Transcription

BAB IIKAJIAN TEORIRIS TENTANG KOMUNIKASI ORGANISASI PENGURUSKARANG TARUNA MERAH PUTIHA. Kajian Pustaka1. Komunikasi Organisasia. Pengertian Komunikasi OrganisasiKomunikasi organisasi adalah pengirim dan penerima berbagai pesanorganisasi didalam kelompok formal maupun informal di suatu organisasi.bila organisasi semakin besar dan kompleks maka akan mengakibatkansemakin kompleks pula proses komunikasinya. Organisasi kecil yanganggotanya hanya tiga orang, proses komunikasi yang anggotannya seribuorang menjadi komunikasinya sangat kompleks.Komunikasi dapat bersifat formal dan informal. Komunikasi formaladalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnyaberorientasi kepentingan organisasi. isinya berupa cara kerja di dalamorganisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukandalam organisasi. misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dansurat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yangdisetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebihkepada anggotannya secara individual. 11Wiryanto, Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta: PT. Grasindo, 2004), hal. 54.25digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

26Bermacam-macam persepsi dari para ahli mengenai komunikasiorganisasi ini tapi dari semuanya itu ada beberapa hal yang umum yangdapat disimpulkan yaitu:a. Komunikasi organisasi terjadi dalam suatu sistem terbuka yang kompleksyang dipengaruhi oleh lingkungannya sendiri baik internal maupuneksternal.b. Komunikasi organisasi meliputi pesan dan arusnya, tujuan, arah danmedia.c. Komunikasi organisasi organisasi meliputi orang dan sikapnya,perasaannya, hubungdannya dan keterampilan/skilnya. 2Manusia di tengah-tengah suatu masyarakat. Manusia hanya bisabertahan hidup dalam masyarakat jika mereka menjalani kehidupan sebagaisebuah aktivitas interaksi dan kerjasama yang dinamis dalam suatu jaringankedudukan dan perilaku. Aktivitas interaksi dan kerjasama itu terusberkembang secara teratur sehingga terbentuklah wadah yang menjadi tempatmanusia berkumpul yang disebut organisasiKomunikasi merupakan aktivitas dasar manusia dan dengan adanyakomunikasi yang baik maka suatu organisasi dapat berjalan dengan lancardanberhasil dan begitu pula sebaliknya apabila kurang atau tidak adanyakomunikasi maka organisasi akan macet atau berantakan. Komunikasi.organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran pesandiantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi2Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2005), hal. 65.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

27tertentu. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubunganhubungan hierarkis antara satu dengan lainnya dan berfungsi dalam suatulingkungan. Komunikasi organisasi terjadi kapan pun juga setidak-tidaknyaterdapat satu orang yang menduduki suatu jabatan dalam suatu organisasiyang menafsirkan suatu pertunjukan pesan.Menurut Gold Haber yang dikutip oleh Arni Muhammad dalambukunya komunikasi organisasi yang menyatakan bahwa komunikasiorganisasi adalah proses menciptakan dan menukar pesan dalam suatujaringan hubungan yang saling tergantung satu sama lain untuk mengatasilingkungan yang sering berubah-ubah. Komunikasi organisasi mempunyaiperanan penting dalam memadukan fungsi-fungsi manajemen dalam suatuperusahaan yaitu :a. Menetapkan dan menyebarluaskan tujuan perusahaanb.Menyusun rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkanc. Melakukan pengorganisasian terhadap sumber daya manusia dansumber daya lainnya dengan cara efektifd. Memimpin, mengarahkan, memotivasi dan menciptakan iklim yangmenimbulkan keinginan orang untuk memberikan kontribusie. Mengendalikan prestasi. 33Ibid hal. 14.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

28b. Tujuan Komunikasi OrganisasiAda empat tujuan komunikasi organisasi, yaitu:1. Menyatakan pikiran, pandangan dan pendapat. Memberi peluang bagi parapemimpin organisasi dan anggotannya untuk menyatakan pikiran,pandangan, dan pendapat sehubungan dengan tugas dan fungsi yangmereka lakukan.2. Membagi informasi (information sharing). Memberi peluang kepada seluruhaparatur orgaisasi untuk membagi informasi dan memberi makna yangsama atas visi, misi, tugas pokok, fungsi organisasi, sub organisasi,individu, maupun kelompok kerja dalam organisasi3. Menyatakan perasaan dan emosi. Memberi peluang bagi para pemimpindan anggota organisasi untuk bertukar informasi yang berkaitan denganperasaan dan emosi.4. Tindakan koordinasi. Bertujuan mengkoordinasi sebagai atau seluruhtindakan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi organisasi yang telahdibagi habis ke dalam bagian atau subbagian organisasi. Organisasi tanpakoordinasi dan organisasi tanpa komunikasi sama dengan organisasi yangmenampilkan aspek individual dan bukan menggambarkan aspek kerjasama.4c. Fungsi Komunikasi Organisasi4Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi , hal. 372.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

29Ada dua fungsi komunikasi organisasi, yaitu organisasi yaknifungsi umum dan fungsi khusus1) Fungsi Umuma) Komunikasi berfungsi untuk menceritakan informasi terkinimengenai sebagai atau keseluruhan hal yang berkaitannya dnganpekerjaan. terkadang komunikasimerupakan proses pemberianinformasi mengenai bagaimana seorang atau sekelompok orangharus mengerjakan satu tugas tertentu. Contohnya: job description.b) Komunikasi berfungsi untuk “menjual” gagasan dan ide, pendapat,fakta, termasuk menjual sikap organisasi dan sikap tentangsesuatu yang merupakan subyek layanan. Contohnnya: publicrelations (humas), pameran, ekspo, dll.c) Komunikasi berfungsi untuk meningkatkan kemampuan parakaryawan agar mereka bisa belajar dari orang lain (internal),belajar tentang apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dikerjakanorang lain, tentang apa, yang “dijual” atau yang diceritakan olehorang lain tentang organisasi.d) Komunikasi berfungsi untuk menentukan apa dan bagaimanaorganisasi membagi pekerjaan, atau siapa yang menjadi atasandan siapa yang menjadi bawahan, besaran kekuasaan dankewenagan, menentukan bagaimana menangani sejumlah orang,bagaimana memanfaatkan sumber daya, serta mengalokasikanmanusia, mesin,metode dan teknik dalam organisasi.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

302) Fungsi khususa) Membuat para karyawan melibatkan diri ke dalam isu-isuorganisasi, lalu menerjemahkannya ke dalam tindakan tertentudibawah sebuah komando.b) Membuat para karyawan menciptakan dan menangani relasiantarsesama bagi peningkatan produk organisasi.c) Membuat para karyawan memiliki kemampuan untuk menanganiatau mengambil keputusan-keputusan dalam suasana yangambigu dan tidak pasti.Menurut Charles Condrad (1985) yang dikutip oleh Alo Liliweridalam bukunya sosiologi & komunikasi organisasi menyatakan bahwa adadua fungsi makro komunikasi organisasi, yaitu fungsi komando dan fungsirelasi bermuara pada fungsi komuniksiyang mendukung organisasi dalampengambilan keputusan, terutama ketika organisasi menghadapi situasi yangtidak menentu.5d. Hambatan ugangguanberkomunikasi adalah pengaruh dari “dalam” maupun dari “luar” individuatau lingkungan yang “merusak” aliran atau isi pesan yang dikirimkan atauyang diterima. Hambatan komunikasi dalam organisasi antara lain:5Alo Liliweri. Sosiologi & komunikasi organisasi. (Jakarta : Bumi Aksara. 2014) hal 373digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

311) sisedemikian rupa yang membuat penerima lebih tertarik atasinformasi yang hendak dikirimkan.2) Persepsi selektif komunikan sering kali bersikap tertentu kepadainformasi sesuai dengan persepsi-seleksinya atas informasi yangditerima.3) Emosi dua pihak yang berkomunikasi berada dalam suasana emosiyang tidak memungkinkan pengiriman dan penerimaan informasi,akibatnya menyulitkan kontak dan pemberian makna atas pesan.4) Bahasa dua pihak menggunakan bahasa yang berbeda, konsep atauistilah yang berbeda, sehingga menyulitkan pemahaman atas informasi.5) Tanda-tanda nonverbal perbedaan budaya antara komunikator dankomunikan membuat dua pihak tidak dapat memahami bahasa isyarat,bahasa jarak dan ruang, kinesik, aksesoris yang mereka gunakansebagai pesan. 6Hambatan atau gangguan merupakan sifat yang melekat padakomunikasi. Hambatan dapat menghalangi pengirim dalam mengirim pesandan penerima dalam menerima pesan. Sehungga membuat pesan yangdisampaikan pengirim berbeda dengan pesan yang diterima si penerima adabeberapa jenis hambatan komunikasi adalah : Hambatan fisikFaktor fisik dari pengirim dapat menjadi hambatan dalamkomunikasi. Misalnya gangguan kesehatan (suara serak), kecepatan6Ibid hal 379digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

32bicara dan intonasi suara. Faktor fisik dari lingkungan juga dapatmenjadi hambatan dalam komunikasi. Hambatan amkomunikasi umumnya disebabkan oleh si pengirim. Sebelumberkomunikasi, tidak mengkaji / melihat kondisi si penerima.Komunikasi sulit untuk berhasil jika saat ih,binggung,marah,kecewa,iri hati, dan kondisi psikologis lainnya. Hambatan dalam proses komunikasiHambatan dari si pengirim, misalnya pesan yang akandisampaikan belum jelas bagi si pengirim itu sendiri. Hal inisering dipengaruhi oleh perasan atau situasi emosional dari sipengirim ketika mengirimkan pesan.a. Hambatan dari si penetima, seperti kurangnya perhatian padasaat menerima atau mendengarkan pesan taggapan yang kelirudan tidak mencari informasi lebih lanjut.b. Hambatan dalam memberikan umpan balik. Umpan balik yangdiberikan tidak apa adanya, tidak tepat waktu, tidak jelas, dsb Hambatan semantikMenyangkut bahasa yang dipergunakan pengirim sebagai,alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepadapenerima. Seorang pengirim harus benar-benar memperhatikanhambatan semantic ini, sebab salah ucap dapat menimbulkandigilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

33salah penegrtian yang pada akhirnya bisa menimbulkan salahkomunikasi.Seringkali pengirim salah ucap karena berbicara terlalucepat sehingga ketika pikiran dan perasaan belum mantapterformulasikan kata-kata sudah terlanjur dilontarkan. Hambatansemantic ini kadang kadang disebabkan pula oleh aspekantropologis, yakni kata-kata yang sama bunyinya dantulisannya, tetapi memiliki makna yangberbeda. Salahkomunikasi adakalanya disebabkan oleh pemilih kata yang tidaktepat dan kata-kata yang sifatnya konotatif. 7e. Jaringan KomunikasiOrganisasi adalah komposisi sejumlah orang yang menduduki posisiatau peranan tertentu. Sejumlah orang tersebut saling bertukar pesan danpertukaran pesan tersebut dilakukan melalui jalan tertentu yang disebutdengan jaringan komunikasi. Suatu jaringan komunikasi berbeda dalam besardan strukturnya misalnya mungkin hanya di antara dua orang, tiga atau lebihdan mungkin juga di antara keseluruhan orang dalam organisasi. MenurutMuhammad jaringan komunikasi organisasi terbagi menjadi dua, yaitu: 87Heru triyanto, Pengaruh komunikasi vertikal terhadap kinerja karyawan di PT. CharoenPokphand Jaya Farm unit 7 Jombang. (Malang: Universitas Islam Negeri Malik Ibrahim, 2014 )hal 228Arni Muhammad. Komunikasi organisasi. (Jakarta: Bumi Aksara. 2000) hal. 107.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

341) Jaringan Komunikasi FormalPesan yang mengalir melalui jalan resmi dan ditentukan oleh hierarkiresmi organisasi atau oleh fungsi pekerjaan, maka pesan tersebut merupakanjaringan komunikasi formal. Terdapat tiga bentuk utama dari arus pesandalam jaringan komunikasi formal yang mengikuti garis komunikasi yaitukomunikasi dari bawahan kepada atasan, komunikasi dari atasan kepadabawahan, dan komunikasi sesama karyawan yang sama tingkatnya.Pesan yang mengalir melalui jalan resmi yang ditentukan oleh hierarkiresmi organisasi atau oleh fungsi pekerjaan merupakan pesan dalam jaringankomunikasi formal. Pesan dalam jaringan komunikasi formal biasanyamengalir dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas atau dari tingkat yangsama atau secara horizontal. Terdapat lima jenis komunikasi formal dalamorganisasi, yaitu:a. Komunikasi Horizontal (Komunikasi Lateral/Menyamping)Merupakan bentuk komunikasi secara mendatar dimana terjadipertukaran pesan secara menyimpang dan dilakukan oleh dua pihak yangmempunyai kedudukan yang sama, posisi yang sama, jabatan yang se-levelmaupun eselon yang sama dalam suatu organisasi. Komunikasi bentuk iniselain berguna untuk menginformasikan juga untuk meminta dukungan danmengkoordinasikan aktivitas. Komunikasi horizontal diperlukan untukmenghemat waktu dan memudahkan koordinasi sehingga mempercepattindakan. Kemudahan koordinasi ini terjadi karena adanya tingkat, latarbelakang pengetahuan dan pengalaman yang relatif sama antara pihak-pihakyang berkomunikasi serta adanya struktur formal yang tidak ketat.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

35b. Komunikasi DiagonalMerupakan komunikasi yang berlangsung dari satu pihak kepadapihak lain dalam posisi yang berbeda, dimana kedua pihak tidak berada padajalur struktur yang sama. Komunikasi diagonal digunakan oleh dua pihak yangmempunyai level yang berbeda tetapi tidak mempunyai wewenang langsungkepada pihak lain. Komunikasi diagonal merupakan saluran komunikasi yangjarang digunakan dalam organisasi, namun penting dalam situasi dimanaanggota tidak dapat berkomunikasi secara efektif melalui saluran-saluran lain.Penggunaan komunikasi ini selain untuk menanggapi kebutuhan dinamikalingkungan organisasi yang rumit juga akan mempersingkat waktu danmemperkecil upaya yang dilakukan oleh organisasi.c. Komunikasi VertikalMerupakan komunikasi yang terjadi antara atasan dan bawahan dalamorganisasi. Menjelaskan bahwa komunikasi vertikal adalah komunikasi yangmengalir dari satu tingkat dalam suatu organisasi ke suatu tingkat yang lebihtinggi atau tingkat yang lebih rendah secara timbal balik. Dalam lingkunganorganisasi, komunikasi antara atasan dan bawahan menjadi kunci pentingkelangsungan hidup suatu organisasi. Menurut Stonner dan Freeman, dua pertiga dari komunikasi yang dilakukan dalam organisasi berlangsung secaravertikal antara atasan dan bawahan sehingga peran komunikasi vertikal sangatpenting dalam suatu organisasi. Pada dasarnya, komunikasi vertikal memilikidua pola, yaitu:d. Komunikasi Ke Atas (Upward Communication)digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

36Komunikasi ke atas mengacu pada pesan atau informasi yang dikirimdari tingkat bawah ke tingkat atas dalam hirarki organisasi. Para patanuntukmengungkapkan ide atau gagasan yang mereka ketahui dan membantu parapegawai untuk menerima jawaban yang lebih baik tentang masalah dantanggung jawabnya. Komunikasi ke atas mempunyai beberapa fungsi, yaitu: 9 Pimpinan dapat mengetahui kapan bawahannya siap untuk diberiinformasi dan pimpinan dapat mempersiapkan diri menerima apayang disampaikan bawahannya. Pimpinan memperoleh informasi yang berharga dalam pembuatankeputusan. Komunikasi ke atas dapat memperkuat apresiasi dan loyalitaspegawai terhadap organisasi dengan jalan memberikan kesempatankepada pegawai untuk mengajukan pertanyaan, ide dan sarantentang jalannya organisasi. Komunikasi ke atas dapat mendorong munculnya desas-desus danmemberikan kesempatan bagi pimpinan untuk mengetahuinya. Komunikasi ke atas memberikan petunjuk bagi pimpinan apakahpegawainya menangkap arti dari komunikasi ke bawah yangdilakukannya.9Dedy Mulayana, Komunikasi Organisasi: Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan (Bandung:PT. Remaja Rosdakarya, 2005), hal. 103.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

37 Komunikasi ke atas membantu pegawai mengatasi masalahmasalah pekerjaan dan memperkuat keterlibatan pegawai dalamtugas-tugasnya dan organisasi. 10e.Komunikasi Ke Bawah (Downward Communication).Komunikasi ke bawah dilakukan untuk menyampaikan tujuan,untuk merubah sikap, membentuk pendapat, mengurangi ketakutan ahkesalahpahaman karena kurang informasi dan mempersiapkan anggotaorganisasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan.2) Jaringan Komunikasi InformalJaringan komunikasi informal terbentuk tanpa memperhatikan strukturorganisasi atas ke bawah bawah ke atas dan horizontal. Ada enam fungsijaringan komunikasi informal, yakni memberikan konfirmasi ormasi,mempertentangkan informasi, membagi informasi lebih luas danmelengkapi. Mengapa jaringan itu pentig? Karena jumlah informasi yangdikirim lebih banyak, lebih cepat dan akurasi.2. Karang Tarunaa. Pengertian Karang TarunaKarang taruna Indonesia adalah salah satu wadah bagi generasimuda Indonesia yang telah didirikan di Jakarta. Tepat tanggal 26september 1960. Pengertian karang taruna adalah sebagaimana tertuangdalam anggaran dasar karang taruna sebagai berikut:10Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi. (Jakarta : Bumi Aksar. 2000 ) hal. 102.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

38Karang taruna Indonesia adalah wadah pengembangan generasimuda dan putusan yang tumbuh atas dasar kesadaran dan rasatanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat, khususnyagenerasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas sosialsederajat sampai tingkat nasional, bergerak terutama di bidangkesejahteraan sosial (kesos)”.Dari pengertian di atas menunjukkan bahwa karang taruna adalahorganisasi pemuda atau remaja Indonesia yang tersebar di seluruhwilayah NKRI. Sehingga karang taruna boleh dikatakan sebgai organisasimodern dan bukan organisai konvensional yang mengangkat pengurusdari kalangan keluarga, keturunan dan kerabat. Dikatakan organisasimodern adalah “Organisasi dimana faktor-faktor yang bersifat pribaditidak memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan.Organisai modern disebut juga sebagai organisai rasional dan legal,adalah organisasi yang dalam kegiatannya terdapat pemisahan yangtegas antara urusan pribadi dengan urusan organisasi.”11Dengan diterapkannya model organisai modern ini maka karangtaruna melakukan pergantian kepemimpinan secara berkala setiap limatahun sekali yang dipilih oleh anggota dan bukan berdasarkankepengurusan. Jadi wadah karang taruna merupakan arena untukpembelajaran dan mempraktikkan teori-teori demokrasi dikalangan11Saragi P. Tumpal, Mewujudkan Otonomi Masyarakat Desa, Alternatif Pemberdayaan Desa(Yogyakarta: Penerbit Cipruy, 2004), hal. 291.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

39remaja dan pemuda yang dimulai pada tingkat desa/kelurahan sampaitingkat nasional.Dalam menjalankan fungsi, visi, dan misinya, karang taruna tidaklapas dari pijakan tujuan organisasi karang taruna, adapun tujuan karangtaruna sebagaimana berikut:1) Mewadahi setiap remaja dan pemuda yang peduli dalam penangananpermasalahan sosial, serta meningkatkan pengalaman kerjasamaantara sesama generasi muda dalam rangaka mewujudkan danmeningkatkan kesejahteraan sosial bagi generasi muda danmenyiapkan kader yang beriman, bermoral, kreatif, mandiri, danbertanggung jawab untuk siap mengabdi kepada masyarakat danmenjadi calon-calon pimpinan di masa mendatang.2) Memberi arah, bimbingan, pendampingan, dan advokasi kepadagenerasi muda penyandang masalah sosial dalam rangka penghargaanusaha-usaha kesejahteraan sosial.3) wirausahaan dan pengetahuan hingga pwenyelesaian masalahyang signifikan untuk mendukung upaya pemberdayaan masyarakatdalam rangka implementasi otonomi daerah dan peningkatanekonomi kerakyatan.4) Mendorong setiap warganya dan warga masyarakat pada umumnyauntuk mampu menjalin toleransi dalam kehidupan kemasyarakatandan menjadi perekat persatuan dalam perbedaan dan keberagamanyang tinggi.digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

405) Membina kejasama strategis dan saling menguntungkan dengankalangan pemerintah, sektor swasta, organisasi sosial, lembagaswadya masyarakat, para praktisi pengembangan masyarakat,cendikiawan, dan mitra kepemudaan lainnya, guna kemajuan dalamkemandirian dan independensi organisasinyadan cita-citakesejahteraan masyrakat yang menjadi tujuan geraknya.Dilihat dari tujuan karang taruna sebagaimana tertuang dalam diatas menunjukkan bahwa karang taruna mempunyai posisi strategisdalam pembangunan bangsa, dimana melalui wadah karang taruna pararemaja pemuda ditempa dan disiapkan dengan berbgai kemapuan,mengembangakan bakat minat, guna mencapai kesejahteraan hidup masadepan para remaja atau generasi muda sebagai generasi penggantidalam meneruskan pembangunan bangsa. 123. Pola komunikasi organisasia. Pengertian pola organisasiPolakomunikasiorganisasi adalah prosespengiriman danpenerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks. Yang mencakupdalam bidang ini adalah komunikasi internal, komunikasi eksternal, hubunganpersatuan pengelolahan, komunikasi bawahan atau komunikasi dari atasankepada bawahan, komunikasi ke atas atau dari bawahan kepada atsan dankomunikasi dari orang-orang yang sama tingkatnya dalam organisasi, menulis12Ibid hal 301digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

41dan komunikasi evaluasi progam. Karena dengan adanya komunikasi kebawah, ke atas, dan horizontal, koordinasi pekerjaan dapat berjalan lancar dantujuan organisasi bisa dicapai. 13b. Macam-macam pola komunikasi organisasiPola komunikasi organisasi adalah bentuk komunikasi yangdigunakan dalam organisasi yang kompleks. Dalam suatu organisasi paraanggota pasti saling bertukar pesan dengan anggota lainnya. Pertukaran pesantersebut terjadi dengan melalui suatu jalan yang dinamakan pola aliraninformasi atau jaringan komunikasi. 14Dalam organisasi ada beberapa pola yang biasa digunakan untukberkomunikasi, menurut Joseph A,Devito dan Sthepen,P. Robbins yangdikutip oleh Joseph A. Devato dalam bukunya komunikasi antar manusiadan organization behavior yang menyatakan bahwa ada 5 pola komunikasiyang biasa digunakan dalam berkomunikasi, yakni:a. Pola lingkaranMenurut Joseph A. Devito dalam pola lingkaran semua anggotaorganisasi dapat berkomunikasi dengan yang lainnya, tidak mempunyai13Muhammad rifki. Pola komunikasi organisasi aksi cepat tanggap dalam penanganan becanagunung kelud di kecamatan pare kabupaten Kediri. (Jakarta : Universitas negeri syarifhidayatullah ) hal 4714Abdullah Masmuh, komunikasi organisasi dalam perspektif teori dan praktik, hal 57digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

42pemimpin serta setiap anggota bisa berkomunikasi dengan dua anggota lain disisinya15Disisi lain menurut sthephen P. Robbins pola lingkaran adalahadannya interaksi pada setiap tiga tingkatan hirarki, namun tidak adannyainteraksi lanjutan pada hirarki yang lebih tinggi. Misalnya komunikasi terjadisecara interaksi antar sesame bawahan dengan atasannya langsung(komunikasi berjenjang ) 16b. Pola rodaMenurut joseph A. DeVito, pola roda disini memiliki pimpinan yangjelas, sehingga kekuatan pimpinan berada pada posisi sentral dan berpengaruhdalam proses penyampaina pesannya yang mana semua informasi yangberjalan harus terlebih dahulu disampaikan kepada pimpinan. 17Sementara Stephen P. Robbins, pola roda merupakan sistem jaringankomunikasi yang menjadi semua laporan, intruksi, perintah kerja dankepengawasan terpusat satu orang yang memimpin dengan empat bawahanatau lebih dan tidak adannya komunikasi sesama bawahan yang lain. 18c. Pola rantaiMenurut Joseph A. DeVito, pola ranatai ini titik memiliki pemimpinsama halnya pola lingkaran. Tetapi orang yang berada diposisi, tengah lebihberperan sebagai pemimpin daripada orang yang berada di posisi lain. Serta15Joseph A. DeVito, komunikasi antarmanusia, penerjemah Agus Maulana (pemalang KARISMApunlishing Grup, 2011) edisi ke lima hal 38316Stephen P. Robbins, Organization Behaviour (New Jersey : Pearson Prentice Hall, 2009) Hal 13417ibid hal 38318Ibid hal 134digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

43orang yang paling ujung hanya dapat berkomunikasi dengan satu orang saja.19Sedangkan menurut Stephen P. Robbins, pola komunikasi rantai disiniterdapat lima tingkatan dalam jenjang hirarkisnya dan hanya dikenal sebagaisistem komunikasi arus ke atas (upward) dank e bawah (downward ) begitrujuga sebaliknya artinya model tersebut menganut hubungan komunikasi garislangsung (komando) baik ke atas atau ke bawah tanpa terjadi suatupenyimpangan20d. Pola bintang atau semua saluranMenurut Joseph A. DeVito, dalam pola ini semuanya anggotamemiliki kekuatan yang sama untuk memengaruhi anggota lainnya dan setiapanggota lainnya memungkinkan adannya partisipasi anggota secaraoptimum. 21Sedangkan menurut Stephen P. Robbins dalam pola ini semuatingkatan dalam jaringan ini dapat melakukan interaksi timbal balik tanpamelihat siapa yang menjadi tokoh sentralnya. Dan setiap staf / bawahan tidakdibatasi dan bebas melakukan interaksi dengan berbagai pihak / pimpinanatau sebaliknya. 2219Ibidi hal 383Ibid hal 13421Ibid hal 38322Ibid hal 13420digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

44e. Pola YMenurut Joseph A. DeVito pola Y juga terdapat pimpinan yangjelas dan setiap anggota dapat mengirimkan dan menerima pesan dari duaorang lainnya. 23Menurut Stephen P. Robbins pola Y ini terdapat empat leveljenjang hirarki, satu supervisor mempunyai dua bawahan dan dua atasanyang memungkinkan berbeda devisi atau departemen. 24Pola-pola yang telah disebutkan merupakan pola aliran informasiyang biasa digunakan dalam organisasi dan digunakan hanya untukberkomunikasi secara internal, atau hanya dalam lingkup organisasi saja. 254. Metode komunikasi organisasia. Komunikasi tertulisKomunikasi tertulis adalah salah satu cara berkomunikasi yangmemindahkan pesan (informasi) secara tertulis dari satu sumber, dandikirimkan atau dialihkan kepada pihak penerima . lazimnya, komunikasitertulis dilakukan melalui surat menyurat. Jika surat menyurat pribadi ituada ragamnya, demikian pula komunikasi tertulis dalam organisasi. caracara berkomunikasi tertulis dalam organisasi biasanya mempunyai standartertentu yang diterapkan sebagai ciri khas dari sebuah organisasi. caracara tersebut ditunjukkan dalam tata aturan surat menyurat, memo,laporan, manual, dan formulir yang dikeluarkan oleh suatu organisasi.23Ibid hal 383Ibid hal 13425Ibid hal 38324digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

45a. SuratSurat adalah cara berkomunikasi tertulis yang bertujuan untukmengalihkan sebuah informasi dari suatu sumber kepada penerimabaik perorangan, kelompok, atau unit kerja didalam maupun diluarlingkungan organisasi26b. MemoMemo sering disebut dengan office memo randum, merupakan caraberkomunikasi tertulis yang digunakan oleh seorang pejabat kepadaseseorang atau sekelompok orang didalam lingkungan organisasi. isidari sebuahmemo biasanya tentang satu topic yang bersifatimpersonal (dinas dan resmi ). Dilihat dari segi derajatnya, memokurang formal dibandingkan dengan surat.c. gberisiperkembanagan atau kemajuan suatu kegiatan atau proyek, yang seringdigunakan sebagai informasi dasar bagi pengambilan keputusan.d. ManualManual adalah cara berkomunikasi tertulis yang sangat bervariasidalam sebuah organisasi. manual biasanya berisi perintah bagaimanaseorang karyawan harus mengerjakan suatu tugas secara bertahap.Terkadang, manual berisi informasi tentang aturan organisasi, aturanmengoperasikan computer, mesin faks, atau internet.26Alo liliweri. Sosiologi & komunikasi organisasi. (Jakarta : bumi aksara, 2014) hal 375digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

46e. FormulirFormulir adalah cara berkomunikasi tertulis yang relative sudahberpola artinya organisasi telah menetapkan standarisasinya.b. Komunikasi lisanKomunikasi lisan merupakan cara berkomunikasi tatap muka yangbiasa dilakukan dalam organisasi,misalnyamelaluikomunikasiantarpribadi atau kelompok, baik dalam pelaksanaan tugas- tugasorganisasi (task) maupun dalam pertemuan formal (rapat), penyampaianlapor

relations (humas), pameran, ekspo, dll. c) Komunikasi berfungsi untuk meningkatkan kemampuan para karyawan agar mereka bisa belajar dari orang lain (internal), belajar tentang apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dikerjakan orang lain, tentang apa, yang “dijual” atau yang diceritakan oleh orang lain tentang organisasi.