Transcription

KAJIAN TENTANG PENGELOLAAN GULMA PADISAWAH DI SUBAK CEPIK, DESA TAJEN,KECAMATAN PENEBEL, KABUPATEN TABANANOLEH:IR.I KETUT ARSA WIJAYA,M.SiPROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGIFAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS UDAYANADENPASAR-BALI2017

KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan yang Mahaesa atas karunianyasehingga tulisan yang berjudul ”Kajian Tentang Pengelolaan Gulma Padi Sawah diSubak Cepik, Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan ” dapatterwujud.Pada kesempatan ini penulis mengucapkan penghargaan dan terima kasihkepada semua pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materialsehingga tulisan ini dapat terwujud.Penulis menyadari tulisan ini masih jauh dari sempurna,untuk itu penulisberharap kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan tulisan ini. Akhirkata penulis berharap semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa danpembaca yang membacanya.Denpasar,Juni,2017Penulis.ii

DAFTAR TABELTabel1JudulHalHasil cara pengelolaan gulma padi sawah di subak Cepik, Desa Tajen 27iii

RINGKASANPenelitian yang berjudul “Kajian Tentang Pengelolaan Gulma Padi Sawah diSubak Cepik, Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan “ pada bulanMei 2017. Pengambilan data dengan menggunakan data hasil dari wawancara danpengamatan langsung pada sawah petani di Subak Cepik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan cara pengelolaan gulma padisawah yang paling banyak dilakukan di subak Cepik, Desa Tajen adalahpengendalian gulma dengan cara pencegahan yang mmenggunakan benih tanamanyang bebas dari biji gulma sebanyak 100 % ; cara mmekanik yang menggunakantangan atau alat penyiang lanak (odrok) sebesar 100 %; cara kultur teknik denganmenerapkan panca usaha tani sebesar 100 % ; yang selanjutnya diikuti dengan carakimiawi yang mmenggunakan herbisida (Ally 20 WP, DMA ) sebesar 66,67 % dancara terpadu yang menggabungkan cara mekanik dan kimiawi sebesar 40 %.Penyiangan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada umur padi 2 minggu setelahtanam dan pada umur padi 4 minggu setelah tanam.Mengenai hasil panen padi pada musim itu dikatakan oleh petani sangatrendah yang disebabkan oleh adanya serangan hama tikus dan penyakit potongleher. Hasil panen padi menurun sampai 90 % dan bahkan ada sampai 100%.iv

DAFTAR ISIJUDUL.iKATA PENGANTAR.iiDAFTAR TABEL.iiiRINGKASAN.ivDAFTAR ISI.vBAB. I PENDAHULUAN. 1BAB .II KAJIAN PUSTAKA.6BAB.III BAHAN DAN METODE PENELITIAN.25BAB .IV HASIL DAN PEMBAHASAN.27BAB.V KESIMPULAN DAN SARAN.31DAFTAR PUSTAKA.32v

BAB IPENDAHULUAN1.1.Latar BelakangPangan merupakan kebutuhan dasar yang paling esensial bagi manusia untukmempertahankan hidup dan kehidupan. Pangan sebagai sumber zat gizi (karbohidrat,lemak, protein, vitamin, mineral dan air) menjadi landasan utama untuk kesehatan dankesejahteraan sepanjang siklus kehidupan. Di Indonesia, tanaman padi merupakansalah satu tanaman utama. Sebab tanaman ini merupakan penghasil sebagianbesar makanan pokok di negeri ini. Padi merupakan tanaman yang menghasilkanberas. Padi merupakan bahan pakan pokok masyarakat Indonesia dengansekitar 50% masyarakat Indonesia bergantung pada ketersediaan padi.Penanaman padi mencakup luasan 11,5 juta hektar di seluruh kepulauanIndonesia, terutama di Jawa mencapai 5,4 juta hektar (Badan PerencanaanNasional, 2003). Pada tahun 2003, di area lahan produksi padi yang mencapai10,5 juta hektar produktivitas tertinggi dicapai di lahan sawah beririgasi karenapenanaman dapat dilakukan lebih dari sekali dengan hasil panen yang lebihbaik.Hasanah (2007) mengatakan bahwa kandungan gizi yang terdapat padatanaman padi antara lain karbohidrat, protein, lemak, serta serat kasar , abu danvitamin. Beras juga mengandung tujuh berbagai macam unsur mineral , antara lainkalium,magnesium, sodium, fosfor, dan lain sebagainya. Indonesia sebagai salah satunegara agraris semestinya dapat memenuhi sumber kebutuhan pangannya sendiri,dengan memanfaatkan semua potensi sumber daya manusia, sumberdaya alam, modalsosial dan pemerintah, seharusnya Indonesia mampu menjadi salah satu negaraswasembada pangan. Pertumbuhan dan hasil tanaman padi, selain dipengaruhi oleh

2populasi tanaman, juga dipengaruhi oleh kehadiran gulma, hama dan penyakit padapertanaman.Gulma padi, sebagai salah satu faktor biotik di lahan pertanian, hingga saatini masih menjadi permasalahan bagi petani dari musim ke musim. Hasil peneliianRocmah (2012) mmenemukan sebanyak 173 spesies gulma yang tumbuh di sawahdan sebanyak 193 spesies yang tumbuh di galengan sawah. Petani umumnyamasih memiliki ketergantungan terhadap herbisida dalam menanggulangi gulmapadi karena persepsi yang terbentuk selama bertahun-tahun mengenai daya gunaherbisida dan adanya penurunan jumlah tenaga kerja di bidang pertanian.Meskipun sejumlah penelitian terbaru telah mengemukakan menerus baik bagikesehatan petani maupun lingkungan.Gulma merupakan masalah serius dalam usaha tani padi sawah di Indonesia.Banyak faktor yang menentukan tingkat kompetisi antara padi dengan gulma,diantaranya adalah jenis gulma, kerapatan, distribusi dan waktu kehadiran gulmaserta kultur teknis tanaman (Chauhan dan Johnson, 2010). Salah satu gulma pentingadalah jajagoan (Barnyard grass) atau Echinochloa crus-galli. Gulma inimenyebabkan kehilangan hasil gabah mencapai 61% (Saito et al., 2010). Jajagoanpada pertanaman tebar benih langsung dengan infestasi sangat berat dapatmenyebabkan gagal panen (Rao et al., 2007). Selain itu, gulma menurunkan kualitasbenih yang dihasilkan dan menyebabkan biaya pengendalian yang besar sehinggamenurunkan pendapatan petani (Tungate et al., 2007).Gulma merupakan rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman yang kitabudidayakan yang kehadirannya selalu mengganggu pertumbuhan tanaman(Anon.,1976). Gulma juga dikenal dengan sebutan rerumputan, rumput-rumput

3tumbuhan liar, herba, weed (Inggris), unkraut (Jerman), Onkruit (Belanda), dan Tzao(Cina). Perubahan lingkungan (ekosistem) yang dilakukan untuk mengintensifkanusaha pertanian memberi peluang besar bagi pengembangbiakan dan penyebarananeka jenis gulma . Gulma umumnya mampu mempertahankan diri dalammenghadapi perubahan lingkungan karena dapat beradaptasi dan bersaing.Menurut Pitoyo (2006) gulma yang banyak tumbuh pada areal pertanamanpadi sawah adalah: Echinochloa crusgalli ; Commelina benghalensis; Cyperusdifformis; Cyperus rotundus; Cyperus iria L; Digitaria celiaris; Eleuine indica L.;Echinochloa colona; Fimbristylis miliacea; Marsilea crenata .Sedangkan menurutSukman dan Yakup (2002) mengatakan bahwa terdapat 33 jenis gulma yang seringdijumpai pada areal padi sawah dengan perincian 10 jenis dari golongan gulmarerumputan; 7 jenis teki-tekian; dan 16 jenis dari golongan gulma berdaun lebar.Sepuluh jenis gulma yang dominan adalah : Monochoria vaginalis; Paspalumdistichum; Fimbristylis milliacea; Cyperus difformis; Scirpus juncoides; Marcileacrenata; Echinochloa crussgalli ; Junsiea repens; Spenochlea zeylanica; danCyperus iria.Rendahnya hasil padi yang disebabkan oleh adanya kompetisi dengan gulma,terutama terhadap CO2, cahaya matahari, unsur hara dan ruang tumbuh (Sukman danYakup,1991). Akibat kompetisi ini hasil tanaman padi turun sampai 13 % bahkan diRukmana dan Saputra (1999) mengatakan bahwa kehilangan hasil padi sawah akibatgangguan dari jenis gulma Bobontengan ( Leptochloa chinensis L) sebesar 40 %,Kolomento (Leersia hexandra ) sebesar 60 %, Jajagoan leutik (Echinochloa colonumL) sebesar 85 %, Lamhani (Pasphalum distichun L) sebesar 85 % dan Jajagoan(Echinochloa crusgalli L) sebesar 100 %. Selanjutnya dikatakan pula penurunan

4produksi padi akibat gangguan dari gulma, hama dan penyakit berturut-turut sebesar11 % , 36 % dan 10 %. Besarnya penurunan hasil panen yang disebabkan oleh gulmasangat bervariasi tergantung dari jenis tanaman pokok dan jenis gulma.Adanya gulma dalam jumlah yang cukup banyak dan rapat selama musimpertumbuhan akan menyebabkan kehilangan hasil secara total (Sastrautomo,1990).Selanjutnya dikatakan pula besarnya kehilangan hasil tanaman pangan akibatkompetisi sangatlah erat kaitannya dengan jumlah individu gulma yang turut berperandalam kompetisi serta siklus hidup dari gulmanya. Akibat perilaku gulma yangmenghambat pertumbuhan dan penurunan hasilcendrung membuat manusiaberusaha mengurangi atau menghilangkan gulma itu (Moenandir, 1990). Kerugianyang ditimbulkan oleh gulma setara dengan kerugian yang diakibatkan oleh hama danpenyakit. Gulma menjadi masalah yang tetap, karena selalu menyaingi tanamanutama (pokok) dalam pengambilan unsur hara, air, cahaya dan tempat. Sistempertanian yang mempraktekan penanaman dalam barisan, monokultur, jarak tanamyang antar barisan, pemupukan, penggunaan alat –alat pertanian ( mekanisasi),pengairan, sekaligus memberi peluang bagi gulma untuk tumbuh dan berkembang.Pengendalian gulma dilaksanakan pada saat tertentu, yang bila tak diberantaspada saat itu akan benar-benar menurunkan hasil akhir pertanaman. Berdasarkanuraian di atas maka sangat penting dilakukan penelitian yang berjudul “KajianTentang Pengelolaan Gulma Padi Sawah di Subak Cepik Desa Tajen ,KecamatanPenebel, Kabupaten Tabanan.

51.2 Rumusan MasalahBagaimanakah cara petani mmengelola gulma yang tumbuh pada tanamanpadi ,agar penurunan hasil akibat persaingan dengan gulma dapat ditekan sekecilmungkin.1.3 Tujuan PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk menemukan cara mengelola gulma yang efektifdan efisien pada budidaya tanaman padi sawah.1.4 Manfaat PenelitianHasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai pedoman bagi petani padisawah untuk melakukan pengelolaan gulma yang efektif dan efisien,agar hasiltanaman padi dapat ditingkatkan,kesejahtraan petani.yang pada akhirnya dapat meningkatkan

BAB IIKAJIAN PUSTAKA2.1 Syarat Tumbuh Tanaman PadiTanaman padi mampu tumbuh dan hidup dengan suhu rata-rata berkisar 68 –1000C. Budidaya tanaman padi, pengaruh suhu harus diperhatikan karena suhu yangrendah dalam budidaya padi akan memperlambat perkecambahan benih sehingga dapatmemperlambat proses pemindahan bibit kelapangan ( Rosmawati,2006). Curah hujanuntuk tanaman padi yaitu 200 mm/ bulan. Curah hujan sangat berpengaruh terhadappertumbuhan vegetatif dan generatif. Suhu yang baik untuk tanaman padi adalah 330Ckeatas, adapun pengaruh suhu terhadap tanaman padi yaitu terjadinya kehampaan padabiji padi ( Hasanah, 2007).2.2 Sistematika dan Morfologi Tanaman PadiTanaman padi merupakan tanaman jenis rumput-rumputan. Tanaman padi dalamsistematika tumbuhan dikelasifikasikan ke dalam ( Herawati, 2012) sebagai berikut:Divisi: SpermatophytaKelas: MonocotyledoneaeOrdo: PoalesFamili: GraminaeGenus: Oryza LinnSpecies: Oryza sativa L.

7Morfologi tanaman padi merupakan tanaman yang berumur pendek, umurnyakurang dari setahun dan berproduksi sekali. Tanamanyangtelahtumbuhdanmenghasilkan buah padi tidak dapat tumbuh seperti semula lagi, tetapi tanaman padiakan mati. Tanaman padi dikelompokan menjadi dua bagian yaitu bagian vegetatf danbagian generatif.Bagian vegetatif yaitu akar tanaman padi berfungsi sebagai penyerap makanandan air dari dalam tanah, sebagai proses respirasi dan sebagai penopang tegaknyabatang. Akar padi mempunyai dua macam yaitu akar primer dan akar seminal. Akarprimer merupakan akar yang tumbuh dari kecambah biji dan akar seminal merupakanakar yang tumbuh di dekat buku-buku (Sudirman dan Iwan,1994).Perakaran tanaman padi dibagi menjadi 4 kelompok yaitu: (1) Akar tunggang yaitu akaryang tumbuh pada saat benih berkecambah, (2) Akar serabut yaitu akar yang tumbuhsetelah padi berumur 5-6 hari dan berbentuk akar tunggang dan menjadi akar serabut,(3) Akar rumput yaitu akar yang keluar dari akar tunggang dan akar serabut dan akar iniberfungsi untuk menyerap air dan unsur hara dan (4) Alkar tajuk yaitu akar yangtumbuh dari tunas batang terendah. Akar yang telah dewasa berwarna coklat sedangkanakar yang masih muda atau akar yang baru tumbuh berwarna putih. Tanaman padi inisemakin bertambah umurnya semua organ tanaman akan mengalami pertumbuhan danperkembangan dan termasuk juga akarnya. Akar mulai tumbuh melalui prosesperkecambahan benih. Akar yang berasal dari benih yang berkecambah berupa akarpokok. Kemudian setelah berumur 5-6 hari akan tumbuh akar serabut (Hasanah,2007)

8Batang tanaman padi berfungsi sama dengan batang tanaman yang lainnya di manabatang tanaman padi ini akan menopang tanaman secara keseluruhan dan sebagaipenghubung untuk mengalirkan zat makanan keseluruh bagian tanaman. Tanaman padiini memiliki ciri khas tersendiri yaitu batang tanaman padi memiliki rongga dan ruas(Sudirman dan Iwan. 1994). Rangkaian ruas memiliki panjang yang berbeda- beda.Ruas batang bawah pada tanaman padi memiliki ruas yang pendek, sedangkan semakinke atas maka ruasnya akan semakin panjang. Batang tanaman padi baru, akan munculpada ketiak daun,pada mulanya akan tumbuh kuncup dan setelah itu akan berkembangmenjadi batang baru . Pertumbuhan tanaman padi, batangnya merumpun, terdapat satubatang tunggal atau batang utama yang mempunyai 6 mata atau sukma. Sukma 1, 3, 5disebelah kanan dan sukma 2, 4 dan 6 di sebelah kiri. Disetiap[ sukma ini timbul tunasyang disebut tunas orde pertama. Tunas tersebut tumbuhnya didahului tunas yangtumbuh dari sukma pertama, kemudian sukma ke dua, disusul oleh tunas yang tumbuhdari sukma ke tiga dan seterusnya sampai tunas terakhir yang tumbuh yaitu tunas keenam pada batang tunggal. Tunas yang tumbuh dari orde pertama ini yangmenghasilkan tunas orde ke dua yaitu orde pertama yang paling bawah pada batangutama. Pembentukantunas dari orde ke tiga biasanya tidak terjadi karena tidakmempunyai ruang hidup dalam kesesakan dihimpit oleh tunas orde pertama dan orde kedua (Herawati, 2012).Anakan tanaman padi akan tumbuh secara merumpun dan tumbuh di dasarbatang. Pembentukan anakan terjadi secara tersusun, yaitu anakan pertama, ke dua, ketiga dan seterusnya (Hasanah, 2007).

9Daun tanaman padi akan tumbuh dan berkembang pada buku masing-masingsatu buah dengan susunan berselang-seling. Tanaman padi yang unggul pada umumnyamemiliki 14-18 helai daun pada setiap tanaman( Sudirman dan Iwan, 1994). Dauntanaman padi memiliki ciri khas tersendiri yaitu mempunyai sisik dan daun telinga,dengan demikian tanaman padi dibedakan menjadi tanaman jenis rumput yang lain (Hasanah,2007). Tanaman yang termasuk jenis rerumputan memiliki daun yang berbedabeda, baik bentuk, susunan maupun bagian lainnya. Hal inilah yang menyebabkan daunpadi dibedakan menjadi jenis rumput lain.Adapun bagian- bagian daun padi meliputi:1.Helaian daun, terletak pada batang padi serta bentuknya memanjang seperti pita.Ukuran panjang dan lebarnya tergantung pada varietas tanaman padi yang ditanam.2.Pelepah daun, merupakan bagian daun yang menyelubungi batang dan berfungsi untumemberi dukungan pada bagian ruas yang jaringannya lunak.3.Lidah daun, terletak pada perbatasan antara helai daun dan upih. Panjang lidah daunberbeda-beda tergantung pada varietasnya. Fungsi lidah daun yaitu mencegah masuknyaair hujan diantara batang dan pelepah daun. Selain itu juga lidah daun dapat mencegahinfeksi penyakit sebab media air memudahkan penyebaran penyakit (Herawati.2012).Bagian generatif yaitu malai adalah bunga padi (spikelet) dan keluar dari bukuyang paling atas. Bulir-bulir padi terletak pada cabang pertama dan ke dua serta sumbuutamanya adalah ruas buku yang terakhir pada batang. Panjang malai tergantung padavarietas yang ditanam. Panjang malai dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu malaipendek kurang dari 20 cm,malai sedang 20-30 cm dan malai panjang lebih dari 30 cm.

10Jumlah cabang berkisar 15-20 buah yang terendah 7 buah cabang dan yang terbanyakmencpai 30 buah cbang (Hasanah,2007).Bunga padi merupakan jenis golongan bunga berkelamin dua, setiap bungamempunyai enam buah benng sari yang bertangkai pendek dan dua tangkai putikdengan dua buah kepala putik. Proses penyerbukan pada tanaman padi dimulai denganmenempelnya serbuk sari pada kepala putik dan setelah itu maka tanaman padi akanmenghasilkan buah padi (gabah) yang disebut dengan kariopsis. Sedangkan berasmerupakan bagian dari kariopsisyang terdiri dari lembaga (embrio) danendosperm(Sugirman dan Iwan, 1994).Buah padi adalah buah telanjang yaitu yang mempunyai perhiasan bunga danmempunyai jenois kelamin dengan bakal buah yang di atas mempunyai benang sari 6buah, tangkai sarinya pendek dan tipis, tangkai sari besar dan mempunyai dua kandungserbuk . Putik mempunyai dua tangkai putik dengan dua buah kepala putik yangberbentuk malai dan berwarna putih atau ungu (Herawati,2012).2.3 Umur BibitBudidaya tanaman padi sangat perlu memperhatikan pengadaan perbandinganumur bibit semai. Umur bibit semai padi dapat mempengaruhi banyak tidaknya anakansetelah padi ditanam. Semakin tua umur bibit semai maka semakin sedikit jumlahanakan yang produktif, namun dalam tinggi tanaman padi tidak begitu berpengaruh.Pengadaan umur bibit semai juga dapat mempengaruhi sedikit banyaknya produksi danhasil dari tanaman padi. Semakin lama umur bibit semai maka produksi padi tetrsebutakan menurun (Atman,2009). Umur bibit yang baik untuk penanaman padi tersebut

11adalah 15-20 hari setelah semai, di mana umur bibit ini mampu menghasilkan produksipadi yang paling tinggi dibandingkan dengan umur bibit padi yang berumur 25 harisetelah semai. Umur bibit yang lebih dari 25 hari setelah semai tidak mampumenghasilkan banyak anakan yang produktif, sehingga hasil yang dicapai tidakmaksimal. Sementara itu menurut Hasanah (2007) bibit yang berumur 25-40hari dapatsegera dipindahkan dari pesemaian ke lahan yang akan ditanami padi. Syarat yang harusdiperhatikan sebelum memindahkan bibit ke areal tanam yaitu bibit padi telah berumur25-40 hari, bibit berdaun 5-7 helai, batang bagian bawah besar dan kuat, pertumbuhanbibit seragam dan bibit tidak terserang hama dan penyakit.2.4 Pengertian Gulma dan PenggolonganKetika mata pencaharian diusahakan dengan pola bercocok tamam, munculahmasalah tumbuhan pengganggu (gulma) yang menjadi salah satu faktor pembataspeningkatan kuantitas dan kualitas produksi pertanian. Definisi gulma cukup banyak,diantaranya ( Rukmana dan Saputra, 1999) adalah sebagai berikut:1.Tumbuhan yang tidak pada tempatnya.2.Tumbuhan yang mempunyai nilai negatif.3.Tumbuhan yang tidak dikehendaki.4.Tumbuhan yang mengganggu usaha manusia dalam mencapai kesejahtraannya.5.Setiap tumbuhan yang tumbuh di tempat yang tidak dikehendaki, terutama di tempatmanusia bermaksud mengusahakan tumbuhan atau tanaman lain.

126.Setiap tumbuhan yang tumbuh pada tempat yang tidak diinginkan ,sehingga manusiaberusaha memberantasnya,7.Tumbuhan yang kehadirannya tidak dikehendaki oleh manusia.8.Tumbuhan yang tumbuh sendiri di antatra tanaman yang diusahakan.9.Tumbuhan yang kompetitif dan agresif.10. Tumbuhan liar dan tumbuh berlebihan.11.Tumbuhan yang kukuh (gigih) dan tahan terhadap pengendalian atau pemberantasan.12. Tumbuhan yang tidak enak dipandang dan merusak pemandangan.Selanjutnya gulma dapat disimpulkan adalah tumbuhan yang tidak padatempatnya dan memiliki pengaruh negatif sehingga kehadirannya tidak dikehendakioleh manusia. Gulma dapat memperluas daya adaptasi dan daya saing (kompetisi)hingga merugikan tanaman budidaya. Sifat-sifat umum yang dimiliki gulma antara lain:a.Cepat berkembang biak.b.Periode pembungaan cukup lama.c.Pembentukan biji berlainan umur.d.Bunga umumnya majemuk.e.Berbiji banyak.f.Sifat dormansi yang lama.g.Daya adaptasi luas.

13h.Tahan terhadap lingkungan yang kurang menguntungkan.Gulma dapat dikelompokan berdasarkan karakteristik tertentu.A. Berdasarkan morfologinya, gulma dapat dibedakan sebagai berikut:1. Golongan rerumputan (grasses)Golongan rerumputan mencakup jenis gulma yang termasuk ke dalam familigramineae.Gulma ini memiliki daya adaptasi cukup tinggi, distribusi cukup tinggi danmampu tumbuh baik pada lahan kering maupun tergenang. Ciriumumdarigulmarerumputan adalah sebagai berikut:1.Bentuk batangnya umumnya silindris, ada pula yang agak pipih atau persegi.2.Batang biasanya berongga, beberapa diantaranya berisi.3.Daunnya tunggal (soliter) terdapat pada buku dan berbentuk garis (linear)4.Duduk daun berselang seling, membentuk barisan kanan dan kiri.5.Tulang daun sejajardan ditengah helaiannya terdapat ibu tulang daun.6.Daun terdiri dari pelepah dan helaian daun yang tepinya rata.7.Lidah daun kerap tampak jelas pada batas antara pelepah dan helai daun.8.Bunga tersusun dalam bulir.9.Bulir tersusun dari anak bulir(spikelet) yang bertangkai, meskipun ada pula yang takbertangkai.

1410.Setiap anak bulir tersusun dari satu atau lebih bunga kecil (floret).11.Biasanya setiap bunga kecil dikelilingi oleh sepasang daun pelindung(bratea) yangbesarnya tidak sama.Bratea yang besar disebut lema dan bratea yang kecil disebut palea.12.Bakal buah beruang satu dan berbiji satu.13.Buahnya sering disebut caryopsis atau grain.14.Bentuk buah ada yang bulat memanjang (oblong), seperti perahu, bulat telur ataudatar cembung (planoconvex) .Contoh gulma rerumputan, antara lain alang-alang (Imperata cylindrica L,), Rumputpahit (Ax0n0pus cmpressus Swartz.Beauv.)2. Golongan Teki (Sedges)Golongan teki meliputi semua jenis gulma yang termasuk kedalam familiCyperaceae.Ciri-ciri gulma golongan teki adalah sebagai berikut:1.Batang pada umumnya berbentuk segitiga, kadang-kadang bulat, pipih dan berisi.2.Daun berjejal pada pangkal batang dan tersusun dalam tiga deret.3.Daun duduk dan berbentuk pita dengan urat daun membujur.4.Pelepah daun berbentuk buluh, meskipun ada pula yang tidak berpelepah.5.Tanaman tidak memiliki lidah daun.6.Bunga tersusun dalam bulir atau anak bulir dan biasanya disungkupi oleh satu daunpelindung.

157.Ibu tangkai karangan bunga tidak berbuku-buku.8.Buah tidak membuka, bijinya lepas dari dinding buah.9.Organ perbanyakan utamanya ada yang terletak dalam tanah, ada yangmempergunakan biji.Contoh gulma golongan teki antara lain: Teki (Cyperus rotundus L) danRumput sendayan (Rhynchospora corymbosa L )3. Golongan Berdaun Lebar (Broadleaf weeds)Golongan gulma berdaun lebar meliputi semua jenis gulma selain familigramineae dan Cyperaceae. Gulma berdaun lebar umumnya terdiri dari golongandiocotyledoneae dan paku-pakuan (pteridophyta).Ciri –ciri umum gulma berdaun lebar adalah sebagai berikut:1.Ukuran daunnya lebar.2.Tulang daun berbentuk jaringan3.Terdapat tunas-tunas tambahan pada setiap ketiak daun, kadang-kadang juga padaakar.Contoh gulma berdaun lebar adalah: Bayam duri (Amaranthus spinosus ) danBabadotan atau wedusan ( Ageratum conyzoides L.)B. Berdasarkan habitat umum gulma dapat digolongkan sebagai berikut:1. Gulma Darat (Terrestrial weeds)

16Gulma darat tumbuh pada lahan kering dan bila tergenang air akan mati. Contohgulma darat antara lain: teki (Cyperus rotundus L.), alang-alang (Imperata cylindricaL.) dan rumput setawar (Borreria latifolia (Aubl.) K.Sch).2. .Gulma Air (Aquatic weeds)Gulma air adalah gulma yang sebagian atau seluruh hidupnya berada di air.Contoh gulma air antara lain: eceng lembut (Monochoria vaginalis ), eceng gondok(Eichornia crasipes ) dan genjer (Limnocharis flava L)C. Berdasarkan bentuk daun, maka gulma dapat digolongkan menjadi:1.Gulma berdaun lebar. Tumbuhan inimempunyai bentuk daun lebar, dari jenis dikotildan pada umumnya mempunyai lintasan C3.2.Gulma berdaun sempit. Tumbuhan inimempunyai bentuk daun sempit panjang, darijenis monokotil dan pada umumnya mempunyai lintasan C4.D. Berdasarkan lama hidupnya maka gulma digolongkan menjadi:1. Gulma semusim atau setahun (annual). Tumbuhan ini menyelesaikan daur hidupnyadari biji, tumbuh sampai mati selama semusim atau setahun.Karena banyaknya biji yangterbentuk maka persisten.2. Gulma dua tahunan(biennial). Tumbuhan ini menyelesaikan daur hidupnya selamasatu sampai dua tahun. Bunga dibentuk pada tahun kedua.

173. Gulma tahunan (perennial). Tumbuhan ini menyelesaikan daur hidupnya selama lebihdari dua tahun. Kebanyakan dari gulma ini membentuk biji yang banyak untukpenyebaran dan dapat pula menyebar secara vegetatif.E. Berdasarkan dari sudut pentingnya interaksi terhadap tanaman yang dibudidayakan,maka gulma dapat digolongkan kedalam:1.Golongan gulma ganas terdiri dari 18 spesies, yang antara lain adalah: Cyperusrotundus, Cynodon daktylon, Echinochloa crusgalli, Echinochloa colona , Eleusinindica dan Imperata silindrica.2.Golongan gulma agak ganas yang terdiri dari 57 spesies antara lain : Ageratumconyzoides, Anagalis arvensis, Argemone mexicana, Axoopus compressus dan Bidenspilosa.2.5 Prinsip- Prinsip Pengelolaan GulmaKerugian yang ditimbulkan oleh gulma lebih kurang setara, bahkan kadangkadang lebih besar dari pada kerugian yang diakibatkan olehh jasad pengganggu lainatau pengaruh lingkungan. Gulma yang selalu tumbuh di sekitar tanaman budidayamengakibatkan penurunan laju pertumbuhan serta hasil akhir. Adanya gulma tersebutmembahayakan bagi kelangsungan pertumbuhan tanaman budidaya dan dapatmenghalangi tercapainya sasaran produksi pertanaman. Usaha manusia untuk mengatasihal tersebut dapat berupa pengelolaan gulma yang efektif dan efisien.Budidaya padatanaman dan pengelolaan gulma merupakan usaha yang cukup memadai dalam

18pertanian. Pemberantasan gulma dilaksanakan bila gulma itu benar- benar jahat, tumbuhdi suatu tempat tertentu dalam lintasan yang cukup sempit dan dapat membahayakanlingkungan seperti terbakarnya gudang, tumbuh disepanjang jalan raya, tepi sungai,waduk dan lain-lain. Sedangkan pengendalian gulma dilaksanakan, bila gulma tumbuhpada area tertentu di sekitar pertanaman, dan tidak seluruh waktu tumbuh gulma akanmempengaruhi pertumbuhan pertanaman seluruhnya. Pengendalian gulma hendaknyadilaksanakan ,jika kita telah memiliki pengetahuan tentang gulma itu. Bagaimana gulmaitu dibiakan, disebarkan, bagaimana bereaksi dengan perubahan lingkungan danbagaimana dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut, ataupun bagaimanatanggapan terhadap zat kimia, serta panjang siklus hidupnya.Ada tiga metode untuk mengelola atau mengurangi populasi gulma (Rukmanadan Saputra,1999) yaitu:1.Pencegahan (Ekslusif)Gulma tersebar lewat biji dan bagian-bagian vegetatifnya. Oleh sebab itutindakan pencegahan membutuhkan kerja sama antar daerah dan atau negara.Metodepencegahan dapat dilakukan dengan mengadakan program pencegahan ddi antttarabatas-batas daerah atau negara. Misalnya dibuat peraturan –peraturan untuk mencegahmasuknya ttttttgulma yang tidak diinginkan ke suatu ddaerah atau negara.

192.Pengendalian Gulma (Weed Control)Pengendalian gulma adalah usaha mematikan gulma dalam jumlah yang cukup,sehingga sisa gulma yang masih ada tidak dapat menyaingi tanaman pokok ataumerugikan manusia.3.EradikasiEradikasi adalah pengeliminisasi secara total (pemberantasan) terhaddap gulmadi atas dan di dalam tanah serta bagian-bagian vegetatif yang ada.Pengendalian gulmadengan cara eradikasi membutuhkan biaya sangat mahal, sehingga jarang ddilakukan.Berdasarkan pengalaman pengetahuan di atas, pengendalian gulma dapat dibagimenjadi beberapa golongan (Moenandir,1990) yaitu secara:1.Pengendalian gulma secara preventif (pencegahan)Pencegahan lebih baik daripada perawatan, karena itu kita harus menjaga benihyang akan ditanamn sebersih mungkin dan bebas kontaminasi dengan biji gulma,penggunaan alat pertanian yang bersih, pembuatan kompos yang sempurna danmenyaring air pengairan agar tidak membawa biji gulma ke petak pertanaman atau tidakmembawa biji gulma ketempat penampungan air pengairan.2. Pengendalian secara mekanikPengendalian gulma dengan cara ini hanya mengandalkan kekuatan fisik ataumekanik, baik dengan tangan biasa , alat sederhana maupun alat berat. Pengendaliangulma secara mekanik dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:

20a.Pencabutan dengan tangan atau disebut dengan tangan. Cara ini sangat praktis, efisiendan murah jika diterapkan pada suatu areal yng tidak luas, seperti di halaman rumah,dalam barisan dan guludan di mana alat berat sulit untuk mencapainya.b.bajak tangan (most satisfactorily meets the weed). Alat semacam ini sangat bergunapada halaman dan sebagai alat tambahan mengolah tanah dalam penyiangan di segalajenis barisan pertanaman.c.Pengolahan tanah. Suatu usaha yang cukup praktis pada pengendalian gulma annual,biennual dan perennial.d.Penggenangan.Pelaksanaan penggenangan pada umumna berhasil untuk gulmaperennial. Penggenangan dibatasi dengan galangan, dengan tinggi 15-25 cm selama 2-8minggu. Sebelumnya dibajak terlebih dahulu dan tak dibenarkann ada tumbuhan yangmencuat di atas permukaan air. Penggenangan dapat berhasil dengan memuaskan bilaketinggian air tidak menyebabkan pertumbuhan baru.e.Panas. Suhu tinggi menyebabkan panas, sehingga dapat mengkoagulasikanprotoplasma dan mengurangi kerja enzim. Titik mati kebanyakan sel tanaman karenapanas terletak antara 45-550C.Api atau uap panas sehubungan dengan pengemndaliangulma mempunyai tujuan untuk:1.Menghancurkan bagian atas gulma yang telah tua atau terpotong oleh alat lain.2.Pada tempat berbatu atau jalan kereta api, uap panas atau api dapat dilakukan lkali lebih baik.

213.Pada bari

RINGKASAN Penelitian yang berjudul “Kajian Tentang Pengelolaan Gulma Padi Sawah di Subak Cepik, Desa Tajen, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan “ pada bulan Mei 2017. Pengambilan data dengan menggunakan data hasil dari wawancara dan