Transcription

PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYAAYAM KAMPUNG UNGGUL (KUB)BADAN LITBANG PERTANIANDI PROVINSI JAMBIBALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN(BPTP) JAMBIBALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERTANIANBADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIANKEMENTERIAN PERTANIAN2014

PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYAAYAM KAMPUNG UNGGUL (KUB)BADAN LITBANG PERTANIANDI PROVINSI JAMBISari Yanti HayantiBALAI PENGKAJIAN TEKNOLOGI PERTANIAN(BPTP) JAMBIBALAI BESAR PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGIPERTANIANBADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIANKEMENTRIAN PERTANIAN2014

PETUNJUK TEKNIS BUDIDAYA AYAM KAMPUNGUNGGUL (KUB) BADAN LITBANG PERTANIANDI PROVINSI JAMBIPenanggung Jawab : Ir. Endrizal, M.Sc(Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi)Dewan RedaksiKetua:Rima Purnamayani, SP, M.SiAnggota:- Dr. Zubir, S.Pt, MP- Endang Susilawati, S.PtTata Letak & Desain Sampul:Eva Salvia, SPFaridaDiterbitkan Oleh:Balai Pengkajian Teknologi Pertanian JambiAlamat :Jl. Samarinda Paal V Kotabaru Jambi 36128,Jl. Raya Jambi – Palembang KM16Desa Pondok Meja, Kec. Mestong, Kab. Muaro JambiTelepon: 0741-40174/7053525, Fax: 0741-40413e-mail: [email protected] /bptp jam[email protected]:jambi.litbang.deptan.go.id

KATA PENGANTARPuji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,karena atas berkat dan rahmatNya penyusunanPetunjuk Teknis Budidaya Ayam KUB di Provinsi Jambidapat diselesaikan.Ayam KUB merupakan ayam unggul lokal hasilpersilangan dan seleksi oleh peneliti-peneliti BadanLitbang Pertanian.Uji adaptasi ayam KUB di ProvinsiJambi dilakukan sejak bulan Desember 2013. andenganayamkampungbiasa.Keunggulan ayam KUB tersebut diikuti dengan sifatkhusus yang pada akhirnya mempengaruhi sistempemeliharaan sehingga sedikit berbeda dibandingkanayam kampung biasa.Penyusunan juknis ini dimaksudkan untuk kan pemeliharaan ayam KUB.Mudah-mudahan juknis singkat ini dapat bermanfaatbagi pelaku usaha ayam KUB, penyuluh pertanian danpeternakan serta petugas lainnya.Jambi, Agustus 2014Kepala Balai,Ir. Endrizal, M.Sc19580101 198503 1 001i

DAFTAR ISIHalKata Pengantar .iDaftar Isi .iiDaftar Tabel . iiiDaftar Gambar . ivI. Pendahuluan . 1II. Pemilihan Bibit . 2III. Sistem Pemeliharaan. 3IV. Kandang . 4V. Pakan . 6VI. Manajemen Reproduksi . 9VII. Pencegahan Penyakit . 11Sumber Bacaan. 13ii

DAFTAR TABELTabel1. Kebutuhan pakan ayam KUB berdasarkantingkatan umur .2. Perbandingan kinerja ayam kampung biasaHal8dengan ayam KUB pada sistempemeliharaan yang berbeda . 12iii

DAFTAR GAMBARGambar1. Kandang Postal .2. Kandang Battery .3. Kandang Berpagar .Hal445iv

I.PENDAHULUANLatar BelakangAyam KUB merupakan jenis ayam kampung dengangalur baru yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian.Budidaya ayam KUB bertujuan untuk meningkatkanproduksi telur ayam kampung agar mampu memenuhikebutuhan masyarakat. Ayam KUB memiliki keunggulanseperti sifat mengeram rendah dan produksi telur tinggi,sehingga menjadi indukan penghasil DOC (female line)yang banyak.Konsumsi daging dan telur ayam kampung di ProvinsiJambi dari tahun ketahun mengalami peningkatansedangkan produksinya belum mampu sepenuhnyamemenuhi kebutuhan masyarakat.Untuk itu perludilakukan pengembangan budidaya ayam kampungyang memiliki nilai produksi telur araan ayam KUB dari pemilihan bibit(anakan/indukan), pembuatan kandang, penyusunanpakan, produksi, reproduksi dan pencegahan penyakit.Pemeliharaan ayam KUB tidak jauh berbeda denganpemeliharaan ayam kampung pada umumnya. Namunbeberapa hal perlu diperhatikan secara khusus agarpotensi produksi ayam tersebut dapat diperoleh secaraoptimal.1

Tujuan dan ManfaatTersusunnya Petunjuk Teknis Budidaya Ayam KUB diProvinsi Jambi diharapkan memberikan informasikepada pelaku usaha peternakan tentang manajemenpemeliharaan ayam KUB.Diketahuinya manajemen pemeliharaan ayam KUBdiharapkan mampu memperkecil terjadinya resikokegagalan pemeliharaan sehingga pemeliharaan ayamKUB dapat memberikan keuntungan bagi pelaku usahapeternakan.II. PEMILIHAN BIBITPemilihan bibit atau seleksi betina (induk) dan pejantanperlu dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mendapatkanindukan dan keturunan yang memiliki produktivitastinggi.Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilhanindukan yaitu :a. Bakal Pejantan (Jantan) Sehat dan tidak mempunyai cacat fisik Pergerakan lincah dan gesit Penampilan tegap, mata bening, bulu halus danmengkilap, kaki dan kuku bersih, sisik teratur, Memiliki nafsu kawin yang tinggi Umur 1- 2,5 tahun, bertaji Untuk sistem kawin IB pejantan yang digunakanmempunyai hubungan yang jauh dengan indukyang akan diinseminasi Untuk sistem kawin IB dipilih pejantan yangsudah terlatih diambil semennya2

b. Bakal Induk (Betina) Sehat dan tidak cacat Berproduksi tinggi Minimal sudah mengalami periode peneluranpertama, umur 7-8 bulan Induk sedang bertelur Pemeliharaan induk sebaiknya dalam kandangpostal atau liter dengan perbandingan jantan :betina 1 : 6 dalam setiap flockSelain ciri-ciri fisik, peternak juga perlu mengetahuitingkatan umur ayam.Tingkatan umur diperlukandalam penghitungan pemberian pakan dan pengaturandalam pengandangan. Berdasarkan umur, ayamdikelompokkan menjadi 4 bagian yaitu :1.Kuri (doc) 0-6 minggu starter2.Anak ayam umur 6-12 minggu grower3.Ayam muda umur 12-16 minggu developer4.Ayam dewasa umur 18-68 minggu layer/roosterIII. SISTEM PEMELIHARAANPemeliharaan ayam kampung petelur dianjurkan dengansistem intensif (ternak selalu dikandangkan). Sistempemeliharaan intensif memudahkan pelaku usaha an pemberian pakan, waktu produksi danmempermudah pemanenan telur.3

Bentuk KandangIV. KANDANGPemeliharaan ayam KUB dengan sistem intensif, makadiperlukan pembuatan kandang. Model kandang dapatdengan : Kandang postalGambar 1. Kandang Postal Kandang batteryGambar 2.Kandang Battery4

Kandang berpagarGambar 3.kandang berpagarVolume KandangKandang ayam dibuat dengan mengutamakankenyamanan dan keamanan. Hal ini akan mencegahayam dari stress. Untuk itu perlu pengaturan populasidalam satu luasan kandang berdasarkan jumlah dantingkatan umur.Berdasarkan tingkatan umur danjumlah pengaturan pengandangan dapat dilakukanseperti berikut: Untuk ayam pada periode starter dapat ditempatkansebanyak 30 ekor pada kandang dengan luas 100 cmx 100 cm x 40 cm. Untuk ayam pada periode grower dapat ditempatkansebanyak 15 ekor pada kandang dengan ukuran 100cm x 100 cm x 60 cm Untuk ayam pada periode layer dianjurkan ditempatkan pada kandang dengan model Postal (liter)dengan ukuran kandang 1m3 untuk 1 ekor 6 ekor5

dan sistem Battery dengan ukuran 1,4 m x 40cm x35cm untuk 4 ekor.Perlengkapan KandangSelain memperhatikan konstruksi, kandang juga perludilengkapi dengan peralatan yang mempermudahpemeliharaan.Bahan-bahan yang digunakan untukperlengkapan kandang dapat digunakan denganpertimbangan ekonomis dan aman. Tempat pakan dan air minum dapatmenggunakan dari bahan plastik, kayu, bambudan seng. Ayam kampung memiliki kebiasaan alami yaitubertengger dan mematuk ayam lainnya(kanibal). Untuk itu di dalam kandang perludisiapkan tempat bertengger yang dapat dibuatdengan bahan kayu dan bambu. Guna mencegahkebiasaan mematuk, didalam kandang jugadapat disediakan batang pisang yang digunakansebagai pengalihan. Khusus untuk ayam dengan masa bertelur akanmembutuhkan sarang yang digunakan untukmengeram. Bahan sarang dapat dari kayu,bambu dan kotak bekas.V. PAKANBahan pakan pada ayam dapat diberikan dengan lebihdari dua campuran. Adapun jenis bahan pakan yangdapat diberikan pada ayam sebagai berikut :6

.21.22.23.24.25.Dedak PadiJagungBungkil KelapaBungkil Inti SawitTepung SingkongMenirBerasTepung IkanIkan RucahIkan AsinTepung Daun LamtoroDedak JagungPolarSaguTepung KeongTepung Cangkang KerangTepung KapurBungkil Kacang TanahBungkil KedeleSorghumAsam AminoGaram DapurAntibiotikaPremix Vitamin dan MineralHerbal Kesehatan Untuk Daya Tahan Tubuh:a. Jamu Ternak Fermentasib. Anti Koksidiosis (Berak Darah)Pemberian pakan berdasarkan:1. Umur ayamKebutuhan pakan Ayam KUB sesuai umur dapatdilihat pada Tabel 1.7

Tabel 1. Kebutuhan pakan ayam KUB berdasarkantingkatan umurUmur (minggu)0-11-22-33-44-55-66-77-8Menjelang bertelurPeriode bertelurKebutuhan Pakan 80-9090-1002. Bangsa ayam (tingkat produktifitas, ukuran utuhkan pakan lebih banyak (Lihat Tabel 1).3. Kualitas bahan pakan (kadar serat kasar)4. Bentuk ransum- Mash atau tepung biji pecah lembut, kasar- Crumble atau pelet pecah, granul- Pelet5. Pemberian secara ad libitum (tidak terbatas)- Kering- Pasta (semi basah)Contoh pemberian pakan pada umur 0 - 18 minggu:1. Pakan jadi bentuk crumble (61,13%),2. Dedak padi (26,77%),3. Tepung jagung (11,10%)4. Premix (vitamin dan mineral premix, Topmix)sebanyak1%8

Contoh pemberian pakan pada masa layer adalah dedakpadi, tepung ikan dan mineral powder denganperbandingan 2,5:1:0,1:0,03.VI.MANAJEMEN REPRODUKSISistem kawin dapat dilakukan dengan individu maupunkelompok. Sistem kawin dengan kelompok dilakukandengan menempatkan ayam umur 16 minggu dalamsatu kandang. Sistem kawin dapat dilakukan dengankawin alam dan IB (Inseminasi Buatan).PerbandinganJantan : Betina 1 : 6 atau 2 : 12 atau 3 : 18 atau 4 :24 dst, tergantung ruang kandang yang disediakan.Sistem kawin IB dapat dilakukan dengan teknik yangsederhana.Keuntungan system kawin IB adalah:- Meningkatkan ratio perkawinan (1 pejantan yangdiambil sperma dapat di IB pada 24 Induk betina)- Pemanfaatan jantan tua unggul atau jantan unggultapi cacat fisik- Mengurangi perkawinan pilih-pilih,- Tingkat keberhasilan kawin silang yang tinggi,- Untuk menanggulangi rendahnya fertilitas akibatkawin alam,- Untuk mengetahui dengan jelas dan pasti asal usultertuanya (induk dan pejantan),- Meningkatkan jumlah produksi telur tetas,- Upaya pengadaan anak (DOC) dalam jumlah banyak,- Umur seragam dan waktu yang singkat.9

Kerugian system kawin IB:- Terlalu berat untuk jumlah ayam yang banyak- Memerlukan ketelitian- Kurang hygienis pada alat-alat dapat menyebabkankegagalanFertilitas/daya tetas dipengaruhioleh :- Umur kawin pertama- Pengaturan penetasan- Penyapihan/perkawinan kembaliAyam KUB memiliki sifat mengeram rendah sehinggalama waktu mengeram lebih singkat dibandingkan ayamkampung biasa.Untuk itu penetasan telur dianjurkandengan menggunakan mesin tetas.Telur yang dihasilkan sebaiknya ditempatkan padaruangan dengansuhu dingin 16⁰C kelembaban 55%lebih baik.Untuk mendapatkan keturunan yang baik, sebaiknyadiseleksi telur dengan :- bobot antara 36-46 gram,- berbentuk normal- berkerabang halus.Telur yang telah diseleksi dimasukan ke mesin tetaspada suhu 37,8oC dibolak balik merata sehari 3 kalisampai masa inkubasi 18 hari, kemudian biarkan jangandibolak balik pada suhu yang sama sampai menetaspada inkubasi 21 hari. Jangan lupa baki air dalam mesintetas selalu berisi air cukup.10

Setelah telur menetas DOC diseleksi kembali untukmendapatkan keturunan dengan kualitas baik. DOCyang diseleksi memiliki ciri-ciri :- Tidak cacat: kaki segar (tidak kering), strukturnormal, dubur bersih, perut puput dan kering- Bobot DOC minimum 27 gram/ekorVII. PENCEGAHAN PENYAKITPencegahanpenyakitdapatdilakukan denganmelakukan biosekuriti pada ternak dan lingkunganternak, vaksinasi dan pemberian vitamin. Tahapanpemberian vaksin adalah: Vaksinasi Marek’s segera begitu turun dari mesintetas Vaksinasi ND/tetelo, 3 hari, 3 minggu, 2-3 bulanan Vaksinasi gumboro, 10 hari dan 28 hari Vaksinasi Egg drop sindrom (EDS), umur 16 minggu(sebulan sebelum bertelur) Vaksinasi AI, bila diperlukanAyam KUB memiliki kinerja lebih baik dibandingkanayam kampung biasa. Pembandingan kinerja ayam KUBdan ayam kampung biasa berdasarkan sistempemeliharaannya dapat dilihat pada Tabel 2.11

Tabel 2. Perbandingan kinerja ayam kampung biasa denganayam KUB pada sitem pemeliharaan yang berbedaCara pemeliharaanUraianProduksi telur(butir/induk/tahun)Produksi telur (%)Ayam UBIntensif18013294044-70Frekuensi bertelur(kali/tahun)Puncak produksi(%)367--Tanpa clutch,setiap hari65-70Umur pertamabertelur (mg)Daya tetas telur (%)2822-2674798485Bobot telur (g/butir)39-4839-4839-4336-45Frekuensi terjadinyamengeram (%)Konsumsi pakan(g/ekor/h)Konversi pakan10010030-10010 6060-6880-10080-85 1008-Okt4.9-6.43.850-56%34-42 27 5 1515 10 8Mortalitas s/d 6mg(%)Mortalitas mulaiproduktif s/d afkir (%)5020-2420-2212

SUMBER BACAANHeti Resnawati, 2014. Bahan presentasi Pakan AyamKUB.Balai Penelitian Ternak BogorIskandar, Sofjan. 2013.Bahan presentasi TeknologiBudidaya Ternak Ayam KUB Balai PenelitianTernak Bogor.Iskandar, Sofjan. 2014. Bahan presentasi SistemProduksi Ayam KUB. Balai Penelitian TernakBogor.Maijon Purba. 2014. Teknik & Formulasi Ransum AyamKUB. Balai Penelitian Ternak BogorSartika, Tike. 2013. Bahan presentasi dengan judulAyam KUB-1. Balai Penelitian Ternak Bogor.Sopiyana Soni, dkk. 2013. Bahan presentasi denganjudul Inseminasi Buatan (IB) Pada Ayam dari BalaiPenelitian Ternak Bogor.13

14

- Pengaturan penetasan - Penyapihan/perkawinan kembali Ayam KUB memiliki sifat mengeram rendah sehingga lama waktu mengeram lebih singkat dibandingkan ayam kampung biasa.Untuk itu penetasan telur dianjurkan dengan menggunakan mesin tetas. Telur yang dihasilkan sebaiknya ditempatkan pada