Transcription

Analisis Kesulitan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas I MI PesantrenPembangunan Cibeunying Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap Tahun2017/2018SKRIPSIDiajukan untuk Memenuhi Sebagian SyaratMemperoleh Gelar Sarjana Pendidikandalam Ilmu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyaholeh:MASYKURINIM : 1403096005FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUANUNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGOSEMARANG2019

PERNYATAAN KEASLIANYang bertanda tangan dibawah ini :Nama : MasykuriNIM: 1403096005Jurusan : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul :Analisis Kesulitan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas I MI PesantrenPembangunan Cibeunying Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap Tahun2017/2018Secara keseluruhan adalah hasil peneliti/karya saya sendiri, kecuali bagian tertentu yangdirujuk sumbernya.Semarang, 6 November 2018Pembuat pernyataanMasykuriNIM: 1403096005ii

iii

iv

v

ABSTRAKJudul: Analisis Kesulitan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas I MI PesantrenPembangunan Cibeunying Kecamatan Majenang Kabupaten CilacapTahun 2017/2018Penulis : MasykuriNIM: 1403096005Skripsi ini membahas tentang kesulitan membaca permulaan pada Siswa KelasI MI Pesantren Pembangunan Cibeunying kecamatan majenang Kabupaten CilacapTahun 2017/2018. Kemampuan membaca permulaan merupakan kemampuan dasarpada jenjang pendidikan dasar dan sekolah dasar (SD /MI) merupakan satuanpendidikan yang memberikan kemampuan dasar tersebut sebagaimana yangdinyatakan dalam Bab II pasal 6 ayat 6 PP No. 19 tahun 2005 tentang StandarNasionalPendidikan.Metode yang digunakan dalam penulisan ini yakni Kualitatif Deskritif yangmana memaparkan dan menggambarkan hasil penelitian yang dilakukan. Penelitianini mendiskripsikan tentang kesulitan membaca permulaan pada Siswa Kelas I MIPesantren Pembangunan Cibeunying kecamatan majenang Kabupaten Cilacap.Faktor–Faktor yang menghambat Siswa dalam Kesulitan Membaca Permulaanpada kelas I MI Pesantren Pembangunan Cibeunying banyak dipengaruhi Malasbelajar membaca, Tidak Sekolah Taman Kanak-Kanak dan Kelurga tidakmendampingi belajar siswa. Solusinya di terapkan guru adalah memeberikaninovasi-inovasi baru dalam memebaca permulaan.Hasil dari penelitian ini yang melalui observasi, wawancara dengan Kepalasekolah, Guru kelas I dan Siswa kelas I MI pesantren pembangunan Cibeunyingkecamatan majenang kabupaten cilacap menghasil bahawa secara umum dari 31siswa MI pesantren pembangunan cibeunying kecamatan majenang kabupatencilacap ada 18 siswa MI pesantren pembangunan cibeunying kecamatan majenangkabupaten cilacap yang mengalamai kesulitan dalam membaca permulaan.Kata kunci : Kesulitan Membaca Permulaan, Siswa Kelas I MIvi

TRANSLITERASI ARAB-LATINPenulisan transliterasi huruf-huruf Arab Latin dalam skripsi ini berpedoman padaSKB Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I. Nomor: 158/1987 danNomor: 0543b/U/1987. Penyimpangan penulisan kata sandang [al-] disengaja secarakonsisten agar sesuai teks Arabnya. ا A ط ṭ ب B ظ ẓ ت T ع ‘ ت S غ g ج J ف f ح H ق q خ Kh ك k د D ل l ذ Ż م m ر R ن n ز Z و w س S ه h ش Sy ء ’ ص ṣ ي y ض ḍBacaan Madd:Bacaan Diftong:ā a panjangau ْ اَو ī i panjangai ْ اَي ū u panjangiy ْ اِي vii

KATA PENGANTARAlhamdulilah puji syukur dengan hati yang tulus dan pikiran yang jernih,tercurahkankehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, taufik, dan hidayah sertainayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan penulisan skripsi denganjudul Analisis Kesulitan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas I MI PesantrenPembangunan Cibeunying kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap dengan baik. Shalawatserta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW yang membimbing umatmanusia dari jaman kegelapan menuju masa yang terang benderang.Suatu kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi penulis dapat menyelesaikanpenulisan skripsi ini, meski sesungguhnya masih banyak kekurangan dalam skripsi ini.Penulis menyadari dalam penyusunan skripsi ini terdapat banyak pihak yang membantudan memberi dukungan sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Untuk itupenulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:1. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo Semarang Dr. H.Raharjo, M.Ed.,St.2. Ketua Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah danKeguruan UIN Walisongo Semarang H. Fakrur Rozi, M. Ag.3. Dosen Pembimbing Zulaikhah, M.Ag, M.Pd dan Dafiq Rizal, M.Ag yang telah dengansabar dan tekun serta meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dalampembuatan skripsi ini.4. Dosen wali Zulaikhah, M.Ag, M.Pd. yang telah banyak memberikan bimbingan danpengarahan selama masa kuliah.5. Segenap Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Walisongo Semarang yangtelah banyak memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada penulis selama duduk dibangku perkuliahan.6. Kepala Madrasah Ibtidaiyah Pesantren Pembangunan Cibeunying, Bapak KepalaSekolah dan Ibu Guru Kelas I, peserta didik kelas I serta Karyawan di lingkungan MIPesantren Pembangunan Cibeunying yang telah memberikan bantuan dengansepenuhnya kepada penulis untuk memberikan informasi-informasi penting berkaitandengan pengumpulan data.viii

7. Ayahanda Bapak Rosyidin dan Ibunda Ibu Wasriyah, yang selalu memberikandukungan dan semangat serta selalu mendoakan agar cepat menyelesaikan perkuliahandan skripsi ini. Serta kakak ku M. Aris Hidayat, mas Ibnu, Mas Anya, mbakParbudiyati dan sejawat M. Hasan Mubarok yang selalu menasehati dan membimbingsaya.8. Sahabat-sahabatku terbaik Husein al athos, saefulloh, uqi, yudi, kipli, noreng, poko,budi, Laras grahita, Dani, Shobah, yang selalu menemani dan menyemangati penulis.9. Teman-teman Organisasi Tercinta MAWAPALA, Teman- teman PGMI angkatan2014, PPL, KKN, seperjuangan yang selalu memotivasi dan saling mendukung agarcepat menyelesaikan perkuliahan ini.10. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah banyak membantupenyelesaian skripsi ini.Semoga Allah SWT membalas kebaikan dan melimpahkan rahmat serta hidayah-Nyakepada mereka semua. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini belum mencapaikesempurnaan. Semoga yang tertulis dalam skripsi ini dapat bermanfaat. AminSemarang, 6 November 2018Peneliti,MasykuriNIM: 1403096005ix

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL . . .iPERNYATAAN KEASLIAN .iiPENGESAHAN . .iiiNOTA PEMBIMBING .ivABSTRAK .viTRANSLITERASI .viiKATA PENGANTAR . .viiiDAFTAR ISI .xDAFTAR LAMPIRAN .xiiBAB IBAB IIPENDAHULUANA. Latar Belakang . .1B. Rumusan Masalah . .9C. Tujuan dan Manfaat Penelitian .10LANDASAN TEORIA. Deskripsi Teori .131. Pengertian Membaca. .132. Pengertian Membaca Permulaan .173. Tujuan Membaca Permulaan .184. Proses membaca Permulaan. .205. Siswa Kelas Dasar (SD/MI) .236. Kesulitan Membaca Permulaan Siswa (SD/MI) .24B. Kajian Pustaka .27C. Kerangka Berfikir .31D. Hipotesis .33BAB III METODE PENELITIANA. Jenis Penelitian . .37B. Tempat dan Waktu Penelitian .39C. Metode Penelitian .391. Sumber data Penelitian. .392. Sumber data Sekunder .40x

D. Fokus Penelitian . .40E. Tekmik Pengumpulan Data. .411. Wawancara (Interview) .412. Observasi .423. Dokumentasi.43F. Uji Keabsahan Data .44G. Teknik Analisis Data .451. Data Reduction (Ruduksi Data) .472. Data Display (Penyajian Data) .473. Penarikan Kesimpulan.48BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATAA. Deskripsi Madrasah Ibtidaiyah PesantrenPembangunan Cibenying . .491. Sejarah Madrasah Ibtidaiyah PesantrenPembangunan Cibeunying .492. Letak Geografis Madrasah IbtidaiyahPesantren pembangunan Cibeunying. .533. Visi dan Misi Madrasah IbtidaiyahPesantren Pembangunan Cibeunying. .54B. Deskripsi Data .591. Hasil Wawancara dan Obeservasi SiswaKelas I MI Pesantren PembangunanCibeunying .592. Hasil Wawancara Kepala Sekolah MIPesantren Pembangunan Cibeunying. .713. Hasil Wawancara Guru Kelas I MIpesantren pembangunan Cibeunying. .73C. Analisis Data .741. Kesulitan-Kesulitan MembacaPermulaan Siswa Kelas I MI . .742. Faktor-Faktor Kesulitan MembacaPermulaan .3. Solusi Yang Berikan Guru Dalamxi79

Mengatasi Kesulitan MembacaBAB VPermulaan.814. Keterbatasan Penelitian. .82PENUTUPA. Kesimpulan .DAFTAR PUSTAKALAMPIRAN-LAMPIRANRIWAYAT HIDUPxii83

DAFTAR LAMPIRANLampiran 1 Hasil observasi siswa kelas ILampiran 2 Instrumen Wawancara kep.sekolah, Guru kelas I, siswa kelas I sekolah MILampiran 3 Hasil wawancara kep. sekolah, guru kelas I dan siswa kelas I MILampiran 4 Intrumen Pedoman Observasi siswa kelas I MILampiran 5 SILABUS b. Indonesia kelas I MILampiran 6 RPP B. Indonesia kelas I MILampiran 7 Surat telah melakukan penelitian dari MILampiran 8 Mohon izin RisetLampiran 9 Permohon pembimbingLampiran 10 IMKALampiran 11 ToefelLampiran 12 KKNLampiran 13 Dokumentasi penelitianLampiran 14 Tes membaca permulaan Siswa kelas I MILampiran 15 Materi Bahas Indonesia Kelas I MILampiran 16 Daftar Riwayat Hidupxiii

BAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahKesulitan belajar merupakan persoalan yang umumdan lumrah terjadi pada peserta didik dalam akademisinya.Meskipun begitu masalah kesulitan belajar pada peserta didiktidak boleh dipandang remeh. Masalah tersebut hendaknyasesegera mungkin dilakukan tindakan atau penanganankhusus, agar anak didik mampu berhasil menyelesaikanstudinya di sekolah. Pelayanan yang diberikan bagi anakberkesulitan belajar, berorientasi pada kebutuhan individualyang diperlukan untuk keberhasilan belajar secara optimalberdasarkan kapasiatas yang dimilikinya. Hal ini didasarkanpada heterogenitas kesulitan belajar yang dialamai olehpeserta didik di sekolah, mengingat kesulitan belajar itusendirisangat bervariasi jenisnya. Secara garis besar kesulitanbelajar anak dapat diklasifikasikan ke dalam dua ganperkembangan (developmental learning disabilities) dankedua kesulitan belajar akademik (academic learningdisabilities.).11Mulyono Abdurrahman dan Drs. S. Pendidikan Luar Biasa Umum,(Jakarta:Departemen Pendidikan Dan Nasional 1994), hlm. 1321

Pembelajaran di SD/MI nampaknya belum berhasilmengatasi kesulitan-kesulitan belajar yang dialami matan Majenang Kabupaten Cilacap dilihat dari hasilwawancara dan observasi pada Kepala sekolah, Guru kelas Idan Siswa Kelas I MI masih banyak siswa yang mengalamikesulitan khususnya membaca permulaaan dari 31 siswa danpeneliti mengambil rendom sampeling 18 siswa kelas I MIpesantren pembangunan cibeunying indikatornya berdasarkandraft observasi yang di ujikan kepada siswa kelas I MImengenaimembacapermulaanrekomendasi dari Guru kelas I.danjugaberdasarkan2Untuk masalah-masalah seperti kesulitan membacapada siswa ini seringkali kurang mendapat perhatian dariguru. Pendidik atau guru yang setiap harinya berkecimpungdalam proses pendidikan, cenderung belum memahami benarsiswa yang mengalami kesulitan belajar.3Siswa akan berkembang secara optimal melaluiperhatian guru yang positif, begitupun sebaliknya. Lebihlanjut lagi beliau mengemukakan bahwa salah satu dari tujuhkesalahan yang sering dilakukan guru salah satunya yaitumenunggu siswa berperilaku negatif. Tidak sedikit guru yang2Hasil wawancara dengan Guru kelas I MI pesantren pembangunanCibeunying sabtu tanggal 25 agustus 2018, di ruang guru.3Sunaryo Kartadinata, dkk. Bimbingan di Sekolah Dasar. (Jakarta:Depdikbud Dirjen Dikti 1998/1999), hlm. 92

mengabaikanperkembangansiswanya.Gurubarumemberikan perhatian kepada siswa ketika mereka ribut, tidakmemperhatikan, atau membuat masalah. Guru akan turuntangan ketika siswa mengalami kesulitan dalam dakdiperhatikan oleh guru, sehingga kesulitan itu semakin parahdan mengganggu proses belajarnya. Untuk itu guru perluuntuk 4Pengajaran membaca di MI pesantren pembangunanCibeunying kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap terbagimenjadi 2 tahapan yaitu membaca permulaan dan membacalanjut, yaitu proses pembelajaran membaca permulaandiajarkan di kelas I, siswa kelas I ditekankan oleh guru untukbisa mengenal huruf, membaca suku kata dan membaca kata.Sedangkandimengembangkankelasdandiajarkan di kelas itu siswa dapat membaca kalimatdengan lancar, membaca kalimat, mengetahui tanda baca danmemahami isi bacaan. Membaca permulaan yang diajarkan dikelas I dan II memiliki peranan yang sangat penting. Siswayang tidak mampu membaca dengan baik akan mengalamikesulitan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran serta4Mulyasa. Menjadi Guru Profesional: Menciptakan PembelajaranKreatif dan Menyenangkan. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya 2006), hlm. 53

kesulitan dalam menangkap dan memahami informasi yangdisajikan melalui berbagai buku pelajaran, buku-buku bahanpenunjang, dan sumbersumber belajar tertulis lainnya.5Menurut teori perkembangan Kognitif Piaget, siswakelas I MI termasuk dalam tahap operasional konkret(concrete operational stage) yang berlangsung dari usia 7sampai 11 tahun. Pada tahap ini sebagian besar ahankan dan mengendalikan atensi. Atensi atauperhatian merupakan salah satu fungsi kognitif yang terlibatsaat proses membaca. Selain itu, pada usia 7 tahun anakmengalami peningkatan memori jangka pendek (short termmemory) meskipun tidak berlangsung sebanyak ketika anakusia praoperasional (usia 2-7 tahun). Dalam konteksmembaca, memori jangka pendek berguna dalam mengingatrangkaian huruf dan bunyi huruf, demikian juga dalam prosesmengeja kata. Dengan demikian, maka sesuai denganperkembangannya pada usia ini siswa dapat menguasaikemampuan membaca dengan baik.6Siswa MI perlu memiliki keterampilan membaca yangmemadahi. Pembelajaran membaca di MI yang dilaksanakan5Hasil wawancara dengan Guru kelas I MI pesantrenpembangunan Cibeunying sabtu tangga 25 agustus 2018, di ruang guru.6Santrock, John W. Psikologi Pendidikan, Edisi kedua. AlihBahasa: Tri Wibowo (BS. Jakarta: PRENADAMEDIA GROUP 2004), hlm.74

pada jenjang kelas I dan II merupakan pembelajaran membacatahap awal atau disebut membaca permulaan. Penguasaanketerampilan membaca permulaan mempunyai nilai yangstrategis bagi penguasaan mata pelajaran lain di MI. Olehkarena itu, semua siswa MI perlu diupayakan agar ipun berbagai upaya telah dilakukan agar siswa lancarmembaca, namun tidak jarang ditemui ada beberapa ndalammembaca. 7Faktamenunjukkanbahwapadaprosesnya dalam menguasai kemampuan membaca, 70 persensiswa mengalami kesulitan. Kesulitan yang dialami olehmasing-masing siswa berbeda antara yang satu dengan yanglainnya. Dalam kondisi tersebut guru, orang tua, atau orangdewasa yang dekat dengan anak perlu mengupayakan bantuandan pendampingan agar anak yang mengalami kesulitanmembaca tersebut segera mendapatkan penanganan yangtepat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukananalisis kesulitan membaca permulaan. Melalui analisiskesulitan membaca permulaan, maka akan diketahui pada7Hasil wawancara dengan Guru kelas I MI pesantren pembangunanCibeunying sabtu tangga 25 agustus 2018, di ruang guru.5

aspek-aspek mana saja letak kesulitan membaca masingmasing siswa. 8Dari hasil observasi dan wawancara pada siswa masihbanyak Siswa mengalami kesulitan dalam mengenal huruf danmembedakan huruf yang bentuknya mirip seperti huruf “b”dengan “d”, huruf “p” dengan “q”, huruf “m” dengan “w”dan sebagainya. Mereka juga sulit membedakan huruf yangbunyinya hampir sama yaitu antara huruf “f” dengan “v”. Jikahal ini terjadi, maka siswa tidak dapat melakukan decoding,yaitu membaca tulisan sesuai dengan bunyinya. Kesulitan lainyang siswa alami yaitu dalam merangkai huruf menjadi katakata. Ada siswa yang bahkan kesulitan dalam merangkai 2huruf saja, misalnya huruf “b” dan “o” dirangkai menjadi“bo” dan huruf “l” dengan “a” menjadi “la”, seharusnyadibaca “bola”. Tetapi kata “bola” tersebut tidak terbaca “bola”oleh siswa. Terlebih untuk kata yang susunan huruf-hurufnyalebih kompleks seperti huruf konsonan rangkap sangatmenyulitkan siswa, misalnya kata “nyamuk”, “mengeong”,“khawatir” dan lain-lain. Hal ini kemungkinan terjadi karenaanak tidak mengenal ruf.mengejaadaMisalnyayangtulisanHasil wawancara dengan Guru kelas I MI pesantrenpembangunan Cibeunying sabtu tangga 25 agustus 2018, di ruang guru.9I.G.A.K. Wardani. Pengajaran Bahasa Indonesia bagi AnakBerkesulitan Belajar. (Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti . 1995), hlm. 226

“menyanyikan” dibaca “menyanyi”. Hal tersebut karena anakmenganggap huruf atau kata yang dihilangkan tersebut tidakdiperlukan. Penyebab lain adalah karena membaca terlalucepat, sehingga terjadi penghilangan beberapa huruf. Siswajuga masih terbata-terbata dalam mengeja ketika membacarangkaian kalimat. Ketidaklancaran membaca seperti inikarena anak memusatkan perhatiannya secara berlebihan padaproses decoding.10 Ada siswa yang bercanda dan berlari-lariketika disuruh membaca. Selain itu ada juga siswa yangmembaca dengan menggunakan alat bantu seperti jari tangan.Hal itu karena anak kesulitan konsentrasi.Kemampuan membaca merupakan kemampuan dasarpada jenjang pendidikan dasar dan sekolah dasar (SD)merupakan satuan pendidikan yang memberikan kemampuandasar tersebut sebagaimana yang dinyatakan dalam Bab IIpasal 6 ayat 6 PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar NasionalPendidikan. Selain itu, sekolah dasar sebagai lembagapendidikan formal diharapkan dapat menangani kesulitanyangdialamianak untukmeningkatkanketerampilanberbahasa termasuk kemampuan membaca. Sebagaimanafirman Allah dalam al-Quran:10Amitya Kumara, A. Jayanti Wulansari & L. Gayatri Yosef.Perkembangan Kemampuan Membaca. 2014 (hlm. 1-26), dalam AmityaKumara, dkk. Kesulitan Berbahasa pada Anak. (Yogyakarta: PT Kanisius.)7

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yangMenciptakan,2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidakdiketahuinya.11Analisis ini perlu di lakukan sedini mungkin di kelaskelas awal, dengan demikian maka tidak terlambat untukmelakukan perbaikan dengan memberikan penanganan yangtepatkepadasiswa. Faktor-faktorpenyebab kesulitanmembaca yang dialami oleh setiap anak dapat disebabkanoleh faktor internal pada diri anak itu sendiri atau faktorekternal di luar diri anak. Faktor internal pada diri anakmeliputi faktor fisik, intelektual dan psikologis. Adapunfaktor eksternal di luar diri anak mencakup lingkungan118Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, hlm. 906.

keluarga dan sekolah.12 Analisis ini perlu dilakukan sedinimungkin di kelas-kelas awal, dengan demikian maka tidakterlambat untuk melakukan perbaikan dengan memberikanpenanganan yang tepat kepada siswa. Faktor-faktor penyebabkesulitan membaca yang dialami oleh setiap anak dapatdisebabkan oleh faktor internal pada diri anak itu sendiri ataufaktor ekternal di luar diri anak. Faktor internal pada diri anakmeliputi faktor fisik, intelektual dan psikologis. Adapunfaktor eksternal di luar diri anak mencakup lingkungankeluarga dan ulaan di atas, sebagai guru yang berperan untukmenanamkan kemampuan membaca pada diri siswa harusmengetahui pada bagian mana letak kesulitan membaca yangdialami siswa terutama pada membaca permulaan, karenakesulitan yang dialami siswa bermacam-macam dan satusiswa kemungkinan akan mengalami kesulitan yang berbedadengan siswa yang lain. Akan lebih baik jika kesulitanmembaca siswa terdeteksi sejak dini. Berdasarkan kondisitersebut, maka penelitian yang berjudul “Analisis KesulitanMembaca Permulaan pada Siswa Kelas I MI PesantrenPembangunan Cibeunying Kabupaten Cilacap Tahun12Farida Rahim. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. (Jakarta:Bumi Aksara 2005),. hlm. 813Farida Rahim. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. (Jakarta:Bumi Aksara 2005),. hlm. 89

2017/2018 ”, penting dilakukan karena membaca merupakankemampuan mendasar bagi siswa untuk dapat mengikutiproses pembelajaran di sekolah.B. Rumusan Masalah1. Apa saja kesulitan-kesulitan siswa dalam membacapermualan di kelas I MI Pesantren PembangunanCibeunying 2017/2018 ?2. Faktor–Faktor apa saja yang menghambat Siswa dalamKesulitan Membaca Permulaan ?3. Solusi apa untuk mengatasi permasalahan Siswa dalamKesulitan Membaca Permulaan di kelas I MI PesantrenPembangunan Cibeunying 2017/2018 ?C. Tujuan dan Manfaat Penelitian1. Tujuan PenelitianSesuai dengan rumusan masalah di atas, tujuan utamadari penelitian ini adalah:a. Untuk menganalisis berbagai kesulitan membacapermulaan yang dialami siswa kelas I MIPesantren Pembangunan Cibeunying, KecamatanMajenang, Kabupaten Cilacap.b. Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yangmenghambat kesulitan membaca permulaan siswakelas I MI Pesantren Pembangunan Cibeunying,Kecamatan Majenan, Kabupaten Cilacap.10

c. Untuk mengetahui apa yang diberikan guru ataupihak sekolahdalam mengatasi kesulitanmembaca permulaan siswa kelas I MI PesantrenPembangunan Cibeunying, Kecamatan Majenang,Kabupaten Cilacap.2. Manfaat manfaat bagi semua pihak yang terkait, adapun manfaatdapat ditinjau secara teoretis dan praktis sebagai berikut :a. Secara teoritisPenelitian ini diharapkan dapat menambahkhazanah ilmu pengetahuan di bidang pendidikandasar, utamanya hasil dari penelitian ini dapatdigunakan sebagai bahan rujukan dalam upayamengatasi kesulitan membaca siswa denganmengetahui dimana letak kesulitan membaca padasiswa agar tercapai tujuan belajar secara optimal.b. Secara PraktisPenelitian ini memberikan manfaat kepadaberbagai pihak yakni guru, siswa, peneliti, danmadrasah yaitu sebagai berikut:1) Bagi GuruMemberikangambarantentangkesulitan-kesulitan membaca yang dialamioleh siswa, sehingga guru dapat mengambil11

tindakan yang tepat guna mengatasi masalahdalam kesulitan membaca.2) Bagi SiswaMemberikaninformasidanpemahaman tentang kesulitan membaca yangmerekaalamiagardapatdiusahakanmengatasi kesulitan tersebut.3) Bagi PenelitiDiharapkan peneliti dapat mengetahuitentang kesulitan membaca permulaan siswadan memberikan solusi tentang kesulitanMembaca Permulaan Siswa Kelas I MIPesantrenPembangunanCibeunyingkecamtan Majenang Kabupaten Cilacap.4) Bagi MadrasahMemberikan gambaran kemampuanmembaca siswa, sehingga dapat menjadibahan pertimbangan penentuan kebijakanbagisekolahuntukperbaikan pembelajaran.12mendukungproses

BAB IILANDASAN TEORIA. Deskripsi Teori1. Pengertian MembacaMembaca adalah kegiatan yang “aktif”,merekadilatih untuk dapat mengkomunikasikan dua hal berikut : (a)Apa yang sudah mereka ketahui, apa yang ada dipikiranmereka dengan (b) Isi atau cerita yang sedang mereka telusurimelalui kegiatan membaca teks. Oleh karena itu kegiatanmembaca teks dapat diawali dengan pertanyaan bimbingan,yakni pertanyaan awal untuk mengarahkan pikiran danpandangan siswa. Dengan demikian, sebelum membaca teks,siswa dibiasakan memanggil kembali pengalaman merekayang berkaitan dengan isi bacaan yang mereka hadapi.Kegiatan pemanasan pikiran seperti ini perlu dilakukansupaya siswa tidak membaca dengan pikiran kosong. Tetapiada sesuatau yang dapat dibandingkan atau diadu dengan isiteks yang akan mereka baca. Cara lain, selain denganpertanyaan bimbingan yang dapat dilakukan pada kegiatanpemanasan itu ialah meminta siswa menebak apa yang akanterjadi dengan cerita kelanjutannya.11Bambang kaswanti purwo. (pokok pokok pengajaran bahasadan kurikulum 1994 Bahasa Indonesia.1997), hlm. 5-613

Membaca merupakan suatu kegiatan atau proseskognitif yang berupaya untuk menemukan berbagai informasiyang terdapat pada tulisan hal ini berarti membaca merupakanproses berfikir untuk memahami isi teks yang dibaca. Olehsebab itu, membaca bukan hanya melihat kumpulan hurufyang telah membentuk kata, kelompok kata, kalimat, paragrafdan wacana saja, akan tetapi lebih dari itu bahwa membacamerupakan kegiatan memahami dan menginterpresentasikanlambang, tanda, tulisan yang yang bermakna sehingga pesanyang disampaikan penulis dapat diterima oleh pembaca.2Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumityang melibatkan banyak hal. Membaca tidak hanya sekedarmelafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual,berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Sebagai prosesvisual, membaca merupakan proses menerjemahkan simboltulis (huruf) ke dalam kata-kata lisan. Sebagai suatu prosesberpikir, membaca mencakup aktivitas pengenalan anpemahaman. Membaca merupakan upaya untuk menemukanmakna dan pemahaman dari apa yang ditulis dalam teks, yangsemuanya tergantung pada penulis dan pembaca.Pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki pembacaakan mengarahkan perhatian dalam membaca, membimbingdan memberikan tafsiran, serta membuat pemahaman.214Dr. H. Dalman, M.Pd. ( ketrampilan membaca ), hlm. 5

Pengalaman dan pengetahuan anak perlu dijadikan landasandalam mengembangkan kemampuan uan serta pemahaman linguistik, maka membacamerupakan proses tindakan yang berbasis memori. Seoranganak yang telah mengenal huruf atau kata harus terusmengingatnya dalam waktu cukup lama. Hal tersebut agardapat digunakan dalam memberikan makna terhadap frasa,kalimat, dan keseluruhan bacaan. Kemampuan membacadalam memeroleh pemahaman baru, bergantung padakemampuan menggunakan informasi yang telah tersimpandalam memori dan kecakapan mengaitkannya denganinformasi baru.3Tiga istilah yang sering digunakan untuk memberikankomponen dasar dari proses membaca, yaitu recording,decoding, dan meaning. Recording merujuk pada kata-katadan kalimat, kemudian mengasosiakannya dengan bunyibunyinya sesuai dengan sistem tulisan yang digunakan. Prosesdecoding (penyandian) merujuk pada proses penerjemahanrangkaian grafis ke dalam kata-kata. Proses recording dandecoding biasanya berlangsung pada kelas-kelas awal, yaituSD kelas (I, II, dan III) yang dikenal dengan istilah membacapermulaan. Penekanan membaca pada tahap ini yaitu proses3Tarigan, Henry Guntur. Membaca Sebagai Suatu KeterampilanBerbahasa. (Bandung: Angkasa 2008), hlm. 28-2715 pa

vi ABSTRAK Judul : Analisis Kesulitan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas I MI Pesantren Pembangunan Cibeunying Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap Tahun 2017/2018 Penulis : Masykuri NIM : 1403096005 Skripsi ini membahas tentang kesulitan membaca permulaan pada