Transcription

JSM (9) (2)JURNAL SENI ENTUK KOMPOSISI MUSIK TRADISIONAL BALO-BALOGRUP KAMPUNG TIRANG DI KECAMATAN TEGAL BARATKOTA TEGALMuhammad Nur IqbalSiti AesijahAbdul RachmanPendidikan Seni Drama Tari dan Musik Universitas Negeri SemarangArticleInformationArticle HistoryReceived June 2020Approved August 2020Published Desember 2020Kata Kunci:Komposisi, MusikTradisi, Balo-baloKeywords:Composition, TraditionalMusic, Balo-baloAbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi musik tradisional Balo-balo grupKampung Tirang di Kota Tegal. Pendekatan penelitian yang digunakan oleh penulis adalahdeskriptif kualitatif. Lokasi penelitiannya di Kelurahan Murareja, Kecamatan Tegal Barat, KotaTegal. Teknik pengumpulan data dalam kasus ini menggunakan teknik observasi, wawancara dandokumentasi. Sumber data yang dijadikan fokus penulis adalah ketua serta para personil grupKampung Tirang, yang kemudian data-data tersebut dianalisa dengan menggunakan teknik analisissesuai kerangka dasar yang telah disusun.Hasil dari penelitian menunjukan bahwa musik tradisional Balo-balo grup Kampung Tirangadalah kesenian yang menggunakan alat musik membranophone tak bernada yaitu kencer ataurebana, kendang induk, kempling, kempyang dan gong rebana. Pada syairnya, grup tersebutmenggunakan bahasa asli Tegal atau dialek deles seperti contohnya pada lagu yang berjudul “Balobalo Pitutur”. Lagu tersebut merupakan lagu dengan bentuk tiga bagian. Sedangkan pada unsurpokok musiknya, grup Kampung Tirang lebih menekankan pada pola ritmis permainannya yangsangat rampak namun tetap membentuk harmoni. Pada melodi pokoknya, lagu Balo-balo Pituturmenggunakan gaya Tegalan dengan unsur-unsur tangga nada pentatonik. Lagu-lagu grup KampungTirang dikemas dengan konsep jenaka atau guyon, sehingga ekspresi pada musiknya sangat aktif,energik namun tetap terstruktur, walaupun struktur lagunya tidak menggunakan skema simetrispada umumnya, namun menggunakan teori simetris tiga bagian.AbstractThe purpose of this study was to determine the composition of the traditional music Balo-balo groupof Kampung Tirang in Tegal City. The research approach used by the author is descriptivequalitative. The research location is in Murareja Village, West Tegal District, Tegal City. Datacollection techniques in this case use observation, interview and documentation techniques. Thesource of the data that is the focus of the author is the chairman and personnel of the Tirang Villagegroup, who are then analyzed using analysis techniques according to the basic framework that hasbeen prepared.The results of the study indicate that the traditional Balo-balo music of the Kampung Tirang groupis an art that uses a pitchbled membranophone musical instrument, namely kencer or tambourine,main drum, kempling, kempyang and gong tambourine. In the lyrics, the group uses the originalTegal language or deles dialect, for example in the song entitled "Balo-balo Pitutur". The song is athree part song. Whereas in the main elements of the music, the Kampung Tirang group emphasizesthe rhythmic patterns of the game which are very visible but still form harmony. In the main melody,the song Balo-balo Pitutur uses the Tegalan style with elements of pentatonic scales. The songs ofthe Kampung Tirang group are packaged with a humorous or joking concept, so that the expressionin the music is very active, energetic but still structured, even though the song structure does not usea symmetrical scheme in general, but uses a three-part symmetric theory.Corresponding AuthorEmail: [email protected]*ISSN 2503-2585

Muhammad Nur Iqbal et al/ JURNAL SENI MUSIK (9) (2)PENDAHULUANKota Tegal merupakan salah satu wilayahotonom di pulau Jawa, Indonesia. Kota yangdijuluki kota Bahari tersebut terletak di provinsiJawa Tengah bagian Barat yang disejajari oleh duakabupaten yaitu Kabupaten Brebes dari sisiBaratnya dan Kabupaten Pemalang dari sisiTimurnya.Seperti daerah-daerah lainnya, Kota a salah satunya perkembangankesenian di kota Tegal. Walaupun kota Tegal tidakdianggap sebagai daerah pusat kebudayaan, namunbukan berarti kota Tegal tidak memiliki budayakesenian, salah satunya adalah kesenian musiktradisional Balo-balo pada grup Kampung Tirang diKecamatan Tegal Barat Kota Tegal.Menurut Purba (2007:2) dalam pidatonyadi Universitas Sumatera Utara Medan, iamengungkapkan bahwa musik tradisional adalahmusik yang repertoirenya (kumpulan ntasinya serta gaya maupun elemenelemen dasar komposisinya sampai ritma, melodi,modus atau tangga nadanya tidak diambil darirepertoire atau sistem musikal yang berasal dari luarkebudayaan masyarakat pemilik musik tersebut.Seperti halnya Balo-balo, kesenian tersebutjuga lahir dari kebudayaan masyarakat umum yangmemadukan antara unsur bunyi atau musik berupaalat instrumen rebana dengan unsur cerita mantupoci, sebuah tradisi yang terdapat di Kota Tegal.Balo-Balo sendiri berasal dari kata ’bolo-bolo’ yangberarti kawan-kawan. Sesuai dari artinya, musikbalo-balo bertujuan untuk menjalin silaturahmiatau komunikasi antar masyarakat yang lebih baik.kesenian musik tradisional Balo-balo awalnya jugadigelar untuk mempererat tali silaturahmi antartetangga, khususnya bagi mereka yang belummemiliki keturunanan (mantu poci) danberkeinginan untuk mengadakan syukuran sepertinikahan (Mardika, 2014).Bentuk komposisi musiknya yang sangatunik dan menarik menjadikan Balo-balo grupKampung Tirang tersebut masih tetap kokoh daneksis ekesistensinya sampai sekarang, dengankekreatifan dalam membuat bentuk musik,harmoni, melodi, ritme, lirik dan sebagainyamembuat grup Kampung Tirang ini lebih disukaidan menarik masyarakat untuk datang melihat danmenikmatinya setiap Grup tersebut tampil di suatuacara-acara.Komposisi adalah susunan, gubahan ataukarangan, sedangkan musik adalah nada atau suarayang disusun sedemikian rupa sehinggamengandung irama, lagu dan keharmonisan. Daripengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwakomposisi musik adalah susunan nada-nada yangdirangkai sedemikian rupa sehingga di dalamnyamengandung suatu irama lagu yang harmonis.(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008:744-987).Sedangkan menurut Jamalus (1981), unsur-unsurmusik dapat dikelompokan menjadi beberapaunsur, unsur pertama yaitu unsur pokokdiantaranya yaitu harmoni, irama, melodi, sertaekspresi, dan unsur kedua yaitu usnur bentuk danstruktur lagu.METODEMenurut Usman dan Purnomo (1996:42)metodologi penelitian adalah suatu kajian dalammempelajari tentang sistematika atau peraturanperatutan yang terdapat di dalam penelitian.Pengertian tentang metodologi penelitian jugadijelaskan oleh Supranto (1993:185) bahwametodologi penelitian adalah suatu pengkajiantentang berbagai metode atau prosedur yangdigunakan dalam suatu penelitian atau riset.Pendekatan penelitian yang digunakan olehpenulis adalah deskriptif kualitatif. Lokasipenelitiannya di Kelurahan Murareja, KecamatanTegal Barat, Kota Tegal. Teknik pengumpulan datadalam kasus ini menggunakan teknik observasi,wawancara dan dokumentasi. Sumber data yangdijadikan fokus penulis adalah ketua serta parapersonil grup Kampung Tirang, yang kemudiandata-data tersebut dianalisa dengan menggunakanteknik analisis sesuai kerangka dasar yang telahdisusun.HASIL DAN PEMBAHASAN1.Balo-balo Grup Kampung TirangMuarareja merupakan salah satu kelurahandi Kota Tegal yang letak geografisnya di wilayahpesisir laut jawa atau dekat pantai. Sebagaimanapada umumnya, masyarakat di wilayah pantaibermata pencaharian sebagai nelayan dan petanitambak seperti halnya masyarakat Muarareja.Sebagai masyarakat nelayan dan petani tambak,khususnya di kelurahan Muarareja dalam bidangagama sangatlah kurang/rendah. Hal inilah yangmungkin menjadi penyebab kesenian yangberkarakter agama seperti rebana syrakalan hampirpunah karena tidak ada yang melestarikan. Namun,beruntungnya masih ada perkumpulan jam’iyahyasinan yang anggotanya sebagian besar adalahorang tua. Sekitar tahun 2000 dari jam’iyah yasinan146

Muhammad Nur Iqbal et al/ JURNAL SENI MUSIK (9) (2)itu, muncul ide untuk berlatih rebana syrakalan danmembentuk grup rebana syrakalan di bawahpimpinan Ustad Rojiun dengan nama grup “AbuNawas”.Gambar 1: Grup Kampung Tirang(Sumber : Suwardi, april 2018)Seiring berjalannya waktu, grup rebanasyrakalan tersebut kemudian mengembangkankreatifitasnya untuk melestarikan kembali keseniantradisional yang ada di Kota Tegal, yang betul-betulsudah hilang yaitu kesenian Balo-Balo. makaterbentuklah grup kesenian Balo-balo bernama grup“Kampung Tirang” yang anggotanya tidak lainadalah personil grup Abu Nawas.Grup balo-balo ini resmi terbentuk padatahun 2015 di bawah pimpinan Bapak Suwardialias Bapak Wage. Untuk musik pukulannyaadalah hasil kreatifitas grup sendiri, sedangkansalah satu lagu kebanggaannya yang berjudul“Balo-balo Pitutur” dibuat oleh Dewan KesenianKota Tegal. Di dalam latihan kesenian balo-balo,mereka tidak mengalami kesulitan yang berartikarena sudah memiliki modal pengetahuan darigrup syrakalan Abu Nawas. Untuk latihannyaseminggu hanya 2 kali dan untuk waktunya sesuaisituasi dan kondisi anggotanya. Anggota GrupBalo-Balo sendiri sama dengan anggota GrupRebana Syrakalan Abu Nawas, sehingga dapatdikatakan bahwa Grup Rebana Syrakalanmerupakan cikal bakal Grup Balo-Balo KampungTirang.2. Profil Singkat Grup Kampung TirangMengingat kelurahan Muarareja yang letakwilayahnya dekat dengan pantai, maka sebagaianbesar anggota atau personil dari keseniantradisional Balo-balo grup Kampung Tirang adalahnelayan dan petani tambak. Inilah yang membuatkesenian balo-balo grup Kampung Tirang sangatmenarik untuk dikaji, karena para personilnya yangbukan berlatar belakang keturunan atau senimanitu sendiri.Gambar 2: Grup Kampung Tirang(Sumber : Suwardi, april 2018)Berikut ini adalah biodata singkat personilkesenian tradisional Balo-balo grup KampungTirang di Kelurahan Muarareja Kecamatan TegalBarat Kota Tegal, yaitu (1) Suwardi, beliau adalahketua sekaligus vokalis 1. Lahir di Tegal, 4 April1959 dan bekerja sebagai nelayan. Alamat rumahRT 01 RW 02 Kelurahan Muarareja KecamatanTegal Barat Kota Tegal. (2) Supardi, lahir padatanggal 9 Mei 1969 di Batang. Beliau adalahsekretaris sekaligus pemain kencer kapat. Tinggal diRT 03 RW 02 Keluarahan Muarareja, dan bekerjasebagai buruh harian lepas. (3) Darso, lahir di Tegalpada tanggal 26 Juni 1966. Beliau adalahbendahara grup sekaligus pemain kencer pajeg.Tinggal di RT 03 RW 02 Kelurahan Muararejakecamatan Tegal Barat Kota Tegal, dan bekerjasebagai buruh harian lepas. (4) Wakhidin, beliaumenjabat sebagai sie perlengkapan 1 sekaliguspemain induk atau kendang. Lahir di Brebes padatanggal 1 Agustus 1971 dan bekerja sebagai buruhharian lepas. Alamat rumah RT 03 RW 02Keluarahan Muarareja Kecamatan Tegal BaratKota Tegal. (5) M Rawud, Lahir di Brebes padatanggal 15 November 1958. Pembantu sieperlengkapan juga sebagai pemain gong ini tinggaldi RT 02 RW 02 Kelurahan Muarareja dan bekerjasebagai wiraswasta. (6) Sutaryo, beliau adalahpemain kempyang pada grup tersebut. Bapak yangakrab dipanggil Bapak Sutar ini lahir di Tegal padatanggal 14 Maret 1953 dan bekerja sebagai buruhharian lepas. Beliau tinggal di RT 02 RW 02Keluarahan Muarareja dan menjabat sebagai siehubungan masyarakat 2. (7) Taryono, anggotaberkelahiran Pemalang tanggal 26 Januari 1972 iniberposisi sebagai pemain kempling. Tinggal di RT05 RW 02 Keluarahan Muarareja dan bekerjasebagai buruh harian lepas. (8) Rojiun, berasal dariTegal. Bapak Rojiun ini lahir pada tanggal 7 Mei1968. Beliau Tinggal di RT 02 RW 02 KelurahanMuarareja Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal.Bisa dikatakan beliau adalah satu-satunya personil147

Muhammad Nur Iqbal et al/ JURNAL SENI MUSIK (9) (2)yang mengenyam pendidikan sampai S1 yangbekerja sebagai guru PNS. Posisi beliau diKampung Tirang adalah sebagai pemain kencertingkah. (9) Darimo, beliau adalah pemainaditional kencer tingkah untuk menggantikanBapak Rojiun ketika tidak bisa mengikuti kegiatanKampung Tirang. Bapak kelahiran Tegal 27 Juli1972 ini bekerja sebagai Petani tambak. Beliautinggal di RT 05 RW 02 Kelurahan MuararejaKecamatan Tegal Barat Kota Tegal. (10) Zaeni,beliau adalah pemain kencer telon KampungTirang. Bapak kelahiran Kabupaten Tegal ini lahirpada tanggal 17 April 1972 dan bekerja sebagaipetani tambak. Beliau tinggal di RT 04 RW 02Kelurahan Muarareja Kecamatan Tegal Barat KotaTegal.3. Bentuk KomposisiPada pembahasan kali ini penulismemfokuskan pada pembedahan unsur pokok yaituritme, melodi dan harmoni serta unsur kedua yaitubentuk dan struktur lagu pada lagu grup KampungTirang yang berjudul Balo-balo Pitutur. MenurutJamalus (1981) unsur-unsur musik dapatdikelompokan menjadi beberapa unsur, unsurpertama yaitu unsur pokok diantaranya yaituharmoni, irama, melodi, serta ekspresi, dan unsurkedua yaitu usnur bentuk dan struktur lagu.Sedangkan menurut Wadiyo (2004) dalamjurnalnya menyatakan, bahwa ritme adalahhubungan metrik sederhana maupun bergandayang menjadi pola dasar dari gerakan melodi.Sedangkan melodi adalah rangkaian yang berbedasatu sama lain dari tinggi rendah dan panjang suarayang membentuk motif dan kalimat musik. Melodimenyusun sebuah satuan nada yang nantinyamenjadi keselarasan bunyi atau Harmoni.Instrumen yang digunakan grup KampungTirang termasuk jenis membranophone, alat musikperkusi namun tak bernada, yaitu terbang kencer,kendang induk, klenting, kempyang dan gong. Alatmusik tersebuta semuanya berbahan dasar kayudan kulit kambing atau sapi yang sudahdikeringkan.3.1 RitmePada setiap instrumen memiliki ritme ataupola ritmis yang berbeda, hal tersebut yangnantinya akan membentuk sebuah harmonisasiritmis yang menarik.Pola permainan kencer pajeg 1Pola permainan kencer tingkah 2Pola permainan kencer telon 1Pola permainan kencer telon 2Pola permainan kencer kapat 1Pola permainan kencer kapat 2Pola permainan kendang induk 1Pola permainan kendang induk 2Pola permainan klentingPada pola permainan klenting hanya memiliki satupola, hal tersebut berkaitan dengan posisi klentingyang berperan sebagai pola imbal atau irama sinkopdari pola permainan kendang induk.Pola permainan kempyang 1Pola permainan kempyang 2Pola permainan gong 1Pola permainan gong 23.2 MelodiMelodi adalah susunan atau rangkaian nadayang disusun sedemikian rupa (bunyi dengangetaran teratur) yang beurutan dan berirama danmengungkapkan pesan atau gagasan. (Jamalus,1981). Disebut melodi jika paling sedikit tersusundari rangkaian tiga nada. Pada kesenian musiktradisional balo-balo grup Kampung Tirang, yangmemiliki rangkaian melodi hanya pada liriknyasaja, tidak pada alat musiknya juga. Sebab, alatmusik yang digunakan oleh grup Kampung Tirangadalah jenis instrumen perkusi yang tidak bernada.Berikut adalah salah satu contoh melodi pada laguberjudul “Balo-balo Pitutur”.Bagian 1/APola permainan kencer pajeg 2Pola permainan kencer tingkah 1148

Muhammad Nur Iqbal et al/ JURNAL SENI MUSIK (9) (2)Gambar 3.2a : Partitur Bagian 1(Sumber : M. Nur Iqbal)Bagian 2/BGambar 3.2b : Partitur Bagian 2(Sumber : M. Nur Iqbal)Bagian 3/CGambar 3.2c : Partitur Bagian 3(Sumber : M. Nur Iqbal)Dilihat dari gambar di atas, pada lagukesenian musik tradisional balo-balo grupKampung Tirang berjudul Balo-balo Pituturtersebut menggunakan pola tangga nadapentatonik, sebab rangkaian melodi yang terdapatpada lagu tersebut hanya disusun oleh lima nadayang berbeda. Seperti yang diungkapkan olehPonoe Banoe, (2003:330) bahwa pentatonik adalahrangkaian lima nada, sedangkan skale pentatonikadalah rancangan sebuah melodi yang terdiri darilima nada berjenjang.3.3 HarmoniHarmoni adalah gabungan dari beberapanada yang berbeda tinggi rendahnya dan terdengarserempak dan berurutan. Rochaeni (1989:34)mengartikan harmoni sebagai gabungan berbagainada yang dibunyikan secara serempak atauarpeggio (berurutan) atau tinggi rendah nadatersebut tidak sama tetapi selaras terdengar danmerupakan kesatuan yang bulat. Harmoni meliputikeselarasan, alur melodi, apakah ada pembagiansuara, perpaduan musiknya bagaimana, dan lainsebagainya.Pada kesenian musik tradisional balo-balosangat berbeda dengan komposisi musik padaumumnya. Musik pada umunya memiliki nadanada pada setiap alat musiknya, namun tidak padamusik kesenian tradisional yang satu ini. Semuaalat musiknya didominasi oleh alat musik perkusitak bernada. Maka demikian, harmoni yangdiciptakan oleh kesenian musik tradisional balobalo bukan berasal dari perpaduan nada-nada yangberbeda, melainkan ritmis-ritmis yang memilikipulsa yang berbeda. Berikut adalah contoh harmoniyang diciptakan oleh keempat permainan terbangkencer yaitu kencer pajeg, kencer tingkah, kencertelon dan kencer kapat, pada pola ritmis permainanmusik tradisional balo-balo grup Kampung Tirang:Gambar 4.2.5 : Partitur Harmoni(Sumber : M. Nur Iqbal)Walaupun pada ukuran dan bahan yangdigunakan oleh pembuatan terbang kencer samaserta ukurannya yang tidak jauh berbeda, akantetapi suara yang ditimbulkan memiliki karakteryang berbeda-beda, sebab hal tersebut berkaitandengan para pemain terbang kencer yang memilikiketebalan kulit tangan dan kekuatan pukulan yangberbeda, serta tempat pukulan tangan pada terbangkencer yang sudah pasti tidak mungkin sama, saatpukulan dung ada yang sedikit lebih ke sisi terbang,ada juga yang benar-benar berada di tengah terbangkencer. Ditambah lagi pola ritmis yang dimilikioleh instrumen lain seperti kendang induk,klenting, kempyang dan gong, yang juga memilikibentuk dan ukuran instrumen, serta nilai ritmis danjatuhnya nilai yang berbeda-beda.Gambar di atas adalah bunyi yangdihasilkan oleh keempat terbang kencer saatmemainkan pola ritmis secara bersama-sama.Diantara nilai-nilai tersebut terdapat pukulan yanglemah dan kuat, juga terdapat karakter suara yangberbeda-beda. Hal tersebut yang nantinya akanmenciptakan suatu harmoni yang sangat rampaknamun tetap memiliki bentuk yang jelas.Berdasarkan wawancara yang dilakukanoleh penulis pada bulan februari 2020, ekspresi darilagu-lagu yang dibawakan oleh kesenian musiktradisional balo-balo grup Kampung Tirang itu149

Muhammad Nur Iqbal et al/ JURNAL SENI MUSIK (9) (2)cenderung ke aktif, energik dan terkesan gembiranamun tidak serabutan. Pada lagu Balo-baloPitutur, tempo yang dimainkan adalah allegro ataukurang lebih sekitar 120/pulsa, dan dinamikanyapun menggunakan dinamika forte karena sebagianbesar lagu-lagu grup Kampung Tirang dikemassecara komedi dan lebih cenderung ke laguguyonan. Hal tersebut mereka lakukan agarmasyarakat yang mendengarkan tidak merasamonoton dan begitu-begitu saja.“. Di dalam lagu-lagu tersebut dibuatseperti lagu guyonan mas, supaya masyarakat yangmelihatnya merasa senang dan tertawa, karenadisamping bermain musik ada anggota yangberlagak aktif sehingga seperti sedang melawak.”.(wawancara grup Kampung Tirang)Seperti yang dikatakan Jamalus (1988:38)bahwa ekspresi adalah suatu ungkapan pikiran atauperasaan yang mencakup tempo, dinamika danwarna nada dari unsur-unsur pokok musik yangdihasilkan oleh seniman musik penyanyi yangdisampaikan pada pendengarnya.4. Bentuk & Struktur Lagu4.1 Bentuk LaguBentuk Lagu Menurut Prier (2011:5) bentuklagu dalam musik dibagi menjadi lima macam,yaitu (1) Bentuk lagu satu bagian adalah suatubentuk lagu yang terdiri atas satu kalimat/periodesaja saja, (2) Bentuk lagu dua bagian adalah dalamsatu lagu terdapat dua kalimat atau periode yangberlainan satu dengan lainya, (3) Bentuk lagu 3bagian adalah dalam 1 lagu terdapat 3 kalimat atauperiode yang berlainan antara 1 dengan yanglainya, (4) Bentuk dual adalah bentuk lagu 2 bagianyang mendapat suatu modifikasi dalam sebuahbentuk khusus untuk musik instrumental (terutamaselama zaman barok) yang disebut “bentuk dual”,dan (5) Bentuk lagu 3 bagian komplek/besar adalahbentuk lagu 3 bagian yang digandakan sehinggasetiap bagian terdiri dari 3 kalimat.Berdasarkan penelitian, bentuk lagu padagrup Kampung Tirang berjudul Balo-balo Pituturadalah lagu dengan bentuk tiga bagian. Padabirama 1-22 adalah bagian satu atau A, birama 2336 adalah bagian 2 atau B, dan birama 37-53 adalahbagian 3 atau C. Untuk bagian A¹, A², A³ hanyapengulangan melodi pada bagian 1 atau periode A,sedangkan B¹ pengulangan melodi pada bagian 2atau periode B, hanya saja periode A dan B denganperiode A¹ dan B¹ yang lainnya memiliki lirik yangberbeda, namun progres melodinya sama.4.2 Struktur LaguDalam pembahasan Struktur dan Bentuk,ada beberapa penelitian yang membahas tentangstruktur dan bentuk analisa musik, penelitian yangpenulis tinjau salah satunya yaitu penelitian yangdilakukan oleh Dewi, (2018) yang berjudul AnlisisTeknik Komposisi Musik “ Variaton on theme ofSepasang Mata Bola" Karya Jazeed Djamin.Pada lagu Balo-balo Pitutur, di dalam lagutersebut terdapat tiga periode, periode tersebutadalah bagian A, bagian B dan bagian C. Padasetiap bagian 1, 2 dam 3 masing-masing memilikiprogres melodi berbeda-beda. Berikut adalahanalisis struktur lagu pada lagu grup KampungTirang yang berjudul Balo-balo Pitutur.Lagu bagian 1 atau periode A:Gambar 4.2a : Partitiur Periode A(Sumber : M. Nur Iqbal)Gambar di atas menunjukan frase A danfrase B pada lagu bagian 1, frase A sebagai kalimatantecedence dan frase B sebagai kalimat consequence.Frase A tema satu birama 1-2 dan 2-3 adalah motifinversion, pada tema 2 (birama 5-8) dan tema 3(birama 9-12) motif yang digunakan sama persisdengan tema 1, sama-sama menggunakan motifinversion atau pembalikan. Pada frase B tema 1birama 15-16 adalah motif sekuen naik dari motifbirama 13-14, sedangkan pada tema 2 birama 17-21adalah motif inversion, dan tema 3 birama 21-23adalah motif augmentation of the value. Pada lagubagian 1 atau periode A, progresi akor pada bagian1 ditutup dengan deceptive cadense atau kadenstipuan yaitu dengan progresi akor V ke akor IV.Lagu bagian 2 atau periode B:Gambar 4.2b : Partitiur Periode B(Sumber : M. Nur Iqbal)Gambar di atas menunjukan frase A danfrase B pada lagu bagian 2, frase A sebagai kalimatantecedence dan frase B sebagai kalimat consequence.Pada frase A birama 23-24 memiliki tempo rubatoatau tidak beraturan karena dijadikan sebagaivariasi atau wangsalan sebelum masuk ke frase A,150

Muhammad Nur Iqbal et al/ JURNAL SENI MUSIK (9) (2)pada birama 23 lirik E. dinyanyikan oleh vokalissebagai panggilan untuk dijawab oleh para pemainBalo-balo dengan lirik ana maning pada birama 24.Pada frase tanya tema 1 birama 25-27 tempokembali ke semula dengan motif inversion, padatema 2 (birama 28-31) birama 30-31 adalah motifulangan harafiah dari birama 28-29. Pada frase Btema 1 birama 33 adalah motif diminuation of thevalue dari birama 32, pada tema 2 (birama 34-36)progresi akor ditutup dengan perfect cadence (IV-V-I).Lagu bagian 3 atau periode C:Gambar 4.2c : Partitiur Periode C(Sumber : M. Nur Iqbal)Pada lagu bagian 3 frase A tema 1 (birama36-40) birama 37 memiliki motif inversion, yangselanjutnya pada birama 38-39 juga memiliki motifinversion. Pada tema 2 frase A, baik motif maupuntema semuanya tidak berbeda dengan tema 1, sebabtema 2 pada frase A hanya sebagai ulangan harafiahpada tema 1 frase A. Berbeda dengan frase B yangberperan sebagai frase consequence dari frase A yangberperan sebagai frase antecedence, tema 1 (44-47)frase B pada birama 46-47 adalah motif inversionsekaligus ulangan harafiah dari birama 44-45,sedangkan pada tema 2 (birama 48-50) birama 4849 memiliki nada yang konsisten di nada 7 (si)sebanyak lima kali, selanjutnya diikuti motifinversion pada birama 49-51 yang berakhir padanada akor I.Pada lagu bagian 3 atau periode C ini,progresi akor ditutup dengan perfect cadence ataukadens sempurna dengan komponen akor IV-V-I.Lagu bagian 3 atau periode C tersebut memilikikadens atau progresi akor penutup yang samadengan lagu bagian 2 atau periode B, keduanyasama-sama memiliki progres akor penutup yaitukadens sempurna (IV-V-I).SIMPULANHasil dari penelitian menunjukan bahwa musiktradisional Balo-balo grup Kampung Tirang adalahkesenian yang menggunakan alat musik perkusi takbernada (membranophone) yaitu kencer atau rebana,kendang induk, kempling, kempyang dan gongrebana. Pada syairnya, grup tersebut menggunakanbahasa asli Tegal atau dialek deles seperti contohnyapada lagu yang berjudul “Balo-balo Pitutur”. Lagutersebut merupakan lagu dengan bentuk tigabagian. Sedangkan pada unsur pokok musiknya,grup Kampung Tirang lebih menekankan pada polaritmis permainannya yang sangat rampak namuntetap membentuk harmoni. Pada melodi pokoknya,lagu Balo-balo Pitutur menggunakan gaya Tegalandengan unsur-unsur tangga nada pentatonik. Lagulagu grup Kampung Tirang dikemas dengan konsepjenaka atau guyon, sehingga ekspresi padamusiknya sangat aktif, energik namun tetapterstruktur, walaupun struktur lagunya tidakmenggunakan skema simetris pada umumnya,namun menggunakan teori simetris tiga bagianDAFTAR PUSTAKABanoe, P. (2003). Kamus Musik. Yogyakarta:Kanisius.Depdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta: Balai Pustaka.Dewi, M. O. R. (2018). Anlisis Teknik KomposisiMusik “Variaton on themeof Sepasang MataBola” Karya Jazeed Djamin. Jurnal SeniPertunjukan, 17(2), 98–117.Husaini, U. dan P. (1996). Metodologi Penelitian.Jakarta: Pustaka Jaya.Jamalus. (1981). Musik 4. Jakarta: DepartemenPendidikan Dan Kebudayaan.Mardika, I. (2014). Kesenian Balo-balo a, M. (2007). Musik Tradisional MasyarakatSumatera Utara: Harapan, Peluang DanTantangan. Medan: Universitas SumateraUtara.Rochaeni. (1989). Seni Musik III. Bandung: GanesaExact.Supranto, J. (1993). Metode Riset Aplikasinya dalamPemasaran. Jakarta: Lembaga PenerbitFakultas Ekonomi UI.Wadiyo. (2004). Musik Dangdut Di KalanganRemaja Kota Semarang. Harmonia: Journal ofArts Research and Education, 5(3).151

Muhammad Nur Iqbal et al/ JURNAL SENI MUSIK (9) (2)152

Bentuk komposisi musiknya yang sangat unik dan menarik menjadikan Balo-balo grup Kampung Tirang tersebut masih tetap kokoh dan eksis ekesistensinya sampai sekarang, dengan kekreatifan dalam membuat bentuk musik, harmoni, melodi, ritm