Transcription

UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL RIMPANG LENGKUAS MERAH(Alpinia purpurata K. Schum) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnesSKRIPSIDiajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Meraih GelarSarjana FarmasiPada Fakultas Kedokteran dan Ilmu KesehatanUIN Alauddin MakassarOleh:ERNINIM : 70100114001JURUSAN FARMASIFAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATANUIN ALAUDDIN MAKASSAR2018i

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSIMahasiswa yang bertanda tangan di bawah ini :Nama:Nim: 70100114001Tempat/tgl.Lahir: Lajaya / 17 Agustus 1996Jur/prodi/konsentrasi: FarmasiFakultas/Program: Kedokteran dan Ilmu KesehatanAlamat: Jln. Sukaria 13 A No 14Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Rimpang Lengkuas: Merah (Alpinia Purpurata K. Schum) TerhadapBakteri Propionibacterium AcnesJudulErniMenyatakan dengan sesungguhnya dan penuh kesadaran bahwa skripsi inibenar adanya hasil karya sendiri. Jika di kemudian hari terbukti bahwa ini merupakanduplikat, tiruan, plagiat, atau dibuat oleh orang lain, sebagian atau seluruhnya, makaskripsi dan gelar yang diperoleh karenanya batal demi hukum.Makassar, Oktober 2018PenyusunERNI70100114001ii

iii

KATA PENGANTARSegala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmatdan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penulisanskripsi ini, shalawat dan Taslim penulis curahkan kepada Nabi Besar MuhammadSAW, yang telah menyingkap kegelapan wawasan umat manusia kearah yang lebihberadap dan manusiawi.Skripsi dengan judul “Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Rimpang Lengkuas Merah(Alpinia Purpurata K. Schum) Terhadap Bakteri Propionibacterium Acnes” inidisusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Farmasi padaFakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar.Dalam penulisan skripsi ini, penulis mendapatkan bantuan dan dukungan daribanyak pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung, berupa motivasi, pikiran,serta petunjuk-petunjuk sehingga skripsi ini dapat terselesaikan sebagaimanamestinya.Sembah sujud kupersembahkan skripsi ini terkhusus kepada kedua orang tua,Ayahanda Bulu‟ dan Ibunda Hj. Kanang. Terima kasih atas segala pengorbanan,nasehat, kesabaran, dukungan sepenuhnya,baik berupa materi, semangat, dan doarestu di setiap langkah ini, yang tak ternilai hingga penulis dapat menyelesaikan studidi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri AlauddinMakassar, kiranya amanah yang diberikan kepada penulis tidak tersia-siakan. Terimakasih juga penulis berikan kepada keluarga besar yang memberikan kasih sayang danperhatian yang senantiasa memberikan restu dan do‟anya kepada penulis sehinggaiv

vpenulis dapat sampai menyelesaikan tahap penyelesaian pendidikan sampai disini.Tak lupa pula penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak/Ibu :1. Prof. Dr. Musafir Pababbari, M.Si selaku Rektor Universitas Islam NegeriAlauddin Makassar.2. Prof.Dr. Mardan,M.Ag.,selaku Rektor Wakil I, Bapak Prof.H.Lomba sultan, M.A.,selaku wakil Rektor II, Ibu Prof. Siti Aisyah,M.A.,Ph.D., selaku Wakil Rektor III,Bapak Prof. Hamdan Juhanis, M.A., Ph.D, selaku wakil Rektor IV UIN AlauddinMakassar.3. Dr. dr. H. Andi Armyn Nurdin, M.Sc., selaku Dekan Fakultas kedokteran dan ilmukesehatan UIN Alauddin Makassar.4. Dr. Nur Hidayah, S.Kep., Ns., M.Kes., selaku wakil Dekan I (Bidang Akademik),Ibu Dr. A. Susilawaty, S. Si., M. Kes., selaku wakil Dekan II (Bidang AdministrasiUmum dan Keuangan), Bapak Dr. Mukhtar Luthfi, M.Pd., selaku wakil Dekan III(Bidang Kemahasiswaan), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UINAlauddin Makassar.5. Haeria, S.Si., M.Si., selaku Ketua jurusan dan Mukhriani, S.Si., M.Si., Apt, selakuSekertaris Jurusan Farmasi Fakultas kedokteran dan Ilmu Kesehatan UINAlauddin Makassar sekaligus sebagai penguji kompetensi yang telah memberikanarahan dan saran dalam penyusunan skripsi ini.6. Dra. Hj. Faridha Yenny Nonci, M.Si., Apt, selaku pembimbing pertama yang telahbanyak memberikan bantuan dan arahan serta meluagkan waktu dan pikirannyadalam membimbing penulis sejak awal perencanaan penelitian sampai selesainyapenyusunan skripsi ini.

vi7. Dwi Wahyuni Leboe, S.Si., M.Si, selaku pembimbing kedua yang telahmemberikan waktu luangnya untuk mengarahkan serta mengoreksi hal-hal yangperlu dikoreksi dalam penulisan skripsi ini, yang sangat banyak memberi saran danarahan selama penelitian.8. Dr. Shuhufi, S. Ag., M.Ag , selaku penguji agama yang telah banyak memberikanarahan dan saran dalam penyusunan skripsi ini.9. Dosen serta seluruh Staf Jurusan Farmasi atas curahan ilmu pengetahuan dansegala bantuan yang diberikan pada penulis sejak menempuh pendidikan farmasi,melaksanakan pendidikan hingga selesainya skripsi ini.10. Semua pihak yang telah memberikan bantuan, semoga Allah SWT senantiasamemberi imbalan pahala yang berlipat ganda.Dengan kerendahan hati, penulis berharap agar skripsi ini mendapat ridha dariAllah SWT dan memberi manfaat bagi masyarakat. Aamiin ya Rabbil aalamin.Samata-Gowa,Oktober 2018PenyusunERNI70100114001

DAFTAR ISISAMPUL . HALAMAN JUDUL. iPENYATAAN KEASLIAN SKRIPSI . .iiPENGESAHAN SKRIPSI . .iiiKATA PENGANTAR . .ivDAFTAR ISI . .viiDAFTAR TABEL . .xiDAFTAR GAMBAR . .xiiDAFTAR LAMPIRAN . xiiiABSTRAK . xivABSTRACT . .xvBAB I PENDAHULUAN . .1A. Latar Belakang Masalah . .1B. Rumusan Masalah . .3C. Tujuan dan Manfaat Penelitian . .3D. Defenisi operasional dan Ruang lingkup Penelitian . .4E. Kajian Pustaka . .5BAB II TINJAUAN PUSTAKA. .9A. Uraian Tanaman . .91. Klasifikasi . .9vii

viii2. Nama daerah. 103. Deskripsi Tanaman. 104. Kandungan kimia Tanaman . 115. Khasiat Tanaman . 11B. Jerawat . 121. Definisi jerawat . 122. Epidemiologi . 133. Etiopatogenesis . 144. Jenis-jenis Acne . 21C. Tinjauan Tentang Bakteri . 211. Struktur Bakteri . 232. Pertumbuhan Bakteri . 27D. Uraian Umum Bakteri Uji . 321. Propionibacterium acnes . 322. Klasifikasi . 343. Sifat dan Morfologi . 36E. Ekstraksi . 36F. Uji Antibakteri . 44G. Tinjauan Islam . 45BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 49A. Jenis, Lokasi dan Waktu Penelitian . 491. Jenis Penelitian . 49

ix2. Lokasi dan Waktu Penelitian . 49B. Pendekatan Penelitian . 49C. Alat dan Bahan . 491. Alat yang digunakan . 492. Bahan yang digunakan . 50D. Prosedur Kerja . 501. Sterilisasi Alat dan Bahan . 502. Preparasi Sampel . 50a. Pengambilan Sampel . 50b. Pengolahan Sampel . 50c. Ekstraksi rimpang lengkuas merah . 51d. Pembuatan Medium . 51e. Peremajaan Bakteri Propionibacterium acnes . 51f. Uji Aktivitas Bakteri Propionibacterium acnes . 52g. Identifikasi Komponen Senyawa Kimia . 52BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . 54A. Hasil Penelitian . 54B. Pembahasan . 56BAB V PENUTUP . 61A. Kesimpulan . 61B. Saran . 61KEPUSTAKAAN . 62

xLAMPIRAN . 66RIWAYAT HIDUP PENULIS . 75

DAFTAR TABELTabel 1. Hasil Ekstraksi Rimpng Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata K.Schum) . 54Tabel 2. Hasil Pengujian Aktivitas Antibakteri Ekstrak EtanolRimpang Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata K. Schum)Terhadap Bakteri Propionobacterium Acne. 55Tabel 3. Klasifikasi Respon Hambat Pertumbuhan Bakteri. 55Tabel 4. Hasil Identifikasi Komponen Senyawa rimpang lengkuas merah(Alpinia purpurata K.Schum) .56xi

xiiDAFTAR GAMBARGambar 1. Pengolahan Sampel . 69Gambar 2. Ekstraksi . 70Gambar 3. Pembuatan Medium MHA . 71Gambar 4. Pembuatan Peremajaan Bakteri Propionibacterium Acne . 71Gambar 5. Hasil Uji Antibakteri Ekstrak Etanol Lengkuas MerahTerhadap Bakteri Propionibacterium Acne . 72Gambar 6. Identifikasi Golongan Senyawa . .72

DAFTAR LAMPIRANLampiran 1. Pengolahan Sampel. 66Lampiran 2. Ekstraksi Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata K.Schum) . 66Lampiran 3. Pembuatan Peremajaan Bakteri . 67Lampiran 4. Pembuatan Medium . 67Lampiran 5. Uji Aktivitas Bakteri Propionibacterium Acne . 68Lampiran 6. Perhitungan Variasi Konsetrasi dan Perhitungan Rendamen . 69Lampiran 7. Komposisi Medium MHA (Mueller Hinton Agar). 69Lampiran 8. Gambar Pengamatan . 70Lampiran 9. Lokasi Pengambilan Sampel . 74xiii

ABSTRAKNama: ErniNim: 70100114001Judul Skripsi : Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Rimpang Lengkuas Merah (AlpiniaPurpurata K. Schum) Terhadap Bakteri Propionibacterium AcnesTelah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antibakteri ekstrak etanolrimpang lengkuas merah (Alpinia Purpurata K. Schum). Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui bagaimana aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% dan mengetahuikonsentrasi paling aktif dari ekstrak Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata K.Schum).Ekstrak dibuat variasi konsentrasi yaitu 5% 10% dan 20% guna melihatkonsentrasi paling aktif yang memberikan aktivitas antibakteri yang di ujikan padabakteri Propionobacterium acnes. Ekstrak Rimpang Lengkuas Merah (AlpiniaPurpurata K. Schum) diperoleh dengan cara sokhletasi menggunakan pelarut etanol96%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanol Rimpang LengkuasMerah (Alpinia Purpurata K. Schum) memilki aktivitas antibakteri terhadap bakteriPropionobacterium acnes dan zona hambat yang paling aktif adalah konsetrasi 10%dengan nilai rata-rata 3,363 cm.Kata kunci : Uji Aktivitas, Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata K. Schum),Propionobacterium acnes.xiv

ABSTRACTNama: ErniNim: 70100114001Judul Skripsi : Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Rimpang Lengkuas Merah (AlpiniaPurpurata K. Schum) Terhadap Bakteri Propionibacterium AcnesA study was conducted to recognize the antibacterial activity of ethanolextract of red galangal rhizome (Alphinia Purpurata K.Schum). this study aims todetermine how the antibacterial activity of 96% ethanol extract and to determine themost active concentration and extract of red galangal rhizome (Alphinia PurpurataK.Schum).The extract was made a concentration variation of 5% 10% and 20% in orderto see the most active concentration which gave antibacterial activity tested on thePropionibacterium acnes bacteria. Red galangal extract (Alphinia PurpurataK.Schum) was obtained by sochletation using 96% ethanol. The results obtainedshowed that the ethanol extract of red galangal rhizome (Alphinia PurpurataK.Schum) had antibacterial antifaction against the Propionibacterium acnes bacteriaand the most activite anhibition zone was a concentration of 10% with and averagevalue of 3,363 cm.Key words : activity test, red galangal rhizome (Alphinia Purpurata K.Schum),Propionibacterium acnes.xv

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangTumbuhan sering dimanfaatkan sebagai obat herbal karena dapat mengurangiefek samping yang ditinggalkan dan mudah didapatkan. Salah satu tanaman yangdapat digunakan sebagai bahan obat-obatan herbal adalah lengkuas merah Alpiniapurpurata K. Schum (Kainsa dan Reena, 2012 : 499 - 509).Bagian tanaman dari lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) yangsering digunakan adalah rimpang. Rimpang lengkuas mengandung minyak atsiri yangterdiri dari metilsinamat, sineol, kamfer, δ-pinen, galangin, dan eugenol. Rimpanglengkuas juga mengandung kamfor, galangol, seskuiterpen dan kristal kuning. Selainitu, rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) mengandung senyawaflavonoid, kaempferol-3-rutinoside dan kaempferol-3-oliucronide (Victorio et al.,2009 : 147 - 153). Tanaman lengkuas mengandung golongan senyawa flavonoid,fenol dan terpenoid yang dapat digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan modern.Rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurat K. Schum) dapat digunakan untukmengobati masuk angin, diare, gangguan perut, penyakit kulit, radang telinga,bronkhitis, dan pereda kejang (Soenanto dan Sri, 2009 : 94 - 100).Jerawat merupakan penyakit kulit yang sering terjadi pada masa remajabahkan hingga dewasa yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul, nodusdan pada daerah wajah, leher, lengan atas, dada dan punggung (Lai et al., 2009 : 1151

2dan Kurokawa et al, 2009 : 821 - 832). Prevalensi tertinggi penderita jerawat padawanita yaitu umur 14 – 17 tahun mencapai 83 – 85 % dan pda pria umur 16 – 19tahun mencapai 95 – 100 % (Rizqun. 2015 : 102).Meskipun tidak mengancam jiwa, jerawat dapat mempengaruhi kualitas hidupseseorang dengan memberikan efek psikologis yang buruk berupa cara seseorangmenilai, memandang dan menanggapi kondisi dan situasi dirinya (Hafez et al., 2009 :280 - 285).Penyebab jerawat meliputi hiperproliferasi epidermis folikular sehinggaterjadi sumbatan folikel, produksi sebum berlebihan, inflamasi, dan aktivitas bakteri(Harper, 2004 : 36 - 38 dan Athikomkulchai et al, 2008 : 109 - 113).Bakteri yang dapat memicu tumbuhnya jerawat diantaranya adalahPropionibacterium acnes dan S. epidermidis (Leyden, 2001 : 51 - 55). Pengobatanjerawat di klinik kulit biasanya menggunakan antibiotik yang dapat menghambatinflamasi dan membunuh bakteri, contohnya tetrasiklin, eritromisin dan doksisiklin(Nakatsuji, 2009 : 2480 - 2488).Namun, obat-obat tersebut memiliki efek samping dalam penggunaannyasebagai anti jerawat antara lain iritasi, sementara penggunaan antibiotik jangkapanjang selain dapat menimbulkan resistensi juga dapat menimbulkan kerusakanorgan dan imunohipersensitivitas (Swanson, 2003 : 5359 - 5361).Kondisi ini yang mendorong untuk dilakukan pengembangan penelitianantibakteri alami terhadap tumbuhan yang ada di Indonesia (back to nature),diantaranya adalah rimpang lengkuas merah.

3Sehubungan dengan adanya efek farmakologi dari rimpang lengkuas merah(Alpinia spurpurata K. Schum) yang mempunyai daya antibakteri dan dapatdigunakan untuk mengobati penyakit kulit, maka hal inilah yang menarik perhatianpeneliti untuk melakukan uji aktivitas ekstrak etanol rimpang lengkuas merah(Alpinia spurpurata K. Schum) terhadap bakteri Propionibacterium acne.B. Rumusan Masalah1. Apakah ekstrak etanol rimpang lengkuas merah (Alpinia spurpurata eriPropionibacterium acnes.2. Pada konsentrasi berapakah ekstrak rimpang lengkuas merah (Alpiniapurpurata K. Schum) yang paling aktif dalam menghambat bakteriPropionibacterium acnes.C. Tujuan dan Manfaat penelitian1. Tujuan penelitiana. Untuk mengetahui apakah ekstrak rimpang lengkuas merah (Alpiniapurpurata K. Schum) memberikan aktivitas antibaketri terhadap bakteriPropionibacterium acnes.b. Untuk mengetahui pada konsentrasi berapakah ekstrak rimpang lengkuasmerah (Alpinia purpurata K. Schum) paling aktif dalam menghambatbakteri Propionibacterium acnes.

42. Manfaat penelitiana. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang manfaat dan efekantibakteri lengkuas merah sebagai bahan dalam menghambatpertumbuhan bakteri penyebab jerawat.b. Sebagai dasar penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan lengkuasmerah sebagai bahan dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebabjerawat.D. Defenisi Operasional dan Ruang Lingkup Penelitian1. Definisi OperasionalPada penelitian ini digunakan bebrapa istilah, agar tidak terjadi kekeliriuanpenafsiran pembaca terhadap variable-variabel dalam judul, dengan demikianpenjelasan mengenai istilah yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut :a. Ekstrak adalah sediaan pekat yang diperoleh dengan mengekstraksi zat aktifdari simplisia nabati atau hewani menggunakan pelarut yang sesuai,kemudian semua atau hampir pelarut diuapkan.b. Ekstraksi merupakan proses pemisahan bahan dari campurannya denganmenggunakan pelarut yang sesuai.c. Propionibacterium acnes merupakan bakteri gram positif berbentuk batangdan merupakan flora normal kulit yang ikut berperan dalam pembentukanjerawat.

5d. Hiperproliferasi epidermis folikular adalah menyebabkan pembentukan lesiprimer akne, yaitu mikrokomedo yang membuat penyumbatan folikel.e. Papul adalah jerawat yang menonjol, tampak kemerahan, dapat teraba padatdan nyeri, tanpa ada titik nanah pada puncaknya.f. Pustul adalah benjolan kecil yang pada ujungnya terdapat penumpukannanah.2. Ruang Lingkup PenelitianRuang lingkup keilmuan dalam peneletian ini adalah Fitokimia danMikrobiologi Farmasi.E. Kajian PustakaPenelitian oleh Lilis Alfianthi Kandou dkk (2016) “Uji Aktivitas AntibakteriEkstrak Etanol Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata (Vieill) K. Schum)Terhadap Bakteri Klebsiella Pneumoniae Isolat Sputum Penderita Bronkitis Secara InVivo” Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado. Mengatakan bahwa hasilpenelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol rimpang lengkuas merah dalam dosisyang bertingkat memiliki aktivitas antibakteri terhadap Klebsiella pneumoniae isolatsputum penderita bronkitis secara in vivo.Penelitian oleh Midun (2012) “Uji Efektivitas Ekstrak Legkuas Merah AlpiniaPurpurata K. Schum Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri StaphylococcusAureus dan Bakteri Escherchia Coli Dengan Metode Disc Diffusion” JurusanPendidikan Kedokteran FKIK UIN Syarif Hidayatullah. Mengatakan bahwa

6pemberian ekstrak lengkuas merah dapat menghambat pertumbuhan bakteriStaphylococcus Aureus.Penelitian oleh Nilda dkk (2017) “Aktivitas Antibakteri Minyak AtsiriRimpang Lengkuas Merah (Alpinia Purpuratak. Schum) Terhadap Bakteri PenyebabDiare‟‟ STIFI Bhakti Pertiwi Palembang. Mengatakan bahwa Hasil pengukuran zonabening dari minyak atsiri rimpang lengkuas merah menunjukkan aktivitas terbesarpada konsentrasi 50% terhadap Bacillus cereus.Penelitian oleh Lestari (2015) “Daya Antibakteri Ekstrak Rimpang LengkuasMerah (Alpinia Purpurata K. Schum) Terhadap Pertumbuhan Bakteri StreptococcusMutans Secara In Vitro” Fakultas Kedokteran Gigi Universitas HasanuddinMakassar. Mengatakan bahwa ekstrak rimpang lengkuas merah tidak menghambatbakteri Streptococcus mutans secara signifikan.Penelitian oleh Rezqi (2016) “Uji Daya Hambat Ekstrak Metanol Dan FraksiRimpang Lengkuas Merah (Alipinia Purpuruta K Schoum) Terhadap BakteriEscheria Coli” Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya.Mengatakan bahwa ekstrak etanol dan fraksi rimpang lengkuasmerah mempunyai daya hambat pada pertumbuhan bakteri E. coli.Penelitian oleh Welly (2013) “Uji Efektivitas Ekstrak Rimpang LengkuasMerah (Alipinia Purpuruta K Schoum) sebagai antibakteri Escherchia coli PenyebabDiare” Jurusan Biologi FMIPA Universitas Bengkulu mengatakan bahwa Diameterdaya hambat tertinggi terhadap pertumbuhan bakteri E. Coli

7penyebab diare dengan pemberian ekstrak rimpang lengkuas merah yang diekstrakdengan n-heksana adalah pada konsentrasi 4,25% (9,5 mm), sedangkan diameter dayahambat tertinggi yang ditimbulkan dari ekstrak rimpang lengkuas merah yangdiekstrak dengan metanol adalah pada konsentrasi 5,75% (8,16 mm).Penelitian yang dilakukan oleh Ernawati (2011) “Pengaruh Ekstrak RimpangLengkuas (Languas Galanga) Terhadap Pertumbuhan Bakteri (StaphylococcusAureus Dan Escherichia Coli ) Dan Jamur Candida Albicans” Fakultas Sains danTeknologi UIN Alauddin Makassar. Mengatakan bahwa Berdasarkan hasilpengukuran diperoleh rata-rata diameter zona hambat/bening pertumbuhan bakteriStaphylococcus aureus, Escherichia coli, dan jamur Candida albicans dengan tigakali pengulangan pada pengamatan 24 jam dan 48 jam menunjukkan bahwapemberian ekstrakrimpang lengkuasdalambeberapamacamkonsentrasiberpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus,Escherichia coli, dan jamur Candida albicans.Penelitian yang dilakukan oleh Aria (2017) “Perbandingan EfektifitasAntibakteri Infusum Lengkuas Putih Dan Merah Terhadap Staphylococcus Aureus”Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas. Mengatakan bahwa efek antibakteriinfusum lengkuas merah lebih tinggi dibandingkan dengan infusum lengkuas putihterhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.Penelitian oleh Tita dkk (2015) “Aktivitas Antimikroba Jahe Merah (ZingiberOfficinale Var. Rubrum) Dan Lengkuas Merah (Alpinia Purpurata K. Scum)Terhadap Bakteri Patogen Dan Perusak Pangan” Program Studi Ilmu Pangan,

8Sekolah Pascasarjana Institute Pertanian Bogor. Mengatakan bahwa minyak esensialjahe merah dan lengkuas merah memiliki aktivitas antibakteri yang bersifat moderatterhadap bakteri patogen dan perusak pangan.Penelitian oleh Lestari (2015) “Daya Antibakteri Ekstrak Rimpang LengkuasMerah (Alpinia Purpurata K. Schum) Terhadap Pertumbuhan Bakteri StreptococcusMutans Secara In Vitro” Fakultas Kedokteran Gigi Universitas HasanuddinMakassar. Mengatakan bahwa ekstrak rimpang lengkuas merah tidak menghambatbakteri Streptococcus mutans secara signifikan.

BAB IITINJAUAN PUSTAKAA. Uraian TanamanGambar 1. Tumbuhan Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K.Schum)1. Klasifikasi TanamanRegnum: PlantaeSubkingdom : TracheobiomaDivisi: MagnoliophytaSub divisi: SpermathophytaClass: LiliopsidaSubclass: ZingiberidaeOrdo: ZingiberalesFamili: ZingiberaceaeGenus: AlpiniaSpesies: Alpinia purpurata K. Schum (Anon, 2000)9

102. Nama DaerahLangkueueh (Aceh), Lengkuas (Melayu), Lawas (Lampung), Laja (Sunda),Laos (Jawa, Madura), Langkuwas, Laus (Banjar), Laja, Kalawasan, lahwas, Isem(Bali), Laja, Langkuwasa (Makasar), Aliku (Bugis), Lingkuwas (Menado), Likui,Lingkuboto (Gorontalo), Laawasi lawasi (Ambon), Lawase, Lakwase, Galiasa,Galiaha, Waliasa (Ternate, Halmahera), Lengkuas, Puar (Malaysia), Langkauas, Palia(Filipina), Kom deng, Pras (Kamboja), Kha (Laos, Thailand), Hong dou ku (Cina),Galangal, Greater galangal, Java galangal, Siamese ginger (Inggris), Grote galanga,Galanga de I'Inde (Belanda), Galanga (Perancis), Grosser galgant (Jerman).3. Deskripsi TanamanLengkuas termasuk tumbuhan tegak yang tinggi batangnya mencapai 2-2,5 m.Lengkuas dapat hidup di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi, lebih kurang1200 m di atas permukaan laut. Lengkuas mempunyai batang pohon yang terdiri darisusunan pelepah-pelepah daun. Daunnya berbentuk bulat panjang dan antara daunyang terdapat pada bagian bawah terdiri dari pelepah-pelepah saja, sedangkan bagianatas batang terdiri dari pelepah-pelepah lengkap dengan helaian daun. Bunganyamuncul pada bagian ujung tumbuhan. Rimpang (umbi) lengkuas selain berserat kasarjuga mempunyai aroma yang khas. Rimpang lengkuas yang merupakan salah satubahan obat alam yang telah banyak digunakan oleh masyarakat untuk pengobatantradisional, lengkuas terbagi menjadi dua jenis, yaitu lengkuas putih (Alpiniagalangal (L.) wild) dan lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum). Lengkuaspuitih (Alpinia galangal (L.) wild) masyarakat lebih banyak menggunakannya sebagai

11bahan atau rempah-rempah bumbu dapur. Varitas rimpang umbi merah atau dapatdisebut sebagai lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) memiliki ukuran yanglebih besar daripada lengkuas putih dan khasiatnya untuk obat lebih banyak (GholibD, 2008 dan Hardiman I, 2014).4. Kandungan Kimia TanamanKandungan kimia dari rimpang lengkuas merah mengandung minyak atsiri,saponin, tanin, eugenol, seskuiterpen, pinen, metal sinamat, kaemferida, galangan,galangol, dan kristal kuning. Selain itu, rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurataK. Schum) mengandung senyawa flavonoid kaempferol-3-rutinoside dan kaempferol3-3oliucronide. Itokawa dan Takeya cit Darwis dkk22, menjelaskan bahwa tanamanlengkuas mengandung golongan senyawa flavonoid, fenol dan terpenoid yang dapatdigunakan sebagai bahan dasar obat-obatan modern. Sedangkan kandungan lengkuasputih (Alpinia galangal (L.) wild) yaitu minyak atsiri, flavonoid, galangin, alpinen,kamfer, eugeno, galangol, gingerol dan acetoxychavicil acetate (Darwis W, 2013).5. Khasiat TanamanDipergunakan sebagai obat penyakit perut, kudis, panu, radang telinga,bronkhitis, pereda kejang, bau mulut, dan penyakit karies gigi (Gomashe, 2014 danSubramanian V, 2011).

12B. Jerawat1. Definisi jerawatJerawat adalah suatu proses peradangan kronik kelenjar-kelanjar polisebaseayang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul dan nodul. Penyebaran jerawatterdapat pada muka, dada, punggung yang mengandung kelenjar sebasues (Harper,2007).Jerawat merupakan peradangan yang disertai dengan penyumbatan salurankelenjar minyak kulit dan rambut (saluran (pilosebasea). Apabila saluran pilosebaseatersumbat, maka minyak kulit (sebum) tidak dapat keluar dan mengumpul di dalamsaluran, saluran menjadi membengkak sehingga terjadi komedo. Komedo merupakanpermulaan terbentuknya jerawat, baik komedo terbuka (blackhead) atau komedotertutup (whitehead) (Tranggono, dkk., 2007).Acne vulgaris atau jerawat, selanjutnya disebut acne, adalah penyakit kulitobstruktif dan infl amatif kronik pada unit pilosebasea yang sering terjadi pada masarema

lengkuas juga mengandung kamfor, galangol, seskuiterpen dan kristal kuning. Selain itu, rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) mengandung senyawa flavonoid, kaempferol-3-rutinoside dan kaempferol-3-oliucronide (Victorio et al., 2009 : 147 - 153). Tanaman