Transcription

Dosen Pembimbing :Dr. Ir. Eko Budi Santoso Lic.Rer.RegTUGAS AKHIR – RP09 1333PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTAFAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAANINSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBERSURABAYA2013

Disparitas Pulau Jawabagian utara dan selatanPenyusunan Penataan Ruang Wilayahuntuk Percepatan PembangunanKoridor Pansela JawaKonsepRegional Management (pembentukanKerja Sama OperasionalPembentukanKawasan Strategis EkonomiKabupaten Tulungagung dan Trenggalek memilikikesamaan potensi ekonomi yang disatukan menjadisatu segmen dalam perencanaanKoridor Pansela Jawa dan JLS JatimFaktanya : Inefisiensi dalamDalam strategi percepatan pembangunanekonomi koridor Pansela Jatim membutuhkan pengelolaan potensi ekonomi disistem koordinasi dan kerjasama antarwilayah kedua kabupaten dan konflikpembangunan JLS

PERTANYAAN PENELITIANBagaimana bentuk arahan pengembangan yang optimal untuk mengelola komoditasunggulan pada Koridor Jalan Lintas Selatan Jatim di KabupatenPembentukanTulungagungTrenggalek melalui pendekatan regional management?Kawasan Strategis Ekonomi Mengidentifikasi potensi dan dominasi komoditas SDA lokal unggulan darikedua kabupaten yang terdapat pada 7 kecamatan yang dilalui oleh JLS Jatim Menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembentukanregional management dalam mengelola komoditas unggulan di KabupatenTulungagung dan Trenggalek yang dilalui koridor JLS Jatim. Menentukan arahan pengembangan komoditas unggulan yang optimal diKabupaten Tulungagung-Trenggalek yang dilalui koridor JLS Jatim dengankonsep regional management.

Ruang Lingkup WilayahSUBSTANSI : komoditas unggulan : Sumber Daya Alam (SDA) lokal yang menghasilkan barangmentah yang nantinya dianalisis dalam nilai produksi per komoditas (barangmentah) Regional management : kerjasama dalam mengelola komoditas unggulan denganmenentukan bentuk inisiatif kerjasama dari segi ekonomi berdasarkan faktor-faktorpembentuk regional management (kekuatan endogen)

TINJAUAN PUSTAKAKonsepRegional ManagementTeori PengembanganWilayahdiwujudkan dalam inisiatif kerjasamaBarlingmascakebPemberian alam(SDA)TeknologiKetrampilan khususDekat dengan pasarAksesibilitas tinggiAglomerasiKualitas SDM yangmemadaiMentalitasmasyarakat yangmendukungpembangunanKebijakan pemerintah(Adisasmita, 2005)(Tarigan, 2007)Teori komoditas unggulanSDA (Sumber DayaAlam)Pemanfaatanteknologi dalamindustriKedekatan denganpasarLetak strategis ariPemanfaatan Potensi Endogen(Abdurahman, 2008)BAGIAN POTENSIPotensiPenawaranFAKTOR POTENSITenaga KerjaModalInfrastrukturPotensiPermintaanPotensi PasarSDAPotensiLingkunganTransportasiRuang dan LokasiKeindahan AlamBudaya PolitikSosial PolitikRegionalKepastian HukumOtonomi Daerah

Pendekatan PenelitianPendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan rasionalismeyang bersumber pada teori dan kebenaran empirik dan etik. Pendekatan inimenggunakan rasionalisme dalam penyusunan kerangka konseptualisasi teoritikdalam memberikan pemaknaan hasil penelitian.Jenis PenelitianJenis penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yangmemaparkan, menuliskan, dan melaporkan suatu peristiwa. Tujuan penelitian ini adalahuntuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dansifat-sifat populasi atau daerah tertentu.

TAHAPAN PENELITIANIdentifikasi potensi dandominasi komoditas unggulanberupa komoditas SDA lokaldari kedua kabupaten yangterdapat pada 7 kecamatanyang dilalui oleh JLS Jatim Komoditas BasisDaya SaingTingkat PertumbuhanProgesivitas/ Kemajuan Faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan regional management dalammengelola komoditas unggulan di wilayah penelitian SDASDMModal/ InvestasiKetersediaan InfrastrukturPotensi PasarSosial dan Politik RegionalPerumusan arahanpengembangan komoditasunggulan yang optimal diKabupaten TulungagungTrenggalek yang dilalui koridorJLS Jatim dengan konsepregional management.Prioritas Kebutuhan KerjasamaKondisi Empiri di Wilayah PenelitianPendapat Pakar yang KompetenStudi penerapan Regional Managementdi wilayah lain dan Literatur yangrelevan LQ dan SSADelphiTriangulasi

GAMBARAN UMUM12,000.0010,000.008,000.00Penggunaan Lahan ahTanah TerbukaTegalan

Kependudukan800709700org/Km2216 org/Km26005004003002001000Kondisi Tenaga anggunggunungBesukiPendudukPanggulKepadatan94 orgMunjungan192 orgTK-SDSMP-SMA/ SMKD3/S1/S2Watulimo

Struktur EkonomiKeuangan, Persewaan, & JasaPerusahaan3.69 %Jasa-jasa15.3 %Kontribusi PDRB ADHB Tahun 2011Pengangkutandan Komunikasi3.21 %Perdagangan,Hotel, &Restoran28.96 %Kabupaten TrenggalekKontruksi2.66 %Keuangan, Persewaan, & JasaPerusahaan8.95%Laju PertumbuhanEkonomiPertanian38.43 %Jasa-jasa11.79%Pengangkutandan Komunikasi7.31%14Pertambangan &Penggalian1.98 %IndustriPengolahan5.23 %Listrik, Gas, &Air Bersih0.56 %Pertanian16.2%Kabupaten 86.7342Pertambangan n, Hotel, & Restoran30.92%12Listrik, Gas, &Air Bersih1.05%Kontruksi1.84%02007200820092010Kab. TrenggalekKab. Tulungagung2011

Penentuan Dominasi Komoditas UnggulanKomoditasKabupaten TulungagungPucanglabanPadi SawahPadi GogoKalidawirBesukiVVVKedelaiVJambu MenteVVKelapaVVKapuk MarmerVVVVVWatulimoVVVVPerikanan TangkapMunjunganVVVSengonPanggulVKacang TanahSapi PotongTanggunggunungVJagungCengkehKabupaten TrenggalekVVVVVVVVV

Penentuan Faktor-faktor yang Berpengaruh TerhadapPembentukan Regional Management di Wilayah PenelitianTahapEksplorasiTahapIterasiSDASDM/ rPotensi pasar Potensi komoditas unggulan Ruang dan lokasi strategis Ketersediaan tenaga kerja/ SDM Kualitas tenaga kerja/SDM Ketersediaan permodalan pemerintah Keinginan investasi pihak swasta Aksesibilitas Ketersediaan fasilitas umum Ketersediaan utilitas Ketersediaan pasar dan lokasi potensial untukpemasaran Kebijakan pemerintahSosial dan Politik Keinginan dan pelaku/aktor terkait regionalRegionalmanagementKemauan untuk bekerjaLebihetospentingjika SDMdanbekerjaberkuantitasbanyak dantermasukke elain untuk memenuhikebutuhan seharihari, juga sebagaiFasilitas umum tidakpenarik investor swastaterlalu berpengaruhuntuk dapat masuk keterhadap kegiatanwilayah penelitian untukekonomibekerjasamaPasar tidak perluPasaryang dilokasikandilokasikanakan tetapiakanmempermudahbisa berbentukkegiatandistribusibarangdanyang dinamisantaramemudahkanpenjual dan pembeli diperencanaanberbagai lokasi

SDAKondisi Empiri : Memiliki unggulan untukkomoditas kelapa (seluruhkecamatan), sengon (Kec.Munjungan, Watulimo, Tanggunggunung, danKalidawir), perikanan tangkap(Kec.Panggul, Watulimo, Besuki, danKalidawir), dan marmer (Kec.Panggul dan Besuki) Beberapa kecamatan sepertiPanggul, Watulimo, Besuki, danKalidawir memiliki lokasi yangstrategis untuk pemasarandikarenakan ciri geografisnya danperkembangan perkotaannya.Pendapat Pakar : Peningkatan produktivitas komoditaskelapa dengan pengadaan balaibenih serta sharing bibit unggul Peningkatan dan perlindungankomoditas sengon dan hasil hutanlainnya dengan pengadaan sistemtebang pilih tanam untuk hutanrakyat maupun hutan negara danpenyediaan bibit pohon untukreboisasi Sharing produksi marmer mentahsebagai bahan baku kerajinanmarmer Eksplorasi keanekaragamansumberdaya ikan di pesisir selatanwilayah penelitianStudi Penerapan RM diwilayah lain dan Literaturyang relevan : Adanya programintensifikasi pertaniandengan PengendalianOrganisme PenggangguTanaman (OPL)(RM di Pawonsari) Pelestarian sumberdayaikan di pantai SelatanPawonsari(RM di Pawonsari)

Peningkatanproduktivitasdanperlindungan komoditas sengon sertahasil hutan lainnya dengan pengadaansistem tebang pilih tanam untuk hutanrakyat maupun hutan negara disepanjang pesisir selatan KabupatenTulungagung dan Trenggalek, sertapenyediaan bibit pohon untuk reboisasi.Sharing produksi marmermentahsebagai bahan baku sentra kerajinanmarmer di Kecamatan Besuki terutamadariKecamatanPanggulsebagaipenghasil marmer yang cukup potensial.Peningkatanproduktivitaskomoditas kelapa denganintensifikasi pertanian danpengadaan balai benih, sertasharing bibit unggul diseluruh ya ikan di pesisir selatanterutama Prigi dan Popoh sertapelestarian sumberdaya ikan yang telahada dengan menghindari alat tangkapyang dapat merusak habitat ikan.

Modal / InvestasiKondisi Empiri : Partisipasi pemerintah :pembangunan saranaprasarana, seperti memasoklistrik dan air bersih, sertapembuatan jalan usahatani, jaringan irigasi, penyediaanalat-alat pertanian dan pupukorganik, serta pemberianpermodalan (hibah) untukgabungan kelompok petani.Selain itu, di PPIPopoh, Kecamatan Besukipemerintah juga menambahjumlah kapal nelayan. Investasi pihak swasta : bankbank swasta sebagai pemberimodal seperti di KecamatanWatulimo, Besuki, dan Kalidawir. Pengadaan bibit pohon sengondari perusahaan kayu besar diKecamatan Panggul danMunjungan, industri besarkerajinan marmer milik swasta(PT IMIT) di Kecamatan Besuki.Pendapat Pakar : Menambah nilai jual kelapadengan pengadaan industripengolahan kelapa menjadiminyak kelapa Untuk mendukungproduktivitas komoditaskelapa, dilakukan penyediaanpasokan pupuk berbahan bakukotoran ayam dari Kec.Kalidawir, Kab. Tulungagung Pengadaan industri pengolahanikan di PPI Prigi atau PPI Popoh Memperluas industri kerajinanmarmer di Kec. Besuki dan Kec.Panggul Bantuan pengadaan peralatanmodern dari pemerintahStudi Penerapan RM di wilayahlain dan Literatur yang relevan : Standarisasi mutu produkunggulan dengan kegiatanmenghadirkan sarjanapendamping sebagai tenagaahli (misal dari pemerintahdaerah/pusat), bantuanpengadaan peralatan daripemerintah (RM diBarlingmascakeb) Pengembangan sentra industrikelapa di Kec.Tanggunggunung, Kalidawir, dan Pucanglaban Pengembangan industripengolahan ikan di kawasanMinapolitan Kec. Besuki danTanggunggunung, sertapengembangan cold store danpabrik es di Kec.Panggul, Munjungan danWatulimo. Pengembangan pertambanganmarmer dan industri marmer/onix berskala nasional di Kec.Besuki.(RTRW 2012-2032)

Memperluas cakupan industri kerajinanmarmer/ onix di Kecamatan Besuki denganmenjadikan Kec. Panggul sebagai pemasokbahan baku marmer dan juga perluasansentra industri marmer untuk menjangkauwilayah Jawa Tengah.Pengadaan industri pengolahan ikan di PPIPrigi atau PPI Popoh yang didukung denganpengembangan cold store, pabrik es, sertapackaging di Kecamatan Panggul, Munjungandan Watulimo.Meningkatkanproduktivitaskomoditaskelapa, dilakukan penyediaan pasokan pupukberbahan baku kotoran ayam dari Kec.Kalidawir, Kab. Tulungagung yang dapat diaksesoleh seluruh pekerja perkebunan di wilayahpenelitian sehingga seluruh kecamatan menjadipemasok bahan baku untuk pengolahan kelapatersebut.Industri pengolahan kelapa menjadi minyakkelapa sebagai langkah pengembangan sentraindustrikelapadiKecamatanTanggunggunung, Kalidawir, dan Pucanglabanuntuk meningkatkan nilai jual dari hasilproduksi kelapa yang sangat dominan danterkenal kualitasnya secara regional.

Ketersediaan InfrastrukturKondisi Empiri : Kualitas jalan kurang memadaiterutama untuk jalan denganaksesibilitas cukup tinggi diKecamatanWatulimo, Besuki, dan Kalidawir. Kuantitas dan kualitas fasilitasumum di wilayah penelitiancukup untuk melayanikebutuhan masyarakat lokal. Ketersediaan utilitas berupa airbersih,jaringan listrik, dantelekomunikasi cukup melayanikebutuhan masyarakat terutamadi ibukota kecamatan dan dibeberapa kecamatan sepertiPanggul, Watulimo, Besuki, danKalidawir. Beberapa kecamatanyang kesulitan air bersihmaupun listrik adalahKecamatanMunjungan, Tanggunggunungdan Pucanglaban dan daerahpesisirPendapat Pakar : Perbanyakan kapal nelayandan penyediaan alat tangkapyang lebih modern Perbaikan kualitas jalan sertapemerataan jaringanlistrik, air bersih dankomunikasiStudi Penerapan RM di wilayah laindan Literatur yang relevan : Pengadaan Pos keamananbersama dengan pelengkapnya Pengadaan alat komunikasi Penambahan personil untukpenjagaan Pemanfaatan prasaranapendaratan kapal/perahu dantempat Pelelangan Ikan pantaiSelatan Pawonsari;(RM di Pawonsari) Pengembangan jaringan listrikberupa PLTA Niyama di Kec.Besuki, PLTS di Kec.Panggul, Munjungan, Tanggunggunung, dan Pucanglaban Pengembangan Terminal Tipe Cdi Kec.Besuki, Pucanglaban, Watulimo Pengadaan Instalasi PengolahanAir Limbah (IPAL) di Kec.Panggul dan Watulimo untukmendukung kegiatan industri.(RTRW Kab. Tulungagung danKab. Trenggalek 2012-2032)

Untuk program pengawasan danpembatasan areal hutan produksiyang mendukung keseimbanganekologidibutuhkankerjasamadalam pengadaan pos keamananbersama dengan pelengkapnya(alat komunikasi) dan penambahanpersonil untuk penjagaan.Perbanyakan kapal nelayan danpenyediaan alat tangkap yang lebihmodern, serta pemanfaatan PPI danTPI yang telah ada di KecamatanWatulimo dan Besuki.Peningkatanjaringanlistrikdisepanjang pesisir dan JLS denganpengembangan PLTA Niyama di Kec.Besuki,PLTSdiKecamatanPanggul, Munjungan, Tanggunggunung,dan Pucanglaban sehingga tan aksesibilitas kawasandenganadanyaprogrampengembangan Terminal Tipe C diKec. Besuki, Pucanglaban, Watulimoyang dapat menjadi penghubungarus pergerakan barang dan oranguntuk kegiatan perekonomian.Pengadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah(IPAL) di Kecamatan Panggul dan Watulimountuk mendukung kegiatan industri secarabersama, terutama industri marmer diKecamatanBesukiyangberbatasanlangsung dengan Kecamatan Watulimo.

Potensi PasarKondisi Empiri : Beberapa kecamatan memilikiTPI besar, seperti TPI Prigi danTPI Popoh. Beberapa kecamatan merupakanlokasi yang potensial untukpemasaran regional karenaberbatasan langsung dengankabupaten lainnya, seperti Kec.Panggul-Kab. Pacitan dan Kec.Pucanglaban-Kab. Blitar. Beberapa kecamatan yangmemiliki karakter perkotaanyang sudah cukup besar sepertiKecamatan Kalidawir, ada pulalokasi didukung dengan kegiatanpertambangan galian danperikanan seperti KecamatanBesuki dan Watulimo. Beberapa kecamatan merupakanlokasi yang tidak potensial untukpemasaran karena memiliki cirigeografis pegunungan yang terjaldan sulit dijangkau sepertiKecamatan Munjungan danTanggunggunung.Pendapat Pakar : Pengumpulan hasil danpemasaran bersama komoditaskelapa Pengumpulan hasil danpemasaran bersama kayumentah untuk ekspor keluardaerah terutama Jawa Tengah Pengumpulan hasil tangkapandan sentra pemasaran bersamaikan segar dan olahan di PPIPrigi dan Popoh Perluasan sentra kerajinanmarmer dari Kec. Besuki keKec. Panggul untukmemperluas pemasaran keJawa TengahStudi Penerapan RM di wilayahlain dan Literatur yang relevan : Promosi/ pemasaran produktingkat regional dan nasionaldengan kegiatan pembuatanleaflet serta berbagai jenismedia informasi lainnya Standarisasi mutu produkunggulan Pemberdayaan SDM generasimuda Diversifikasi kreasi produksesuai permintaan pasar;(RM di Barlingmascakeb) Pemanfaatan tempatpelelangan ikan Pengawasan tata niaga hasilkelautan dan perikanan,(RM di Pawonsari)

Efisiensi dan perluasan pemasarankomoditas sengon dengan pengumpulanhasil dan pemasaran bersama kayu mentahuntuk ekspor keluar daerah terutama JawaTengah yang dapat dilakukan di KecamatanPanggulPerluasan sentra kerajinan marmer dari Kec.Besuki ke Kec. Panggul untuk memperluaspemasaran ke Jawa TengahEfisiensi dan perluasan pemasarankomoditas kelapa dengan pengumpulanhasil produksi komoditas kelapa dariseluruh kecamatan dan pemasaranbersama yang dapat dilakukan diKecamatan KalidawirPemanfaatan tempat pelelangan ikan untukpengumpulan hasil tangkapan serta sentrapemasaran bersama ikan segar dan olahan diTPI Prigi dan Popoh

SDM Penguatan kualitas SDM denganpengadaan kegiatan pelatihankelompok masyarakat yang bekerja dibidangnya, seperti buruh pekerjaperkebunan, kelompok nelayan, danpengrajin marmer yang difasilitasi olehdinas-dinas yang terkait dengan carasaling mendatangkan tenaga ahli darikedua kabuputen secara bergantian.Selain memberikan bimbinganpeningkatan skill dalam berkebun, parapekerja juga diberikan peningkatan diriuntuk berkomunikasi, mengetahui selukbeluk produksi, pengolahan, dan jugapemasaran agar dapat berwirausahadan tidak berorientasi untuk bekerja diluar wilayah.Sosial dan Politik Regional Peningkatan koordinasiantarkelembagaan dalam menjalankanprogram-program sesuai dengan RTRyang berlaku terutama untukmemprakarsai kegiatan kerjasamadengan cara penciptaan forumkomunikasi yang mengadakanpertemuan rutinantarmasyarakat, swasta danpemerintah Peningkatan koordinasi untukmengembangkan pesisir wilayahpenelitian dengan konsep minapolitandi Prigi dan Popoh sehingga dapatmenyerap lebih banyak SDM Penetapan kebijakan pembatasan arealhutan produksi untuk keseimbanganekologi dengan pengamanan danrehabilitasi yang dilaksanakan secarabersama

KESIMPULANPotensi dan dominasi komoditas unggulan dari kedua kabupaten yang terdapat pada 7kecamatan yang dilalui oleh JLS Jatim tidak mencakup semua komoditas.Subsektor tanaman pangan : Padi Sawah,PadiGogo,Jagung, Ketela Pohon, Ubi Jalar, KacangTanah, Kedelai, dan Kacang HijauPadi Sawah, PadiGogo, Jagung, KacangTanah, KedelaiSubsektor perkebunan : jambu mente, kelapa, kapukrandu, cengkeh, kopi, dan vanili.Jambu Mente, Kelapa,Kapuk Randu, CengkehSubsektor kehutanan : sengon, acasia, jati, dan sono.Subsektor perikanan : perikanan tangkap dan budidayaSubsektor peternakan : sapipotong, kambing, domba, ayam kampung,ayamras, ayam broiler,mentok, dan kuda.Subsektor penggalian : Andesit Diorit, Kalsit, Pasirbesi, Batu Bara, Marmer, dan Tembaga.Sengon, AcasiaPerikanan TangkapSapi Potong, KambingMarmer, Pasir Besi

KESIMPULANFaktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan regional management dalammengelola komoditas unggulan di Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek yang dilaluikoridor JLS Jatim adalah :Sumber Daya Alam yang berupa Potensi komoditas unggulan serta Ruangdan lokasi strategisSDM/ Tenaga Kerja berupa Ketersediaan tenaga kerja/SDM dan Kualitastenaga kerja/SDMModal/ Investasi yang berupa Ketersediaan permodalan pemerintah danKeinginan investasi pihak swastaPotensi Pasar yang berupa Ketersediaan pasar dan lokasi potensial untukpemasaranSosial dan Politik Regional yang berupa Kebijakan pemerintah, danKeinginan dan pelaku/aktor terkait regional managementSetiap kecamatan memiliki potensi untuk pembentukan regional managementdengan peran yang berbeda tetapi memiiki kedudukan yang sama. Kecamatan yangmemiliki faktor pembentukan regional management dominan adalah KecamatanWatullimo, Besuki, dan Kalidawir (kecamatan lainnya sebagai pendukung)

KESIMPULANArahan pengembangan komoditas unggulan yang optimal di Kabupaten Tulungagung-Trenggalekyang dilalui koridor JLS Jatim dengan konsep regional management berupa pembentukan inisiatifkerjasama dengan prioritas pengembangan komoditas kelapa, sengon, perikanan tangkap, danmarmer, yang diwujudkan dalam beberapa kegiatan, yaitu :Peningkatan produktivitas komoditas kelapa dengan intensivikasi pertanian, sengon denganpemeliharaan dan reboisasi, perikanan tangkap dengan eksploragi keanekaragamansumberdaya ikan, dan marmer dengan sharing produksi.Peningkatan kualitas SDM dengan penyuluhan yang difasilitasi oleh dinas-dinas terkaitdengan koordinasi antarkabupatenPenguatan modal/investasi swasta dalam menyediakan industri pengolahan bahan baku.Pengadaan infrastruktur pendukung kegiatan perekonomian dari masing-masing kabupatenyang dapat dimanfaatkan pula oleh wilayah sekitarnyaEfisiensi dan perluasan pemasaran komoditas secara bersama untuk ekspor keluar daerahPeningkatan koordinasi antarkelembagaan untuk memprakarsai kegiatan kerjasama ertemuanrutinantarmasyarakat, swasta dan pemerintah.

SARAN Perlu adanya studi lanjutan mengenai analisis penentuan aktor-aktor atau pelakuregional management di wilayah penelitian dengan struktu organisasi kolektif yangberbentuk Government Oriented, Quasi Government and Privat, atau Privat Oriented. Hasil arahan dari penelitian ini dapat digunakan sebagai saran dan acuan dalampengembangan komoditas unggulan di Kabupaten Tulungagung-Trenggalek yangaksesnya akan terbuka lebar setelah dilalui JLS Jatim atau sebagai pendukung RMGolekpawon maupun Selingkar Wilis. Perlu adanya koordinasi dari aktor pembangunan dan perencanaan daerah berupadinas-dinas terkait untuk membentuk Badan Kerjasama Antar Daerah terutama diwilayah pesisir selatan agar dapat lebih dekat dengan masyarakat dan dapatmengimplementasikan kebijkan dengan lebih mudah. Perlu adanya studi lanjutan yang membahas secara spesifik impact dari pembangunanJLS Jatim terhadap perkembangan kegiatan di sekitarnya.

Kepastian Hukum. Otonomi Daerah. Sosial Politik Regional. Potensi Lingkungan. Potensi Penawaran. Potensi Permintaan. Barlingmascakeb. Pawonsari. . pengembangan PLTA Niyama di Kec. Besuki, PLTS di Kecamatan Panggul, Munjungan, Tanggunggunung, dan Pucanglaban sehingga dapat memenuhi kebutuhan listrik di sekitarnya.