Transcription

Penerapan SMK3 &Perlindungan Covid-19di Tempat KerjaOleh:Dr. dr. Sudi Astono, MSKsubdit Pengawasan NormaJAMSOSTEKDialog Sosial, 18 Agustus 2020Sudi A Kemnaker RI @20201

CV Pembicara Nama Tempat Lahir Alamat Tinggal Instansi Alamat Kantor Mobile Email JabatanBerusaha berbuat terbaik kpd sesama dgiklas & tawakal kepadaNya: Dr. dr. Sudi Astono, MS.: Cilacap, 1966: Bumi Pancoran Mas, Depok-Jawa Barat: Ditjen Binwasnaker & K3, Kemenaker R.I: Gd A Lt 7 Kemenaker., Jl Gatot Subroto Kav. 51 Jakarta: HP/WA. 081317705634: [email protected] KaSubdit Pengawasan Norma JAMSOTEK Dokter Penasehat Tkt Pusat Dosen POLTEKNAKERPendidikan & Pelatihan : Organisasi:S3 Manajemen SDM, UNJ (2020)S2 Kedokteran Kerja, FKUI (2003)FK UNS (1992)TOT Widya Iswara Luar Biasa, Pusdiklat Kemnakertrans (2010)Pelatihan Asessor Kompetensi K3 (2009)Training of Integration of Manajemen System (2007)Ergonomics Training Course, JICA, Japan (2004)Pelatihan Dokter Hiperkes (1999) Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Kesehatan KerjaIndonesia (PP-IDKI). Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi PengawasKetenagakerjaan Indonesia (DPP APKI) Anggota Komite Pengawasan Ketenagakerjaan Anggota: IDI, PDUI, Forum K3RSPengalaman Kerja: KaPuskesmas Adiluwih, Lampung Selatan (1993 – 1996)Pengawasan K3, Kanwil Depnaker Kalsel (1997 – 2000)Dokter Kesehatan Kerja, Balai Hiperkes Kalsel(1997 – 2000)Anggota DELRI di forum ILO, WHO, ASEAN OSHNET, ASEAN BCA.Sudi A Kemnaker RI @2020Hidup Sehat dg GERMAS di mana saja,kapan saja, dengan apa saja2

PENDAHULUANSudi A Kemnaker RI @20203

Industrialisasi, TI, Kesehatan & K3(Sudi Astono, 2020)1.000 bhn kimia baru dipasarkan setiap tahun(di: industri, mak/min kemasan, rumah tangga, dll). ribuan kategori bahaya (B3) ratusan bersifat karsinogenikPerkembangan TI : mesin,peralatan, bahan, sistemkerja, nano tech, Rev Ind 4.0Msl Kes. Umum pd Pekerja Msl Kes. Pd Masy.Peny. Menular: HIV/AIDS, TB, DHF, Covid-19, dll.Peny.Tdk Menular:CVD, PPOM,DM, Cancer, Obesitas,dll.Life Style:Merokok,NARKOBA/drugs,Alkohol, Fast food,kurang gerak, stressdll(-) PROGRAM K3 Dampak (-)( )PROGRAMMasalah Kes Khususpd pekerja: Kecelakaan kerja (KK) Peny.Akibat Kerja (PAK) Ggn Kes. lainnyaK3Perusahaan :ProduktivitasKesejahteraanKualitas hidup pekerjaKelangsungan Usaha Bbg kerugian/Loss Kualitas-kuantitasproduk Kelangsungan usahaSudi A Kemnaker RI @2020Lingkungan: Pencemaran Efek rumah kaca Penyakit pd masy.4

Kerugian (SDM, properti, finansial dll.)Biaya/cost meningkatTurn over pekerja meningkatMenurunkan produktivitas(Kualitas & Kuantitas produk)Menurunkan daya saing psh.Ancaman kelangsungan usahaPencemaran /Kerusakan lingkunganEconomics lost 2.4-4 % GDP(ILO Estimation) Poor, low in quality of human resources /capital,environment damageIndeks Pembangunan Manusia (IPM)/HDI &Daya saing bangsa rendahSudi A Kemnaker RI @20205

K3Mengapa Penting ?1 Merupakan kebutuhan dalam melindungi3aset human capital & melindungi asetlainnyaUpaya mengurangi kerugian akibatkecelakaan kerja & PAK23Menciptakan tempat kerja yang sehat,aman dan produktifTelah menjadi komitmen & standarinternasional/global45Mendukung bisnis yang berdayasaing dan berkelanjutanSudi A Kemnaker RI @20206

7Sudi A Kemnaker RI @20207

Benefit Program K3 ASPEK TEKNIS: Mendeteksi risiko KK/PAK sedini mungkin mencegah keparahan, memungkinkan untukdisembuhkan Evaluasi & perbaikan pengendalianlingkungan kerja secara efektif dan efisien ASPEK HUKUM & HAM: Pemenuhan regulasi menghindari pelanggaran HAM ASPEK PERLINDUNGAN ASPEK EKONOMI DAN PRODUKTIVITAS: Menjaga kesehatan pekerja sebagai asetyang sangat berharga (human capital) bagiperusahaan/organisai Meningkatkan kualitas hidup dankesejahteraan pekerja Mengurangi biaya pengobatan Mengurangi tingkat absensi Memberikan ketenangan usaha Meningkatan motivasi kerja & produktivitas Mencegah/meminimalkan terjadinya kasusKK/PAK pada pekerja Memberikan hak pekerja berupa JaminanKecelakaan Kerja (JKK) sesuai regulasiSudi A Kemnaker RI @20208

LANDASAN KEBIJAKAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJALANDASAN FILOSOFISLANDASANKONSTITUSIONILLANDASANOPERASIONIL Setiap pekerja membutuhkan perlindungan dari risikokerja dan pasca kerja Pelaksanaan K3 mempunyai dimensi perlindungan dandimensi produktivitas & kesejahteraan Program Jamsos meminimalisir risiko selama bekerjadan pasca bekerja Pekerja harus sehat agar produktif dan sejahtera UUD 1945 (Psl 27, 34) UU No. 3 Tahun 1951 & 21 Th 2003 ttg Pengawasan Naker UU No. 13 Tahun 2003 ttg Ketenagakerjaan UU No. 1 Tahun 1970 Ttg Keselamatan Kerja UU No. 36 Tahun 2009 ttg Kesehatan Ratifikasi Konvensi ILO (ILO C.81-UU 21 Th 2003, ILOC.187-Perpres 34 Th 2014, MLC.2016 UU-15 Th 2016) UU 40 Th 2011 & UU 24 Th 2011 Ttg SJSN & BPJS PP 50 Th 2012 ttg Penerapan SMK3PP 88 Th 2029 ttg Kesehatan KerjaPP 44/2015, PP45/2015, PP 46/2015PP 86/2013Peraturan pelaksanaan lainnyaSudi A Kemnaker RI @20209

10HAK PEKERJA TERKAIT KESEHATAN, K3 & JAMSOS DAN OUTCOMENYA Perlindungan norma kerja upah, waktu kerjawaktu istirahat, cuti dll. Perlindungan norma K3 pencegahan &pengendalian KK & PAK Perlindungan program kesehatan di tempat kerja Perlindungan norma JAMINAN SOSIAL:1) Jaminan kesehatan2) Jaminan kecelakaan kerja (JKK) apabilamengalami KK atau PAK.3) Jaminan kematian4) Jaminan hari tua5) Jaminan pensiUnNo 1 diselenggarakan melalui program JKN-BPJSKesehatanNo. 2 sd 5 diselenggarakan melalui program BPJSKetenagakerjaanSudi A Kemnaker RI @2020Out come: Kualitas hidup pekerja &keuarganyaMotivasi KerjaProduktifitasKesejahteraanDaya saingKreatif-inovatifLoyalitas (work retention)Harmoni of Industrial relationMinim dispute(perselisihan/konflik)10

11Kebijakan Perlindungan Ketenagakerjaan Menghadapi Pandemi Covid-191. SE M/3/HK.04/III/2020 ttg Perlindungan Pekerja/Buruh dalamKelangsungan Usaha dalam Rangka Pencegahan danPenanggulangan Covid-192. SE Menaker No. M/7/AS.02.02/V/2020 tentang RencanaKeberlangsungan Usaha dalam Menghadapi Pandemi Covid19 dan Protokol Pencegahan Penularan Covid-19diperusahaan3. SE Menaker No. M/8/HK.04/V/2020 PerlindunganPekerja/Buruh dalam Program JKK Pada Kasus PAK KarenaCovid-194. Kepdirjen No.4/193/AS.02.02/III/2020 tentang Kesiapsiagaandalam menghadapi penyebaran Covid-19 di tempat kerja5. Kepdirjen Binwasnaker dan K3 No. 5/36/HM.01/IV/2020Pedoman Penyusunan Perencanaan Keberlangsungan UsahaDalam Menghadapi Pandemi Covid-19.Regulasi terkait: KMK No. HK.01.07/MENKES/104/2020 ttgPenetapan Infeksi Novel Coronavirus SebagaiPenyakit Yang Dapat Menimbulkan Wabah danUpaya Penanggulangannya. KMK No. HK.01.07-MENKES-328-2020 ttgPanduan Pencegahan Pengendalian COVID19 di Perkantoran dan Industri. KMK 199/2020 ttg Komunikasi PenangananCovid-19 KMK 200/2020 ttg Protokol Isolasi Diri dalampenanganan Covid-19 KMK 413/2020 Ttg Pencegahan DanPengendalian COVID-196. SE Dirjen Binwasnaker dan K3 kepada Seluruh Kadis No.5/228/AS.03.00/IV/2020 tentang Pelaksanaan PengawasanKetenagakerjaan pada Pandemi Covid 19Sudi A Kemnaker RI @202011

Sudi A Kemnaker RI @202012

13Program Kesehatan Kerjasesuai Karakteristik Masalah PekerjaKarakteristik masalah kesehatan pekerja harus menjadi pertimbangandalam memberikan perlindungan pekerja yang mencakup:1. Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja/K3 (occupational safetyand health/OSH program), Kesehatan Kerja (Occupational Health/OH) merupakan bagian tidakterpisah dari K3 (OSH)2. Program kesehatan bagi pekerja (workers health program) contoh: Pencegahan & penanggulangan Covid-19 di tempat kerja.3. Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja/JAMSOSTEK (worker’s socialprotection program) pada tempat kerja dan/atau pekerjaantertentu Covid-19 dapat merupakan PAKKetiga program harus dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi(Armstrong, 2012; Sudi et al., 2019)Sudi A Kemnaker RI @2020

SARS-Cov 2 atau Corona Virus diseases (Covid-19) Meskipun berasal dari famili yang sama denganvirus penyebab SARS dan MERS, namun SARSCoV-2 lebih menular dibandingkan dengan SARSCoV dan MERS-CoV (CDC China, 2020). Jumlah kasus masih terus meningkat termasuk diIndonesia Sampai saat ini, situasi COVID-19 di tingkatglobal maupun nasional masih dalam risikosangat tinggi. Selama pengembangan vaksin masih dalamproses, dunia dihadapkan pada kenyataanuntuk mempersiapkan diri hidupberdampingan dengan COVID-19.Sudi A Kemnaker RI @202014

15Sifat2 Corona Virus Virus RNA, strain tunggal positif, berkapsul dan tidak bersegmen. Sensitif terhadap panas dandapat diinaktif oleh desinfektan mengandung klorin, eter, alcohol, asam perioksiasetat. Saat inilebih dikenal dgn SARS-COV-2 (Pneumonia COVID-19, PDPI). Karakteristik: RNA Virus. Memiliki Kapsul. Berbentuk bulat atau elips. Transmisi antarmanusia Replikasi virus pada Saluran Pernapasan Bawah (WHO-COVID-19 Clinical Update). Sensitif terhadap Pemanasan 56 selama 30 menit 75% Alkohol Desinfektan berisichlorine, hydrogen peroksida, chloroform dan pelarut lipid (Covid-19, PDPI). Penularan: Droplet saluran napas seperti batuk dan bersin Kontak dekat personal (menyentuh atau jabat tangan) Menyentuh permukaan atau benda yang terdapat virus Menyentuh mulut, hidung atau mata sebelum cuci tangan Kontak dengan Orang terkonfirmasi Covid-19 (Covid-19, PDPI)Sudi A Kemnaker RI @2020

Catatan: virus masuk tubuh/sistem pernafasan melalui selaputlendir (hidung, mulut, kelopak mata)Sudi A Kemnaker RI @202016

Transmisi via airborne? Morawska dan Milton didukung oleh 239 ilmuwan di 32 negara didunia, mendesak tenaga kesehatan dan otoritas kesehatan publikuntuk mempertimbangkan potensi penularan melalui udara dalamcommentary ‘It is time to address airborne transmission of COVID19’ dalam jurnal Clinical Infectious Disease, 2020 Respon WHO pada 7 Juli 2020: Kemungkinan transmisi airborne di setting publik, terutama padakondisi padat, tertutup, dan berventilasi buruk WHO terbuka dengan bukti-bukti yang ada dan mempertimbangkankewaspadaan yang perlu diterapkan terkait dengan implikasi carapenularan tersebutSudi A Kemnaker RI @2020Morawska, L. & Milton, D. Clin. Infect. Dis. https://doi.org/10.1093/cid/ciaa939 (2020).17

(Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari)Sudi A Kemnaker RI @202018

Gejala COVID-191. Demam (87.9%)2. Batuk (kering [67.7%]; berdahak [33.4%], darah [0.9%])3. Gangguan pernapasan (kesulitan bernapas) [18.6%]4. Nyeri tenggorokan (13.9%)5. Nyeri Kepala (13.6%)6. Nyeri otot (14.8%)7. Gangguan penciuman8. Penurunan pengecapan9. Mual/ muntah/ nyeri perut (5.0%)10.Diarrhea (3.7%)11.Lemas (38.1%)Sudi A Kemnaker RI @202019Report of the WHO-China Joint Mission on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). WHO. 2020. -1100hr-28feb2020-11mar-update.pdf. (Accessed 6 June 2020)

Sudi A Kemnaker RI @202020

Sudi A Kemnaker RI @202021

PENCEGAHAN COVID-19Menggunakan masker bila keluar rumahMenjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lainMenjaga perilaku hidup bersih dan sehatSering mencuci tangan dan tidak menyentuh daerah wajahIstirahat yang cukupMakan makanan bergiziAktivitas fisik rutinMengkonsumsi suplemen tambahan / vitaminbila perluSudi A Kemnaker RI @202022

Sudi A Kemnaker RI @202023

Kewaspadaan Universal Cuci tangan palkai sabun dan air mengalir/campuran berbahan alcohol: Pakai Sabun dan Air mengalir bila tangan terlihat kotor dankontaminan protein Selama 40-60 detik Atau Pakai campuran berbahan alcohol bila tangan tidak terlihat kotor Selama 20-30 detik Momen Cuci tangan: Sebelum menyiapkan makananSebelum dan sesudah makanSetelah BAK dan BABSebelum memegang bayi dan lansiaSetelah memegang hewan peliharaan dan benda kotorSetelah batuk dan bersinSudi A Kemnaker RI @202024

Kewaspadaan Universal Etika Batuk:1) Saat batuk, tutup mulut dan hidung anda dengan tisue.2) Jika tidak ada, tutuplah mulut dan hidung dengantangan dan lengan baju Anda3) Cucilah tangan setelah batuk atau bersin dengan airmengalir dan sabun atau campuran berbahan alkohol4) Buanglah tisu pada tempat sampah yang tersedia.5) Jauhkan wajah dari orang lain saat bersin atau batuk.Sudi A Kemnaker RI @202025

26Kewaspadaan UniversalDesenfectant permukaan: Hipoklorit 0.1-0.5% atau chloroxylenol 2-5.5% Produk:Bleaching (Pemutih), Karbol dan Pembersih lantai. Lingkungan datar, tempat tidur dan benda sering tersentuh tangan: Gunakan APD, semprotkan disinfektan kepada kain microfiber, lakukanpengelapan ada permukaan. Dan keringkan menggunakan tisu keringsodiumhipoklorit 0.1-0.5% atau chloroxylenol 2-5.5% Frekuensi disinfeksi ini dilaksanakan minimal sebelum jam kerja, saat jamistirahat dan setelah jam kerja. Dengan maksimal disinfeksi setiap 2 jam sekali. Penyaring udara/ventilasi buatan (AC): Disinfektan pada botol sprayer dan dilakukan penyemprotan pada evaporator,blower dan filter. Dan pengelapan pada permukaan ventilasi buatan. Desenfectant Udara: Dry Mist Hydrofgen Peroxida Pasang catridge disinfektan sesuai dengan konsentrasi (6 mL per M3) dan waktupemaparan dry mist. Biarkan bekerja secara otomatis dan tinggalkan ruangan.Sudi A Kemnaker RI @2020

271.Manajemen Kesehatan Di Tempat KerjaHealth Promotion Tempat Kerja bersih dan hygieneBersihkan permukaan dan objek yang sering bersentuhan dengan tangan secara teraturmenggunakan disinfektan Penyuluhan cuci tanganpastikan tersedia campuran berbahan alkohol dan lokasi cuci tangan dengan sabun danair mengalir Penyuluhan Indoor Air Qualitypenggunaan masker bagi yang sakit dan etika batuk , serta disinfeksi udara danpermukaan secara teratur. Rekomendasi perjalanan bisnisdiharapkan dapat melakukan teleworking dan mengurangi perjalanan bisnis keluarnegeri.Sudi A Kemnaker RI @2020

28Manajemen Kesehatan Di Tempat Kerja2. Pekerja denagn status Orang Dalam Pemantauan (ODP): KOMITMEN CEOBerupa kebijakan dan perencanaan untuk menjaga kesehatan pekerja berupapenyediaan ruang isolasi, pengaturan shift pekerja, disinfeksi, teleworking,pembatasan jam kerja, retriksi perjalanan bisnis. ISOLASI MANDIRILakukan isolasi mandiri dan pemantauan gejala umum bagi pekerja denganODP. Kerjasama antara HR dengan Dinas Kesehatan TELEWORKINGPekerjaan dapat berlangsung jarak jauh sehingga produktifitas pekerjaan tidakterganggu. HINDARI STIGMADukung Pekerja dengan ODP untuk meningkatkan kepercayaan diri danimunitas personal pekerja. Beri informasi yang jelas seputar penyakit. KERJASAMA DENGAN PUSKESMAS DAN DINAS KESEHATANRekomendasi bagi pekerja dengan ODP, Disinfeksi tempat kerja, pemantauanpekerja sehat.Sudi A Kemnaker RI @2020

Protokol Kesehatan di Tempat Kerja dalamAdaptasi Kebiasaaan BaruPERILAKU BERSIH SEHAT Pakai Masker / Face Shield Jaga Jarak Cuci Tangan Gosok dg sabun 20" Basuh di air mengalir Jaga Kesehatan & Kekebalan Tubuh Tidak Tertular & Tidak Menularkan Keluar Rumah Bila Perlu Hindari Kerumunan Orang 50% - 30% Kapasitas WFH, WFO, Bergilir, Bertahap basecamp -- Terkendali -- Kebutuhan Hidup -- Early Diagnosis & PromptTreatment MCU Tahunan Ditunda, PengecualianPromosi Covid Meily Juni 2020Sudi A Kemnaker RI @202029

PANC ALO GI PO LA H IDUP S E H AT PLUSPola Makan Bijak & GiziSeimbangKendalikan StresCukup Tidur, Istirahat, WaktuBersantaiKendalikan Penyakit Kronik(Berobat Teratur, MampuMengelola)Olahraga Teratur, Hindari PolaSedentaryTidak Merokok,Hindari Asap RokokLakukan PemeriksaanKesehatan BerkalaBersih Sehat,Menghindari PenyakitInfeksiHindari Alkohol & NAPSAPromosi Covid Meily Juni 2020Sudi A Kemnaker RI @202030

PE N E RA PAN PROTO KOL PE N C EGA HA N PE N U L A RA NCOV ID - 19 D I PE R U SA H AA N Melakukan kampanye hidup bersih dan sehat Penerapan hygiene dan sanitasi perusahaan Memastikan pemakaian APD, baik pekerja, maupun petugas disinfeksi Melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan mengamati kondisi pekerja sebelummasuk perusahaan -- alur Membatasi kontak antar pekerja (physical & social distancing) dalam tiapaktivitas Memasukan materi pencegahan penularan covid-19 dalam safety induction Melakukan pembinaan, sosialisasi, dan edukasi terkait covid-19 Mengatur pola kerja dan pengelompokan pekerja sesuai kebijakanperusahaan & keputusan pemerintah terkait bencana Mengarahkan pekerja untuk tidak mengunjungi faskes dan memilihpengobatan online (telemedicine) Menunda sementara pemeriksaan kesehatan tenaga kerja (MCU) sampaiaspek K3 terpenuhi Petugas kesehatan dan K3 melakukan pemantauan aktif terhadap pekerjasakit dan melakukan penanganan awal maupun rujukanSudi A Kemnaker RI @2020

Protokol Adaptasi Kebiasan Baru PekerjaPERGI, SELAMA, DAN PULANG KERJAAnita Johan & Rafael NR, 2020Sudi A Kemnaker RI @202032

PRINSIP PENERAPAN KESEHATAN KERJA &P2-COVID19 DI TEMPAT KERJAPrinsip Penerapan Kesehetan KerjaPrinsip P2-COVID19 di Tempat KerjaPenerapan Protokol Kesehatan Covid19: PHBS Memakai masker Social & physical distancing Chek suhu Tes covid19 sesuai indikasi Isolasi dan terapi sesuai statusKesehatan covid-19Sudi A Kemnaker RI @202033

Norma yang mengatur penerapan Kesehatan Kerja Norma Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja Norma Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Norma Penanggulangan Penyakit Akibat Kerja Norma P3K Di Tempat Kerja Norma Gizi Kerja & Penyelenggaraan Makan Di Tempat Kerja Norma Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS (P2-HIV &AIDS) di Tempat Kerja. Norma Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran GelapNarkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya (P4GN) di Tempat Kerja Apakah perlu Norma Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 di TempatKerja?Sudi A Kemnaker RI @202034

Pola Pemenuhan Persyaratan/NormaKesehatan Kerja1. Diselenggarakan melalui Unit Pelayanan KesehatanKerja2. Dilaksanakan oleh personil yang memiliki kualifikasidan kompetensi yang sesuai3. Program / kegiatan kesehatan kerja dilaksanakan secarakomprehensif (preventif, promotif, kuratif, rehabilitatif) danberbasis risikoSudi A Kemnaker RI @202035

Pola Pemenuhan Persyaratan/Norma Kesehatan Kerja1. Unit Pelayanan Kesehatan Kerja Untuk menjalankan Pelayanan Kesehatan Kerja (Permennakertrans No. Per.03/Men/1982), dapat melalui cara:a) Diselenggarakan sendiri di perusahaan (Unit Pelayanan Kes Kerja Psh)b) Bekerjasama dg pihak di luar psh (klinik, RS, Puskesmas, dokter praktek)c) Diselenggaran secara bersama-sama- misal: Klinik/RS bersama di kawasanindustri Dapat bekerjasama dengan penyedia jasa PJK3 Bidang Kesehatan Kerja(Permenaker No. Per. 04/Men/1995) Terintegrasi dengan P2K3 (Permenaker No. Per.05/Men/1985, Kepdirjen 22/2008)Catatan:Semua Dokter & Paramedis pelaksana pelayanan kesehatan kerja wajib memilikisertifikat Hiperkes/Kesehatan Kerja dari Kemenaker (Permenakertrans 01/1976dan Permenakertrans 01/1979)Sudi A Kemnaker RI @202036

Pola Pemenuhan Persyaratan/Norma Kesehatan Kerja2. Personil kesehatan kerja : Dokter dan paramedis perusahaan (yg menjalankan pelayanan esehatankerja) wajib memiliki sertifikat hiperkes (Permennaker No. 01/1976,Permennaker No. 01/1979) Dokter Pemeriksa Kesehatan Tenaga Kerja : Wajib memiliki SKP dari Dirjen Binwasnaker (Ps 8 UU 1/1970,Permenakertrans 02/1980, Kepdirjen Binwasnaker 22/2008) Dapat sebagai penanggung jawab Pelayanan Kesehatan Kerja dipsh, atau Dokter pemeriksa kes TK di PJK3 Bidang Pemeriksaan Kes TK Petugas P3K di Tempat Kerja wajib memiliki sertifikat pelatihan P3Kdi tpt kerja dan Lisensi (Permenakertrans 15/2008, Kepdirjen Binwasnaker 53/2009) Petugas Penyelenggara Makan Bagi Tenaga Kerja (food handler) wajibmemiliki keterangan bebas penyakit menular dan mendapat edukasi ttghigiene sanitasi (PMP 7/1964).Sudi A Kemnaker RI @202037

3. Fasilitas terkait kesehatan kerja: Fasilitas P3K di Tempat Kerja : ruang P3K, Kotak P3K dan isinya, alatevekuasi (tandu, ambulans/kendaraan pengangkut), fasilitas khusus(APD penolong, safety shower, ayes wash) Permenakertrans15/2008 Penyediaan APD yang sesuai (Permenakertrans 08/2010) Penyediaan makan-minum di tempat kerja (dapur, kantin, katering): Syarat air minum dan memasak memenuhi standar kesehatan Syarat dapur dan ruang makan Psh katering yg menyuplai wajib mendapat Rekomendasi dariDisnaker setempat Tata ruang, kebersihan dan kesehatan tempat kerja (house keeping) Fasilitas emergency respons (sistim tanggap darurat)Sudi A Kemnaker RI @202038

4. Program / kegiatan kesehatan kerja Meliputi program/kegiatan/upayakesehatan: Preventif Promotif Kuratif RehabilitatiFYang dilaksanakan berbasis risikokesehatan kerja (health hazard)Sudi A Kemnaker RI @2020Dijalankan melalui PenyelenggaraanPelayanan Kesehatan Kerja(Permenakertrans 03/1982 & KepdirjenPPK 22/2008)39

Pengendalian Resiko K3Hirarki Pengendalian Resiko/BahayaEliminasiEliminasi BahayaSubstitusiPenggantian Alat/Mesin/Bahan/Tempat Kerjayang Lebih AmanAdministrasiProsedur, Aturan, Pelatihan, Durasi Kerja, TandaBahaya, Rambu, Poster, LabelKEHANDALANModifikasi Alat/Mesin/Tempat Kerja yang LebihAmanAlat Pelindung DiriSudi A Kemnaker RI @2020PERLINDUNGANPerancanganTempat kerja / PekerjaanAman (MengurangiBahaya)Tenaga Kerja Aman(Mengurangi Paparan)Menyediakan APD kepada Tenaga Kerja40

Dokumen Hasil Pelaksanaan Norma Kesehatan Kerja dalam Penerapan SMK3 Pemenuhan persyaratan kelembagaan & Fasilitas kesehatan kerja: Struktur organisasi atau kepengurusan penyelengaraan PelayananKesehatan Kerja sebagai bagian/terintegrasi dalam P2K3 SK pengesahan penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja atau MOU ttgPenyelenggaraan Ply Kesehatan Kerja dg pihak ketiga; Rekomendasi dari Disnaker ttg Psh Catering yg memenuhi syarat K3 Sertifikat kelayakan air minum dan air untuk masak Perlu adanya Tim P2-Covid19 di Tempat Kerja? Dokumen kebijakan khusus: Kebijakan perlindungan pekerja dari HIV & AIDS Kebijakan perlindungan pekerja dari NARKOBA Perlu adanya kebijakan perlindungan dari Covid-19?Sudi A Kemnaker RI @202041

Dokumen pemenuhan kompetensi/persyaratan personil SKP Dokter Pemeriksa Kesehatan Tenaga Kerja bagi: Penanggung jawab pelayanan kesehatan kerja Dokter yang melaksanakan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja (dokter di pshatau di PJK3) Sertifikat Hiperkes/Kesehatan Kerja dari Kemenaker bagi dokter dan paramedispelaksana Pelayanan Kesehatan Kerja (yg di perusahaan maupun di pihak ketiga) Sertifikat Pelatihan bagi Petugas P3K di Tempat Kerja dari Kemenaker Lisensi petugas P3K di Tempat Kerja dari Disnaker setempat Surat keterangan bebas penyakit menular (TB, Typhoid, cacingan) bagi petugas foodhandler (penjamah makan) Sertifikat/keterangan telah mengikuti pelatihan ttg Higiene dan Sanitasi pengelolaanmakan bagi petugas food handler Perlu SDM terlatih program P2-Covid19 di Tempat Kerja?Sudi A Kemnaker RI @202042

Dokumen Pelaporan Hasil Pelaksanaan Program/Kegiatan Kesehatan Kerja Laporan hasil penyelenggaraan pelayanan kesehatan kerja keDisnaker setempat dan Kementerian Naker Laporan hasil pemeriksaan kesehatan tenaga kerja (Awal, Berkala danKhusus bila ada); Laporan hasil pengujian faktor bahaya lingkungan kerja ke Disnakersetempat dan Kementerian Naker Laporan kasus keracunan makan di tempat kerja (bila ada) Perlu laporan hasil pelaksnaan P2-Covid19 di Tempat Kerja?Sudi A Kemnaker RI @202043

Dokumen tindak lanjut hasil pemeriksaan kesehatan tenagakerja Dokumen hasil pemeriksaan kesehatan tenaga kerja sesuai potensibahaya kesehatan di tempat kerja (misal: hasil pemeriksaan audiometri,spirometri, pemeriksaan laboratorium monitoring biologis, pemeriksaanpenunjang lainnya) Dokumen analisa hasil pemeriksaan kesehatan tenaga kerja yangdihubungkan dengan hasil pengujian lingkungan kerja Laporan kasus PAK atau diduga PAK (kalau ada) Dokumen hasil tindak lanjut terhadap kasus PAK (kalau ada) Dokumen hasil tindak lanjut terhadap kasus terkait status Covid19 diTempat Kerja?Sudi A Kemnaker RI @202044

Program Gerakan Pekerja Sehat (GPS)1)2)3)4)Pemeriksaan dini penyakitProgram olah raga di tempatkerjaProgram bebas asap rokok ditempat kerjaPenyediaan ruang laktasi ditempat kerjaPola makan sehat: Kalori sesuai kebutuhanBanyak serat sayur danbuahRendah KARBOHIDRATGARAM-LEMAK (KGL)Gizi seimbangTujuan: mencegah penyakit kronis meningkatkan derajat kesehatan agar hidupberkualitas & produktif Mencegah stunting dan menjaga kesehatan bayi/balita untuk generasi sehat danunggulSudi A Kemnaker RI @20201945

TUJUAN PENERAPAN SMK3Pasal 2 PP 50/2012a. meningkatkan efektifitas perlindungankeselamatan dan kesehatan kerja yang terencana,terukur, terstruktur, dan terintegrasi;b. mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja danpenyakit akibat kerja dengan melibatkan unsurmanajemen, pekerja/buruh, dan/atau serikatpekerja/serikat buruh; sertac. menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman,dan efisien untuk mendorong produktivitas.Sudi A Kemnaker RI @202046

Pasal 5 Wajib bagi perusahaan yang: memperkerjakan pekerja/buruh paling sedikit 100 (seratus)orang; atau mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi. Ketentuan mengenai tingkat potensi bahaya tinggi sesuaidengan ketentuan peraturan perundang-undangan Dlm menerapkan SMK3 memperhatikan peraturan perUU,konvensi atau standar internasionalSudi A Kemnaker RI @202047

5 PRINSIP PENERAPAN SMK3PeningkatanberkelanjutanPasal 6 PP 50/20121.PenetapanKebijakan5.Peninjauan danPeningkatan KinerjaSMK3Sudi A Kemnaker RI @20202.Perencanaan K34.Pemantauan dan3.PelaksanaanEvaluasi KinerjaRencana K34848

5 Prinsip Penerapan SMK31. Penetapan Kebijakan K32. Perencanaan K33. Pelaksanaan Rencana K34. Pemantauan dan evaluaasikinerja; dan5. Peninjauan dan peningkatankinerja SMK3.12 Elemen Audit SMK31. Pembangunan dan terjaminnyapelaksanaan komitmen;2. Pembuatan dan pendokumentasian rencanaK3;3. Pengendalian perancangan dan peninjauankontrak;4. Pengendalian dokumen;5. Pembelian dan pengendalian produk;6. Keamanan bekerja berdasarkan SMK3;7. Standar pemantauan;8. Pelaporan dan perbaikan kekurangan;9. Pengeloalaan materaial danperpindahannya;10. Pengumpulan dan penggunaan data;11. Pemeriksaan SMK3;12. Pengembangan ketrampilan dan kemampuanSudi A Kemnaker RI @202049

ASPEK KESEHATAN KERJADALAM PENERAPAN SMK31. Penetapan Kebijakan Penyusunan Kebijakan : Melakukan tinjauan awal kondisi K3 Dalam bidang kesehatan kerja masukandari SDM Kesehatan Kerja. Kebijakan khusus : Terkait program kesehatan kerja :kebijakan HIV-AIDS, P4GN, COVID-19 ditempat kerja.Sudi A Kemnaker RI @2020“Perusahaan perlu merumuskankebijakan K3 serta menjaminkomitmennya terhadap penerapanSMK3”50

PERAN DOKTER KESEHATAN KERJADALAM PENERAPAN SMK32. Perencanaan K3 Menyusun rencana K3 sesuai UU No. 1 tahun 1970: Dalam bidang kesehatan kerja sesuai Permenakertrans No.03/Men/1982 : Tugas Pokok Pelayanan Kesehatan Kerja. Mengikutsertakan pihak terkait di perusahaan: Dokter Kesehatan KerjaAhli K3ParamedisPetugas First AiderDllSudi A Kemnaker RI @202051

PERAN DOKTER KESEHATAN KERJADALAM PENERAPAN SMK33. Pelaksanaan Rencana K3 (Dalam Bidang KesehatanKerja) : Sarana dan prasarana : Pelayanan Kesehatan Kerja (Permenakertrans 03/1982) Menunjuk SDM yang kompeten dan berwenang di bidangK3: Dokter Kesehatan Kerja dan Paramedis perusahaan Pelaksanaan/Programs Upaya kesehatan kerja komprehensif (pemenuhan syarat-syaratK3, Tugas Pokok Pelayanan kesehatan kerja). Dipimpin dan dijalankan oleh Dokter Kesehatan Kerja (ps. 5Permenakertrans No. 03/1982) Protokol kesehatan Covid19?Sudi A Kemnaker RI @202052

PERAN DOKTER KESEHATAN KERJADALAM PENERAPAN SMK34. Pemantauan dan Evaluasi Kinerja K3: Pemeriksaan, pengujian, pengukuran dan audit internal K3 Dilakukan SDM kompeten : dokter kesehatan kerja Dapat menggunakan jasa pihak lain : PJK3 bidangkesehatan kerja Dokter Kesehatan KerjaSudi A Kemnaker RI @202053

PERAN DOKTER KESEHATAN KERJADALAM PENERAPAN SMK35. Peninjauan dan Peningkatan Kinerja SMK3 : Peninjauan terhadap : kebijakan, perencanaa,pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi Untuk perbaikan dan peningkatan kinerja Dari hasil kajian pelayanan kesehatan kerja (lingkungankerja, kecelakaan kerja, PAK dll)Sudi A Kemnaker RI @202054

PEDOMAN PENILAIAN PENERAPAN SMK3Penilaian Kriteria Pemenuhan Kategori KritikalTemuan yang mengakibatkan fatality/kematian. akibat KK/PAK danpenyakit lainnya termasuk Covid-19 Kategori Mayor Tidak memenuhi ketentuanperaturanperundangundangan termasuk dlm hal protokol kesehatan-Covid19 Tidak melaksanakan salah satu prinsip SMK3; dan Terdapat temuan minor untuk satu kriteria audit di beberapalokasi. Kategori MinorKetidakkonsistenan dalam pemenuhan persyaratan peraturanperundang-undangan, standar, pedoman, dan acuan lainnya termasuk dalam penerapan regulasi terkait Covid19 di tempat kerjaSudi A Kemnaker RI @202055

Kriteria pada Tingkat Penerapan SMK3NOELEMENTINGKAT AWALTINGKAT TRANSISI (Seluruh TINGKAT LANJUTAN (Seluruhtingkat awal dan transisi) tingkat awal, transisi dan lanjutan)112Pembangunan dan pemeliharaankomitmen341.1.1, 1.1.3, 1.2.2, 1.2.4, 1.2.5, 1.1.2, 1.2.1, 1.2.3, 1.3.1,1.2.6, 1.3.3, 1.4.1, 1.4.3, 1.4.4, 1.4.21.4.5, 1.4.6, 1.4.7, 1.4.8, 1.4.951.1.4, 1.1.5, 1.2.7, 1.3.2, 1.4.10,1.4.112Strategi pendokumentasian2.1.1, 2.4.12.1.5, 2.1.6, 2.2.2, 2.2.3, 2.3.33Peninjauan ulang desain dan kontrak3.1.1, 3.2.22.1.2, 2.1.3, 2.1.4, 2.2.1,2.3.1, 2.3.2, 2.3.43.1.2, 3.1.3, 3.1.4, 3.2.14Pengendalian dokumen4.1.14.1.2, 4.2.14.1.3, 4.1.4, 4.2.2, 4.2.35Pembelian5.1.1, 5.1.2, 5.2.15.1.35.1.4, 5.1.5, 5.3.1, 5.4.1, 5.4.26Keamanan bekerja berdasarkan SMK36.1.1, 6.1.5, 6.1.6, 6.1.7, 6.2.1,6.3.1, 6.3.2, 6.4.1, 6.4.2, 6.4.3,6.4.4, 6.5.2, 6.5.3, 6.5.4, 6.5.7,6.5.8, 6.5.9, 6.7.4, 6.7.6, 6.8.1,6.8.26.1.2, 6.1.3, 6.1.4, 6.2.2,6.2.3, 6.2.4, 6.2.5, 6.5.1,6.5.5, 6.5.6, 6.5.10, 6.7.1,6.7.2, 6.7.3, 6.7.5, 6.7.76.1.8, 6.6.1, 6.6.2, 6.9.17Standar pemantauan7.1.1, 7.2.1, 7.2.2, 7.2.3, 7.4.1, 7.1.2, 7.1.3, 7.1.4, 7.1.5,7.4.3, 7.4.4, 7.4.57.1.6, 7.1.7, 7.4.27.3.1, 7.3.289Pelaporan dan perbaikanPengelolaan material danperpindahannya8.3.18.1.1, 8.2.1, 8.3.29.1.1, 9.1.2, 9.2.1, 9.2.3, 9.3.1, 9.1.3, 9.1.4, 9.3.59.3.3, 9.3.48.3.3, 8.3.4

Penerapan SMK3 & Perlindungan Covid-19 di Tempat Kerja Dialog Sosial, 18 Agustus 2020 Oleh: D