Transcription

PEDOMAN PELAKSANAANPENDIDIKAN KESETARAAN PROGRAM PAKET CKEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANDIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAHDIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATASJln. R.S. Fatmawati, Cipete, Jakarta SelatanJAKARTA, 2012i

KATA PENGANTARPendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watakserta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupanbangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadimanusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlakmulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yangdemokratis serta bertnggung jawab.Untuk mencapai tujuan pendidikan sebagaimana tersebut di atas, pemerintahmenyelenggarakan pendidikan melalui jalur formal, nonformal, dan informal yangsatu sama lain dapat saling melengkapi dan memperkaya. Salah satu jenispendidikan pada jenjang pendidikan nonformal adalah pendidikan kesetaraansebagai salah satu bagian dari sistem pendidikan nasional di Indonesia, yang telahdiperkenalkan sejak tahun 1990, terutama untuk kalangan marjinal. Jumlahpeserta didik dan lulusannya terus meningkat seiap tahun, bahkan telah membantumasyarakat yang terkendala dengan jalur pendidikan formal.Pendidikan kesetaraan khususnya program Paket C, saat ini menjadi lebih pentingdalam upaya mensukseskan program pendidikan menengah universal. Oleh karenaitulah pendidikan kesetaraan program Paket C perlu terus ditingkatkanpengelolaannya agar kualitas lulusan program ini betul-betul setara dengan lulusanSMA sesuai Standar Kompetensi Lulusan.Untuk itulah Direktorat Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Pendidikan Menengahsesuai tugas dan fungsinya sebagaimana Peraturan Menteri Pendidikan danKebudayaan Nomor 1 Tahun 2012 yaitu melakukan pembinaan di bidang SekolahMenengah Atas dan kesetaraan Sekolah Menengah Atas pada tahun 2012menerbitkan buku “Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Kesetaraan Program PaketC”. Dengan adanya pedoman ini, diharapkan para pengelola program Paket C danpemangku kepentingan lainnya semakin memahami dan dapat melaksanakandengan sebaik-baiknya.Jakarta,September 2012Direktur Pembinaan SMA,Totok Suprayitno, Ph.DNIP. 196010051986031005i

DAFTAR ISIKATA PENGANTARDAFTAR ISIiiiBAB I PENDAHULUANA.B.C.D.Latar BelakangDasar HukumTujuan PedomanSasaran Pedoman1344BAB II PROGRAM PAKET CA.B.C.D.E.F.Pengertian Program Paket CTujuan Program Paket CPenyelenggara Program Paket CPeserta Didik, Pendidik dan Tenaga KependidikanSarana dan PrasaranaPembiayaan55561011BAB III KURIKULUM PROGRAM PAKET CA.B.C.D.E.F.Kerangka Dasar KurikulumStruktur KurikulumPrinsip Pengembangan KurikulumPrinsip Pelaksanaan KurikulumBeban Belajar dan Kalender PendidikanPelaksanaan Penyusunan KTSP121317192023BAB IV PEMBELAJARAN DAN PENILAIANA. Perencanaan Proses Pembelajaran1. Silabus2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran3. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP24242526B. Pelaksanaan Proses Pembelajaran1. Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran2. Pelaksanaan Pembelajarana. Pembelajaran Tatap Mukab. Kegiatan Tutorialc. Kegiatan Mandiri272728283032ii

C. Penilaian Hasil Pembelajaran1. Pengertian Penilaian2. Prinsip Penilaian3. Teknik dan Instrumen Penilaian4. Mekanisme dan Prosedur Penilaian3333343535D. Pengawasan Proses Pembelajaran1. Pemantauan2. Supervisi3. Evaluasi4. Pelaporan5. Tindak Lanjut353536363636E. Ujian Nasional (UN)36BAB V PENGELOLAAN PROGRAM PAKET CA.B.C.D.Perencanaan ProgramPengorganisasianPelaksanaan Rencana KerjaPengawasan, Evaluasi, dan Pelaporan1. Pengawasan2. Evaluasi3. Pelaporan38383940404041iii

BAB IPENDAHULUANA.Latar BelakangHingga saat ini, pendidikan nasional di Indonesia masih menghadapi tigatantangan besar yang kompleks. Tantangan pertama, sebagai akibat dari krisisekonomi, dunia pendidikan dituntut untuk dapat mempertahankan hasil-hasilpembangunan pendidikan yang telah dicapai. Kedua, untuk mengantisipasi eraglobal dunia pendidikan dituntut untuk mempersiapkan sumber daya manusiayang kompeten agar mampu bersaing dalam pasar kerja global. Ketiga,sejalan dengan diberlakukannya otonomi daerah, perlu dilakukan perubahandan penyesuaian sistem pendidikan nasional sehingga dapat mewujudkanproses pendidikan yang lebih demokratis, memperhatikan keberagamankebutuhan/ keadaan daerah dan peserta didik, serta mendorong peningkatanpartisipasi masyarakat. Selain itu, masih terdapat kritik terhadap pendidikannasional dalam menyangkut beberapa permasalahan meliputi: (1) masihrendahnya pemerataan memperoleh pendidikan; (2) masih rendahnya kualitasdan relevansi pendidikan; dan (3) masih lemahnya manajemen pendidikan, disamping belum terwujudnya kemandirian dan keunggulan ilmu pengetahuandan teknologi di kalangan akademis.Undang-Undang Dasar 1945 (Bab XIII Pasal 31) dan Undang-Undang nomor 20tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional secara tegas mengamanatkanpentingnya pendidikan nasional bagi seluruh warga negara Indonesia. Hal inimengandung makna siapa pun warga negara Indonesia dimana pun ia beradaharus memperoleh pendidikan yang sebaik-baiknya.Walau demikian, Indonesia merupakan negara kepulauan (archipelagic state)terbesar di dunia, bahkan dikenal juga dengan nama benua maritim Indonesia.Luas total wilayah perairan Indonesia sekitar 5,8 juta km2, terdiri dari 0,3 jutakm2 perairan teritorial; 2,8 juta km2 perairan nusantara; dan 2,7 juta km2perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Dalam wilayah laut yangsangat luas ini, terdapat sekitar 17.508 pulau dengan total garis pantaisepanjang 81.000 km yang merupakan garis pantai terpanjang di dunia.Penduduk Indonesia dewasa ini menurut sensus penduduk tahun 2008berjumlah sekitar 230 juta jiwa. Dari segi budaya ada beraneka ragam adatistiadat dan memiliki lebih dari 300 dialek lokal yang tersebar dari Sabangsampai Merauke.Dari kondisi wilayah yang luas, penduduk yang besar, dan perbedaan budayayang beragam inilah yang menjadi faktor kendala utama dalammemberdayakan sumber daya manusia Indonesia agar dapat memanfaatkankondisi geografis itu secara maksimal. Oleh karenanya diperlukan langkahlangkah serius dalam pemerataan, peningkatan mutu dan manajemenkhususnya dalam bidang pendidikan. Untuk mengatasi permasalahanPage 1 of 41

pelayanan pendidikan bagi masyarakat dimaksud pemerintah telah berupayamelalui tiga jalur pendidikan penyelenggaraan yaitu: pendidikan formal,nonformal dan informal.Pendidikan jalur formal sudah banyak dipahami oleh masyarakat, dimanasistem penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara formal seperti yangbanyak terlihat di sekitar kita. Namun pendidikan nonformal dan informalmerupakan jalur pendidikan yang masih belum banyak mendapat pemahamandan perhatian yang profesional dari pemerintah maupun masyarakat dalamsistem pembangunan nasional. Minimnya pemahaman, baik yang berkenaandengan peraturan perundangan maupun dukungan anggaran menyebabkanpemerataan pelayanan pendidikan nonformal bagi masyarakat diberbagailapisan dan diberbagai daerah belum dapat dilaksanakan secara optimal.Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yangdapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan nonformalmeliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikankepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan,pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, sertapendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan pesertadidik.Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yangmemerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti,penambah, dan/atau pelengkap dari pendidikan formal dalam rangkamendukung pendidikan sepanjang hayat. Dan yang tidak kalah pentingnyaialah bahwa pendidikan nonformal berfungsi untuk memberikan pelayananpendidikan kepada peserta didik agar memiliki pengembangan keterampilanfungsional dan kepribadian profesional.Pendidikan informal dilakukan oleh keluarga dan lingkungan yang berbentukkegiatan belajar secara mandiri. Hasil pendidikan informal dapat dihargaisetara dengan hasil pendidikan nonformal dan formal setelah melalui ujikesetaraan yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan oleh lembaga yangditunjuk oleh Pemerintah atau pemerintah daerah sesuai kewenangan masingmasing, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (dariPP 17/2010)Pendidikan formal, nonformal, dan informal dalam implementasinya perlumengacu pada standar nasional pendidikan. Peraturan Pemerintah Nomor 19tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menjelaskan bahwa Standarnasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan diseluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (pasal 1) danstandar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan,pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkanpendidikan nasional yang bermutu (pasal 2).Pemerintah melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, DirektoratJenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaanmemiliki tugas utama melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan,Page 2 of 41

pemberian bimbingan teknis, dan evaluasi di bidang pendidikan kesetaraantingkat menengah (Paket C). Pendidikan kesetaraan memfasilitasi lulusanpendidikan dasar yang tidak melanjutkan, dan/atau memotivasi anak putussekolah di pendidikan menengah atas, untuk mengikuti program pendidikankesetaraan Paket C untuk menuntaskan pendidikan menengahnya atau sampaimengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan Paket C (UNPK).Sehubungan dengan itu agar penyelenggaraan program Paket C dapatterlaksana dengan baik sesuai dengan standar nasional pendidikan, makaperlu pedoman penyelenggaraan program Paket C untuk memberikan ramburambu teknis penyelenggaraan, dan pembelajaran Program Paket C. Pedomanini diharapkan dapat memfasilitasi para penyelenggara, pendidik dan tenagakependidikan pendidikan, instansi yang terkait dengan pendidikan baik ditingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan organisasi-organisasi sosial,kemasyarakatan dan keagamaan serta lembaga-lembaga yang terkait agardapat meningkatkan mutu penyelenggaraan program Paket C sesuai denganstandar yang diharapkan.B.Dasar HukumPenyelenggaraan Program Paket C, didasarkan pada:1. Undang-Undang Dasar 1945;2. Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional;3. Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar NasionalPendidikan;4. Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan danPenyelenggaraan Pendidikan;5. Keputusan Mendiknas nomor 86/U/2003 tentang Penghapusan UjianPersamaan (UPERS);6. Keputusan Mendiknas nomor 0132/U/2004 tentang Program Paket C;7. Permendiknas nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan;8. Permendiknas nomor 14 tahun 2007 tentang Standar Isi PendidikanKesetaraan;9. Permendiknas nomor 3 tahun 2008 tentang Standar Proses PendidikanKesetaraan;10. Permendiknas nomor 39 tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru;11. Permendiknas nomor 43 tahun 2009 tentang Standar Tenaga AdministrasiPendidikan pada Program Paket A, Paket B, dan Paket C;12. Permendiknas nomor 44 tahun 2009 tentang Standar Pengelola PNF;13. Peraturan Mendikbud nomor 1 tahun 2012 tentang Organisasi dan TataKerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.14. Permendiknas nomor 36 tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata KerjaKementerian Pendidikan Nasional;15. Permendiknas nomor 30 tahun 2011 tentang Juknis Beban Kerja Guru;16. Rencana Strategis Kementrian Pendidikan Nasional Tahun 2010-2014;17. Surat Edaran Mendiknas nomor 107/MPN/MS/2006 tentang EligibilitasProgram KesetaraanPage 3 of 41

C.Tujuan PedomanPenyusunan pedoman ini bertujuan sebagai acuan bagi:1. Lembaga yang menyelenggarakan program Paket C dalam rangkameningkatkan tata kelola dan akuntabilitas publik;2. Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, penilikpendidikan kesetaraan dan keaksaraan dalam melakukan pembinaan danpengawasan terhadap program Paket C.D.Sasaran PedomanSasaran pengguna Pedoman Penyelenggaraan Paket C adalah:1. Dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota;2. Lembaga/organisasi penyelenggara program Paket C;3. Tenaga pendidik dan kependidikan program Paket C;4. Pihak terkait yang berhubungan dengan pelaksanaan program Paket C.Page 4 of 41

BAB IIPROGRAM PENDIDIKAN KESETARAAN PAKET CA. Pengertian Program Paket CPendidikan dilaksanakan melalui jalur formal, nonformal dan informal yangdapat saling melengkapi dan memperkaya. Pendidikan formal adalah jalurpendidikan yang terstruktur dan berjenjang terdiri atas pendidikan dasar,pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal adalahjalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secaraterstruktur dan berjenjang. Sedangkan pendidikan informal adalah pendidikanyang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajarsecara mandiri.Penyelenggaraan pendidikan nonformal meliputi satuan pendidikan nonformaldan program pendidikan nonformal. Salah satu program pendidikan nonformaladalah pendidikan kesetaraan yang menyelenggarakan pendidikan umum setaraSD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA yang mencakupi program Paket A, Paket B, danPaket C serta SMK/MAK yang berbentuk Paket C Kejuruan. Dengan demikianprogram Paket C adalah bentuk layanan pendidikan menengah setara SMA/MAyang berada pada jalur pendidikan nonformal.B. Fungsi dan Tujuan Program Paket CProgram Paket C berfungsi sebagai pelayanan kegiatan pembelajaran bagiwarga masyarakat yang ingin memperoleh pengakuan pendidikan setaraSMA/MA mnelaui jalur pendidikan nonformal. Sedangkan tujuannya adalah :1. Memperluas akses pada jenjang pendidikan menengah untuk memberikankesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat yang tidak memilikikesempatan memperoleh pendidikan pada jalur formal jenjang menengah.2. Membekali peserta didik dengan kemampuan akademik dan keterampilanfungsional, serta sikap dan kepribadian profesional;3. Meningkatkan mutu dan daya saing lulusan, sehingga dapat melanjutkanpendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan/atau mampu memasuki duniakerja maupun berwirausaha.C. Penyelenggara Program Paket CPendidikan kesetaraan program Paket C dapat diselenggarakan oleh satuanpendidikan nonformal sebagai berikut.1. Lembaga kursus dan lembaga pelatihan, yaitu satuan pendidikan yangmenyelenggarakan pendidikan bagi mayarakat untuk memperolehketerampilan kecakapan hidup dan kepribadian profesional serta untukmelanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.Page 5 of 41

2. Kelompok Belajar, yaitu satuan pendidikan nonformal yang terdiri atassekumpulan warga masyarakat yang saling membelajarkan pengalaman dankemampuan dalam rangka meningkatkan mutu dan taraf kehidupannya.3. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yaitu satuan pendidikannonformal yang menyelenggarakan berbagai kegiatan belajar sesuai dengankebutuhan masyarakat atas dasar prakarsa dari, oleh, dan untuk masyarakat.4. Majelis Taklim, tempat pengajaran atau pengajian bagi orang-orang yangingin mendalami ajaran-ajaran islam sebagai sarana dakwah dan pengajaranagama.5. UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten/Kota dan UPTD BalaiPengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) yang menyelenggarakan kelompokbelajar.D. PenyelenggaraanProgram Paket C dapat diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah,dan/atau masyarakat baik perseorangan, kelompok atau badan hukum. Setiappenyelenggaraan Program Paket C wajib terlebih dahulu memperoleh ijinpenyelenggaraan yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.setelah memenuhi persyaratan yang meliputi persyaratan peserta didik, tenagapendidik, kurikulum dan sarana/prasarana penunjang. Secara umum setiappenyelenggara program Paket C harus memenuhi persyaratan legalitas danteknis sebagai berikut.1. Persyaratan legalitas penyelenggaraa. Berbadan hukum yang dibuktikan dengan Akta Notaris atau keteranganlegalitas sejenis lainnya;b. Memiliki izin operasional penyelenggaraan Program Paket C yang masihberlaku; bagi SKB/BPKB menggunakan Peraturan Pemerintah Daerah;c. Bagi PKBM memiliki Nomor Induk Lembaga (NILEM); bagi lembagakursus dan lembaga pelatihan memiliki NILEK.2. Persyaratan teknisa. Memiliki peserta didik per kelompok/rombongan belajar minimal 30orang; penetapan jumlah tersebut disesuaikan dengan kemampuan danketersediaan sumber daya satuan pendidikan;b. Memiliki tutor dan narasumber teknis yang memadai sesuai denganbidang mata pelajaran dan keterampilan yang akan diajarkan;c. Memiliki pedoman penyelenggaraan Paket C, PP nomor 17 tahun 2010,Permendiknas nomor 14 tahun 2007, Permendiknas nomor 03 tahun2008, dan Permendiknas nomor 23 tahun 2006;d. Memiliki dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP);e. Memiliki bahan ajar/modul yang akan menjadi acuan dalampelaksanaan pembelajaran dan kegiatan keterampilan;f. Memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk melaksanakanpembelajaran secara tatap muka, tutorial, dan mandiri. PelaksanaanPage 6 of 41

g.h.i.j.pembelajaran tersebut juga dapat bermitra dengan lembaga lain baikuntuk pembelajaran teori maupun praktek;Memiliki sarana dan prasarana untuk pengelolaan administrasi lembaga;Memiliki struktur penyelenggara program Paket C minimal memilikipenanggungjawab, ketua, sekretaris, dan bendahara;Memiliki sekretariat lembaga yang tetap dengan alamat yang nganmengikutsertakan dalam Ujian Nasional Program Paket C.D. Peserta Didik, Pendidik dan Tenaga Kependidikan1.Peserta DidikPeserta didik Program Paket C.a. Lulusan Paket B/SMP/MTs atau sederajat;b. Putus SMA/MA atau sederajat;1) Calon peserta didik yang putus SMA/MA atau sederajat yang tidakmemiliki dokumen pendukung yang lengkap harus mengikuti tespenempatan untuk menentukan tingkatan program Paket C;2) Calon peserta didik yang putus SMA/MA atau sederajat yangmemiliki dokumen pendukung yang lengkap tapi tidak bersekolahminimal 3 tahun, harus mengikuti tes penempatan untukmenentukan tingkatan program Paket C;c. Tidak sedang menempuh pendidikan formal.2.Tenaga PendidikPendidik Paket C terdiri atas Tutor dan Nara Sumber Teknis.a. TutorTutor merupakan tenaga pendidik yang ditugaskan untuk mengajar,membimbing, dan melatih peserta didik.1) Persyaratan Tutora) Sehat jasmani dan rohani;b) Memiliki kompetensi untuk mengajar, membimbing dan melatihpeserta didik;c) Minimal berijazah D3, diutamakan memiliki latar belakangpendidikan keguruan, atau guru SMA/MA dengan mata pelajaransesuai materi yang diajarkan.2) Tugas Tutora) Mengidentifikasi kebutuhan belajar;b) Menyusun rencana pembelajaran;c) Mengelola proses pembelajaran;d) Memilih metode dan melaksanakan pembelajaran sesuai ranahyang ingin dicapai (pengetahuan, sikap, dan keterampilan);e) Memotivasi peserta didik;f) Memilih, menyusun atau mengembangkan media/bahan belajar;g) Melakukan administrasi kegiatan pembelajaran;h) Menilai dan melaporkan hasil belajar.Page 7 of 41

3) Kompetensi TutorSeorang Tutor diharapkan memiliki kompetensi pedagogik,kepribadian, sosial dan profesional.a) Kompetensi pedagogik/andragogi,(1) Memahami karakteristik peserta didik;(2) Menguasai teori dan metode pembelajaran;(3) Menguasai kurikulum mata pelajaran;(4) Melaksanakan pembelajaran;(5) Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi;(6) Mampu berkomunikasi secara efektif;(7) Mampu melaksanakan, memanfaatkan, dan menindaklanjutihasil evaluasi.b) Kompetensi kepribadian(1) Bertindak sesuai dengan norma agama dan nilai moral yangbaik;(2) Jujur dan berakhlak mulia dan berkepribadian baik;(3) Memiliki etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi;(4) Bersikap obyektif dan tidak diskriminatif.c) Kompetensi sosial(1) Mampu bersikap empatik, santun dan beradaptasi denganteman sejawat, peserta didik dan orang-orang terkait;(2) Mampu melakukan aktivitas sosial yang mendorong perilakusosial.d) Kompetensi Profesional(1) Menguasai materi pelajaran yang akan dibelajarkan dengansangat baik, berdasar kriteria kompetensi;(2) Mampu mengembangkan materi pelajaran.b. Nara Sumber TeknisNara Sumber teknis merupakan tenaga pendidik yang ditugaskanuntuk melatih keterampilan kepada peserta didik.1) Persyaratan Nara Sumber Teknis.a) Sehat jasmani dan rohani;b) Memiliki kompetensi untuk membimbing dan melatihketerampilan sesuai dengan keunggulan lokal, potensi dankebutuhan pembelajaran.2) Tugas Nara Sumber Teknisa) Menyusun rencana pembelajaran;b) Mengelola proses pembelajaran;c) Memilih metode, dan melaksanakan pembelajaran sesuai ranahyang ingin dicapai (pengetahuan, sikap, dan keterampilan);d) Memotivasi peserta didik;e) Memilih, menyusun atau mengembangkan media/bahanbelajar;f) Melakukan administrasi kegiatan pembelajaran;g) Menilai dan melaporkan hasil belajar.Page 8 of 41

3) Kompetensi Nara Sumber TeknisSeorang nara sumber teknis diharapkan memiliki kompetensipedagogik/andragogik, kepribadian, sosial dan profesional:a) Kompetensi pedagogic/andragogi, yaitu:(1) Memahami karakteristik peserta didik;(2) Menguasai teori dan metode pembelajaran;(3) Menguasai kurikulum mata pelajaran;(4) Melaksanakan pembelajaran;(5) Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi;(6) Mampu berkomunikasi secara efektif;(7) Mampu melaksanakan, memanfaatkan, dan menindaklanjutihasil evaluasi.b) Kompetensi kepribadian, yaitu:(1) Bertindak sesuai dengan norma agama dan nilai moral yangbaik;(2) Jujur dan berakhlak mulia dan berkepribadian baik;(3) Memiliki etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi;(4) Bersikap obyektif dan tidak diskriminatif.c) Kompetensi sosial, yaitu:(1) Mampu bersikap empatik, santun dan beradaptasi denganteman sejawat, peserta didik dan orang-orang terkait;(2) Mampu melakukan aktivitas sosial yang mendorong perilakusosial.d) Kompetensi Profesional, yaitu:(1) Menguasai keterampilan kecakapan hidup yang akandibelajarkan dengan sangat baik, berdasar kriteriakompetensi;(2) Mampu mengembangkan materi keterampilan.3. Tenaga KependidikanTenaga kependidikan program Paket C terdiri atas pengelola dan tenagaadministrasi.a. Pengelola1) Persyaratan pengelola memiliki kualifikasi minimal lulusanSMA/SMK/MA/Paket C dan telah memperoleh sertifikat pelatihansebagai pengelola.2) Kompetensi PengelolaPengelola diharapkan memiliki kompetensi kepribadian, sosial danmanajerial.a) Kompetensi Kepribadian(1) Melaksanakan tugas atas dasar keimanan, akhlak mulia danpanggilan jiwa;(2) Memiliki jiwa kewirausahaan.b) Kompetensi Sosial(1) Membangun komunikasi dan kerjasama;(2) Mempunyai tanggungjawab sosial atas kinerja dan citraprogram.c) Kompetensi ManajerialPage 9 of 41

(1) Memimpin penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan;(2) Memotivasi semua komponen penyelenggara program PaketC;(3) Merencanakan penyelenggaraan program Paket C;(4) Mengorganisasikan penyelenggaraan program Paket C;(5) Melaksanakan monitoring dan evaluasi penyelenggaraanprogram Paket C;(6) Mengendalikan program Paket C.b. Tenaga Administrasi1) Kualifikasi tenaga administrasi pendidikan pada program Paket Cminimal lulusan SMA/SMK/MA/MAK/Paket C dan memilikisertifikat tenaga administrasi pendidikan kesetaraan darilembaga yang ditetapkan oleh pemerintah.2) Kompetensi tenaga administrasiKompetensi tenaga administrasi program Paket C harus memilikikompetensi kepribadian, sosial dan teknis.a) Kompetensi kepribadian(1) Memiliki integritas dan akhlak mulia.(2) Memiliki etos kerja.(3) Mengendalikan diri.(4) Memiliki rasa percaya diri.(5) Memiliki fleksibilitas.(6) Memiliki ketelitian.(7) Memiliki Kedisiplinan.(8) Memiliki tanggungjawab.b) Kompetensi sosial(1) Bekerjasama dalam tim(2) Memberikan layanan prima(3) Memiliki kesadaran berorganisasi.(4) Berkomunikasi efektif.(5) Membangun hubungan kerja.c) Kompetensi teknis(1)(2)(3)(4)(5)(6)(7)(8)Melaksanakan administrasi ketenagaan.Melaksanakan administrasi Keuangan.Melaksanakan administrasi sarana dan prasarana.Melaksanakan administrasi hubungan dengan masyarakat.Melaksanakan administrasi persuratan dan pengarsipan.Melaksanakan administrasi warga belajar.Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).Menyediakan data, informasi, dan peraturan pengelolaanprogram pendidikan kesetaraan.(9) Mendokumentasikan perencanaan pendidikan kesetaraan.(10) n.(11) Mengadministrasikan kegiatan pembelajaran.Page 10 of 41

(12) Menyediakanperangkatpemantauanpelaksanaanprogram pendidikan kesetaraan.(13) Mengadministrasikan penilaian pendidikan kesetaraan.E. Sarana dan Prasarana1. SaranaUntuk menunjang kelancaran pengelolaan kelompok belajar diperlukansarana administrasi sebagai berikut.a. Papan nama kelompok belajar;b. Meja dan kursi belajar;c. Papan struktur organisasi penyelenggara;d. Modul/bahan ajar dan sumber ajar;e. Kelengkapan AdministrasiKelengkapan administrasi penyelenggaraan dan pembelajaran yangmeliputi:1) Buku induk peserta didik, tutor dan tenaga kependidikan;2) Buku daftar hadir peserta didik, tutor dan tenaga kependidikan;3) Buku keuangan/kas ;4) Buku daftar inventaris;5) Buku agenda pembelajaran;6) Buku laporan bulanan tutor;7) Buku agenda surat masuk dan keluar;8) Buku daftar nilai peserta didik;9) Buku tanda terima ijazah.2. PrasaranaPrasarana minimal yang harus ada dalam penyelenggaraan program PaketC adalah: ruang belajar, ruang administrasi, ruang keterampilan.Pembelajaran dapat dilaksanakan di berbagai lokasi dan tempat yangsudah ada, baik milik pemerintah, masyarakat maupun pribadi, seperti:gedung sekolah, madrasah, pondok pesantren, gedung PKBM,masjid/mushalla, gereja atau tempat ibadah lainnya, balai desa, kantororganisasi kemasyarakatan, rumah penduduk dan tempat-tempat lainnyayang layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran.F. PembiayaanPembiayaan penyelenggaraan program dapat diperoleh dari APBN dan/atauAPBD, swadaya masyarakat, dan sumber dana lain yang sah dan tidakmengikat. Pendanaan untuk penyelenggaraan program Paket C digunakanuntuk.1. Pengadaan bahan dan peralatan belajar; antara lain berupa modul/bahanajar dan alat tulis, bahan penilaian/tes;2. Pengadaan bahan dan peralatan praktek keterampilan, seperti alat tulispeserta didik, administrasi pembelajaran, sarana pembelajaran danpembiayaan keterampilan;3. Honorarium/transport Tutor, Narasumber teknis, dan Pengelola;Page 11 of 41

4. Evaluasi dan Ujian.Prinsip-prinsip pembiayaan dalam penyelenggaraan program Paket C sebagaiberikut.1. Penggunaan dana untuk pengelolaan pembiayaan program Paket Cdilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkanpenggunaannya;2. Penentuan pembiayaan yang bersumber dari masyarakat (peserta didik)ditentukan berdasarkan kesepakatan dan keputusan bersama;3. Setiap pemasukan dan pengeluaran biaya, dilakukan pembukuan secaratertib dan teratur.Page 12 of 41

BAB IIIKURIKULUM PROGRAM PAKET CA. Kerangka Dasar Kurikulum1. Kelompok Mata PelajaranPeraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar NasionalPendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenispendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar danmenengah terdiri atas:a. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;b. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;c. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;d. kelompok mata pelajaran estetika;e. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.Cakupan materi pada setiap kelompok mata pelajaran Program Paket Csebagaimana tertuang pada lampiran Permendiknas Nomor 14 Tahun 2007tentang Standar Isi Program Paket A, Paket B, dan Paket C.2. Prinsip Pengembangan KurikulumKurikulum program Paket C dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsipberikut.a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentinganpeserta didik dan lingkungannya.Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memilikiposisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusiayang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yangdemokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuantersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan denganpotensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik sertatuntutan lingkungan.b. Beragam dan terpaduKurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristikpeserta didik, kondisi daerah, dan jalur, jenjang serta jenis pendidikan,tanpa membedakan agama, suku, budayaan adat istiadat, serta statussosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatanwajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu,serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dantepat antarsubstansi.c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seniKurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itusemangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti danPage 13 of 41

memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi,dan seni.d. Relevan dengan kebutuhan kehidupanMenjamin relevansi program Paket C dengan kebutuhan kehidupan,termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan duniakerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilanberpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilanvokasional mutlak harus dilaksanakan.e. Menyeluruh dan berkesinambunganSubstansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidangkajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikansecara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.f. Belajar sepanjang hayatKurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan danpemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulummencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal,nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutanlingkungan yang selalu berkembang serta arah, pengembangan manusiaseutuhnya.g. Seimbang antara kepentingan nasional dan daerahKurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dankepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara. Kepentingan nas

Supervisi 36 3. Evaluasi 36 4. Pelaporan 36 5. Tindak Lanjut 36 E. Ujian Nasional (UN) 36 BAB V PENGELOLAAN PROGRAM PAKET C A. Perencanaan Program 38 B. Pengorganisasian 38 C. Pelaksanaan Rencana Kerja 39 D . Program Paket C berfungsi sebagai pelayanan kegiatan pembelajaran bagi