Transcription

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANREPUBLIK INDONESIA2013Buku GuruPendidikan Agama Kristendan Budi PekertiAllah MahakuasaSD KelasIV

Hak Cipta 2013 pada Kementerian Pendidikan dan KebudayaanDilindungi Undang-UndangMILIK NEGARATIDAK DIPERDAGANGKANDisklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangkaimplementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawahkoordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awalpenerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki,diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman.Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.Katalog Dalam Terbitan (KDT)Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti : buku guru / KementerianPendidikan dan Kebudayaan. --Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013.vi, 122 hlm. : ilus. ; 29.7 cm.Untuk SD Kelas IVISBN 978-602-282-041-3 (jilid lengkap)ISBN 978-602-282-045-1 (jilid 4)1. Kristen - Studi dan PengajaranII. Kementerian Pendidikan dan KebudayaanKontributor NaskahPenelaahPenyelia Penerbitan: Norita Yudith Tompah, Novy Amelia Elisabeth Sine.: Daniel Nuhamara dan Daniel Stefanus.: Politeknik Negeri Media Kreatif, Jakarta.Cetakan Ke-1, 2013Disusun dengan huruf Georgia, 11 ptIII. JudulBuku Guru Kelas IV SD230

Kata PengantarBelajar bukan sekadar untuk tahu, melainkan dengan belajar seseorang menjadi tumbuhdan berubah. Tidak sekadar belajar lalu berubah, dan menjadi semakin dekat denganAllah sendiri. Sebagaimana tertulis dalam Mazmur 119:73, “ Tangan-Mu telah menjadikanaku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintahperintah-Mu”. Tidak sekadar belajar lalu berubah, tetapi juga mengubah keadaan.Begitulah kurikulum 2013 dirancang agar tahapan pembelajaran memungkinkan pesertadidik berkembang dari proses menyerap pengetahuan dan mengembangkan keterampilanhingga memekarkan sikap serta nilai-nilai luhur kemanusiaan.Pembelajaran agama diharapkan mampu menambah wawasan keagamaan, mengasahketerampilan beragama dan mewujudkan sikap beragama siswa yang utuh dan berimbangyang mencakup hubungan manusia dengan Penciptanya, sesama manusia, dan manusiadengan lingkungannya. Untuk itu, pendidikan agama perlu diberi penekanan khususterkait dengan penanaman karakter dalam pembentukan budi pekerti yang luhur.Karakter yang ingin kita tanamkan antara lain: kejujuran, kedisiplinan, cinta kebersihan,kasih sayang, semangat berbagi, optimisme, cinta tanah air, kepenasaran intelektual, dankreativitas.Buku Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti ini ditulis dengan semangat itu.Pembelajarannya dibagi dalam kegiatan-kegiatan keagamaan yang harus dilakukan siswadalam usaha memahami pengetahuan agamanya dan diaktualisasikan dalam tindakannyata dan sikap keseharian yang sesuai dengan tuntunan agamanya, baik dalam bentukibadah ritual maupun ibadah sosial.Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap pesertadidik dengan ketersediaan kegiatan yang ada pada buku ini. Penyesuaian ini antaralain dengan membuka kesempatan luas bagi guru untuk berkreasi dan memperkayanyadengan kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan, yang bersumber dari lingkungansosial dan alam sekitar.Sebagai edisi pertama, buku ini sangat terbuka untuk terus dilakukan perbaikan danpenyempurnaan. Oleh karena itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik,saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya. Ataskontribusi tersebut, kami mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapatmemberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkangenerasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).Jakarta, Mei 2013Menteri Pendidikan dan KebudayaanMohammad NuhPendidikan Agama Kristen dan Budi PekertiIII

Daftar IsiKata Pengantar.IIIDaftar Isi. IVBab 1Pendahuluan.1A. Latar Belakang.2B. Tujuan.3C. Ruang Lingkup.3Bab 2Pengembangan Kurikulum 2013.4A. Prinsip Pengembangan Kurikulum.5B. Kompetensi Inti.7C. Kompetensi Dasar.8D. Ciri Khas Kurikulum 2013.9Bab 3Hakikat dan Tujuan Pendidikan Agama Kristen (PAK).11A. Hakikat PAK.12B. Fungsi dan Tujuan PAK.12C. Landasan Teologis.13Bab 4Pelaksanaan Pembelajaran dan PenilaianPendidikan Agama Kristen (PAK).15A. Pendidikan Agama sebagai Kurikulum Nasional.16IVBuku Guru Kelas IV SDdiunduh dari BSE.Mahoni.com

B. Pelaksanaan Kurikulum PAK.16C. Pembelajaran PAK.18D. Pembelajaran PAK di Buku Siswa.181.Pengantar.192.Materi.193.Penjelasan Bahan Alkitab.194.Penilaian.205.Kegiatan Siswa.206.Nyanyian (lagu) dan Permainan dalam Buku Siswa.20E.Penilaian PAK.211.Daftar Cek.222.Skala Penilaian.233.Penilaian Sikap.244.Penilaian Tertulis.285.Penilaian Proyek.296.Penilaian Produk.307.Penilaian Portofolio.31F.Lingkup Kompetensi Kelas IV.33G.Judul Buku.34Bab 5Rumusan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)di SD Kelas IV.35Pendidikan Agama Kristen dan Budi PekertiV

Bab 6Penjelasan Setiap Pelajaran.39Pelajaran 1 : Sungguh Allah Mahakuasa.40Pelajaran 2 : Allah Berkuasa atas Hidup Manusia.49Pelajaran 3 : Allah Penolongku yang Setia.56Pelajaran 4 : Amos Manusia Biasa yang Dipilih Tuhan.64Pelajaran 5 : Allah Sumber Kekuatanku.71Pelajaran 6 : Mengapa Bergantung kepada Allah?.78Pelajaran 7 : Yesus Sanggup Menyembuhkan.85Pelajaran 8 : Hidup Bersyukur.92Pelajaran 9 : Tuhan, Selamatkanlah Kami!.100Pelajaran 10 : Hidup Berserah.106Lampiran.114Daftar Pustaka.120VIBuku Guru Kelas IV SD

Bab1PendahuluanPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti1

ALatar BelakangKurikulum 2013 dirumuskan dan dikembangkan dengan suatu optimismeyang tinggi yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan sekolah yang lebihcerdas, kreatif, inovatif, memiliki kepercayaan diri yang tinggi sebagai individudan bangsa, serta toleran terhadap segala perbedaan yang ada. Beberapa latarbelakang yang mendasari pengembangan Kurikulum 2013 tersebut antara lainberkaitan dengan persoalan sosial dan masyarakat, masalah yang terjadi dalampenyelenggaraan pendidikan itu sendiri, perubahan sosial berupa globalisasi dantuntutan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, dan hasil evaluasi PISAdan TIMSS.Kurikulum 2013 akan dilaksanakan secara bertahap mulai Juli 2013 diharapkandapat mengatasi masalah dan tantangan berupa kompetensi riil yang dibutuhkanoleh dunia kerja, globalisasi ekonomi pasar bebas, membangun kualitas manusiaIndonesia yang berakhlak mulia, dan menjadi warga negara yang bertanggungjawab. Pada hakikatnya pengembangan Kurikulum 2013 adalah upaya yangdilakukan melalui salah satu elemen pendidikan, yaitu kurikulum untukmemperbaiki kualitas hidup dan kondisi sosial bangsa Indonesia secara lebih luas.Jadi, pengembangan Kurikulum 2013 tidak hanya berkaitan dengan persoalankualitas pendidikan saja, melainkan kualitas kehidupan bangsa Indonesia secaraumum.Muara dari semua proses pembelajaran dalam penyelenggaraan pendidikanadalah peningkatan kualitas hidup anak didik, yakni peningkatan pengetahuan,keterampilan, dan sikap (aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik) yang baikdan tepat di sekolah. Dengan demikian mereka diharapkan dapat berperandalam membangun tatanan sosial dan peradaban yang lebih baik. Jadi, arahpenyelenggaraan pendidikan tidak sekadar meningkatkan kualitas diri, melainkanuntuk kepentingan yang lebih luas, yaitu membangun kualitas kehidupanmasyarakat, bangsa, dan negara yang lebih baik. Dengan demikian terdapatdimensi peningkatan kualitas personal anak didik, dan di sisi lain terdapatdimensi peningkatan kualitas kehidupan sosial.Pada Kurikulum 2013 telah disiapkan buku siswa yang dibagikan kepadamereka untuk mendukung proses pembelajaran dan penilaian. Selanjutnyaguru dipermudah dengan adanya buku pedoman dan panduan guru dalam2Buku Guru Kelas IV SD

pembelajaran. Di dalamnya terdapat materi yang akan dipelajari, metode danproses pembelajaran yang disarankan, sistem penilaian yang dianjurkan, dansejenisnya. Bahkan dalam buku untuk siswa terdapat materi pelajaran dan lembarevaluasi tertulis dan sejenisnya. Kita menyadari bahwa peran guru sangat pentingsebagai pelaksana kurikulum, yaitu berhasil tidaknya pelaksanaan kurikulumditentukan oleh peran mereka. Hendaknya guru: (1) memenuhi kompetensiprofesional, pedagogis, sosial, dan kepribadian yang baik; dan (2) dapat berperansebagai fasilitator atau pendamping belajar anak didik yang baik, serta mampumemotivasi anak didik dan mampu menjadi panutan yang dapat diteladani olehsiswa.BTujuanBuku panduan ini digunakan guru sebagai acuan dalam penyelenggaraanproses pembelajaran dan penilaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekertidi kelas. Secara khusus buku ini dapat dijadikan untuk hal-hal berikut.1) Membantu guru mengembangkan kegiatan pembelajaran dan penilaianPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti di tingkat sekolah dasar.2) Memberikan gagasan dalam rangka mengembangkan pemahaman,keterampilan, dan sikap serta perilaku dalam berbagai kegiatan belajar –mengajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti dalam lingkup nilainilai kristiani dan Allah Tritunggal.3) Memberikan gagasan contoh pembelajaran Pendidikan Agama Kristen danBudi Pekerti yang mengaktifkan siswa melalui berbagai ragam metode danpendekatan pembelajaran dan penilaian.4) Mengembangkan metode yang dapat memotivasi siswa untuk selalumenerapkan nilai-nilai kristiani dalam kehidupan sehari-hari mereka.CRuang LingkupBuku panduan ini diharapkan dapat digunakan oleh guru dalam melaksanakanproses pembelajaran yang mengacu pada buku siswa SD Kelas IV. Selain itu bukupanduan ini dapat memberi wawasan bagi guru tentang prinsip pengembanganKurikulum 2013, fungsi dan tujuan PAK, cara pembelajaran dan penilaian PAKserta penjelasan kegiatan guru pada setiap bab yang ada pada buku siswa.Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti3

Bab2PengembanganKurikulum 20134Buku Guru Kelas IV SD

APrinsip Pengembangan KurikulumKurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semuapengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah. Dalam kurikulum initerintegrasi filsafat, nilai-nilai, pengetahuan, dan perbuatan. Kurikulum disusunoleh para ahli pendidikan, ahli kurikulum, ahli bidang ilmu, pendidik, pejabatpendidikan, pengusaha serta unsur-unsur masyarakat lainnya. Rancangan inidisusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan, dalamproses pembimbingan perkembangan siswa mencapai tujuan yang dicitacitakan oleh siswa, keluarga, dan masyarakat. Kelas merupakan tempat untukmelaksanakan dan menguji kurikulum. Di dalamnya semua konsep, prinsip, nilai,pengetahuan, metode, alat, dan kemampuan guru diuji dalam bentuk perbuatan,yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata dan hidup. Pewujudan konsep,prinsip, dan aspek-aspek kurikulum tersebut seluruhnya terletak pada guru.Oleh karena itu, gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilankurikulum. Guru adalah perencana, pelaksana, penilai, dan pengembangkurikulum sesungguhnya. Suatu kurikulum diharapkan memberikan landasan,isi, dan menjadi pedoman bagi pengembangan kemampuan siswa secara optimalsesuai dengan tuntutan dan tantangan perkembangan masyarakat.Prinsip-Prinsip UmumAda beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum. Pertama,prinsip relevansi. Ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum,yaitu relevansi ke luar dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri. Relevansi keluar maksudnya tujuan, isi, dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulumhendaknya relevan dengan tuntutan, kebutuhan, dan perkembangan masyarakat.Kurikulum juga harus memiliki relevansi di dalam, yaitu ada kesesuaian ataukonsistensi antara komponen-komponen kurikulum, yakni antara tujuan, isi,proses penyampaian, dan penilaian. Relevansi internal ini menunjukkan suatuketerpaduan kurikulum.Prinsip kedua adalah fleksibilitas. Kurikulum hendaknya memiliki sifat lenturatau fleksibel. Kurikulum menyiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yangakan datang, di sini dan di tempat lain, bagi anak yang memiliki latar belakangdan kemampuan yang berbeda. Suatu kurikulum yang baik adalah kurikulumPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti5

yang berisi hal-hal yang solid, tetapi dalam pelaksanaannya memungkinkanterjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan kondisi daerah waktu maupunkemampuan, dan latar belakang anak.Prinsip ketiga adalah kesinambungan. Perkembangan dan proses belajaranak berlangsung secara berkesinambungan, tidak terputus-putus. Oleh karenaitu, pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga hendaknyaberkesinambungan antara satu tingkat kelas dengan kelas lainnya, antara satujenjang pendidikan dengan jenjang lainnya, juga antara jenjang pendidikandengan pekerjaan. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan bersama-sama,dan selalu diperlukan komunikasi dan kerja sama antara para pengembangkurikulum SD dengan SMP, SMA/SMK, dan perguruan tinggi.Prinsip keempat adalah praktis, mudah dilaksanakan, menggunakan alatalat sederhana dan biayanya juga murah. Prinsip ini juga disebut prinsip efisiensi.Betapapun bagus dan idealnya suatu kurikulum, kalau penggunaannya menuntutkeahlian dan peralatan yang sangat khusus dan mahal biayanya, maka kurikulumtersebut tidak praktis dan sukar dilaksanakan. Kurikulum dan pendidikan selaludilaksanakan dalam keterbatasan-keterbatasan, baik keterbatasan waktu, biaya,alat, maupun personalia. Kurikulum bukan hanya harus ideal tetapi juga praktis.Prinsip kelima adalah efektivitas. Walaupun kurikulum tersebut harussederhana dan murah tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan.Keberhasilan pelaksanaan kurikulum yang dimaksud baik secara kuantitasmaupun kualitas. Pengembangan suatu kurikulum tidak dapat dilepaskan danmerupakan penjabaran dari perencanaan pendidikan. Perencanaan di bidangpendidikan juga merupakan bagian yang dijabarkan dari kebijakan-kebijakanpemerintah di bidang pendidikan. Keberhasilan kurikulum akan mempengaruhikeberhasilan pendidikan. Kurikulum pada dasarnya berintikan empat aspekutama, yaitu: tujuan-tujuan pendidikan, isi pendidikan, pengalaman belajar, danpenilaian. Interelasi antara keempat aspek tersebut serta antara aspek-aspektersebut dengan kebijaksanaan pendidikan perlu selalu mendapat perhatiandalam pengembangan kurikulum.6Buku Guru Kelas IV SD

BKompetensi IntiKompetensi Inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi standarkompetensi lulusan (SKL) dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki olehmereka yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu.Merupakan suatu gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkanke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, danpsikomotorik) yang harus dipelajari siswa untuk suatu jenjang sekolah, kelas, danmata pelajaran. Kompetensi inti harus menggambarkan kualitas yang seimbangantara pencapaian hard skills dan soft skills.Kompetensi inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi kompetensi dasar.Sebagai unsur pengorganisasi, kompetensi inti merupakan pengikat untukorganisasi vertikal dan horizontal kompetensi dasar. Organisasi vertikalkompetensi dasar adalah keterkaitan antara konten kompetensi dasar satu kelasatau jenjang pendidikan ke kelas atau jenjang di atasnya sehingga memenuhiprinsip belajar, yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antarakonten yang dipelajari siswa. Organisasi horizontal adalah keterkaitan antarakonten kompetensi dasar satu mata pelajaran dengan konten kompetensi dasardari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelasyang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat.Kompetensi inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait, yaituberkenaan dengan sikap keagamaan (kompetensi inti 1), sikap sosial (kompetensiinti 2), pengetahuan (kompetensi inti 3), dan penerapan pengetahuan (kompetensiinti 4). Keempat kelompok itu menjadi acuan bagi kompetensi dasar dan harusdikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. Kompetensiyang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidaklangsung, yaitu pada waktu siswa belajar tentang pengetahuan (kompetensi intikelompok 3) dan penerapan pengetahuan (kompetensi inti kelompok 4).Sebenarnya, sejak tahun 2011 Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan LitbangKemdikbud telah mulai mengadakan penataan ulang kurikulum seluruh matapelajaran berdasarkan masukan dari masyarakat, pakar pendidikan dan kurikulumserta guru-guru. Ketika penataan sedang berlangsung, arah penataan berubahmenjadi “pembaruan” total terhadap seluruh kurikulum mata pelajaran yangdimulai pada pertengahan tahun 2012. Pemerintah menginginkan supaya adaPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti7

keterpaduan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya, dengandemikian membentuk wawasan dan sikap keilmuwan dalam diri siswa. Melaluiproses tersebut, diharapkan siswa tidak memahami ilmu secara fragmentaris danterpilah-pilah namun dalam satu kesatuan.Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka dalam struktur kurikulum barutidak ada rumusan standar kelulusan kelas dan standar kompetensi tetapi digantidengan kompetensi inti, yaitu rumusan kompetensi yang menjadi rujukandan acuan bagi seluruh mata pelajaran pada tiap jenjang dan tiap kelas. Jadi,penyusunan kompetensi dasar mengacu pada rumusan kompetensi inti yangada pada tiap jenjang dan kelas. Kompetensi inti merupakan pengikat seluruhmata pelajaran sebagai satu kesatuan ilmu termasuk mata pelajaran PendidikanAgama. Namun, mata pelajaran Pendidikan Agama tidak termasuk dalam modelintegratif tematis karena dipandang memiliki kekhususan tersendiri. Oleh karenaitu, mata pelajaran Pendidikan Agama termasuk Pendidikan Agama Kristen tetapberdiri sendiri sebagai mata pelajaran seperti sebelumnya.CKompetensi DasarKompetensi dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiapkelas yang diturunkan dari kompetensi inti. Kompetensi dasar adalah kontenatau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan keterampilan yangbersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai siswa. Kompetensi tersebutdikembangkan dengan memperhatikan karakteristik siswa, kemampuan awal,serta ciri suatu mata pelajaran. Mata pelajaran sebagai sumber dari kontenuntuk menguasai kompetensi bersifat terbuka dan tidak selalu diorganisasikanberdasarkan disiplin ilmu yang sangat berorientasi hanya pada filosofiesensialisme dan perenialisme. Mata pelajaran dapat dijadikan organisasikonten yang dikembangkan dari berbagai disiplin ilmu atau non disiplin ilmuyang diperbolehkan menurut filosofi rekonstruksi sosial, progresif ataupunhumanisme. Karena filosofi yang dianut dalam kurikulum adalah eklektik sepertidikemukakan di bagian landasan filosofi, maka nama mata pelajaran dan isi matapelajaran untuk kurikulum yang akan dikembangkan tidak perlu terikat padakaidah filosofi esensialisme dan perenialisme.Kompetensi dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiapkelas yang diturunkan dari kompetensi inti. Kompetensi dasar SD/MI untuk8Buku Guru Kelas IV SD

setiap mata pelajaran mencakup: Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikanpancasila dan kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, SeniBudaya dan Prakarya, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, sertaDaftar Tema dan Alokasi Waktunya.DCiri Khas Kurikulum 2013Kurikulum 2013 memiliki beberapa ciri khas, antara lain sebagai berikut.1) Tiap mata pelajaran mendukung semua kompetensi (sikap, keterampilan, danpengetahuan) yang terkait satu dengan yang lain serta memiliki kompetensidasar yang diikat oleh kompetensi inti tiap kelas.2) Konsep dasar pembelajaran mengedepankan pengalaman individu melaluiobservasi (meliputi menyimak, melihat, membaca, mendengarkan),bertanya, asosiasi, menyimpulkan, mengkomunikasikan, menalar, danberani bereksperimen yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkankreativitas siswa. Pendekatan ini lebih dikenal dengan sebutan pembelajaranberbasis pengamatan. Selain itu proses pembelajaran juga diarahkan untukmembiasakan siswa beraktivitas secara kolaboratif dan berjejaring untukmencapai suatu kemampuan yang harus dikuasai oleh siswa pada aspekpengetahuan (kognitif) yang meliputi daya kritis dan kreatif, kemampuananalisis dan evaluasi. Sikap (afektif), yaitu religiusitas, mempertimbangkannilai-nilai moralitas dalam melihat sebuah masalah, mengerti dan toleranterhadap perbedaan pendapat. Keterampilan (psikomotorik) meliputiterampil berkomunikasi, ahli dan terampil dalam bidang kerja.3) Pendekatan pembelajaran adalah berpusat pada siswa (studentcentered). Guru berperan sebagai fasilitator atau pendamping sertapembimbing peserta didik dalam proses pembelajaran. Pendekatanpembelajaran lainnya adalah pembelajaran aktif dan kooperatif(active and cooperative learning). Yaitu dalam proses pembelajaransiswa harus aktif untuk bertanya, mendalami, dan mencari pengetahuanuntuk membangun pengetahuan mereka sendiri melalui pengalaman daneksperimen pribadi dan kelompok, metode observasi, diskusi, presentasi,melakukan proyek sosial dan sejenisnya. Pendekatan terakhir yang dibahas disini yaitu kontekstual (contextual). Yaitu pembelajaran harus dikaitkandengan konteks sosial di mana siswa hidup, yaitu lingkungan kelas, sekolah,Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti9

keluarga, dan masyarakat. Melalui ketiga pendekatan tersebut diharapkandapat menunjang capaian kompetensi siswa secara optimal.4) Penilaian untuk mengukur kemampuan pengetahuan, sikap, dan keterampilanhidup siswa yang diarahkan untuk menunjang dan memperkuat pencapaiankompetensi yang dibutuhkan oleh siswa di abad ke-21. Dengan demikian,penilaian yang dilakukan sebagai bagian dari proses pembelajaran adalahpenunjang pembelajaran itu sendiri. Dengan proses pembelajaran yangberpusat pada siswa, maka sudah seharusnya penilaian juga dapat dikreasisedemikian rupa hingga semenarik, menyenangkan, tidak menegangkan,dapat membangun rasa percaya diri dan keberanian siswa dalam berpendapat,serta membangun daya kritis dan kreativitas.5) Di sekolah dasar, bahasa Indonesia sebagai penghela mata pelajaran lain(sikap dan keterampilan berbahasa) dan pendekatan tematik diberlakukandari kelas satu sampai kelas enam kecuali pada mata pelajaran pendidikanagama.10Buku Guru Kelas IV SD

Bab3Hakikat dan TujuanPendidikan AgamaKristen dan Budi PekertiPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti11

Pendidikan Agama merupakan rumpun mata pelajaran yang bersumber dariKitab Suci setiap agama, yang dapat mengembangkan kemampuan siswa dalammemperteguh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa, serta berakhlakmulia atau budi pekerti luhur dan menghormati serta menghargai semua manusiadengan segala persamaan dan perbedaannya, termasuk setuju untuk tidak setuju.AHakikat Pendidikan Agama Kristen dan BudiPekertiHakikat Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti seperti yang tercantumdalam hasil Loka karya Strategi Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti diIndonesia tahun 1999 adalah: Usaha yang dilakukan secara terencana danberkelanjutan dalam rangka mengembangkan kemampuan peserta didik agardengan pertolongan Roh Kudus dapat memahami dan menghayati kasih TuhanAllah di dalam Yesus Kristus yang dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari,terhadap sesama dan lingkungan hidupnya. Dengan demikian, setiap orangyang terlibat dalam proses pembelajaran PAK memiliki keterpanggilan untukmewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah dalam kehidupan pribadi maupunsebagai bagian dari komunitas.BFungsi dan Tujuan Pendidikan AgamaKristen dan Budi PekertiMenurut Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang PendidikanAgama kristen dan Pendidikan Keagamaan, disebutkan bahwa pendidikan agamaberfungsi membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaiandan kerukunan hubungan inter dan antarumat beragama (Pasal 2 ayat 1).Selanjutnya disebutkan bahwa Pendidikan Agama bertujuan mengembangkankemampuan siswa dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilaiagama yang menyerasikan penguasaannya dalam ilmu pengetahuan, teknologidan seni (Pasal 2 ayat 2).12Buku Guru Kelas IV SD

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan BudiPekerti berfungsi untuk hal-hal sebagai berikut.1) Memperkenalkan Allah dan karya-karya-Nya agar siswa bertumbuh imanpercayanya dan meneladani Allah dalam hidupnya.2) Menanamkan pemahaman tentang Allah dan karya-Nya kepada siswa,sehingga mampu memahami, menghayati, dan mengamalkannya.Adapun tujuan Pendidikan Agama Kristen dan BudiPekerti adalah seperti di bawah ini.1) Menghasilkan manusia yang dapat memahami kasih Allah di dalam YesusKristus serta mengasihi Allah dan sesama.2) Menghasilkan manusia Indonesia yang mampu menghayati imannya secarabertanggung jawab serta berakhlak mulia dalam masyarakat majemuk.Pendidikan Agama Kristen dan Budi PekertiPada dasarnya fungsidimaksudkan untuk menyampaikan Injil atau Kabar Baik, yang disajikan dalamdua aspek, yaitu aspek Allah Tritunggal dan Karya-Nya, dan aspek Nilainilai Kristiani. Secara holistik, pengembangan Kompetensi Inti dan KompetensiDasar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti pada Pendidikan Dasar danMenengah mengacu pada dogma tentang Allah dan karya-Nya. Pemahamanterhadap Allah dan karya-Nya harus tampak dalam nilai-nilai Kristiani yangdapat dilihat dalam kehidupan keseharian siswa. Inilah dua aspek yang adadalam seluruh materi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekertidari SD sampai SMA/SMK.CLandasan TeologisPendidikan Agama Kristen telah ada sejak pembentukan umat Allah yangdimulai dengan panggilan terhadap Abraham. Hal ini berlanjut dalam lingkungandua belas suku Israel sampai dengan zaman Perjanjian Baru. Sinagoge atau rumahibadah orang Yahudi bukan hanya menjadi tempat ibadah melainkan menjadipusat kegiatan pendidikan bagi anak-anak dan keluarga orang Yahudi. Beberapanas berikut ini dipilih untuk mendukungnya.Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti13

1. Kitab Ulangan 6:4-9Allah memerintahkan umat-Nya untuk mengajarkan tentang kasih Allahkepada anak-anak dan kaum muda. Perintah ini kemudian menjadi kewajibannormatif bagi umat Kristen dan lembaga gereja untuk mengajarkan kasihAllah. Dalam kaitannya dengan Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti,bagian Alkitab ini telah menjadi dasar dalam menyusun dan mengembangkanKurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti.2. Amsal 22:6Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya maka pada masatuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.3. Injil Matius 28:19-20Yesus Kristus memberikan amanat kepada tiap orang percaya untuk pergike seluruh penjuru dunia dan mengajarkan tentang kasih Allah. Perintah initelah menjadi dasar bagi tiap orang percaya untuk turut bertanggung jawabterhadap Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti.Sejarah perjalanan agama Kristen turut dipengaruhi oleh peran Pend

Belajar bukan sekadar untuk tahu, melainkan dengan belajar seseorang menjadi tumbuh dan berubah. Tidak sekadar belajar lalu berubah, dan menjadi semakin dekat dengan Allah sendiri. Sebagaimana tertulis dalam Mazmur 119:73, “ Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu”.