Transcription

Tinjauan PustakaBEKAM SEBAGAI TERAPI ALTERNATIF UNTUK NYERICUPPING AS PAIN ALTERNATIVE THERAPYHanik Badriyah Hidayati,* Mohammad Hasan Machfoed,* Kuntoro,** Soetojo,*** Budi Santoso,****Suroto,***** Budi Utomo******ABSTRACTPain is still a world’s problem. Current pain treatment is still unsatisfactory due to its chronicity and existing drugs’side effects. Due to dissatisfaction with the existing treatment, many patients are choosing a traditional therapy for theirpain treatment. Cupping therapy is one of the traditional therapies that is widely used to relieve pain. Cupping therapyhas been used in many countries in the world. Some of these countries have used cupping therapy as a pain treatment inhospitals. Neurologists are handling pain cases in their daily practice. Nearly 80% of patients come to the doctor with oneof their complaint related to pain directly. The knowledge of cupping therapy for pain is important for the development ofnew therapies in order to solve the pain problems that so far have not reached a satisfactory level.Keyword: Alternative therapy, cupping therapy, pain, pain problemsABSTRAKNyeri masih merupakan masalah dunia. Pengobatan nyeri saat ini masih belum sampai tahap yang memuaskanterkait kronisitas dan efek samping obat yang ada. Akibat ketidakpuasan dengan pengobatan yang ada, banyak pasien yangmemilih terapi tradisional untuk pengobatan nyerinya. Terapi bekam merupakan salah satu terapi tradisional yang banyakdipakai untuk meredakan keluhan nyeri. Terapi bekam telah dipakai di banyak negara di dunia. Sebagian negara tersebuttelah menggunakan bekam sebagai terapi nyeri di rumah sakit. Bekam menurunkan nyeri melalui efek antinosiseptifnya,dengan cara stimulasi sistem saraf perifer dan menurunkan stres oksidatif. Studi terbaru menunjukkan bahwa terapi bekambasah dapat meningkatkan ekspresi ß-endorphin dan HSP70 keratinosit pada lokasi bekam. Dalam praktek sehari-haridokter spesialis saraf menangani kasus nyeri. Hampir 80% pasien datang ke dokter dengan disertai salah satu keluhanyang berkaitan dengan nyeri secara langsung. Pengetahuan tentang terapi bekam untuk nyeri penting diketahui untukpengembangan terapi baru guna menyelesaikan permasalahan nyeri yang sampai saat ini belum sampai pada tahap yangmemuaskan.Kata kunci: Masalah nyeri, nyeri, terapi alternatif, terapi bekam*Departemen Neurologi FK UNAIR/RSUD Dr. Soetomo, Surabaya; **Departemen Biostatistika dan Kependudukan FKM UNAIR,Surabaya; ***Departemen Urologi FK UNAIR/RSUD Dr. Soetomo, Surabaya; ****Departemen Obstetri Ginekologi FK UNAIR/RSUD Dr. Soetomo, Surabaya; *****Departemen Neurologi FK UNS, Dr. Moewardi, Surakarta; ****** Departemen IKM-KP FKUNAIR, Surabaya. Korespondensi: [email protected] merupakan penyakit destruktif danmelemahkan, sehingga menjadi alasan terbanyak pasienmencari pertolongan medis maupun alternatif.1-3Sekitar 80% pasien yang datang ke praktek umumakibat nyeri, terutama nyeri kronik.4 Di Amerika,jumlah total penderita nyeri kronik lebih banyakdari jumlah gabungan pasien penderita penyakitjantung, kanker, dan diabetes5 yang menghabiskandana sangat besar.6 Adapun prevalensi nyeri kronikjuga tinggi di Eropa, yaitu 25-30% penduduk.5Hasil penelitian multicentre di unit rawat jalan pada14 rumah sakit pendidikan di seluruh Indonesiayang dilakukan oleh kelompok studi nyeri padabulan Mei 2002, didapatkan sebanyak 4456 kasusnyeri adalah merupakan 25% dari total kunjunganpada bulan tersebut. Jumlah penderita laki-lakiNeurona Vol. 36 No. 2 Maret 2019sebanyak 2.200 orang dan 2.256 orang perempuan.Kasus nyeri kepala 35,86%, nyeri punggungbawah 18,3%, sedangkan nyeri neuropatik yangmerupakan gabungan nyeri neuropati diabetik, nyeripasca-herpes, dan neuralgia trigeminal didapatkansebanyak 9,5%.7Kronisitas dan adanya efek samping obatanalgesik membuat terapi nyeri belum mencapaitahap yang memuaskan,8-15 hingga banyak pasienberobat dengan pengobatan alternatif. Bekammerupakan salah satu pengobatan tradisional ataupengobatan rakyat di dunia yang digunakan sebagaiterapi alternatif atau komplementer untuk mengobatibanyak gangguan, termasuk nyeri.16-17 Baru-baru inididapatkan bukti bahwa bekam efektif menurunkannyeri pada berbagai kondisi.18148

Tinjauan PustakaSejak 30 tahun yang lalu, World HealthOrganization (WHO) telah mengembangkanpengobatan tradisional untuk melaksanakan slogan“kesehatan untuk semua” pada tahun 2000. Hal iniberdasarkan kurangnya akses sejumlah besar (hingga80%) orang untuk mendapatkan perawatan kesehatanprimer di beberapa negara dan akibat ketidakpuasanatas perawatan kedokteran modern terkait kronisitaspenyakit dan adanya efek samping dari obatkimiawi.19Pengetahuan tentang bekam ini akanmenambah khazanah pengobatan analgesik bagidokter spesialis saraf yang berperan penting dalammengobati nyeri. Penting untuk mengetahui bekam,yaitu tentang sejarah, pemanfaatannya, dan efeksamping penggunaannya, mengingat terapi inibanyak dilakukan oleh sebagian besar masyarakatIndonesia, bahkan masyarakat dunia.PEMBAHASANSejarah BekamBekam dikenal dengan berbagai istilahseperti: canduk, canthuk, kop, dan lainnya. Di duniabarat bekam disebut sebagai cupping method ataucupping therapy. Orang Inggris Tengah menyebutbekam dengan kata ventusynge. Kata ini berasal dariPerancis ventoúza. Dalam bahasa Yunani disebutdengan kata βεντούζα.20Bekam merupakan pengobatan rakyat ataupengobatan tradisional yang digunakan sebagai salahsatu jenis terapi komplementer atau alternatif untukpengobatan nyeri di seluruh dunia,21-23 antara lain:di Mesir, Korea, Taiwan, Italia, Jepang, Amerika,Perancis, India, Belanda, Inggris, Arab, China,Vietnam, Persia, dan sebagainya.16,20,23-26 Korea telahmenggunakan terapi bekam secara resmi di rumahsakit. Romawi dan Yunani di masa lalu juga telahmenggunakan bekam sebagai salah satu terapi medismereka.27 Dari Yunani bekam menyebar ke Amerikadan Eropa.20,28 Kebanyakan bekam dilakukan di Asiadan pertengahan negara barat, baik di rumah maupundi tempat praktek.18,20Bekam merupakan salah satu intervensi medistertua yang dipercaya ada sejak 3000 sebelum masehi.Catatan paling awal tentang bekam adalah dalam149Ebers Papyrus, salah satu buku teks kedokterantertua di dunia. Buku ini menuliskan bahwa bekamtelah ada di Mesir pada tahun 1.550 tahun sebelummasehi (SM) dengan mekanisme kerja membuangzat asing dari dalam tubuh.28Terapi bekam juga telah digunakan di Cinadan Afrika beberapa ribu tahun lalu.20 Para arkeologmenemukan bukti bahwa bekam telah dilakukan diCina 1000 SM. Literatur-literatur Cina pada abadkedua membuktikan penggunaan bekam disana,serta artefak dari Romawi dan Yunani menunjukkanbekam telah digunakan di negara-negara barat.27 Halini dapat ditemukan dalam tulisan Hippocrates (377SM–460 Masehi), bapak kedokteran modern.Pada tahun 400 SM, Hippocrates telahmenggunakan bekam untuk penyakit dalam dangangguan struktural, seperti angina, menstruasi, dangangguan lainnya. Hippocrates juga menulis tentangdua bentuk bekam, yaitu bekam kering dan bekambasah. Meskipun telah mempraktekkan bekam basah,Hippocrates lebih menganjurkan bekam keringkarena teknik bekam kering dilakukan secara lembutdan lebih aman. Metode ini kemudian menyebar kekedokteran di peradaban Asia dan Eropa.19Alat kop bekam pada jaman dahulumenggunakan berbagai sumber daya alam sepertikerang, tanduk hewan berongga seperti ujung tandukkerbau atau tulang yang berlubang (Gambar 1a dan1b). Tekanan negatif dibuat dengan menyedot udarakeluar dari ujung tanduk dengan menggunakanmulut.19-20 Kop bekam yang lebih modern berupabambu, gelas, atau cangkir. Pada penggunaan kopbekam dari bambu, gerabah dan cangkir kaca,pengeluran udara dilakukan dengan api yangmenyala.20Bekam di Eropa dilakukan oleh dokter terkenal,seperti Galen (131-200 SM), Paracelsus (14931541), dan Ambroise Pare (1509-1590). WellcomeInstitute Library London menyimpan gambar salahsatu tentara yang dibekam salah satu lengannya saatpeperangan antara Prancis dengan Jerman tahun1820 (Gambar 2) dan gambar seorang dokter bedahyang menerapkan bekam basah pada punggung salahsatu pasiennya (Gambar 3a).20Neurona Vol. 36 No. 2 Maret 2019

Tinjauan PustakaGambar 1. Penerapan Bekam dengan Menggunakan Tanduk Kerbau1a dan b seorang terapis atau dukun Afrika sedang menerapkan teknik bekam pada pasien dengan menggunakan tanduk hewan,termasuk mengeluarkan darah pasien ke permukaan tubuh.20Gambar 2. Bekam pada Lengan Tentara saat Perang antara Prancis dengan Jerman Tahun 182020Gambar 3. Bekam pada Punggung3a. Seorang dokter bedah menerapkan bekam basah pada punggung salah satu pasiennya;20 3b. Penempatan kop di kulit punggungpada bekam basah, darah tampak keluar ke dalam kop.29Alat dan Metode BekamAlat bekam antara lain scalpel steril atau pisaubedah ukuran 15-22 gauge yang digunakan untukmenoreh kulit pada prosedur bekam basah, 6-12kop plastik, pompa penyedot (manual atau elektrik),kertas tisu, lap, alat antiseptik seperti alkohol, bolakapas, dan minyak zaitun (untuk mempermudahgerakan kop).19-20,26-30Neurona Vol. 36 No. 2 Maret 2019Bekam pada pengobatan tradisional Cina ada10 macam, yaitu: bekam basah, bekam air, bekamkombinasi, bekam yang ditahan, bekam seluncur,bekam gerak, bekam obat, bekam cepat, bekam air,dan bekam jarum.20,27 Namun secara umum bekamdibagi menjadi dua macam, yaitu: bekam keringdan bekam basah. Pendekatan keduanya sama, yaitumenstimulasi kulit dengan meletakkan mangkukyang diberi tekanan negatif.150

Tinjauan PustakaPada bekam kering dilakukan pengekopanpada kulit yang intak, sedangkan pada bekambasah dilakukan torehan kulit dan penarikan darahkeluar (Gambar 3b). Metode bekam basah adayang menggunakan metode cupping-puncturingcupping (CPC) dan ada yang menggunakan metodepuncturing-cupping (PC). Metode CPC disebutkanlebih unggul dibandingkan dengan PC.31Titik bekam berada di permukaan kulit, bisamerupakan titik akupunktur, akupresur, refleksi, titiktung, tho’ dan sebagainya. Titik bekam yang sedangberkembang di Indonesia adalah di titik meredianakupuntur dan titik bekam Nabi atau Prophet PotentPoint.32 Secara umum kop bekam diletakkan padatitik akupunktur atau titik nyeri.21Bekam sebagai Terapi Alternatif NyeriDefinisi nyeri menurut The InternationalAssociation for the Study of Pain (IASP) adalahpengalaman sensorik dan emosional yang tidakmenyenangkan terkait dengan kerusakan jaringan,baik aktual maupun potensial, atau yang digambarkandalam bentuk kerusakan tersebut.8,27-28 Kualitashidup pasien bisa terganggu akibat nyeri, bisa berupagangguan dalam hal pekerjaan, hubungan sosial,tidur, hobi, proses kognitif, maupun mood.29-30Bekam telah banyak dipakai untuk meredakannyeri pada beberapa gangguan seperti: nyerimuskuloskeletal (termasuk sprain, strain traumatikdan pasca - fraktur), gejala terkait herpes zoster, nyeripunggung bawah dan nyeri lumbal (lumbago) sepertiherniasi diskus lumbal, nyeri skeletal, nyeri leher yangsalah satunya spondilosis servikal, nyeri bahu, migrendan nyeri kepala lain, dismenorea, atralgia sederhana,gout arthritis, rheumatoid arthritis, chronic fatiguesyndrome, fibromialgia, osteoartritis lutut, carpaltunnel syndrome (CTS), plantar fasciitis, brachialgiaparaesthetica nocturna, trigeminal neuralgia, fatiguepada atlet, dan sebagainya.2,4,16-17,20-21,31Saat ini bekam telah banyak diteliti(Tabel 1). Sebuah Randomized Controlled Trial(RCT) membandingkan efek bekam kering padanyeri kanker dengan terapi obat konvensionalmendapatkan bahwa bekam memberikan efek yangmenguntungkan setelah intervensi 3 hari (RR 67%dibanding 43%, p 0,05). Randomized Controlled151Trial lain membandingkan bekam kering denganobat antiinflamasi nonsteroid pada nyeri punggungbawah nonspesifik, didapatkan perbedaan yangsignifikan pada penghilang nyeri dengan skala visualanalog score (VAS) setelah pengobatan (MD 22,8dari 100mm VAS; IK 95%, 11,4-34,2, p 0,001).Terdapat pula RCT tentang penurunan rasanyeri setelah periode intervensi bekam basahdibandingkan dengan analgesik pada trigeminalneuralgia akut; didapatkan RR 93% berbanding 47%secara bermakna (p 0,01). Randomized ControlledTrial lain menguji bekam basah ditambah perawatanbiasa untuk menurunkan nyeri dibandingkan denganperawatan biasa pada nyeri punggung bawahnonspesifik. Terdapat perbedaan yang signifikanmenggunakan McGill Pain Questionnaire pada 3bulan setelah tiga sesi perawatan Mean Difference(MD) 2,2 dari 6 poin penunjuk intensitas nyeri; IK95%, 1,7-2,6, p 0,01).RandomizedControlledTrialkelimamelaporkan bahwa satu sesi bekam basah ditambahperawatan biasa secara signifikan menurunkanrasa nyeri selama seminggu dibandingkan denganperawatan biasa saja pada pasien dengan brachialgiaparaesthetica nocturna/BPN (skor MD 1,6 dari 10poin, IK 95%, 0,13-3,07, p 0,03).Randomized controlled lebih lanjut keenammenunjukkan adanya efek yang menguntungkandari satu sesi bekam basah pada pengurangan nyeridibandingkan dengan bantal panas pada pasiendengan BPN pada 7 hari setelah pengobatan (MD22,9, VAS 100mm; IK 95%, 10,5-35,3, p 0,001).Randomized Controlled Trial adalah tentangpenurunan rasa nyeri pada bekam basah yangditambah dengan obat konvensional dibandingkandengan obat konvensional saja pada pasien denganherpes zoster, pada RCT ini bekam basah gagal untukmenunjukkan efek menguntungkan setelah periodeintervensi (RR 100% berbanding 88%, p 0,065).38Mekanisme Kerja Analgesik BekamMenurut Teori Pengobatan ChinaPraktisi terapi bekam pada Traditional ChineseMedicine (TCM) Therapy meyakini bahwa penyakitdisebabkan oleh stagnasi atau terblokirnya energikehidupan yang vital (Qi). Mereka mempercayaiNeurona Vol. 36 No. 2 Maret 2019

Tinjauan PustakaTabel 1. Tabel Ringkasan RCTPercobaan Klinis Bekam untuk Kondisi egimen)Kontrol (Regimen)TotalSesiNyeri 5–17 bulan(A)Bekamkering (lama: 5menit, ulang lagiselama: 10–15menit,sekalisehari selama 3hari, n 30)(B) Opioid (propoxyphene napsylate danparacetamol,duatablet, 3 kali kalisehari selama 3 hari,n 30)3(1) Responserate(%reduksinyeri nspesifik/1minggusampai 3,1tahun(A)Bekamkering (bekamseluncur,5menit, 1/2 hariselama 11 hari,n 37), tidak adatambahan(B)NSAIDs(dexibupro-fen ;0,15g; tigakalisehari selama 12hari, n 33)6(1)Nyeridengan VAS(100mm) (2)Response rate(% perubahanVAS 80%)Zhang(1997),China45/neuralgiatrigeminalakut/6 harisampai 4tahun(A)Bekambasah (15 menit,sekalisehariselama 6 hari dankemudian sekalisetiap selang 1hari selama tigasesi, n 30), tidakada tambahan(B) Analgesik (AP237 50mg (IM, hanyasaat hari pertama)dan kemudian 60mg(oral, tiga kali sehariselama 12 hari,n 15)9Farhadi(2009),Iran98/LBPnonspesifik/ 4minggu(A)Bekam basah (20menit, tiga tahap,interval 3 hari,n 48), plus (B)(B) Perawatan biasa(n kam basah(10 menit, sekali,n 10), porkanXu (2004),China80/Her-peszoster/ 1-3hariHasil UtamaWaktuPengukuran(1) A (28/30,67%); B (13/30,43%), p 0,001(2) A (rerata5,06,antara3–8); B (rerata3,65;antara2–6), p 0,05Baseline:sebelumintervensiPost: setelahintervensifinal(1)Perbedaanrerata 22,8 (IK95%,11,4–34,2), p 0,0001mendukung (A)(2) A (21/37,57%); B (9/33,27%), p 0,03Baseline:sebelumintervensiPost: setelahintervensifinalResponse rateA (28/30, 93%);B(7/15, 47%),p 0,02Baseline:sebelumintervensiPost: setelahintervensifinal3PPI dari MPQ(skala Likert6-poin)Perbedaanrerata 2,2 points(IK 95%, 1,7–2,6),p 0,01mendukung A(B)Perawatanbiasa(analgesik,fisioterapi, perawatanpsikologis,terapimusik, n 10)1Nyeripadaskor brakialgia(NAS, skalaLikert10poin)Perbedaanrerata 1,6 (IK95%,0,13–3,07),p 0,03mendukung (A)Baseline:sebelummemulaipercobaanPost: 3 bulansetelahintervensi final(A)Bekam basah(10 menit, sekali,n 26), ditambah(B)(B)Bantal(n 26)panas1(1) Nyeri padaskor brachialg i a ( VA S100mm) (2)Nyerileher(VAS 100mm)(A)Bekambasah(15 menit, sekalisehariselama7hari,n 40),ditambah (B)(B)Antiviral(aciclovir 0,5g 5%DW 250ml (IV),ditambahkrimaciclovir (pemakaianluar), 2 kali sehariselama 7 hari, n 40)7Response rate(%derajatnyeri 60%)(1)Perbedaanrerata 22,9 (IK95%,10,5–35.3), p 0,001mendukung (A)(2)Perbedaanrerata 12,6 (IK95% 6,4–18,8),p 0,0140/40, 100%);B (35/40, 88%),p 0,065RCT: Randomized Controlled Trial; LBP: low back pain; BPN: brachialgia paraesthetica nocturna; MPQ: McGill Pain Questionnaire;NAS: Numeric Analogue Scale; NSAID: non-steroidal anti-inflammatory drug; PPI: Present Pain Intensity;VAS: Visual Analogue Scale;IK: interval kepercayaan.Neurona Vol. 36 No. 2 Maret 2019152

Tinjauan Pustakabahwa terapi bekam bekerja melalui terbukanyablokade Qi dan pengembalian keseimbangan aliranQi secara benar. Menurut seksologi medis tradisionalChina, perempuan mengeluarkan Yin (Qi perempuan)dan laki-laki mengeluarkan Yang (Qi laki-laki). Yinakan menerima Yang, sementara Yang akan menerimaYin. Terapi bekam dapat membuang udara, dingin,kelembaban, dan darah yang stagnan, khususnyajika dikombinasi dengan terapi akupunktur. Menuruthukum biologis Arndt-Schulz, akupunktur laser yangdikombinasi dengan terapi bekam pada daerah yangnyeri dianggap mampu memfasilitasi aliran Qi padadaerah meridian.16Beberapa ilmuwan barat mengikuti teori yangdisampaikan oleh Ilkay Chirali dalam bukunya yangberjudul Traditional Chinese Medicine CuppingTherapy, bahwa mekanisme kerja bekam sebagaianalgesik adalah dengan menginduksi perubahanQi (sumber energi), Xu (defisiensi darah), Wei Qi(defisiensi energi), dan konsep lain menurut teoripengobatan China.16 Efek utama bekam adalahmemicu presipitasi aliran darah dan Qi sertamembuang stasis darah dan sampah tubuh.4Menurut Teori TaibahProsedur bekam hijamah terdiri atas beberapalangkah, yaitu: pengekopan pertama, penorehankulit, dan diikuti oleh pengekopan kedua. Menurutteori Taibah mekanisme kerja efek analgesik bekampada pengekopan pertama (Gambar 4) adalahmelalui dilusi zat kimia, mediator inflamasi, danzat nosiseptif. Tekanan negatif kop pada permukaankulit akan menyebabkan kulit terangkat, peningkatanfiltrasi kapiler, dan pengumpulan cairan interstisial.Retensi cairan di dalam kulit yang terangkat akanmenyebabkan zat kimia, mediator inflamasi, danzat nosiseptif menjadi terdilusi sehingga nyeri akanmenurun.16Pada penorehan kulit bekam hijamah(Gambar 5) sejumlah kecil darah dikeluarkanuntuk mengeluarkan toksin.20 Penorehan kulit akanmeningkatkan imunitas (innate dan acquired) danmembuka sawar kulit. Pembukaan sawar kulit danadanya tekanan kop akan menyebabkan terjadinyahemolisis sel darah merah tua, meningkatkan ekskresicairan interstisial yang tercampur dengan sampah,Gambar 4. Teori Taibah: Mekanisme Bekam KeringMenjelaskan langkah pertama Al Hijamah (terapi bekam kering).22153Neurona Vol. 36 No. 2 Maret 2019

Tinjauan PustakaGambar 5. Teori Taibah: Mekanisme Bekam BasahMenjelaskan langkah ke-dua Al Hijamah (terapi bekam basah).22menyaring cairan kapiler yang mengandung sampahlarut, melepaskan opioid endogen, meningkatkanperan sekretorik kulit dan menyebabkan darahnampak pada tempat torehan. Semua hal tersebutpada akhirnya akan mengembalikan homeostasistubuh.16Menurut Teori Hong dan Gao dkkHong dkk melaporkan bahwa terapi bekammelalui tekanan negatif kop akan menyebabkanterjadinya perubahan spesifik pada struktur jaringanlokal. Peregangan saraf dan otot menyebabkanterjadinya peningkatan sirkulasi darah danautohemolisis. Mekanisme bekam yang diajukan olehHong dkk mungkin bisa diterima ketika menyebutkanbahwa tekanan negatif lokal dapat memengaruhistruktur jaringan dan meningkatkan sirkulasi darah,namun tidak cukup untuk menjelaskan keuntunganbekam dalam mengobati migren, CTS, nyerikepala, dan sebagainya. Sebagai tambahan, apakahautohemolisis menguntungkan untuk menjelaskanpenyakit yang disebutkan sebelumnya? Jawabannyaadalah tidak. Mekanisme Hong hanya secara parsialberhasil menjelaskan efek terapeutik terapi bekam.16Neurona Vol. 36 No. 2 Maret 2019Menurut Teori Gao dkkGao dkk menduga bahwa peletakan bekampada titik kulit yang terpilih akan menghasilkanhiperemia atau hemostasis yang akan menghasilkanefek terapeutik. Dugaan Gao dkk ini terlihat tidakcukup menjelaskan efek menguntungkan terapibekam dalam terapi RA, CTS, dan lain-lain.16Efek Samping Terapi BekamEfek samping bekam minimal. Pada 135penelitian RCTs tidak ada yang melaporkan efeksamping yang serius.21 Sebuah tinjauan studi oleh Caodan kawan-kawan yang termasuk semua studi klinis(yang diterbitkan antara tahun 1959 sampai 2008,termasuk 73 RCT, 22 Clinical Controlled Trials, 373seri kasus, dan 82 laporan kasus) dilaporkan tidakada efek samping serius yang dilaporkan dalam studitersebut.3Jurnal lain menyebutkan bekam memiliki efeksamping seperti: eritema multiforme, herpes simpleks,anemia, pigmentasi kulit, factitial panniculitis,defisiensi besi, dan abses epidural servikal. Praktisidan pasien diharapkan tetap berhati-hati agar tetap154

Tinjauan Pustakamendapatkan keamanan terapi bekam.217.KESIMPULANSampai saat ini nyeri masih merupakanmasalah bersama karena masih belum sampaitahap yang memuaskan. Bekam merupakan salahsatu pilihan terapi alternatif untuk kondisi nyeri.Beberapa studi RCT mendukung tentang pemakaianbekam sebagai terapi alternatif untuk menurunkannyeri yang menunjukkan bahwa bekam memberikanefek menguntungkan menurunkan nyeri secarasignifikan pada nyeri kanker, nyeri punggung bawahnonspesifik, trigeminal neuralgia akut, namun gagalmenunjukkan efek menguntungkan pada pasiendengan herpes zoster setelah periode intervensi.Meskipun studi RCT telah menunjukkanefek menguntungkan bekam dalam menurunkannyeri, namun mekanismenya masih belum jelas.Beberapa teori seperti Teori Taibah, teori Hong, danteori Gao mencoba menjelaskan tentang mekanismebekam, namun masih belum menjelaskan secarakeseluruhan sehingga masih diperlukan penelitianlebih lanjut untuk memperjelas mekanisme bekamdalam menurunkan nyeri. Optimalisasi peran bekamdan upaya untuk meminimalisir efek sampingyang diakibatkan oleh bekam juga perlu dilakukanpenelitian lebih lanjut.DAFTAR PUSTAKA1. Rosenblum A, Marsch LA, Joseph H, Portenoy RK.Opioids treatment of chronic pain: controversiescurrent status and future directions. NIH PublicAccess. 2009;16(5):405-16.2. Okuse K. Pain signalling pathways: from cytokines toion channels. Int J Biochem Cell Biol. 2007;39(3):4906.3. Yousuf MS, Kerr BJ. The role of regulatorytransporters in neuropathic pain. Adv Pharmacol.2016;75:245-71.4.Cao H, Li X, Yan X, Wang NS, Bensoussan A,Liu J. Cupping therapy for acute and chronic painmanagement: a systematic review of randomizedclinical trials. J Tradit Chinese Med Sci. 2014;1(1):4961.5. Cohen SP, Mao J. Neuropathic pain: mechanisms andtheir clinical implications. BMJ. 2014;348:f7656.6. Mehta N, Inturrisi CE, Horn SD, Witkin LR. Usingchronic pain outcomes data to improve outcomes.Anesthesiol Clin. 18.19.20.21.Hasbar AIM. Karakteristik pasien rawat jalandengan keluhan nyeri di Puskesmas BatuaMakassar pada bulan Februari 2017. OptimizationSoftware[serialonline].2017 [diunduh 17 Februari2017].Tersedia dari:Balesio.Rohacs T. Advances in biological regulationphosphoinositide signaling in somatosensoryneurons. Adv Biol Regul. 2016;61:2-16.Backryd E, Ghafouri B, Larsson B, Gerdle B. Plasmapro-inflammatory markers in chronic neuropathicpain: a multivariate, comparative, cross-sectionalpilot study. Scand J Pain. 2016;10:1-5.Salvat E, Yalcin I, Barrot M. Review antidepressantsand gabapentinoids in neuropathic pain. Neuroscience.2016;338:183-206.Sagheddu C, Aroni S, De-Felice M, Lecca S,Luchicchi A, Melis M, dkk. Neuropharmacologyenhanced serotonin and mesolimbic dopaminetransmissions in a rat model of neuropathic pain.Neuropharmacology. 2015;97:383-93.Khan H, Eto B, De-Feo V, Gilani AU. Evidencebased alternative medicines in pain management.Evid Based Complement Alternat Med. 2015;2015:12.Gangadharan V, Kuner R. Pain hypersensitivitymechanisms at a glance. Dis Model Mech.2013;6(4):889-95.Forde G, Duarte RA, Rosen N. Managingchronic headache disorders. Med Clin North Am.2016;100(1):117-41.Hidayati HB, Kuntoro, Machfoed MH, Sugianto P,Khotib J, Ardianto C. Pengukuran tingkah laku padamodel nyeri neuropatik perifer: tikus dengan CCI(chronic constriction injury). Neurona. 2018;35:20913.Cao H, Han M, Zhu X, Liu J. An overview ofsystematic reviews of clinical evidence for cuppingtherapy. J Tradit Chinese Med Sci. 2015;2(1):3-10.Mehta P, Dhapte V. Cupping therapy: a prudentremedy for a plethora of medical ailments. J TraditComplement Med. 2015;5(3):127-34.Arslan M, Gokgoz N, Dane S. The effect of traditionalwet cupping on shoulder pain and neck pain: a pilotstudy. Complement Ther Clin Pract. 2016;23:30-3.Reza M, Mahdavi V, Ghazanfari T. Evaluation of theeffects of traditional cupping on the biochemical,hematological and immunological factors of humanvenous blood. A Compend Essays Altern Ther:Croatia: InTech.2012:2012:67-88.Chirali IZ. Traditional Chinese medicine cuppingtherapy. Edisi ke-3. London: Elsevier Ltd; 2014.Tagil SM, Celik HT, Ciftci S, Kazanci FH, Arslan M,Erdamar N, dkk. Wet-cupping removes oxidants andNeurona Vol. 36 No. 2 Maret 2019

Tinjauan Pustaka22.23.24.25.26.27.28.29.decreases oxidative stress. Complement Ther Med.2014;22(6):1032-6.El Sayed S, Mahmoud H, Nabo M. Alternative andintegrative medicine medical and scientific bases ofwet cupping therapy (Al-Hijamah): in light of modernmedicine and prophetic medicine. Altern Integ Med.2013;2(3):1-16.Mahmoud HS, Abou-El-Naga M, Ayoub N, OmarA, El-ghazzawy HA, Fathy YM. Alternative &integrative medicine anatomical sites for practicingwet cupping therapy (al-Hijamah ): in light of modernmedicine and prophetic medicine. Altern Integ Med.2013;2(8):1-30.Tabatabaee A, Zarei M, Javadi SA, MohammadpourA. The effects of wet-cupping on intensity of headachein migraine sufferers. JJCDC. 2014;3(2):1-12.Mulla G, Ahmed J, Ghawte SA, Ajmal KT, FatemaA. A comparative study of hematological profileof cupping (Hijamah ) versus venous blood.IJHS.2015;2:101-7.Sajid MI. Hijama therapy (wet cupping)-its potentialuse to complement British healthcare in practice,understanding, evidence and regulation. ComplementTher Clin Pract. 2016;23:9-13.Kim T, Hyung K, Choi J, Soo M. Adverse eventsrelated to cupping therapy in studies conductedin Korea: a systematic review. Eur J Integr Med.2014;6(4):434-40.Rozenfeld E, Kalichman L. New is the well-forgottenold: the use of dry cupping in musculoskeletalmedicine. J Bodyw Mov Ther. 2016;20(1):173-8.Qasim Ali Al-Rubaye K. The clinical and histologicalskin changes after the cupping therapy (Al-Hijamah).J Turkish Acad Dermatology. 2012;6(1):1-7.Neurona Vol. 36 No. 2 Maret 201930. El-Domyati M, Saleh F. Evaluation of cuppingtherapy in some dermatoses. Egypt DermatologyOnline J. 2013;9(1):1-15.31. Mohamed S, Sayed E, Abou-Taleb A, Salah H,Baghdadi H, Maria RA, dkk. Percutaneous excretionof iron and ferritin (through Al-Hijamah) as a noveltreatment for iron overload in beta-thalassemia major,hemochromatosis and sideroblastic anemia. MedHypotheses. 2014;83(2):238-46.32. Samiasih A. Peluang bekam basah mencegah penyakitjantung koroner akseptor KB DMPA (indikator lipiddan respon imun). Prosiding Konferensi NasionalPPNI Jawa Tengah; 2013. h. 187-92.33. Westlund KN. Pain pathways: peripheral, spinal,ascending, and descending pathways. Dalam: BenzonHT, Rathmell JP, Wu CL, Ruth DC, Argoff CE, HurleyRW, editor. Practical management of pain. Edisi ke-5.Philadelphia: Elsevier Mosby; 2014. h. 87-8.34. Kapur BM, Lala PK, Shaw JL V. Pharmacogeneticsof chronic pain management. Clin Biochem.2014;47(13-14):1169-87.35. Yalcin I, Barthas F, Barrot M. Emotional consequencesof neuropathic pain: insight from preclinical studies.Neurosci Biobehav Rev. 2014;47:154-69.36. Lauche R, Spitzer J, Schwahn B, Ostermann T.Efficacy of cupping therapy in patients with thefibromyalgia syndrome-a randomised placebocontrolled trial. Nat Publ Gr. 2016;6:37316.37. Mehta P, Dhapte V. Cupping therapy: a prudentremedy for a plethora of medical ailments. J TraditComplement Med. 2015;5(3):127-34.38. Kim JI, Lee MS, Lee DH, Boddy K, Ernst E. Cuppingfor treating pain: a systematic review. Evid BasedComplement Alternat Med. 2011;2011:467014.156

Tinjauan Pustaka Neurona Vol. 36 No. 2 Maret 2019 148 BEKAM SEBAGAI TERAPI ALTERNATIF UNTUK NYERI CUPPING AS PAIN ALTERNATIVE THERAPY Hanik Badriyah Hidayati,* Mohammad Hasan Machfoed,* Kuntoro,** Soetojo,*** Budi Santoso,****