Transcription

SKRIPSIANALISA PENGENDALIAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKANMETODE NILAI HASIL PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAHMIPA CENTER TAHAP I UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANGDisusun Oleh:MICHAELA EVANGELISTA DO REGO LAY11.21.009PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL S-1FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAANINSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG2016

ANALISAPENGENDALIAN PROYEK DENGAN MENGGUNAKAN METODE NILAIHASIL PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH MIPA CENTER TAHAPI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG “ Skripsi Jurusan Teknik Sipil S-1Institut Teknologi Nasional Malang, Pembimbing : (1). Ir. Munasih, MTKata kunci : kinerja, waktu, biaya.Keterlambatan pelaksanaan proyek disebabkan karena kurangnyapengendalian yang baik sehingga berpengaruh terhadap biaya dan waktupenyelesaian. Tujuan penelitian untuk mengetahui/memprediksi seberapa besarbiaya suatu proyek pada saat pelaksanaan dan dapat mengetahui efektifitaspengendalian proyek dengan menggunakan Metode Earned Value.Untuk mengatasi permasalahan yang ada dipakai suatu metode Nilai Hasil/9Earned Value). Earned Value adalah suatu metode konsep nilai hasil yang dapatmengevaluasi adanya penyimpangan atau keterlambatan pekerjaan. Ada tigaparameter atau indicator yang digunakan sebagai analisa yaitu BCWS (BudgetedCost of Schedule). BCWP (Budgeted Cost of Work Perfomed). Keterlambatandan penyimpangan dapat diketahui dengan melihat Cost Varian (CV) danSchedule Varian (SV). Metode ini juga dapat digunakan untuk mengetahuiefisiensi pengguna sumber daya yang berupa indeks kinerja biaya (CPI) danindeks kinerja jadwal (SPI) serta prakiraan total biaya proyek (EAC).Pada perhitungan konsep nilai hasil SV Rp. 32.044.903,60 nilai ( )menunjukkan bahwa pekerjaan berjalan lebih cepat dari jadwal yang telahdirencanakan sedangkan nilai CV - 155.871.572,75 nilai (-) menunjukanpekerjaan memakan biaya yang lebih besar dari anggaran yang disediakan ataudirencanakan dengan menghitung biaya prakiraan untuk pekerjaan yang tersisa(ETC) dan prakiraan total biaya proyek (EAC) sebesar Rp 10.491.950.553,60sedangkan nilai RAB adalah sebesar Rp 13.684.919.972,59. Hal ini berarti padaakhir proyek nanti diperkirakan akan terjadi laba sebesar Rp 598.564.311 ( 0,043% dari RAB ) sehingga terlihat di minggu ke -1 hingga minggu ke- 9 telahmemakan anggaran lebih besar dari yang tersedia.i

DAFTAR ISILembar Persetujuan .Kata Pengantar .iiDaftar Isi .iiiDaftar tabel .viDaftar Gambar .viiAbstrak .viiiBAB IPENDAHULUAN .11.1 Latar belakang .11.2 Identifikasi Lokasi Studi .31.3 Rumusan Masalah .41.4 Tujuan Penelitian .51.5 Manfaat Penelitian .51.6 Batasan Masalah .6BAB IILANDASAN TEORI .72.1. Penelitian Sebelumnya .72.2. Manajemen Proyek .102.3. Pengendalian Proyek .132.4. Metode Gant bar Chart/Diagram Balok (Metode Kurva S) .17iii

2.5. Konsep Nilai Hasil (Earned Value Concept) .192.5.1 Indikator Nilai Hasil .212.6.1 Kegunaan Nilai Hasil .25METODE PENELITIAN .363.1. Lokasi Studi .363.2. Pengumpulan Data .363.3. Data Perencanaan Proyek .373.4. Data Pelaksanaan Proyek .383.5. Menentukan Variabel (aspek) yang dievaluasi .393.6. Pengolahan Data dengan Metode Earned Value (Konsep Nilai Hasil) .393.7. Analisa Hasil .41BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN .454.1. Data Waktu Pelaksanaan .454.2. Perhitungan Dengan Metode Earned Value Concept .464.2.1 Menghitung Nilai BCWS, BCWP dan ACWP .464.2.2 Menghitung Nilai Varian Jadwal (SV) dan Varian Biaya (CV) .47BAB III4.2.3 Menghitung Indeks Kinerja Biaya (CPI) dan Indeks KinerjaJadwal (SPI) .514.3. Menghitung Prakiraan Biaya untuk Pekerjaan tersisa (ETC) danPrakiraan total Biaya Proyek (EAC) .574.4. Pembahasan Konsep Nilai Hasil .58BAB VKESIMPULAN DAN SARAN .615.1. Kesimpulan .61iv

5.2. Saran .v62

DAFTAR TABELTabel2.1: Analisa Varian Terpadu .28Tabel4.1: Kontrol Waktu Pelaksanaan .45Tabel4.2: Rekapitulasi Nilai BCWS, BCWp, dan ACWP .47Tabel4.3: Analisa Varian Jadwal (SV) dan Varian Biaya (CV)50Tabel4.4: Analisa Indeks Biaya (CPI) dan Indeks Jadwal (SPI)54Tabel4.5: Analisa Hasil Pekerjaan Proyek Perminggu .55Tabel4.6: Analisa Prakiraan Biaya untuk Pekerjaan Tersisa (ETC)dan Analisa Prakiraan Total Biaya Proyek (EAC) .60vi

DAFTAR GAMBARGambar2.1: Siklus Pengendalian .14Gambar2.2: Kurva S .19Gambar2.3: Grafik Biaya (Biaya Total, Langsung,Tidak Langsung, dan Optimal) .23Gambar2.4: Hubungan BCWS, BCWP, dan ACWP .25Gambar2.5: Grafik Kondisi Pelaksanaan (SPI dan CPI) .32Gambar3.1: Bagan Alir Penelitian/Flow Chart .44Gambar4.1: Diagram Konsep Nilai Hasil .51Gambar4.2: Grafik Kondisi Pelaksanaan CPI dan SPI .55vii

BAB IPENDAHULUAN1.1. LatarBelakangProses pengendalian suatu proyek mencakup semua kegiatan – kegiatanyang termasuk dalam daur hidup proyek, sehingga dalam penyelesaian tikansystempengendalian proyek agar dalam pengendalian dapat mempertimbangkanmengenai sumber daya diantaranya waktu, biaya dan prestasi dari pekerjaanproyek tersebut agar dapat terkontrol. Tujuan dari pengendalian adalah untukmenjamin penyelesaian proyek agar sesuai dengan spesifikasi, tepat waktu danmampu mendayagunakan sumber daya yang telah dialokasikan.Perencanaan dan pengendalian biaya dan waktu merupakan bagian darimanajemen proyek konstruksi secara keseluruhan. Selain penilaian dari segikualitas, prestasi suatu proyek dapat pula dinilai dari segi biaya dan waktu. Biayayang telah dikeluarkan dan waktu yang digunakan dalam menyelesaikan suatupekerjaan harus diukur secara kontinyu penyimpangannya terhadap rencana.Adanya penyimpangan biaya dan waktu yang signifikan mengindikasikanpengelolaan proyek yang buruk. Dengan adanya indikator prestasi proyek darisegi biaya dan waktu ini memungkinkan tindakan pencegahan agar pelaksanaanproyek berjalan sesuai dengan rencana.Dalam suatu pengerjaan proyek, material merupakan bahan yang palingmudah diselewengkan baik dalam menentukan kualitas maupun kuantitasnya.Karena itu sebelum proyek dikerjakan hendaknya kontraktor membuat estimasi1

seberapa banyak material yang dibutuhkan dan baiknya untuk estimasi ini dibuatdalam bentuk anggaran sehingga mempermudah dalam membuat perbandingananggaran yang dibuat dengan realisasinya, dan juga mempermudah dalammenghitung seberapa besar selisi ( Varians ) yang akan timbul dari biaya yangdianggarkan dengan realisasinya. Anggaran juga bisa dijadikan panduan terhadapproyek yang akan datang.Informasi biaya yang sistematis dan komparatif diperlukan oleh pihakmanajemen dalam pengelolaan perusahaannya. Dalam varians yang ditimbulkandari material dalam pengerjaan suatu proyek dapat mempengaruhi tingkatefisiensi dan efektifitas. Banyak upaya yang dilakukan agar dapat mencapai apayang telah direncanakan antara lain perhitungan kekuatan struktur yang tepat,perhitungan estimasi biaya yang efektif dan ekonomis (Rencana AnggaranBiaya) dan material pelaksanaan baik waktu dan biaya. Jika salah satu dari upayatersebut tidak atau kurang memenuhi akan berakibat kurangnya mutu atau hasilakhir dari proyek tersebut.Maksud pengendalian proyek adalah mengusahakan agar berjalan sesuaidengan perencanaan, sehingga aspek dan objek pengendalian adalah samadengan perencanaan. Dengan kata lain, berbagai macam kegiatan yang telahdirencanakan harus dipantau dan dikendalikan implementasinya agar hasil yangdiperoleh sesuai dengan sasaran yang telah ditentukan. Pengendalian utamaterletak pada biaya dan jadwal karena sering ditemui proyek yang mengalamipenambahan biaya maupun keterlambatan waktu, tidak sesuai denganperencanaan.2

Dari uraian di atas, maka dalam penulisan bermaksud mengadakanevaluasi terhadap pembangunan proyek dengan menggunakan konsep nilai hasil(Earned Value Concept), sehingga judul penulisan yang diambi adalah AnalisaPengendalian Proyek Dengan Menggunakan Metode Nilai Hasil PadaPembangunan Gedung Kuliah Mipa Center Tahap I Universitas BrawijayaMalang.1.2. IdentifikasiLokasiStudiLokasi Studi ini terdapat pada daerah Kota Malang tepatnya di UniversitasBrawijaya Malang. Gedung ini di desain terdiri dari depan (8) lantai yangpelaksanaanya dibagi dalam beberapa tahap pekerjaan, yang diliputi pekerja sipildan arsitektur seperti pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan beton, danpekerjaan lainya. Kompleknya lingkup pekerjaan pada proyek ini tentu sajamelibatkan sumber daya yang tidak sedikit.Sumber daya proyek yang terdiri darimaterial, peralatan, tenaga kerja dan biaya yang cukup banyak jumlahnya tentumemerlukan penanganan yang cermat agar penggunaannya dapat efisien danefektif untuk mencapai tujuan yang dihadirkan.3

1.3. RumusanMasalahBerdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalahdalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :1. laksanaanproyekdenganmenggunakan Metode Earned Value ?2. Bagaimanakinerjabiayapadamenggunakan Metode Earned Value ?1.4. TujuanPenelitianAdapun tujuan penelitian ini adalah :1. Untuk mengetahui / memprediksi seberapa besar keterlambatan waktupada pelaksanaan proyek dengan menggunakan Metode Earned Value.2. elaksanaanproyekdenganmenggunakanMetodeEarned Value.1.5. ManfaatPenelitianAdapunmanfaatpenelitianiniadalah :1. oyek.2. ambilkebijakan––4

ertersebut.3. ahMipaCenter sertaprofitdaripelaksanaan.4. ksanaanproyekagardapatdipakaipadapekerjaan – pekerjaanlainnya.1.6. BatasanMasalahGunaterarahnyapenelitianini, makaperludibatasiruanglingkuppenelitian :1. KuliahMipaCenter di UniversitasBrewijaya Malang yang terletak di Kota MalangJawaTimur.2. Aspek – aspek yang akan di kendalikanadalahbiayadanwaktu /jadwalproyek.3. atdalamproyektidakdibahas.4. kibatketerlambatanpelaksanaanproyek.5. ualproyek.5

2.5.1. Indikator Nilai HasilDalam system pengendalian berbasis Earned Value ada 3 (tiga) indikator yangdigunakan sebagai fondasi dasar adalah sebagai berikut :1. ACWP ( Actual Cost of Work Performance ), yaitu biaya aktual dari pekerjaanyang dicapai atau yang merupakan total biaya aktual yang terjadi selamamelakukan pekerjaan pada semua periode ditentukan.Biaya total aktual pada pelaksanaan proyek dapat dibagi menjadi dua hal,antara lain:a. Biaya langsungAdalah biaya pengeluaran proyek yang meliputi :1) Biaya bahan adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan ataumaterial yang diperlukan didalam pelakasanaan pekerjaan.Biaya bahan atau material yang harus diperhitungkan adalah :- Bahan sisa atau yang terhutang.- Harga loco / franco yaitu besarnya harga bahan atau material yangterhitung sampai lokasi proyek.- System atau cara pembayaran pada supplier.2) Biaya upah pekerja adalah besarnya biaya yang dikeluaran untuk membayarupah tenagah kerja yang telah digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan.19

Hal – hala yang perlu diperhatikan didalam penentuan upah tenaga kerjaadalah : Upah yang dibedakan antara upah harian dan upah borong keseluruhan. Selain upah ada hal lain yang harus diperhatikan adalah faktor kapasitaskerja, besarnya mobilisasi dan demobilisasi serta penginapan. Memperhatikan UU Perburuhan.3)Biaya peralatan dan operasional yang perlu diperhatikan didalam penenuanbesarnya biaya peralatan adalah : Untuk peralatan sewa, diperhatikan mengenal besarnya ongkos keluarmasuk garasi, ongkos operasional, suku cadang dan service. Untuk pembelian alat, diperhatikan besarnya bunga investasi, depresiasi,reparasi, mobilisasi dan perawatan.b. Biaya tidak langsungAdalah biaya operasional managerial proyek meliputi biaya overhead proyek,overhead kantor, biaya tak terduga / contingencies dan keuntungan / profit.1) Overhead proyek, antara lain : Biaya personil proyek Fasilitas proyek, meliputi gudang kantor dll Bunga bank, ijin bagunan, pajak dll Peralatan kecil – kecil yang umumnya habis atau terbbuang setelahproyek selesai.20

Kontrol qualitas ( Quality Qontrol ) seperti test kubus beton. Rapat – rapat lapangan.2) Overhead kantor, adalah biaya yang digunakan untuk menjalankan usaha,antara lain biaya sewah kantor dan fasilitasnya, honor pegawai, ijin – ijinusaha, prakualifikasi, referensi bank dll.Sehingga biaya aktual adalah total pengeluaran pada suatu proyekadalah biaya langsung ( BL ) ditambah dengan biaya tidak langsung ( BTL ).Khusus biaya tidak langsung ( BTL ) laporan dari akuntansi pelaksanapembangunan Gedung Kuliah Mipa Center U.B Malang bahwa biaya yangdikeluarkan bersekitar 3 – 8 % dari nilai kontrak total. Besarnya biaya totalproyek dapat ditampilkan berdasarkan waktu dan biaya proyek seperti padagambar berikut ini.YTitik TerendahBiaya ProyekBiaya TotalBiaya tak langsungBiaya( Rp. )Biaya langsungBiaya OptimalWaktu ( Minggu )XGambar2.3 : Grafik Biaya ( Biaya total, langsung, tidak langsung, dan Optimal)”Sumber : Soeharto,2005”21

Dari grafik tersebut dapat diketahui bahwa biaya langsung proyek sampaiakhir proyek ditunjukan dengan grafik parabolic, dimana biaya pelaksanaandiawali dengan biaya yang tinggi kemudian menurun secara parabolic.Untukbiaya tidak langsung ditunjukan dengan grafik liniear, dalam arti penambahanbiaya proyek sampai akhir masa proyek secara liniear.Titik pertemuan atanrabiaya langsung dan biaya tidak langsung merupakan waktu dimana biayapengeluaran proyek paling minimum.2. BCWP ( Budgeted Cost Of Work Performance ) yaitu biaya realisasi daripekerjaan yang dicapai atau merupakan persentase dari agngaran yang harusnyayang telah dibelanjakan untuk persentase pekerjaan yang ditentukan pada suatukegiatan yang telah terlaksana.3. BCWS ( Budgeted Cost Of Work Scheduled ) yaitu biaya yang dianggarkan daripekerjaan yang direncanakan atau yang merupakan bagian biaya yangdirencanakan untuk dikuarkan pada suatu kegiatan antara tanggal mulai hinggatanggal selesai kegiatan yang dilaksanakan, yang dapat dari time schedule yaituGantt Bar Chart dan kurva S.Dengan menggunakan kombinasi dari ketiga indikator nilai hasil maka sangatmemungkinkan untuk mengukur kinerja keuangan dari jadwal dalam proyek padasetiap waktu ( Soeharto, 2005 ) hubungan ketiga indikator nilai hasil yaitu padagambar berikut.22

JadwalBatas AnggaranBIAYAPenyelesaianproyekBCWSVarian BiayaACWPVarian jadwalSaat PelaporanBCWPwaktuGambar2.4 : Hubungan BCWS, BCWP, ACWP. “sumber : Soeharto, 2005”2.5.2. Kegunaan Nilai HasilDengan menggunakan 3 (tiga) indikator tersebut maka dapat dihitungberbagai faktor yang menunjukan kemajuan dan kinerja pelaksanaan pekerjaanseperti :1.Efesinsi Penggunaan Sumber DayaPerbandingan antara sumber daya aktual telah dikeluarkan terhadap rencanaawal dapat dilakukan secara periodic selama masa pelaksanaan proyek sertadapat pula dilakukan analisa trend untuk menganalisa kinerja pelaksanaan proyekselama suatu jangkawan tertentu.23

Perhitungan periodic, setelah proyek dimulaimanager membandingkan antararencana dengan hasil yang dicapai untuk mencari penyimpanan. Perhitunganvarian tersebut diperlukan untuk memberikan informasi kepada manajemenmengenai status pelaksana proyek sampai suatu saat tertentu (Kerzner, 2006 ).a. Varians Biaya ( CV ) adalah penyimpanan pengeluaran biaya untukpelaksanaan pekerjaan terhadap prestasi rill dalam suatu biaya, Varian Biaya Cost Varian CV atau dapat diformulasikan :CV BCWP - ACWP . (2.2)( Manajemen Konstruksi, Ir. Irika Widiasanti )Untuk Varians Biaya bila :- Angka negative menunjukan bahwa biaya yang dikeluarkan lebih tinggidari anggaran atau disebut cost overrum.- Angka nol menunjukan biaya yang dikeluarkan sesuai rencana.- Angka posetif menunjukan bahwa biaya yang dikeluarkan lebih kecil darianggaran atau yang disebut cost underrum.b. Varians jadwal ( SV ) adalah penyimpanan rill pada pelaksanaan proyekterhadap jadwal rencana atau varian jadwal Schedule Varian SV, ataudapat diformulasikan :SV BCWP – BCWS (2.3)( Manajemen Konstruksi, Ir. Irika Widiasanti )24

Untuk Varians Jadwal bila :- Angka negative berarti proyek terlambat.- Angka nol berarti proyek tepat sesuai rencana.- Angka posetif berarti proyek lebih cepat dari pada rencana.Hubungan antara Varian Biaya ( CV ) dengan Varian Jadwal ( SV ) dapatditampilkan kedalam table di bawah ini :Analisa Varian TerpaduSV ( SchedulleCV ( Cost Variance )Variance )ArtiBCWP – ACWPBCWP – BCWSPekerjaan lebih cepatdari jadwal denganPositifPositifbiaya kurang darianggaran.Pekerjaan terlaksanasesuai jadwal dan biayaNolPositiflebih rendah darianggaranNegatifNegatifPekerjaan selesai tapi25

terlambat denganmenekan biaya lebihtinggi dari anggaranPekerjaan sesuai jadwalNolNoldan anggaranPekerjaan sesuai jadwalPosetifNoldan jadwal lebih cepatdari rencanaPekerjaan sesuai jadwal,NolNegatifbiaya lebih tinggi darianggaranPekerjaan lebih cepatPositifNegatifdari jadwal, biaya lebihtinggi dari anggaranPekerjaan terlambat,NegatifPositifbiaya lebih rendah.( sumber : Soeharto, 2005 )Setelah menghitung Varian dapat pula dikonversikan kedalam hitunganindeks untuk menghitung efisiensi kinerja yang yang telah dilakukan. Shutub,dkk (1994) memberikan dua rumus untuk menghitung indeks, yaitu :26

1. Schedule Performance Index ( SPI )SPI adalah indeks produktifitas dan kinerja waktu, yang digunakan untukmengetahui efisiensi waktu terhadap penggunaan sumber daya. BCWPBCWS . (2.4)( Manajemen Konstruksi, Ir. Irika Widiasanti )Dengan ketentuan rumus diatas untuk mencari apakah :Indeks prestasi Jadwal ( SPI ) 1 proyek tepat waktu 1 proyek lebih cepat 1 proyek terlambat2. Cost Performance Index ( CPI )CPI adalah indeks produktifitas dan kinerja biaya yang digunakan untukmengetahui efisiensi biaya terhadap penggunaan sumber daya. BCWPACWP .(2.5)( Manajemen Konstruksi, Ir. Irika Widiasanti )27

Dengan ketentuan rumus diatas untuk mencari apakah :Indeks Prestasi Biaya ( CPI ) 1 biaya sesuai dengan anggaran 1 biaya proyek lebih kecil 1 biaya proyek lebih besarAtau dapat diartikan juga bahwa angka yang dihasilkan dari CPI dan SPI mempunyaiarti sebagai berikut :1) Angka indeks kinerja kurang dari satu berarti pengeluaran lebih besar darianggaran atau waktu pelaksanaan lebih lama dari jadwal yang direncanakan. Bilaanggaran dan jadwal sudah dibuat secara realistis, maka ada sesuatu yang tidakbenar dalam pelaksanaan pekerjaan.2) Sejalan dengan pemikiran diatas, bila angka indeks kinerja penyelenggaraanproyek lebih baik dari perencanaan, dalam arti pengeluaran lebih kecil darianggaran atau jadwal lebih cepat dari rencana.3) sarpenyimpanganya dari perencanaan dasar atau anggaran.Angka indeks kinerja sama dengan 1,00 berarti anggaran yang telahdirencanakan / waktu pelaksanaan sesuai dengan rencana. Nilai standart dari SPI danCPI adalah sebesar 1,00 (nilai pada kondisi aman atau pada kondisi pelaksanaanpekerjaan dilapangan sama dengan perencanaan). Bila SPI dan CPI berada dibawah28

1,00 maka pelaksanaan dapat dilaksanakan dapat dikatakan bahwa pelaksanaanpekerjaan dilapangan mengalami kerugian dan kemunduran, sebaliknya bila nilai SPIdan CPI lebih besar dari 1,00 pelaksanaan lebih cepat dari jadwal yang direncanakanserta mendapatkan keuntungan. (Soeharto, 2005).Hubungan antara indeks prestasi jadwal (SPI) dengan indeks prestasi biaya(CPI) dapat di tampilkan kedalam gambar berikut :IndexCPIWaktu pelaksanaan lebih lambatdari waktu perencanaan.SPIPengeluaran lebih besar ( pekerjaanrugi )CPIWaktu pelaksanaan lebih cepat dariwaktu perencanaan.SPIPengeluaran lebih besar ( biayapelaksanaan tinggi ) 11 1WaktuIndex 11 1WaktuIndexCPIWaktu pelaksanaan lebih lambatdari waktu perencanaan.SPIPengeluaran lebih kecil ( biayapelaksanaan rendah ) 11 1Waktu29

Index 1CPIWaktu pelaksanaan lebih cepat dariwaktu perencanaan.SPIPengeluaran lebih kecil ( biayapelaksanaan rendah )1 1WaktuGambar2.5 : Grafik Kondisi Pelaksanaan (SPI dan CPI) “Sumber : Soeharto,2005”3. Perkiraan Biaya Saat Penyelesaian Proyek ( Estimate at Completion / EAC )Estimate at Completion( EAC ) adalah evaluasi periodik terhadap statusproyek yang menunjukan estimasi total biaya yang secara realistis akan dikeluarkanpada saat penyelesaian proyek. Untuk menghuitung EAC diperlukan data BAC /RAB, BCWP dan ACWP.BAC ( Budget at Complention ) adalah jumlah seluruh anggaran (BCWS)yang dialokasikan untuk proyek ( diluar keuntungan yang diharapkan pelaksanaanproyek ). Shtub, dkk (1994) menyatakan bahwa penentuan EAC dapat dilakukanmelalui pendekatan, yaitu :30

1) Original Estimate approach :EAC BAC – BCWP ACWP( Manajemen Konstruksi, Ir. Irika Widiasanti )Metode ini mengasumsikan bahwa kinerjayang telah lewat tidak memilikihubungan apapun dengan kinerja dimasa yang akan dating. Metode ini adalahmetode pengukuran EAC yang paling optimistis karena mengasumsikan semuakinerja yang tidak efisien tidak akan berulang lagi dan semua pekerjaan setelahpengukuran EAC akan berjalan dengan efisiensi.2) Revised Estimate Approach :Metode ini mengasumsikan bahwa penyimpangan biaya pada pekerjaan yangtelah diselesaikan dapat menjadi dasar untuk memperkirakan penyimpanganbiaya dari pekerjaan yang belum diselesaikan. EAC adalah ACWP ditambahEstimate to Complete ( prakiraan biaya untuk menyelasaikan proyek ), atau :EAC ACWP Estimate to Complete.( Manajemen Konstruksi, Ir. Irika Widiasanti )Sedangkan untuk Estimate to Complete (EAC) adalah sebagai berikut : Nilai pekerjaan yang belum diselesaikanCPI.(2.6) .( Manajemen Konstruksi, Ir. Irika Widiasanti )31

Sehingga Estimate at Completion adalah :Prakiraan biaya keseluruhan ( Estimate at Completion ) adalah sama denganjumlah pengeluaran sampai pada saat pelaporan ditambah prakiraan biaya untukpekerjaan tersisa atau :EAC ACWP ETC( Manajemen Konstruksi, Ir. Irika Widiasanti )Dengan substitusi AEAC , akhirnya diperoleh rumus :BCWPBAC BCWP CPICPI dimana BAC RAB BCWS sehingga .(2.7)Selanjutnya, dari data EAC dan BAC dapat diperoleh rumus untuk menghitungpenyimpangan atau varian biaya pada saat penyelesaian Variance at Completion(VAC ), yaitu :VAC BAC – EAC (2.8)( Manajemen Konstruksi, Ir. Irika Widiasanti )32

BAB IIIMETODESTUDI3.1 anGedungMipaCenterUniversitasBrawijaya Malang.3.2 Pengumpulan ebihdahulusertaperpaduanantara data primer dan data mpulandata,yangmanaprosesnyaberupa :1.Pengumpulan data primer, yaitupengumpulan data alapanganantaralainmelaluiobservasi, pengukurandandokumentasihal – hal yang terjadi ngan ( internet.teoriyang33

riyangEarnedValueterutamakomponen – komponen yang mendukungmetodetersebut.3.3 Data sebagaiberikut.1. Data kerjaan,volumepekerjaan,yangyangdisertaidengan volume dansumberdaya yang digunakan.Sehingga total biayayang digunakanpadamasing – masingpekerjaandapatdiketahui.2. Data tuanberupamaterialdanupahpekerjasertaperalatan, yang dirangkummenjadihargasatuan per itempekerjaan.3. Data JadwalPelaksanaan34

walpelaksanaannyamenggunakanmetodeKurva S yang berisiberbagai itempekerjaan.3.4 Data andalamhalwaktu, biayadankualitasproyek / pekerjaan.1.Data emajuanproyek yang dasaatpenarikanterminatausertifikatbulanan (Montly Certificate).2.Data nformasiproyek(gambarrencana) sertarencanaproyeksecarakeseluruhan.35

3.5 MenentukanVariabel ( Aspek ) yang DievaluasiAdapunvariabel – variabel / aspek – aspek yang adapadaMetodaEarnedValueiniantaralain :a) rencanapelaksanaan.b) ranyangdisediakan.3.6Pengolahan Data denganMetode Earned Value ( KonsepNilaiHasil rabiaya yang dikeluarkandenganbiaya nganpengend

Pada perhitungan konsep nilai hasil SV Rp. 32.044.903,60 nilai ( ) menunjukkan bahwa pekerjaan berjalan lebih cepat dari jadwal yang telah direncanakan sedangkan nilai CV - 155.871.572,75 nilai (-) menunjukan pekerjaan memakan