melihat segala sesuatu dari segala sudut berbeda dengan hasil yang berbeda puladengan kebenaran yang berbeda namun saling menunjang sebagai sebuahkeutuhan.Jakob Sumarjo (dalam Widayat, 2011: 9) menyatakan bahwa sastra dapatdilihat memiliki badan dan jiwa. Jiwa sastra berupa pikiran, perasaan, danpengalaman manusia, sedangkan badannya adalah ungkapan bahasa yang indah,sehingga memberikan hiburan bagi pembacanya.Berdasarkan pemaparan dari beberapa ahli sastra di atas dapat disimpulkanbahwa sastra merupakan hasil karya kreatif imajinatif manusia yang dituangkandalam medium bahasa, yang akan menampilkan persoalan-persoalan yang

10berkembang dalam masyarakat. Apabila seorang pengarang peka terhadaplingkungannya, semakin besar kemungkinan karya sastra mencerminkanmasyarakatnya.Pada karya sastra tersebut terdapat jiwa berupa pikiran, perasaan, danpengalaman manusia beserta problema pertentangan yang ada dan terkadang tidakterungkap dalam dunia nyata. Keseluruhan dalam sastra tersebut saling kaitmengait sehingga saling menerangkan membentuk keutuhan karya sastra.Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa sastra adalah sebuah karya seni yangmerupakan hasil imajinasi sang pengarang yang berdasarkan luapan emosi yangmemberikan gambaran tentang manusia serta kehidupannya.Sastra menggunakan bahasa sebagai medium penyampaiannya. Bahasa sastramemiliki fungsi ekspresif, menunjukkan nada dan sikap pembicara ataupenulisnya melalui tokoh dalam sastra. Pada perkembangannya, sastra yangberkaitan dengan hubungan antar tokoh dalam karya sastra yang membentuksistem masyarakat dalam sastra tersebut dapat dikaji melalui studi sosiologi sastra.1.Sosiologi SastraPada bab kajian teori ini, penulis menyajikan teori sastra yang menguatkanadanya hubungan antara sastra dengan sosiologi. Karya sastra adalah suatu produkkehidupan yang mengandung nilai sosial dan budaya dari suatu fenomenakehidupan manusia. Damono (1978 :2-10) mengungkapkan, karya sastra dapatdilihat dari segi sosiologi dengan mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatan,menyangkut manusia dengan lingkungannya, struktur masyarakatn lembaga, danproses sosial. Selanjutnya, sosiologi adalah studi yang ilmiah dan objektif

11mengenai manusia dan masyarakat. Studi tersebut berkenaan dengan lembagalembaga dan proses-proses sosial. Maka dari itu, sosiologi sastra merupakan aspeksocial yang ada pada karya sastra. Aspek sosial tersebut meliputi keompleksitasdalam hubungannya dengan keasyarakatan baik dari segi pengarang, pembaca,atau pun karya sastra itu sendiri.Diungkapkan lebih lanjut bahwa di dalam ilmu sastra apabila sastra dikaitkandengan struktur sosial, hubungan kekeluargaan, pertentengan kelas, dan lain-lain,maka sosiologi sastra dapat berperan dalam pengkajiannya.Diungkapkan pula oleh Ratna (2004:2-3) bahwa dalam sosiologi sastra, sastradipahami dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemasyarakatannya. Disamping itu, kita dapat menemukan hubungan karya astra dengan masyarakatyang melatarbelakanginya, serta ditemukan kaitan langsung antara karya sastradengan masyarakat.Sebagai sebuah lembaga sosial di dalam masyarakat, di dalam karya sastraterdapat norma-norma dan aturan-aturan tertentu yang menjadi cirri sebuahlembaga. Adapun norma-norma dalam masyarakat merupakan norma-norma yangmengatur pergaulan hidup dengan tujuan untuk mencapai suatu tata tertib. Dengandemikian, apabila pembaca tersebut harus memperhatikan dengan teliti normanorma kemasyarakatan yang disajikan oleh pengarang di dalam karyanya.Kenyataan sosial yang ada dalam karya sastra merupakan olahan pengarang.Adapun kenyataan sosial dapat berupa problem-problem sosial yang dihadapi olehmanusia. Problem-problem sosial berupa kepincangan-kepincangan yang terjadidalam masyarakat tergantung dari sistem nilai sosial tersebut. Itu disajikan oleh

12pengarang melalui tokoh-tokohnya. Menurut Damono (1978:4), sastra merupakantanggapan evaluative terhadap kehidupan, sebagai semacam cermin, sastramemantulkan kehidupan setelah menilai dan memperbaikinya. Pengarangmenciptakan sastra sebab membutuhkan citraan rekaan yang bisa mencerminkanhal yang tidak diketahui di dunia nyata. Itulah sebabnya, sastra menghadirkanyang tidak hadir, mementaskan yang tidak terpentaskan dalam kehidupan seharihari.Sosiologi sastra merupakan pendekatan yang bertitik tolak dengan orientasikepada pengarang. Hal tesebut seperti 1) sosiologi pengarang yang ikaryasastrayangmempermasalahkan karya sastra itu sendiri, 3) sosiologi sastra sebagai cerminanmasyarakat, dan 4) fungsi sosial sastra. Pada penelitian ini digunakan sosiologisastra yang membahas tentang sastra itu sendiri.Sosiologi sastra di atas dituangkan dalam karya sastra dalam berbagai genresastra. Genre karya sastra, yaitu puisi, drama, dan prosa. Karya sastra prosadianggap paling dominan dalam menampilkan unsur-unsur sosial. Hal tersebutdisebabkan 1) prosa dapat menampilkan unsur-unsur cerita yang paling lengkap,memiliki media yang paling luas, menyajikan masalah-masalah kekasyarakatanjelas, 2) bahasa prosa cenderung merupakan bahasa sehari-hari, bahasa yangumum digunakan dalam masyarakat.Sosiologi sastra dikenakan pada tulisan-tulisan para kritikus dan ahli sejarahsastra yang utamanya ditujukan pada cara-cara seseorang pengarang dipengaruhioleh status kelasnya, ideologi masyarakat, keadaan-keadaan ekonomi yang

13berhubungan dengan pekerjaannya, dan jenis pembaca yang dituju. Kesemuanyaitu terangkum dalam aspek yang membangun sebuah cipta sastra, salah satu aspekyang membangun keutuhan sebuah cerita adalah menyangkut perwatakan tokohtokohnya. Ciri-ciri perwatakan seorang tokoh selalu berkaitan dengan pengarangdan lingkungan di mana ia hidup. Demikian juga menyangkut tipe orang atautokohnya. Biasanya dalam setiap cerita selalu terdapat beberapa tokoh, dalam halinilah pengetahuan sosiologi berperan mengungkapkan isi sebuah karya sastra.Konsep sosiologi sastra didasarkan pada dalil bahwa karya sastra ditulis olehseorang pengarang, dan pengarang merupakan a salient being, makhluk yangmengalami sensasi-sensasi dalam kehidupan empirik masyarakatnya. Dengandemikian, sastra juga dibentuk oleh masyarakatnya, sastra berada dalam jaringansistem dan nilai dalam masyarakatnya. Dari kesa

Karya sastra Akhir Luso No dalam antologi cerita pendek (cerkak) Jawa berjudul Ajur merupakan bentuk prosa yang menggunakan bahasa Jawa sehari-hari. Pada cerkak tersebut banyak menampilkan unsur-unsur sosial dengan menyajikan masalah-masalah sosial dalam kehidupansehari-hari. Permasalaan