Transcription

BAB IIIMETODE PENELITIANA. Metode Pendekatan Meta AnalisisM eta analisis adalah suatu metode penelitian untuk pengambilansimpulan yang menggabungkan dua atau lebih penelitian sejenis sehinggadiperoleh paduan data secara kuantitatif dilihat dari prosesnya. M eta analisismerupakan studi observasional retrospektif dalam artian peneliti membuatrekapitulasi data tanpa melakukan eksperimental.Adapun langkah awal yang dilakukan penulis adalah menentukan tema/topik penelitian terlebih dahulu yang akan dijadikan review kemudianmencari jurnal internasional dan jurnal nasional yang sesuai dengan temaselanjutnya dilakukan pengecekan untuk jurnal Internasional H-Index padasitus scimago, Impact Factor, Kuartil, SJR, ISSN, DOI, sedangkan untukjurnal Nasional dilakukan pengecekan pada siklus sinta.1. M encari artikel jurnal terkait dengan penelitian yang akan dilaksanakan2. M elakukan perbandingan dari jurnal-jurnal acuan penelitian sebelumnyayang merujuk pada kesimpulan umum dari masing masing jurnal tanpamelakukan analisis statistik atau analisis yang mendalam pada data danhasil penelitiannya.3. M eyimpulkan hasil dari perbandingan jurnal acuan yang disesuaikandengan tujuan penelitian29

30B. Informasi Jumlah dan Jenis Artikel1. Informasi Jumlah dan Jenis Artikel y ang Dijadikan Sebagai Sumber AcuanArtikel yang digunakan dalam studi literature review ini merupakan hasilpenelitian atau artikel ilmiah dengan kategori jurnal international danartikel yang digunakan merupakan artikel yang meneliti uji kandunganfenolik total. Jumlah dari artikel yang dijadikan acuan atau sumber reviewdalam penelitian ini ada 5 jurnal International. Dari ke-5 artikel tersebutmempunyai metode ekstraksi yang berbeda sehingga nantinya menjadipembahasan pokok pada penelitian ini apakah metode ekstraksi dapatmempengaruhi kandungan fenolik total pada biji buah alpukat.2. Isi Artikel JurnalReview Artikel Jurnal yang di gunakan dalam Penelitian ini:a. Artikel Pertama (1)Judul :Qualitative and Quantitative Analysis of theChemical Contentof Hexane, Acetone,Ethanol and Water Extract from AvocadoSeeds (Persea americana M ill).Nama Jurnal:Scholars International Journal of Traditionaland Complementary M edicinePenerbit:Scholars M iddle East Publishers, Dubai,United Arab Emirates.Volume & Halaman :ISSN 2321-3310Tahun Terbit :2019

31Penulis Artikel :Harrizul RivaiTujuan Penelitian :Penelitian ini bertujuan untuk menganalisissecara kualitatif dan kuantitatif senyawakimiayangterkandungdalamekstrakheksana, aseton, etanol dan air dari bijialpukat.M etode Penelitian:1) Desain: Eksperimental analisis secara kualitatif dan kuantitatif.2) Populasi dan Sampel: serbuk simplisia biji alpukat (PT.TemuKencono).3) Instrument:Alat maserasi, alat dekokta, rotary evaporatorSpektrofotometer UV-Vis (Shimadzu UV1800), timbangan analitik(Precisa).M etode Analisis:metodeekstraksimenggunakan metode maserasi dan dekoktasedangkanunukpelarutmenggunakanaseton dan etanol. Sebanyak 500 ml (1:b /v) dengan merendam selama 18 jam dengandilakukan pengadukan setiap 6 jam sekali,Semua macerate dikumpulkan kemudiandiuapkan dengan rotary evap orator padasuhu di bawah 50 ºC untuk mendapatkanekstrak cair.Uji senyawa fenolik dilakukan

anspektrofotometriUV-Vis pada panjang gelombang 764 nm.M etode dekokta menggunakan air sebagaipelarutnya yaitu 50 gram simplisia bijialpukat dimasukkan ke dalam panci infusdan ditambahkan dengan 500 ml pelarut air,kemudian dimasukkan ke bak air selama 30menit pada suhu 98 ºC. Uji senyawa fenolikdilakukan dengandenganreagen folin-ciocalteumenggunakanmetodespektrofotometri UV-Vis pada panjanggelombang 764 nm.Hasil Penelitian:Hasil yang diperoleh dari uji total fenolikmenggunakanmetodemaserasidenganpelarut aseton dan etanol didapatkan straksidengansebagaipelarutnyaairdidapatkan fenolik total 0,0494% .dekoktayaitu

33Kesimpulan:Total konten fenolik yang paling tinggi padaekstrak air dengan menggunakan metodedekokta yaitu sebesar 0,0494 %.Saran:Perlu dilakukan penelitian lanjutanuntukmengetahui kandungan fenolik total bijialpukat dari berbagai varietas, dan lokasipenanaman,sehinggadapatdiketahuimanakah biji alpukat yang memiliki potensimanfaat kesehatan yang lebih besar.b. Artikel Ke Dua (2)Judul :Inhibitory Effect of Aqueuos Extracts ofAvocado Pear (Persea americana) Leaf andSeed on Angiotensin 1- Converting Enzyme:A Possible Means in Treating/ManagingHypertension.Nama Jurnal :JournalofAppliedLifeSciencesInternationalPenerbit :Science Domain InternationalVolume & Halaman :ISSN: 2394-1103Tahun Terbit :2016Penulis Artikel :V. O. Odubanjo, G. Oboh, and O. A.M akinde.

34Tujuan Penelitian :Tujuan penelitian ini untuk menyelidiki efekpenghambatan ekstrak air daun dan bijialpukat alpukat terhadap aktivitas enzimpengonversi angiotensin 1.M etode Penelitian :1) Desain: Eksperimental kualitatif dan kuantitatif2) Populasi dan sampel: Daun dan biji alpukat dari kebun Akure kotaOndo.3) Instrument: beaker glass, Alat sentrifugasi, spektrofotometer UVVis dan untuk mengolah data menggunakan SPSS.4) M etode Analisis: metode ekstraksi menggunakan metode digestiyaitu dengan merendam sampel bubuk ke dalam air selama 24 jam37 C kemudian untuk mendapatkan supernataan jernih ekstrakyang sudah disaring kemudian disentrifugasi. uji total menggunakanmetode spektrofotometri UV-Vis.Hasil Penelitian :Hasil penelitian menunjukkan bahwa bijialpukatdenganmenggunakanmetodeekstraksi digesti memiliki kandungan fenoliktotal 57,1 mgGAE/g. Sedangkan total fenolikdaun alpukat yaitu 92.85b 9.12 mgGAE/g.Kesimpulan:Daun alpukat dengan menggunakan metodeekstraksi digesti memiliki kandungan fenolik

35total lebih tinggi dari pada biji alpukat,namun biji memiliki efek penghambatanterhadap enzim angiotensin 1 yang lebihtinggi dari pada daun alpukat.Saran :Perlu dilakukan penelitian lanjutan tentangperbandingan hubungan aktivitas antioksidanbiji alpukat dengan kandungan fenolik total .c. Artikel Ke Tiga (3)Judul :Exploration of avocado by -products asnatural sources of bioactive compounds.Nama Jurnal :Explorationof biological propertiesofavocado by-productsPenerbit :Plos OneVolume & Halaman :13(2): 0192577Tahun Terbit :2018Penulis Artikel :M aria Augusta TremocoldiTujuan Penelitian :Untuk mengevaluasi sifat antioksidan, antiinflamasi, dan sitotoksik dan komposisifenolik kulit dan biji varietas alpukat Hassdan Fuerte menggunakan pelarut ekstrakhijau.M etode Penelitian :1) Desain:Eksperimental

362) Populasi:kulit dan buah alpukat dari Brasil kotamadya Bauru,semua buah alpukat yang di panen pada bulan Juni 2011 dan April20123) Sampel: kulit dan buah alpukat dari Brasil kotamadya Bauru, semuabuah alpukat yang di panen pada bulan Juni 2011 dan April 2012.4) Instrument: sentrifugasi menggunakan Eppendorf 5810R centrifuge(Eppendorf AG, Hamburg, Jerman), seperangkat alat ultrasonic(model USC 1400A, frekuensi ultrasonik 40 kHz, daya RM S 135W, Indaiatuba, SP, Brazil), Kromatografi lapis tipis.5) M etode Analisis: ekstraksi menggunakan metode Ultrasonicassisted extraction (UAE) dengan frekuensi ulrasonik 40kHz.Ekstraksi dengan cara menimbang 1 g simplisia serbuk danmelarutkannya ke dalam pelarut etanol/air (80/20v/v) diekstraksiselama 15 menit pada suhu kamar (25 C ), penentuan total fenolikmengunakan reagen Folin-Ciocalteu dilakukan dengan metodekromatografi cair kinerja tinggi dengan detektor dioda array(HPLC-DAD).Hasil Penelitian :Hasil penelitian artikel jurnal ini bahwa bijialpukat Hass mempunyai kandungan totalfenolik57,3 7,2mg/g.sedangkankandungan fenolik total alpukat Fuerte yaitu59,2 6,9 mgGAE/g. M etode Ultrasonicassistedextractiondenganetanolsebagai

37pelarutnya untuk memperoleh ekstrak kulitHassdanFuerte ekstrak biji alpukatmenghasilkanproduk dengan kandungansenyawa fenolik bioaktif yang tinggi sepertikatekin, epicatechin, procyanidins B1 danB2, dan trans-5-O -caffeoyl-D-quinic acid.Aktivitas antioksidan yang tinggi serta sifatgenerasi TNF-α dan NO ditemukan dalamekstrak kulit Fuerte. Dari hasil penelitianjurnal M empertimbangkan bahwa produksampinganagro-industrialpukatadalahsumber penting antioksidan alami dan agenantiinflamasi yang dapat dipekerjakan dibeberapa industri. Selain itu, ekstrak yangdiperolehdengan ekstraksi hijau dapatdigunakan sebagai bahan dalam formulasimakanan fungsional.Kesimpulan dan Saran:Sebagaikesimpulan,penelitianinimenunjukkan bahwa metode arutnya untuk memperoleh ekstrak kulitHassdanmenghasilkanFuertedanekstrakbijiproduk dengan kandungan

38tinggi senyawa fenolik bioaktif. Senyawafenolik yang paling tinggi didapatkan padabiji alpukat Fuerte. Biji dan kulit alpukatHass dan Fuerte telah berkembang sebagaitanggapan terhadap peningkatan konsumsibuah ini di seluruh dunia, temuan inimemungkinkan kesimpulan bahwa produksampinganagro-industrialpukatadalahsumber penting antioksidan alami dan agenantiinflamasi yang dapat dikembangkan dibeberapa industri. Selain itu, ekstrak yangdiperolehdengan ekstraksi hijau dapatdigunakan sebagai bahan dalam formulasimakanan fungsional.Saran:Perlunyapenelitian lebih lanjutterkaitpemanfaatan biji alpukat sebagai sumberantioksidan alami yaitu isolasi senyawasenyawa aktif biji alpukataktivitasmasing-masingbeserta ujisenyawaaktifsehingga dapat dipelajari senyawa manakahyang lebih dominan sebagai antioksidan.

39d. Artikel Ke Empat (4)Judul :Physico-phytochemicalanalysis&Estimation of total phenolic, flavonoids andproanthocyanidincontentofPerseaamericana (avocado) seed extracts.Nama Jurnal :World Journal of Pharmaceutical SciencesPenerbit :Atom and Cell PublishersVolume & Halaman :ISSN 2321-3310Tahun Terbit :2017Penulis Artikel :Noorul H, et al.Tujuan Penelitian :untuk mengevaluasi profil standar benihalpukat.M etode Penelitian :1) Populasi:Daun dan biji alpukat (Persea americana) dari bigbazar,Indira nagar Lucknow, Uttar Pradesh, India, pada bulan November2016.2) Sampel: Daun dan biji alpukat3) Instrument: seperengkat alat ekstraksi soxllet, deteksi senyawadengan sinar UV, TLC (Thin Layer Chromatography)4) M etode analisis: metode ekstraksi yang digunakan menggunakanekstraksi panas (Sokletasi), ekstraksi dilakukan dengan cara 20gram serbuk kasar biji alpukat direndam dalam 200 ml pelarut yaitupelarut enatol dan air, suhu tidak melebihi 45–55 C. uji total fenolik

40menggunakan reagen Folin-Ciocalteuanalisis kuantitatif denganmetode TLC.Hasil Penelitian :Hasil penelitian artikel jurnal penelitian inibahwa metode ekstraksi yang digunakanyaitu soxletasi. Ekstraksi dilakukan denganmenggunakan dua pelarut yang berbeda yaitupelarut etanol dan air. Hasil ekstraksi kanetanoldanairdidapatkan Kandungan fenoliknya yaitu 289 0,62μg GAE / ml (0,289 mgGAE/g) dan243 0,19 μg GAE / ml (0,243 mgGAE/g).Pelarut etanol yang digunakan lebih efisiendalam mengekstraksi komponen antioksidanalpukat salah satunya fenolik dibandingkandengan air atau pelarut encer.Kesimpulan :Ekstrak biji alpukat (Persea lik,proanthocyanidinmenjadikannya sumber yang baik untukekstraksiantioksidan.Ekstraksidalampenelitian artikel jurnal ini menggunakanmetodeekstraksisoxletasi.Darihasil

41ekstraksiyang didapatkan Kandungan fenoliknya yaitu 289 0,62μg GAE / ml (0,289 mgGAE/g) dan243 0,19 μg GAE / ml (0,243 mgGAE/g).Saran :M aka perlu adanya penelitian lebih lanjutmengenaipenelitianfenolikselain daribagian daun dan biji alpukat seperti bagiandaging dan kulitnya sehingga dapat diperolehdata pasti dari alpukat yang memilikikandungan fenolik terbanyak.e. Arikel Ke Lima (5)Judul :Avocado Seed: Modelling extraction OfBioactive CompoundsNama Jurnal :Industrial Crops and productsPenerbit :ElsivierVolume & Halaman :Industrial Crops and Products 85(2016)213–220Tahun Terbit :2016Penulis Artikel :Francisco J, Segovia, Juan j, et al.Tujuan Penelitian :Untuk mengevaluasi peningkatan kekuatanultrasonic (0-104W) dan suhu (20-60 0C)apakah dapat mehasilkan ekstrak dengan

42kandungan fenolik dan aktivitas antioksidanyang lebih tinggi.M etode Penelitian :1) Desain: Eksperimental2) Populasi:Biji alpukat domestik3) Sampel: Biji buah alpukat4) Instrument: Penggiling M oulinex (A5052HF, M oulinex, Lyon),penyaring 2,00-2,36 mm, Ekstraktor kolom jari-jari 0,75 cm tinggi10 cm, seperangkat alat ekstraksi berbantu ultrasonik (sonkasi 0-100W).5) M etode Analisis: Eksperimental kuantitatif dengan menggunakanmodel matematika yang didasarkan pada hukum yang berbeda (teoriPeleg, empiris, film, dan hokum Fick), metode ekstraksi yangdigunakan menggunakan ultrasonik (sonikasi) dengan pemodelanUltrasound Assisted Batch extraction (UABE), Ultrasound AssistedContinuous Extraction (UACE) dan UABE ekstraksi dilakukandengan 8 gram simplisia biji alpukat dalam 500 mL air dalam labutertutup pada suhu 200C, 400C, dan 600C dengan frekuensiultrasonik 40 kHz. Sedangkan UACE ekstraksi dilakukan denganmenempatkan ekstraktor kolom dengan radius 0,75 cm dan tinggi10 cm pada penangas ultrasonik dibawah kondisi eksperimentalyang sama, ekstraksi dilakukan dengan memompa air secara terusmenerus (4,17 mL/menit) melalui kolom yang kemudian ekstrak

43pada outlet diambil sampelya pada interval waktu tertentu. KadarFenolik total ekstrak ditentukan degan metode pereaksi FolinCiocialteu. Kemudian analisis data menggunakan uji ANOVA.Hasil Penelitian :a. Pemodelan UACE dan UABEPemodelan UACE merupakan sistem pengadukan denganmenggunakan sistem orifice yaitu dengan mengubah kecepatanaliran atau mengubah luasan yang dilalui aliran fluida tersebut(orifice). Sedangkan UABE merupakan sistem pengadukan denganmenggunakan pengaduk mekanis yaitu sistem pengadukan cepatumumnya dilakukan dalam waktu singkat dalam satu bak. Hasil daripemodelan UABE dan UACE dalam mengevaluasi uji ntuultrasonikbahwa ekstraksi fenolik ketika USG ditingkatkan makadapat mempengaruhi hasil ekstraksi, keseimbangan tercapai dalamwaktu kurang dari satu jam. Perbandingan antara pemodelan UABEdan UACE tidak ada perbedaan yang signifikan dilihat dari waktuekstraksi, namun UACE mencapai keseimbangan hingga 53% lebihcepat dari UABE. Fakta ini mengurangi energi dan waktu yangdikeluarkan sehingga UACE lebih efisien. Semakin tinggi suhumaka dapat meningkatkan hasil ekstraksi, suhu yang paling tinggiyaitu pada suhu 60 0C.akan tetapi suhu yang terlalu tinggi dapatmempengaruhi hasil total fenolik sehingga hasil yang didapat hanya

44sedikitkarena senyawa fenolik merupakan senyawa yang tidaktahan terhadap panas yang berlebih.Suhu dan kekuatan ultrasonikberperanpenting hasil ekstraksi.dandifusi senyawa.Adanyapeningkatan suhu tersebut juga dapat mempercepat proses difusisenyawa bioaktif menuju pelarut.Koefisien menurun pada tahap cepat dan koefisien naik padatahap lambat ketika suhu ditingkatkan. Ketika suhu dinaikkan dankekuatanultrasonikditingkatkan (tahapcepat) maka dapatmenurunkan koefisien difusi sehingga sel mengalami kerusakanlebih besar sehingga membantu pemecahan dinding sel makakandungan senyawa yang terkandung di dalam sel dapat keluardengan mudah dan dapat menghasilkan hasil rendemen yang baik.Hasil yang didapatkan dari artikel jurnal penelitian ini enganpemodelan UACE dengan hasil D1Fast Diffusion coefficients dengantotal fenolik dengan menggunakan suhu 60 C pada kekuatan daya80%yaitu 1.43 %. Sedangkan pemodelan UABE dengan hasil anmenggunakan suhu 60 C pada kekuatan daya 80%yaitu0,23%Kesimpulan :Dari hasil percobaan pada jurnal ini makadapat disimpulkan bahwa suhu dan kekuatanultrasonik memiliki pengaruh yang signifikan

45terhadap ekstraksi fenolik dari biji alpukat.M odel yang didasarkan pada hukum Filmdan Fick proses ekstraksi dibagi menjadi duatahap yaitu cepat dan lambat. Tahap cepatyaitu dengan berbantu ultrasonik terbuktilebih efektif. Selain itu model ekstraksi nggunaanbijialpukat sebagai berkelanjutan dalam suatuindustri obat.Saran :Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenaiumur simpan dan kestabilan senyawa aktifdalam berbagai kondisi seperti suhu, cahaya,dan pH.

alpukat dimasukkan ke dalam panci infus dan ditambahkan dengan 500 ml pelarut air, kemudian dimasukkan ke bak air selama 30 menit pada suhu 98 ºC. Uji senyawa fenolik dilakukan dengan reagen folin-ciocalteu dengan menggunakan meto