Transcription

BAB IVHASIL PENELITIAN, ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN1.1Penyajian Data1.1.1 Gambaran Umum Perusahaan1.1.1.1 Sejarah Singkat PT. BPD JatengBank Pembangunan Daerah Jawa Tengah pertama kalididirikan di Semarang berdasarkan Surat PersetujuanMenteri Pemerintah Umum & Otonomi Daerah No. DU57/1/35 tanggal 13 Maret 1963 dan ijin usaha dari MenteriUrusan Bank Sentral No. 4/Kep/MUBS/63 tanggal 14Maret 1963 sebagai landasan operasional Jawa Tengah.Operasional pertama dimulai pada tanggal 6 April 1963dengan menempati Gedung Bapindo, Jl. Pahlawan No. 3Semarang sebagai Kantor Pusat.Tujuan pendirian bank adalah untuk mengelolakeuangan daerah yaitu sebagai pemegang Kas Daerah midaerahpengusahadengankecil.BankPembangunan Daerah Jawa Tengah merupakan Bank milikPemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama-sama denganPemerintah Kota/Kabupaten Se-Jawa Tengah. Bank intah Kabupaten / Kota se Jawa Tengah ini sempatmengalami beberapa kali perubahan bentuk badan usaha.Pada tahun 1969 melalui Peraturan Daerah Provinsi JawaTengahNo.3Tahun1969,menetapkanBankPembangunan Daerah Jawa Tengah sebagai Badan UsahaMilik Daerah (BUMD). Kemudian melalui PeraturanDaerah Provinsi Jawa Tengah No. 1 Tahun 1993, statusbadan usaha Bank berubah menjadi Perusahaan Daerah(Perusda).32

33Sampai akhirnya pada tahun 1999, berdasarkanPeraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No. 6 tahun 1998dan akte pendirian No. 1 tanggal 1 Mei 1999 dan disahkanberdasarkan Keputusan Menteri Kehakiman RepublikIndonesia No. C2.8223.HT.01.01 tahun 1999 tanggal 15Mei 1999, Bank kemudian berubah menjadi ngunan Daerah Jawa Tengah mengikuti ProgramRekapitalisasi Perbankan. Pada tanggal 7 Mei 2005, PT.Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah ankembalikepemilikan saham yang dimiliki Pemerintah Pusat olehPemerintahan Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten / Kotase Jawa Tengah.Seiring perkembangan perusahaan dan untuk lebihmenampilkan citra positif perusahaan terutama setelahlepas dari program rekapitalisasi, maka presentasikan wajah baru Bank Pembangunan DaerahJawa Tengah. Berdasarkan Akta Perubahan AnggaranDasar No.68 tanggal 7 Mei 2005 Notaris Prof. DR. LilianaTedjosaputro dan Surat Keputusan Menteri Hukum danHak Asasi Manusia No. C.17331 HT.01.04.TH.2005tanggal 22 Juni 2005, maka nama sebutan (call name) PT.Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah berubah darisebelumnya Bank BPD Jateng menjadi Bank Jateng.Bank Jateng Syariah merupakan Unit Bisnis yangdibentuk oleh Bank Jateng guna memenuhi kebutuhanmasyarakat akan produk dan jasa perbankan berbasissyariah. Unit Usaha Syariah Bank Jateng resmi dibuka padatanggal 26 April 2008, berkantor pusat di Kota Semarang

34yaitu di Gedung Grinatha Lt. IV, Jl. Pemuda No. 142Semarang.Pada awal operasionalnya, Bank Jateng Syariahmembuka Kantor Cabang Syariah pertama di Surakarta danmulai operasional pada tanggal 21 Mei 2008 di Jl. SlametRiyadi No. 236 Surakarta. Sampai dengan bulan Oktober2016, Bank Jateng Syariah telah mengoperasionalkan 4(empat) Kantor Cabang Syariah, 9 (Sembilan) KantorCabang Pembantu Syariah, 7 (tujuh) Kantor Kas Syariah,145 Layanan Syariah (Office Chanelling) yang tersebardiseluruh wilayah Jawa Tengah. Selain itu Nasabahnasabah Bank Jateng Syariah juga dapat melakukantransaksi tarik-setor rekening tabungan di Seluruh KantorCabang, Kantor Cabang Pembantu maupun Kantor KasBank Jateng di Seluruh Wilayah Jawa Tengah. Disampingkemudahan akses layanan dimaksud, beragam produk danjasa keuangan perbankan dengan prinsip syariah juga danaan maupun jasa lainnya dengan fitur dan layananyang sangat bersaing.

351.1.1.2 Profil PerusahaanNamaPT Bank Pembangunan Daerah JawaTengahNamaPanggilanBank JatengPerusahaanBidangUsahaStatusPerusahaanBank Pembangunan DaerahBadan Usaha Milik Daerah (BUMD)1) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah(58,36%)KepemilikanSaham2) Pemerintah Kabupaten se-Jawa Tengah(35,12%)3) Pemerintah Kota se-Jawa Tengah(6,52%)TanggalPendirian6 April 1963Modal DasarRp 3.000.000.000.000 (tiga triliun rupiah)ModalRp 1.706.030.000.000 (satu triliun tujuhDitempatkanratus enam miliar tiga puluh juta rupiah)ModalRp 1.706.030.000.000 (satu triliun tujuhDisetorratus enam miliar tiga puluh juta rupiah)JumlahPegawai5.237 OrangJaringan Kantor KonvensionalJaringanKantor- Kantor Pusat : 1- Kantor Cabang Konvensional : 36- Kantor Cabang Pembantu : 111- Kantor Kas Konvensional : 301

36- ATM (milik sendiri) : 423- Layanan Kas Keliling : 35Jaringan Kantor Syariah- Unit Usaha Syariah : 1- Kantor Cabang Syariah : 4- Kantor Cabang Pembantu Syariah : 7- Kantor Kas Syariah : 6- Payment Point Syariah : 1- Layanan Syariah : 131JL. Pemuda No. 142 Semarang, IndonesiaKantor PusatTelp (0711) 500711-5228000-5228080Fax. (0711) 522811TeleponFaksimili(024) 3547541 (5 saluran); 3554025 (15line)(024) 3540170; 3520186; 3556529;3586910Situs @bankjateng.co.idCall Center14066 (24 jam, 7 hari seminggu)1.1.1.3 Visi PT. BPD Jateng“Bank terpercaya, Menjadi kebanggan masyarakat,Mampu menunjang pembangunan daerah” Bank Terpercaya: Lembaga keuangan yang diyakiniberintegrasi tinggi, memiliki reputasi paling baik,paling kuat, paling aman, dan paling menguntungkan. Menjadi Kebanggaan Masyarakat: Kami memilikikeinginan yang kuat agar masyarakat merasa ikutmemiliki dan menjadikan Bank Jateng sebagai pilihanutama dalam memenuhi kebutuhan jasa perbankandimanapun kami berada.

37 Mampu Menunjang Pembangunan Daerah: Kamimemiliki keinginan yang kuat dalam memberikankontribusi pembangunan di berbagai sektor gunamenunjang pembangunan daerah yang berkelanjutan dimasa kini maupun masa mendatang.1.1.1.4 Misi PT. BPD Jateng Memberikan layanan prima yang didukung olehkeandalan SDM dengan teknologi modern sertajaringan yang luas. Membangun budaya bank dan mempertahankan banksehat. Mendukung pertumbuhan ekonomi regional denganmengutamakan kegiatan retail banking. Meningkatkan kontribusi dan komitmen pemilik gunamemperkokoh bank.1.1.1.5 Produk dan Jasa PT. BPD Jateng Syariah1.1.1.5.1 Produk Pendanaan Konvensional1. E – MoneyKartu Mitra adalah kartu co-brandberbasis smart card dengan menggunakanlogo e-moneyKartuMandiriE-Moneyadalahadalah kartu prabayar yang diterbitkan olehBank Mandiri yang berisi data saldo danmutasi transaksi serta dapat digunakan untukbertransaksi di merchant yang bekerjasamadengan Bank MandiriKartu E-Money E-Bima adalah kartuco-brandberbasissmartcarddenganmenggunakan logo e-money dan merupakan

38kartu prabayar yang diterbitkan oleh BankMandiri yang berisi data saldo dan mutasitransaksi serta dapat digunakan untukbertransaksi di merchant.2. Bima PlatinumBunga Tabungan lebih tinggi dariTabungan Biasa, Investasi dengan sukubunga bersaing.3. Tabungan BimaKesempatan mendapat hadiah yanglebih besar. Terbagi menjadi dua yaitu BimaUmum dan Bima ABP.4. TabungankuTabunganbebasadministrasibulanan.5. Tabungan SIMPEDATerbagi menjadi tiga, yaitu SimpedaABP, Simpeda Umum, Simpeda Hipprada.6. DepositoDepositodapatberupaVallutaRupiah dan atau Valuta Asing (JPY, USD,EUR, GBP).7. BPD CardFitur layanan lengkap meliputi : Layanan di ATM Bank Jateng Penarikan uang tunai Pindah saldo antar rekening BankJateng Tarnsfer antar rekening nasabah BankJateng

39 Transfer antar rekening ke Bankkerjasama Lihat saldo rekening Ganti PIN Pembelian Pulsa Pembayaran tagihan Kartu HaloTelkomsel Pembayaran Tiket Kereta Api Pembayaran Tagihan lain ( yang telahbekerjasama ) Layanan di ATM Prima & ATMBersama Penarikan Uang Tunai Lihat Saldo Rekening Transfer antar Rekening ke BankKerjasama Untuk Pembayaran belanja secaradebit, BPD Card diakses dilebih dari43.000 merchant yang menggunakanEDC (Mesin Debit) berlogo debitBCA. BPD Card Student Series dapartdigunakan sebagai Kartu TandaMahasiswa atau Kartu Pelajar danFungsi sesuai perjanjian abtara Bankdan Lembaga/Institusi yangbersangkutan. BPD Card dapat digunakan sebagaiKartu Pengenal Pegawai, KartuAbsensi dan Fungsi lainnya sesuai

40perjanjian anta Bank dan Lembaga /Institusi yang bersangkutan.8. DPLKProgram Pensiun DPLK Setia Bank Jateng DPLK Setia ( Sejahtera Tiada Akhir )didirikan oleh PT. Bank PembangunanDaerah Jawa Tengah dan telah mendapatpengesahanKeputusanMenteriKeuangan Republik Indonesia NomorKEP-087/KM.17/1994 tanggal 21 April1994tentang ga Keuangan Bank PembangunanDaerah Jawa Tengah. DPLK Setia menyelenggarakan bagi(PesertaKelompok) dan perorangan (PesertaIndividu), dari berbagai kalangan profesibaik formal maupun informal. DPLK Setia terbuka untuk mengelolaProgram Pensiun bagi Perusahaan /Instansi / Yayasan /Lembaga.9. GiroProduk giro sebagai fasilitas GiroSwasta Perorangan/ Badan Usaha Non ABP.10. SimpelSimpanan Pelajar Bank Jateng

411.1.1.5.2 Produk Pinjaman1. Kartu Kredit2. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)3. Kredit Pusaka Mandiri (Pundi)4. Kredit Personal Loan (PLO)5. KreditPemberdayaanMasyarakatDesa(KMPD)6. Kredit Karya Sejahtera (Karsa)7. Kredit Kendaraan Bermotor (KKB)8. KreditKepadaUMKMDanKoperasi(Kridakop)9. Kredit Proyek10. Kredit TABURPUJA11. Pinjaman Dalam Negeri12. Kredit Dengan Jaminan Resi Gudang13. KPPR Sejahtera dengan Dana fasilitasLikuiditas Pembiayaan14. Bank Garansi15. Perumahan (KPR FLPP)16. Kredit Usaha Mikro dan Kecil (KUMK)17. Kredit Mikro Jateng Sejahtera18. Kredit Wisa Usaha19. Kredit Multi Guna20. Kredit Linkage Kepada Koperasi Karyawan(KLKK)21. Kredit Usaha Produktif (KUP)22. Kredit Linkage Produktif (KLP)23. Kredit Extra (Cash Collateral)24. Kredit Perdagangan Luar Negeri (KPLN)25. Kredit Sindikasi26. Kredit Pemda

4227. Kredit Linkage Program Kepada BPR(Linkage BPR)28. Kredit Badan Layanan Umum Daerah29. Kredit Usaha Rakyat1.1.1.5.3 Produk Layanan30. Kotak Deposit31. RTGS32. Kliring33. Western Union34. BPDNet Online35. Transfer Valas36. Laku Pandai37. Modul Penerimaan Negara Generasi Kedua(MPN G2)38. Payment Point Online Bank (PPOB)39. ATM Samsat Jateng1.1.1.5.4 Produk Pendanaan UUS1. Tabungan IB BIMATabungan dalam mata uang rupiahyangmemberikankeleluasaandalammelakukan setoran dan penarikan melaluiATM Bank Jateng dan jaringan ATM Prima,tabungan IB BIMA menggunakan akadMudharabah Mutlaqah.2. Tabungan IB AMANAHTabungan dalam mata uang rupiahyangmemberikankeleluasaandalammelakukan setoran dan penarikan melaluiATM Bank Jateng dan jaringan ATM Prima,tabungan IB AMANAH menggunakan akadWadiah Yad Dhamanah (titipan).

433. Giro IB Bank JatengRekening dalam mata uang rupiahyang memberikan kemudahan transaksikeuanganusahanasabahdenganmenggunakan cek dan bilyet giro, Giro IBBank Jateng menggunakan akad Wadiah(titipan).4. IB Tabung HajiTabungan dalam mata uang rupiahuntuk persiapan menunaikan ibadah haji, IBTabung Haji menggunakan akad WadiahYad Dhamanah.5. Deposito IB Bank JatengProduk simpanan dana berjangkawaktu tertentu dalam mata uang rupiah,Deposito IB Bank Jateng menggunakanakadMudharabahMutlaqahdanMuqayyadah.6. Simpanan PelajarSimpanan Pelajar (Simpel iB) adalahtabungan untuk siswa yang diterbitkansecara nasional oleh bank-bank di Indonesiadengan persyaratan mudah dan sederhanaserta fitur yang menarik dalam Yad

441.1.1.5.5 Produk Pembiayaan1. IB GriyaPembiayaanpemilikanatauperbaikan rumah, villa, apartemen, danrusun, dengan akad murabahah atau istishna.2. IB MultigunaPembiayaan dengan akad murabahahuntuk pembelian barang konsumtif sepertiperalatan elektronik, perabot rumah tangga,dan kendaraan bermotor baru atau bekas,yang tidak bertentangan dengan syariah.3. IB Modal KerjaPembiayaan modal kerja denganakadmurabahah,musyarakahmudharabah,atauuntuk memenuhi kebutuhanusaha nasabah seperti: pembelian persediaanbahanbakuuntukprosesproduksi,pembelian persediaan barang dagangan, ataumodalkerjapelaksanaanproyekberdasarkan kontrak kerja.4. IB InvestasiPembiayaan dengan akad murabahahatauistishnabagipengadaanbaranginvestasi yang mendukung usaha mah sakit/ruko/ rukan, lat

455. IB KJKSPembiayaanmudharabahdenganpola executing untuk membantu KJKSmelakukan ekspansi usahanya.6. IB KOPKARPembiayaanmudharabahkepadakoperasi karyawan dengan pola executinguntuk disalurkan kembali dalam bentukpembiayaan kepada para anggotanya.7. IB Modal Kerja BPRSPembiayaanmudharabahuntukmembantu memperbesar skala usaha BPRSdengan pola executing.8. IB Pembiayaan UmrohPembiayaandenganakadijarahuntuk melunasi biaya perjalanan umroh.9. IB BIMA EmasPembiayaankepemilikanemasdengan menggunakan akad murabahah.10. IB Rahn EmasFasilitas pembiayaan dengan akadqardh untuk kebutuhan dana tunai denganjaminan emas.1.1.1.5.6 Produk Layanan RTGS (Real Time Gross Sattlement)RTGS adalah proses penyelesaianakhir transaksi (settlement) pembayaranyang dilakukan per transaksi (individualprocessed / gross settlement) dan bersifatReal-time(electronically processed)yangdiselenggarakanolehBankIndonesia,

46dimana rekening peserta dapat di-debit / dikredit berkali-kali dalam sehari sesuaidenganperintahpembeyarandanpenerimaan pembayaran. Bank GaransiBankGaransiadalahJaminanpembayaran yang diberikan kepada pihakpenerima jaminan, apabila pihak yangdijamin tidak memenuhi kewajibannya,maka pihak bank yang akan membayarkewajiban tersebut. TransferTransfer adalah jasa pengiriman uangdari pemilik rekening ke pemilik rekeningyang lain dari satu kota ke kota yang lainatau dari kota yang sama. KliringKliring adalah sarana perhitunganwarkat antar Bank guna memperluas danmemperlancar lalu lintas pembayaran girodalam satu wilayah kliring. Peserta kliringadalahbank-bankumumbaikswastamaupun pemerintah yang berada dalamsuatu wilayah kliring.

471.1.2 Ikhtisar KeuanganIkhtisar keuangan PT. BPD Jateng mengalami peningkatandari tahun 2011-2015 dan telah dilaporkan oleh pihak manajemen.Data-data keuangan dari Laporan Keuangan secara garis besardigambarkan pada tabel dibawah ini.Tabel 4.1 Ikhtisar Keuangan PT. BPD Jateng Tahun 2011-2015Ikhtisar Keuangan(Rp Miliar)2011Neraca KonsolidasiTotal Aset22.982Total Aset20.466ProduktifKredit yang13.649diberikanDana pihak ketiga19.392Jumlah Liabilitas20.953Modal / Ekuitas2.029Laba / Rugi KonsolidasiPendapatan Bunga2.570dan SyariahBeban Bunga dan1.151bagi Hasil SyariahPendapatan1.419Operasional bersihLaba Operasional580Laba sebelum pajak 572Laba bersih410Rasio KeuanganPermodalanCapital Adequacy15,02Ratio (CAR)Kualitas AssetNPL 11LikuiditasLDR70,17Tahun201220132014201526.483 30.695 35.561 40.92422.774 27.564 31.855 36.96918.358 21.782 25.919 30.51722.116 24.993 29.406 33.88824.100 27.986 32.484 37.2532.383 2.709 3.077 ,628,597,2576,0282,6286,9688,5790,54

481.2Analisa Data dan Interpretasi Data1.2.1 Penilaian Kesehatan Faktor RGECPenilaian kesehatan bank merupakan penilaian terhadapkinerja bank dalam melakukan kegiatan operasionalnya secaranormal serta sebagai tolak ukur terhadap kemampuan bank rkepentingan.Tujuan dilakukannya kegiatan penilaian tingkat kesehatanbank adalah untuk mengukur apakah bank tersebut masuk dalamkategori sehat, kurang sehat, tidak sehat dan lain sebagainya.Semakin baik tingkat kesehatan bank semakin besar pula tingkatkepercayaan nasabah terhadap bank tersebut.Untuk dapat menyimpulkan suatu bank dapat dikatakansehat atau tidak terdapat tahapan-tahapan yang harus dilakukanyaitu dengan mengukur faktor-faktor tertentu untuk memperolehhasil akhir, hasil akhir inilah yang kemudian dijadikan dasar dalammenentukan kategori tingkatkesehatan bank. BerdasarkanPeraturan Bank Indonesia Nomor 13/1/PBI/2011 tentang PenilaianTingkat Kesehatan Bank Umum dan Surat Edaran (SE) BankIndonesia Nomor 13/24/DPNP tanggal 25 Oktober 2011 tentangPenilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum yang merupakanpetunjuk pelaksanaan dari Peraturan Bank Indonesia Nomor13/1/PBI/2011, Penilaian tingkat kesehatan Bank meliputi faktorfaktor sebagai berikut :1.2.1.1 Risk ProfileDalam penelitian ini untuk menilai tingkat kesehatan bankditinjau dari aspek risk profile akan dibahas dalamperhitungan sebagai berikut :

491. Risiko KreditDalam penelitian ini untuk mengetahui risiko kreditdihitung menggunakan rasio Non Performing Loan(NPL). Rasio ini menjelaskan bahwa NPL diperolehdari kredit kepada pihak ketiga yang bukan merupakanbank yang tergolong kurang lancar, diragukan danmacet dibagi dengan total kredit kepada pihak ketigabukan bank. Perhitungan rasio Non Performing Loanmenggunakan rumus sebagai berikut :Tabel 4.2 Penilaian Peringkat Rasio NPL PT. BPDJateng 2011-2015TahunNPL (%)PeringkatPredikat20111,04 %1Sangat Sehat20120,8 %1Sangat Sehat20130,72 %1Sangat Sehat20140,93 %1Sangat Sehat20151,26 %1Sangat SehatSumber: Data Sekunder yang diolah peneliti2. Risiko LikuiditasUntuk mengukur risiko likuiditas digunakanrasio keuangan Loan to Deposit Ratio (LDR). Rasiokeuangan ini digunakan untuk membandingkan jumlahkredit yang diberikan oleh bank dengan dana pihakketiga yaitu giro, tabungan, simpanan berkala, dansertifikat deposito. Perhitungan rasio Loan to DepositRatio menggunakan rumus sebagai berikut:

50Tabel 4.3 Penilaian Peringkat Rasio LDR PT. BPDJateng 2011-2015TahunLDRPeringkatPredikat201170,171Sangat Sehat201282,621Sangat Sehat201386,963Cukup Sehat201488,573Cukup Sehat201590,573Cukup SehatSumber: Data Sekunder yang diolah peneliti1.2.1.2 Good Corporate GovernancePenilaian terhadap faktor GCG berkaitan dengansistem manajemen bank dalam melaksanakan rbukaan (transparency), akuntabilitas ),profesional(proffesiional), dan kewajaran (fairness).Menurut laporan keuangan tahunan PT. BPD Jatengtahun 2015, Bank Jateng senantiasa meningkatkanpenerapan sistem pengendalian intern yang efektif melaluifungsi dan peran seluruh pihak dalam struktur organisasiBank Jateng sesuai kewenangannya, termasuk peranSatuan Kerja Audit Internal (SKAI) yang efektif. Sistempengendalian internal dimaksudkan untuk melindungiinvestasi aset Bank mengacu pada kerangka kerja(framework) yang meliputi pendekatan unsur lingkunganpengendalian, pengelolaan risiko, aktivitas pengendalian,

aan serta pelaporannya.Di dalam laporan keuangan tahunan PT. BPDJateng tahun 2015, menunjukkan bahwa emakintahunsebelumnyamembaik2014.Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh DewanKomisaris terhadap komitmen Direksi cukup baik dalammelaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)melalui program-program yang telah dicanangkan di tikan dengan meningkatnya realisasi anggaranprogram CSR tahun 2015 sebesar 239% dari tahunsebelumnya. Pada tahun 2015 Program CSR Bank Jatengjuga telah menjangkau 16 Kabupaten dengan ragamprogram yang lebih kompleks meliputi program bantuansosial dan bantuan kemitraan.Pada tahun 2015 PT. BPD Jateng melakukan selfassessment GCG yang menggunakan kriteria BankIndonesia yang dilakukan secara berkala setiap 1 (satu)tahun sekali. Hasil penilaian self assessment GCG tahun2015 mencapai skor 2,51 berada pada predikat “CukupBaik”. Implementasi prinsip-prinsip GCG, terutamaprinsip transparansi telah menunjukkan hasil yang positifdengan diperolehnya prestasi sebagai Juara 2 AnnualReport Award kategori BUMD Keuangan Non-Listed danmeraih Silver Award 65 0f 100 in 2015 Spotlight AwardsGlobal Communication Competition yang diselenggarakanLeague of American Communications Professionals(LACP).

52Adapun untuk hasil akhir atau skor yang diperolehatas self assessment GCG yang dilakukan oleh BankJateng pada tahun 2011 sampai 2015 dalam laporankeuangan tahunan PT. BPD Jateng secara berurutansebagai berikut 2011 1.95, 2012 1.80, 2013 2.20,2014 2.78, dan 2015 2.51.1.2.1.3 EarningsFaktor Earnings atau Rentabilitas terdiri dari 4komponen rasio, yaitu rasio Return On Asset (ROA), rasioReturn On Equity (ROE), rasio Net Interest Margin(NIM), dan rasio Beban Operasional terhadap PendapatanOperasional (BOPO). Tetapi dalam penelitian ini penelitihanya menghitung ROA dan BOPO. Rasio yang pertamayaituRasio Return On Asset (ROA) digunakan untukmengukur keberhasilan manajemen dalam menghasilkanlaba. Semakin kecil rasio ini berarti bank kurang mampudalam mengelola aset untuk meningnkatkan pendapatandan menekan biaya. Dalam menghitung rasio ini informasikeuangan yang digunakan adalah laba sebelum pajak kan rumus sebagai berikut:Tabel 4.4 Penilaian Peringkat Rasio ROA PT. BPDJateng 2011-2015TahunROAPeringkatPredikat20112,671Sangat Sehat20122,731Sangat Sehat20133,011Sangat Sehat

5320142,841Sangat Sehat20152,61Sangat SehatSumber: Data Sekunder yang diolah penelitiRasio yang kedua adalah Biaya Operasional danPendapatan Operasional (BOPO). Semakin rendah tingkatrasio BOPO maka semakin baik kinerja manajemen banktersebut, karena lebih efisien dalam menggunakan sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan. Untuk menghitungBOPO menggunakan rumus sebagai berikut:Tabel 4.5 Penilaian Peringkat Rasio BOPO PT.BPD Jateng 2011-2015TahunBOPO (%)PeringkatPredikat201179,11%1Sangat Sehat201276,35%1Sangat Sehat201372,88%1Sangat Sehat201481,8%1Sangat Sehat201576,02%1Sangat SehatSumber: Data Sekunder yang diolah peneliti1.2.1.4 CapitalFaktor Capital atau permodalan berkaitan denganpenetapan kewajiban penyediaan modal minimum atauCapital Adequacy Ratio (CAR). Rasio untuk menilaipermodalan ini adalah Capital Adequacy Ratio (CAR),perhitungan CAR adalah sebagai berikut:

54Tabel 4.6 Penilaian Peringkat Rasio CAR PT. BPDJateng 2011-2015TahunCAR (%)PeringkatPredikat201115,02%1Sangat Sehat201214,38%1Sangat Sehat201315,45%1Sangat Sehat201414,34%1Sangat Sehat201514,87%1Sangat SehatSumber: Data Sekunder yang diolah peneliti1.3PembahasanPenetapan Peringkat Komposit Penilaian Tingkat KesehatanBank PT. BPD Jateng dengan metode RGEC.Tabel 4.7 Penilaian Tingkat Kesehatan PT. BPD Jateng periode 2011KomponenFaktorRisk NPL1,04 %1Sangat SehatLDR70,171Sangat SehatROA2,671Sangat SehatBOPO79,11%1Sangat SehatCAR15,02 %1Sangat SehatPeringkat KompositKeteranganSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSumber: Data Sekunder yang diolah penelitiProfil risiko PT. BPD Jateng termasuk peringkat 1 dengankualitas penerapan manajemen risiko secara komposit sangat sehatdengan rasio NPL sebesar 1,04 dan rasio LDR sebesar 70,17.Faktor Rentabilitas tergolong sangat sehat karena laba yang

55diperoleh mampu melebihi target dan juga mendukung permodalanbank yang dibuktikan dengan perolehan rasio ROA sebesar 2,67dan rasio BOPO sebesar 79,11%. Pada faktor permodalan beradapada peringkat 1 yang artinya bank memiliki kecukupan dalam halpermodalan dan relatif memadai terhadap profil risikonya, rasioCAR pada tahun ini sebesar 15,02%. Berdasarkan penilaian rasiodengan metode RGEC sesuai dengan standar yang telah ditetapkanoleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa predikat kesehatan PT.BPD Jateng dapat disimpulkan berada pada peringkat komposit 1,yang artinya kondisi bank secara umum yaitu sangat sehat,sehingga dinilai mampu dalam menghadapi pengaruh negatif yangsignifikan dari perubahan kondisi bisnis dan juga faktor lainnya.Penetapan Peringkat Komposit Penilaian Tingkat KesehatanBank PT. BPD Jateng dengan metode RGEC.Tabel 4.8 Penilaian Tingkat Kesehatan PT. BPD Jateng periode 2012KomponenFaktorRisk NPL0,8 %1Sangat SehatLDR82,621Sangat SehatROA2,731Sangat SehatBOPO76,35%1Sangat SehatCAR14,38%1Sangat SehatPeringkat KompositKeteranganSangat SehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSumber: Data Sekunder yang diolah penelitiProfil risiko PT. BPD Jateng termasuk peringkat 1 dengankualitas penerapan manajemen risiko secara komposit sangat sehatdengan rasio NPL sebesar 0,8% dan rasio LDR sebesar 82,62.Faktor Rentabilitas tergolong sangat sehat karena laba yangdiperoleh mampu melebihi target dan juga mendukung permodalan

56bank yang dibuktikan dengan perolehan rasio ROA sebesar 2,73dan rasio BOPO sebesar 76,35%. Pada faktor permodalan beradapada peringkat 1 yang artinya bank memiliki kecukupan dalam halpermodalan dan relatif memadai terhadap profil risikonya, rasioCAR pada tahun ini sebesar 14,38%. Berdasarkan penilaian rasiodengan metode RGEC sesuai dengan standar yang telah ditetapkanoleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa predikat kesehatan PT.BPD Jateng dapat disimpulkan berada pada peringkat komposit 1,yang artinya kondisi bank secara umum yaitu sangat sehat,sehingga dinilai mampu dalam menghadapi pengaruh negatif yangsignifikan dari perubahan kondisi bisnis dan juga faktor lainnya.Penetapan Peringkat Komposit Penilaian Tingkat KesehatanBank PT. BPD Jateng dengan metode RGEC.Tabel 4.9 Penilaian Tingkat Kesehatan PT. BPD Jateng periode 2013KomponenFaktorRisk NPL0,72 %1Sangat SehatLDR86,963Cukup SehatROA3,011Sangat SehatBOPO72,88%1Sangat SehatCAR15,45%1Sangat SehatPeringkat KompositKeteranganSehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSumber: Data Sekunder yang diolah penelitiProfil risiko PT. BPD Jateng termasuk peringkat 1 dengan kualitaspenerapan manajemen risiko secara komposit sangat sehat dengan rasioNPL sebesar 0,72% dan rasio LDR sebesar 86,96. Faktor Rentabilitastergolong sangat sehat karena laba yang diperoleh mampu melebihi targetdan juga mendukung permodalan bank yang dibuktikan dengan perolehanrasio ROA sebesar 3,01 dan rasio BOPO sebesar 72,88%. Pada faktor

57permodalan berada pada peringkat 1 yang artinya bank memilikikecukupan dalam hal permodalan dan relatif memadai terhadap profilrisikonya, rasio CAR pada tahun ini sebesar 15,458%. Berdasarkanpenilaian rasio dengan metode RGEC sesuai dengan standar yang telahditetapkan oleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa predikat kesehatanPT. BPD Jateng dapat disimpulkan berada pada peringkat komposit 1,yang artinya kondisi bank secara umum yaitu sangat sehat, sehinggadinilai mampu dalam menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dariperubahan kondisi bisnis dan juga faktor lainnya.Penetapan Peringkat Komposit Penilaian Tingkat KesehatanBank PT. BPD Jateng dengan metode RGEC.Tabel 4.10 Penilaian Tingkat Kesehatan PT. BPD Jateng periode 2014KomponenFaktorRisk NPL0,93 %1Sangat SehatLDR88,573Cukup SehatROA2,841Sangat SehatBOPO81,8%1Sangat SehatCAR14,34%1Sangat SehatPeringkat KompositKeteranganSehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSumber: Data Sekunder yang diolah penelitiProfil risiko PT. BPD Jateng termasuk peringkat 1 dengankualitas penerapan manajemen risiko secara komposit sangat sehatdengan rasio NPL sebesar 0,93% dan rasio LDR sebesar 88,57.Faktor Rentabilitas tergolong sangat sehat karena laba yangdiperoleh mampu melebihi target dan juga mendukung permodalanbank yang dibuktikan dengan perolehan rasio ROA sebesar 2,84dan rasio BOPO sebesar 81,8%. Pada faktor permodalan berada

58pada peringkat 1 yang artinya bank memiliki kecukupan dalam halpermodalan dan relatif memadai terhadap profil risikonya, rasioCAR pada tahun ini sebesar 14,3%. Berdasarkan penilaian rasiodengan metode RGEC sesuai dengan standar yang telah ditetapkanoleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa predikat kesehatan PT.BPD Jateng dapat disimpulkan berada pada peringkat komposit 1,yang artinya kondisi bank secara umum yaitu sangat sehat,sehingga dinilai mampu dalam menghadapi pengaruh negatif yangsignifikan dari perubahan kondisi bisnis dan juga faktor lainnya.Penetapan Peringkat Komposit Penilaian Tingkat KesehatanBank PT. BPD Jateng dengan metode RGEC.Tabel 4.11 Penilaian Tingkat Kesehatan PT. BPD Jateng periode 2015KomponenFaktorRisk NPL1,26 %1Sangat SehatLDR90,573Cukup SehatROA2,61Sangat SehatBOPO76,02%1Sangat SehatCAR14,87%1Sangat SehatPeringkat KompositKeteranganSehatSangat SehatSangat SehatSangat SehatSumber: Data Sekunder yang diolah penelitiProfil risiko PT. BPD Jateng termasuk peringkat 1 dengankualitas penerapan manajemen risiko secara komposit sangat sehatdengan rasio NPL sebesar 1,26% dan rasio LDR sebesar 90,57.Faktor Rentabilitas tergolong sangat sehat karena laba yangdiperoleh mampu melebihi target dan juga mendukung permodalanbank yang dibuktikan dengan perolehan rasio ROA sebesar 2,6 danrasio BOPO sebesar 76,02%. Pada faktor permodalan berada padaperingkat 1 yang artinya bank memiliki kecukupan dalam hal

59permodalan dan relatif memadai terhadap profil risikonya, rasioCAR pada tahun ini sebesar 14,87%. Berdasarkan penilaian rasiodengan metode RGEC sesuai dengan standar yang telah ditetapkanoleh Bank Indonesia menunjukkan bahwa predikat kesehatan PT.BPD Jateng dapat disimpulkan berada pada peringkat komposit 1,yang artinya kondisi bank secara umum yaitu sangat sehat,sehingga dinilai mampu dalam menghadapi pengaruh negatif yangsignifikan dari perubahan kondisi bisnis dan juga faktor lainnya.

Tabungan SIMPEDA Terbagi menjadi tiga, yaitu Simpeda ABP, Simpeda Umum, Simpeda Hipprada. 6. Deposito Deposito dapat berupa Valluta Rupiah dan atau Valuta Asing (JPY, USD, EUR, GBP). 7. BPD Card Fitur